4,9/5 · 274 ulasan · SMP sampai umum

Kursus Pemrograman di Jogja

Kursus pemrograman Jogja untuk pemula sampai mahasiswa: logika, Python, Java, C++, dan Git. Tutor datang ke rumah, kos, atau kantor, juga mengajar daring, mulai Rp68.000 per jam.

Kursus Pemrograman di Jogja
4,9/5274 ulasan
  • 11.000+tutor terverifikasi
  • 1-on-1seorang tutor, seorang siswa
  • Fleksibelrumah · kafe · kampus · online
  • Garansitukar tutor gampang
  • Assessmentkebutuhan diukur dulu

Apa saja isi Kursus Pemrograman di Jogja?

Kursus pemrograman Jogja untuk pemula sampai mahasiswa: logika, Python, Java, C++, dan Git. Tutor datang ke rumah, kos, atau kantor, juga mengajar daring, mulai Rp68.000 per jam.

Peserta
Siswa SMP, SMA, SMK, mahasiswa, dan pekerja tanpa latar belakang teknik
Bahasa yang dipelajari
Python, Java, C++, ditambah JavaScript atau SQL bila diminta
Format sesi
Privat satu tutor satu peserta, atau semi privat maksimal tiga orang
Satu jam pelajaran
60 menit, umumnya diambil dua jam pelajaran per pertemuan
Tempat sesi
Rumah, kos, kantor peserta, kantor Edufio di Gamping, atau daring
Wilayah layanan
Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Gunungkidul
Jam sesi
07.00 sampai 21.00 WIB, tujuh hari sepekan
Tarif
Mulai Rp68.000 per jam pelajaran, dihitung per paket
Perangkat wajib
Laptop atau PC milik peserta, Windows, macOS, maupun Linux
Perkakas yang dipasang
Penyunting kode, interpreter atau kompilator, dan Git
Penilaian peserta
4,9 dari 274 ulasan
Cara mendaftar
Isi formulir pendaftaran daring atau kirim pesan WhatsApp
Pembayaran
Transfer bank atau dompet digital, dilunasi per paket sebelum sesi berjalan
Sesi daring
Tautan ruang kelas dikirim menjelang jam sesi
Penggantian tutor
Bisa diminta kapan saja tanpa biaya tambahan

Tutor datang ke tempat Anda di Jogja

Materi pemrograman dipangkas ke yang paling relevan dengan target Anda, tanpa basa-basi.

Tiga cara belajar

Apa yang berubah saat pemrograman dipegang satu tutor penuh?

Les Pemrograman Privat EdufioKursus Pemrograman KelompokBelajar Pemrograman Sendiri
Perhatian tutor saat belajar pemrogramanLes Pemrograman Privat Edufio: Tercurah ke satu siswaKursus Pemrograman Kelompok: Terpecah ke satu kelasBelajar Pemrograman Sendiri: Sendirian saja
Materi pemrograman disesuaikan level siswaLes Pemrograman Privat Edufio: Disusun dari hasil tes awalKursus Pemrograman Kelompok: Satu materi untuk satu kelasBelajar Pemrograman Sendiri: Ditebak sendiri
Jadwal menyesuaikan jam kerja AndaLes Pemrograman Privat Edufio: Anda yang memilih hari dan jamKursus Pemrograman Kelompok: Jadwal ditentukan kelasBelajar Pemrograman Sendiri: Bebas, tetapi mudah tertunda
Belajar pemrograman di rumah Anda, JogjaLes Pemrograman Privat Edufio: Pengajar datang ke alamat AndaKursus Pemrograman Kelompok: Anda yang datang ke lokasiBelajar Pemrograman Sendiri: Di rumah, tanpa pendamping
Kemajuan dicek di tiap sesiLes Pemrograman Privat Edufio: Dicatat tiap akhir sesiKursus Pemrograman Kelompok: SesekaliBelajar Pemrograman Sendiri: Tidak tercatat
Fokus ke bagian pemrograman yang paling sulitLes Pemrograman Privat Edufio: Waktu sesi penuh untuk bagian ituKursus Pemrograman Kelompok: Mengekor tempo kelasBelajar Pemrograman Sendiri: Sekuat disiplin sendiri

Dipercaya di Jogja

4,9/5

dari 274 ulasan peserta di Jogja

siswa didampingi
30.000+
fokus ke satu siswa
1-on-1
tutor terverifikasi
11.000+

Mulai Pendaftaran

Cocok untuk siapa

Kursus pemrograman Jogja ini cocok untukmu jika

Kamu akan terbantu kalau

  • Sudah menonton banyak tutorial koding, paham saat menonton, lalu berhenti begitu penyunting kode terbuka kosong
  • Mahasiswa semester awal yang mengejar praktikum Dasar Pemrograman atau Algoritma dan Struktur Data
  • Siswa SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak yang ingin jalan lebih cepat dari tempo kelas
  • Pekerja yang tiap bulan menyalin data berulang dan ingin menggantinya dengan program sederhana
  • Pernah berhenti di tengah jalan dan butuh titik masuk yang jelas tanpa mengulang semuanya dari awal
  • Tinggal di sisi barat atau tenggara Jogja, Kulon Progo dan Gunungkidul, dan lebih mudah mengambil sesi daring

Cakupan

Yang kamu bawa pulang dari kursus pemrograman Jogja ini

  • Rencana belajar tertulis

    Daftar pokok materi beserta perkiraan jumlah sesi, disepakati sesudah pemetaan awal dan diperbarui saat targetmu bergeser.

  • Perangkat yang siap dipakai

    Penyunting kode, interpreter atau kompilator, dan Git terpasang di laptopmu sendiri, bukan di komputer kelas yang tak bisa kamu bawa pulang.

  • Bank latihan bertingkat

    Soal disusun naik dari menyalin logika, memodifikasi program yang sudah jalan, sampai menulis dari halaman kosong.

  • Catatan tiap sesi

    Ringkasan pokok bahasan, kode contoh, dan galat yang sempat muncul dirapikan supaya bisa dibaca ulang saat kamu lupa.

  • Satu program utuh

    Program utuh hasil tanganmu sendiri, cukup rapi untuk ditunjukkan saat wawancara kerja atau presentasi tugas.

  • Repositori berisi riwayat kerjamu

    Rekam jejak perubahan kode yang menunjukkan bagaimana proyekmu tumbuh, sinyal yang dicari perekrut bidang teknologi.

  • Pendampingan tugas praktikum

    Soal praktikum dan responsi dibedah bersama sampai kamu paham jalan penyelesaiannya, dengan kode tetap kamu yang mengetik.

  • Laporan perkembangan berkala

    Catatan kemajuan per beberapa sesi, memuat pokok yang sudah dikuasai dan pokok yang masih perlu diulang.

Ulasan apa adanya

Baru di sesi kelima saya sadar selama ini cuma menyalin kode. Sekarang saya bisa menjelaskan tiap baris yang saya tulis.

Rosa A.Mahasiswa Informatika di Depok, Sleman

Tahap demi tahap

Perjalanan peserta kursus pemrograman Jogja dari nol sampai punya proyek

Enam tahap berikut jarang dilewati dalam tempo yang sama. Peserta yang menyediakan waktu latihan harian biasanya sampai di tahap kelima dalam dua sampai tiga bulan.

  1. Pemetaan titik berangkat

    Tutor menanyakan apa yang pernah kamu coba, sampai mana kamu berhenti, bahasa apa yang dituntut kampus atau kantormu, dan berapa jam yang realistis kamu sediakan tiap pekan.

  2. Lingkungan kerja berjalan

    Penyunting kode, interpreter atau kompilator, dan terminal dipasang di perangkatmu sendiri. Satu program pendek dijalankan sampai keluarannya muncul di layarmu sebelum sesi ditutup.

  3. Program pertama tanpa contekan

    Peserta menulis program utuh dari halaman kosong, biasanya penghitung nilai atau pengelompok data sederhana, dengan tutor hanya menanyakan alasan tiap baris.

  4. Latihan mandiri bertenggat

    Soal latihan dikirim setelah tiap sesi dan dibahas di awal sesi berikutnya. Di tahap ini peserta mulai memperbaiki galatnya sendiri sebelum sempat bertanya.

  5. Proyek kecil yang utuh

    Satu program dikerjakan bertahap sampai bisa dipakai orang lain, lengkap dengan pemisahan fungsi, penanganan masukan yang keliru, dan catatan cara menjalankannya.

  6. Repositori publik dan langkah berikutnya

    Proyek diunggah ke repositori daring beserta keterangan singkat, lalu tutor menunjukkan jalur lanjutan: kerangka kerja web, olah data, atau persiapan seleksi kerja.

Pengalaman Langsung Peserta

Dari ragu sampai menikmati pemrograman

Tutor saya menahan diri tidak langsung menjawab dan menyuruh saya membaca pesan galatnya dulu. Kebiasaan itu yang akhirnya membuat saya bisa jalan sendiri waktu praktikum.

Dhimas P.Peserta di Umbulharjo

Saya belajar Python untuk merapikan laporan bulanan kantor. Empat sesi cukup untuk menggantikan pekerjaan menyalin data yang biasanya memakan dua hari penuh.

Najwa K.Staf administrasi di Mlati

Sesi daring dari Wates ternyata tidak terasa berjarak. Layar tutor terbagi, kode saya dibaca sambil saya mengetik, dan perintah pemasangan dikirim sebagai teks yang tinggal saya salin.

Fajar H.Peserta di Kulon Progo

Potret kelas

Sesi Les Pemrograman di Jogja

  • Dari ruang kelas kursus pemrograman Jogja Edufio
  • Galeri kelas kursus pemrograman Jogja: siswa bersama tutor Edufio
  • Tutor Edufio mendampingi siswa di kelas kursus pemrograman Jogja
  • Momen sesi kursus pemrograman Jogja sedang berlangsung
  • Sesi kursus pemrograman Jogja privat satu tutor satu siswa
  • Siswa mengikuti kursus pemrograman Jogja bersama tutor Edufio

Foto asli dari sesi belajar, wajah kami buramkan.

Bedah materi

Peta materi kursus pemrograman Jogja dan titik rawannya

Delapan pokok berikut dilalui hampir semua peserta, apa pun bahasa yang dipilih. Urutannya boleh dipadatkan atau dilewati sesudah pemetaan awal, tetapi titik rawan di setiap pokok nyaris selalu muncul di tempat yang sama.

BahasanYang dicakupTitik rawanCara kami mendampingi
Logika dan alur program (Sesi awal)Menerjemahkan persoalan sehari-hari menjadi langkah berurutan, menuliskannya sebagai pseudokode, lalu memindahkannya ke sintaks bahasa pilihan.Peserta hafal bentuk penulisan perulangan tetapi tak bisa menjawab berapa kali badan perulangan dijalankan, sehingga setiap soal baru terasa asing lagi.Tutor meminta peserta menelusuri nilai tiap variabel baris demi baris di kertas, lalu membandingkan hasil telusuran itu dengan keluaran program yang sebenarnya.
Tipe data dan konversi (Sesi awal)Bilangan bulat, bilangan pecahan, teks, dan boolean; perbedaan pembagian bulat dan pembagian biasa; konversi antar tipe dan kapan konversi itu wajib.Masukan dari papan ketik selalu diterima sebagai teks, sehingga penjumlahan angka menghasilkan teks berdempet atau melempar galat tipe. Ini galat pertama hampir setiap pemula.Peserta diminta mencetak tipe setiap variabel sebelum memakainya, sampai kebiasaan memeriksa tipe terbentuk dan tak perlu diingatkan lagi.
Percabangan dan perulangan bersarang (Pondasi)Kondisi bertingkat, operator logika, perulangan berhitung, perulangan berkondisi, serta perulangan di dalam perulangan untuk mengolah tabel dan matriks.Batas hitung meleset satu langkah, dan perulangan berkondisi tak pernah berhenti karena nilai yang diuji tidak pernah berubah di dalam badannya.Setiap perulangan yang macet dijalankan ulang dengan pencetakan nilai penghitung di tiap putaran, supaya peserta melihat sendiri di putaran mana logikanya melenceng.
Fungsi dan pemecahan masalah (Pondasi)Memecah program panjang menjadi fungsi kecil, membedakan parameter dan argumen, memahami nilai kembali, serta menyadari jangkauan variabel di dalam dan di luar fungsi.Seluruh program ditulis lurus dalam satu berkas dua ratus baris, dan fungsi yang seharusnya mengembalikan nilai justru hanya mencetaknya ke layar.Program lama peserta dibedah bersama, lalu dipotong menjadi fungsi satu per satu sampai berkas utamanya tinggal belasan baris yang bisa dibaca sekali lihat.
Struktur data dasar (Menengah)Daftar, tupel, himpunan, kamus pasangan kunci dan nilai, serta larik pada bahasa bertipe ketat; memilih struktur yang tepat sebelum menulis logikanya.Daftar disalin dengan tanda sama dengan lalu peserta heran kedua nama berubah bersamaan, karena yang tersalin adalah rujukan ke tempat yang sama.Tutor memperagakan isi memori memakai gambar kotak dan panah, kemudian peserta menebak keluaran program sebelum menjalankannya.
Membaca galat dan menelusuri bug (Keterampilan inti)Membaca jejak galat dari baris paling bawah, mengenali galat sintaks, galat saat berjalan, dan galat logika, lalu berpindah dari pencetakan nilai ke penelusuran bertahap.Pesan galat ditutup sekilas lalu seluruh kalimatnya ditempel ke mesin pencari, padahal nomor baris dan nama berkasnya sudah menunjuk penyebabnya.Selama beberapa sesi tutor menahan diri tidak menjawab lebih dulu dan meminta peserta membacakan galatnya keras-keras sampai menemukan sendiri barisnya.
Pemrograman berorientasi objek (Menengah)Kelas, objek, atribut, metode, konstruktor, pewarisan, dan enkapsulasi; membaca kode orang lain yang disusun dengan gaya ini di mata kuliah maupun proyek nyata.Kelas dibuat untuk segala hal termasuk yang cukup ditangani satu fungsi, dan rujukan ke objek sendiri di dalam metode masih tertukar dengan variabel biasa.Peserta memodelkan benda yang dikenalnya, misalnya katalog kelas les atau daftar buku, sehingga atribut dan metodenya punya arti sebelum istilahnya dihafal.
Git dan riwayat kode (Bekal kerja)Membuat repositori, mencatat perubahan, membaca riwayat, bekerja di cabang terpisah, menyelesaikan bentrokan penggabungan, dan mengunggah proyek ke repositori daring.Versi disimpan sebagai berkas bernama tugas fix, tugas fix dua, dan tugas final revisi, sampai tak ada yang tahu lagi mana yang benar-benar berjalan.Mulai sesi ketiga setiap latihan disimpan sebagai catatan perubahan berpesan jelas, jadi kebiasaan itu terbentuk sebelum peserta menyentuh proyek besar.

Kelebihan kelas kami

Alasan peserta memilih Pemrograman di Jogja

  • Kamu yang mengetik, tutor yang menyimak

    Sesi privat berarti kode di layarmu dibaca saat itu juga. Tidak ada antrean pertanyaan seperti di kelas berisi tiga puluh orang, dan tidak ada kesalahan yang mengendap sampai pekan berikutnya.

  • Boleh mulai dari nol pengalaman

    Peserta yang belum pernah membuka penyunting kode diterima apa adanya. Sesi pertama dipakai memasang perkakas dan menjalankan satu program buatan sendiri, bukan menjejalkan istilah.

  • Rencana disusun dari targetmu

    Mengejar praktikum semester ini, menyiapkan lomba, atau mengotomasi laporan kantor menuntut urutan materi yang berbeda. Tutor menyusun urutannya setelah tahu tenggatmu.

  • Lingkungan kerja dipasang bersama

    Pemasangan interpreter, kompilator, penyunting kode, dan Git dikerjakan di sesi berjalan. Peserta melihat sendiri di mana berkasnya disimpan dan bagaimana perintahnya dijalankan.

  • Jadwal mengikuti kuliah dan kerja

    Sesi bisa diambil sebelum jam kantor, sela kuliah siang, atau malam setelah semua urusan selesai. Jam sesi ditetapkan bersama dan boleh digeser bila jadwalmu berubah.

  • Tutor bisa diganti tanpa biaya

    Cara mengajar seseorang belum tentu cocok untuk semua peserta. Permintaan ganti tutor diproses tanpa perlu alasan panjang dan tanpa tambahan tarif.

Tutor Edufio

Tutor Pemrograman terverifikasi

Kredensial jelas, jam terbang mengajar nyata, jadwal menyesuaikan agenda Anda.

  • Fadlil F., Sistem Informasi · UAD — tutor kursus pemrograman Jogja Edufio

    Fadlil F.

    Sistem Informasi · UAD
  • Afan R., Teknik Informatika · Perbanas Institute — tutor kursus pemrograman Jogja Edufio

    Afan R.

    Teknik Informatika · Perbanas Institute
  • Charles C., Teknik Informatika · Universitas Kristen Duta Wacana — tutor kursus pemrograman Jogja Edufio

    Charles C.

    Teknik Informatika · Universitas Kristen Duta Wacana
  • David M., Informatika · UTY — tutor kursus pemrograman Jogja Edufio

    David M.

    Informatika · UTY

Peserta Edufio

Peserta yang mengambil kursus pemrograman Jogja

  • Ilmi W.

    Kabupaten Sleman

  • Aurora L.

    Kecamatan Depok

  • Bagas W.

    Kecamatan Mlati

  • Rafel H.

    Kecamatan Depok

  • Raisah H.

    Pemrograman

Kenapa belajar pemrograman sering berhenti di pekan ketiga?

Banyak peserta datang membawa cerita yang mirip. Mereka sudah menghabiskan belasan jam video, mengikuti setiap langkah di layar, dan semuanya terasa masuk akal. Begitu penyunting kode dibuka dalam keadaan kosong, tak satu baris pun keluar.

Jarak itu nyata dan sebabnya bisa dijelaskan. Menonton orang lain menulis kode melatih pengenalan; menulis kode sendiri melatih penyusunan. Keduanya kemampuan berbeda, dan yang dipakai saat berhadapan dengan soal praktikum baru atau pekerjaan yang belum ada panduannya adalah yang kedua.

Sesi privat menutup jarak itu dengan cara sederhana. Kamu yang mengetik, tutor yang menyimak. Setiap kali jarimu berhenti, tutor tahu persis di baris mana kamu berhenti dan apa yang sedang kamu ragukan. Salah paham yang di kelas besar bisa mengendap sebulan biasanya ketahuan di menit kelima.

Karena itu pertemuan pertama kursus pemrograman Jogja tidak dimulai dengan kuliah istilah. Peserta membuka laptopnya sendiri, memasang perkakas yang dibutuhkan, dan menjalankan satu program buatannya sendiri sebelum sesi berakhir. Programnya boleh sesederhana menghitung rata-rata nilai, asalkan keluar dari jarinya sendiri.

Biar kamu tahu

Titik macet yang paling sering berulang di kelas pemrograman pemula

  • Pemasangan gagal sebelum baris pertama

    Perintah untuk menjalankan bahasa tidak dikenali karena alamat programnya belum terdaftar di sistem. Banyak calon programer berhenti di sini dan mengira dirinya tak berbakat.

  • Sintaks dihafal, logikanya kosong

    Bentuk penulisan perulangan dan percabangan dihafal sampai lancar, tetapi begitu soalnya diubah sedikit, peserta tak tahu harus mulai dari mana.

  • Pesan galat ditutup tanpa dibaca

    Tulisan merah di terminal dianggap tanda kegagalan, padahal di dalamnya ada nama berkas, nomor baris, dan jenis kesalahan yang menunjuk langsung ke penyebabnya.

  • Terlalu banyak sumber sekaligus

    Satu kanal video, satu buku, dan tiga situs latihan dibuka bersamaan dengan urutan materi yang saling bertabrakan, sehingga tak ada satu jalur pun yang selesai.

  • Kode disalin utuh tanpa dipahami

    Program berjalan pada percobaan pertama, lalu rusak saat harus diubah sedikit. Peserta tak bisa memperbaikinya karena tak pernah tahu bagian mana yang bekerja.

  • Latihan berhenti begitu sesi usai

    Koding tumbuh dari pengulangan bertenggat. Tanpa latihan di antara dua pertemuan, sesi berikutnya habis untuk mengulang hal yang sudah dibahas pekan lalu.

Logika lebih dulu, sintaks menyusul di kursus pemrograman Jogja

Perbedaan penulisan antara Python, Java, dan C++ bisa dihafal dalam beberapa hari. Yang menuntut waktu berbulan-bulan adalah kemampuan memecah persoalan menjadi langkah yang bisa dijalankan mesin. Karena itu urutan sesi di sini dibalik dari kebiasaan banyak kursus.

Peserta mengerjakan persoalan dulu di kertas: menuliskan langkah dengan bahasa sendiri, menandai keputusan yang perlu percabangan, dan menentukan bagian mana yang berulang. Baru setelah alurnya benar, langkah itu dipindahkan ke penyunting kode.

Cara ini terasa lambat di dua pertemuan pertama dan menghemat banyak waktu sesudahnya. Peserta yang alur berpikirnya sudah tertata bisa berpindah bahasa nyaris tanpa gangguan, karena yang berganti hanya cara menuliskannya.

Contoh yang dipakai sengaja diambil dari hal yang kamu kenal. Menghitung nilai akhir semester, memilah daftar hadir, mengurutkan pengeluaran kos bulan ini. Persoalan yang akrab membuat peserta bisa menilai sendiri apakah jawaban programnya masuk akal, dan penilaian itulah yang perlahan menjadi naluri koding.

Ringkasnya

Memilih bahasa pertama di kursus pemrograman Jogja

  • Python untuk pemula

    Penulisannya paling ringkas, indentasi memaksa kode tetap rapi, dan hasilnya cepat terlihat. Paling sering dipilih peserta yang belum pernah menulis kode sama sekali.

  • Java untuk tuntutan mata kuliah

    Banyak mata kuliah pemrograman berorientasi objek memakainya. Tipe data ketat, kesalahan tertangkap lebih awal, dan konsep kelas terasa lebih jelas sejak baris pertama.

  • C++ untuk lomba dan struktur data

    Bahasa resmi di banyak babak olimpiade bidang informatika dan mata kuliah struktur data. Pengelolaan memori dan penunjuk dibahas pelan-pelan karena di sinilah peserta paling sering tersendat.

  • JavaScript untuk web

    Berjalan langsung di peramban tanpa pemasangan rumit. Cocok untuk peserta yang tujuannya membuat halaman interaktif dan ingin melihat perubahan seketika di layar.

  • SQL untuk olah data

    Bahasa permintaan data yang dipakai hampir semua kantor. Peserta belajar menyaring, mengelompokkan, dan menggabungkan tabel sebelum menyentuh bahasa pemrograman umum.

  • Scratch untuk siswa SMP

    Blok visual yang dirangkai seperti puzzle. Logika percabangan dan perulangan terbentuk lebih dulu, sehingga perpindahan ke Python setahun kemudian terasa jauh lebih ringan.

Membaca pesan galat, keterampilan pemrograman yang jarang diajarkan

Sebagian besar waktu seorang programer habis untuk memperbaiki kode yang belum jalan. Anehnya, keterampilan membaca pesan galat hampir tidak pernah masuk daftar materi kursus mana pun. Di sini ia diperlakukan sebagai pokok tersendiri.

Peserta diajak membaca jejak galat dari baris paling bawah ke atas, karena di situlah penyebab terdekat tertulis. Baris di atasnya menunjukkan jalur pemanggilan, berguna saat programnya sudah terbagi ke banyak fungsi. Nama berkas dan nomor baris hampir selalu sudah cukup untuk menemukan letak masalahnya.

Tiga jenis kesalahan dipisahkan sejak awal. Kesalahan penulisan membuat program menolak berjalan dan biasanya paling mudah dibereskan. Kesalahan saat berjalan muncul di tengah jalan, misalnya membagi dengan nol atau membuka berkas yang tidak ada. Kesalahan logika paling mahal: programnya jalan mulus, keluarannya salah, dan tak ada satu pun peringatan.

Untuk jenis ketiga peserta dilatih mencetak nilai antara di beberapa titik, lalu naik ke penelusuran bertahap dengan titik henti. Begitu kebiasaan ini terbentuk, peserta berhenti menebak dan mulai memeriksa.

Detail

Perkakas yang dipasang di pertemuan pertama kursus pemrograman Jogja

  • Penyunting kode dan ekstensinya

    Satu penyunting ringan dipasang beserta pelengkap otomatis, penanda kesalahan, dan perapi kode. Tampilannya diatur bersama supaya nyaman dipakai berjam-jam.

  • Interpreter Python dan pengelola paketnya

    Dipasang sekaligus dengan pengelola paket dan lingkungan terpisah per proyek, supaya percobaan di satu proyek tidak merusak proyek lain.

  • Kit pengembangan Java

    Perangkat pengembangan dan mesin virtualnya dipasang lengkap, lalu peserta dibimbing membedakan proses penyusunan kode dan proses menjalankannya.

  • Kompilator C++

    Kompilator dan penyiapan tugas penyusunan dipasang di penyunting yang sama, sehingga peserta bisa menjalankan program lewat satu tombol tanpa mengetik perintah panjang.

  • Git dan akun repositori daring

    Pengelola versi dipasang, akun repositori daring dibuat, dan kunci akses diatur di pertemuan yang sama supaya latihan berikutnya langsung tersimpan rapi.

  • Terminal dan penataan folder

    Peserta berlatih berpindah folder, menjalankan berkas, dan menata proyeknya sendiri. Kebiasaan ini yang membuat kode buatanmu tetap bisa ditemukan enam bulan kemudian.

Latihan menulis kode di sela dua sesi pemrograman

Kemampuan koding tumbuh dari pengulangan pendek yang sering, bukan dari maraton sekali sepekan. Peserta yang menyediakan dua puluh lima sampai empat puluh menit tiap hari hampir selalu bergerak lebih cepat daripada yang menabung lima jam di akhir pekan.

Bentuk latihannya ditentukan bersama supaya tidak berubah menjadi menyalin jawaban. Tiga pola yang paling sering dipakai: menulis ulang program sesi kemarin dari halaman kosong, mengubah satu syarat dalam soal lama lalu menyesuaikan kodenya, dan memperbaiki program yang sengaja dirusak tutor di satu tempat.

Peserta diminta menyimpan setiap pertanyaan yang muncul saat latihan, lengkap dengan pesan galat yang menyertainya. Daftar itu dibuka di awal pertemuan berikutnya dan sering menjadi bahan bahasan paling berguna, karena persoalannya lahir dari kodenya sendiri.

Satu aturan dipegang teguh sepanjang paket. Jawaban dari internet boleh dibaca sesudah kamu mencoba sendiri minimal dua puluh menit, dan wajib bisa kamu jelaskan baris per baris sebelum ditempel ke proyekmu.

Lebih lengkap

Proyek kecil yang dikerjakan peserta kursus pemrograman Jogja

  • Kalkulator baris perintah

    Proyek pertama yang memaksa peserta menangani masukan keliru, membagi kode ke fungsi, dan mengulang program tanpa menjalankannya dari awal.

  • Pencatat pengeluaran harian

    Data disimpan ke berkas, dibaca lagi saat program dibuka, lalu diringkas per pekan. Di sinilah peserta pertama kali berurusan dengan berkas dan tanggal.

  • Pengolah nilai kelas

    Tabel nilai dibaca, dihitung rata-ratanya, diurutkan, lalu disaring menurut ambang tertentu. Populer di kalangan peserta yang bekerja di sekolah.

  • Otomasi penamaan berkas

    Ratusan berkas dirapikan menurut pola nama dan tanggal dalam hitungan detik. Proyek favorit peserta kantoran karena hasilnya langsung terasa keesokan harinya.

  • Halaman web statis interaktif

    Susunan halaman, penataan tampilan, dan satu perilaku sederhana seperti penghitung atau penyaring daftar. Bekal awal bagi peserta yang menuju pengembangan web.

  • Pengambil data dari tabel daring

    Data publik diambil, dibersihkan, lalu disimpan menjadi tabel yang siap diolah. Sering dipakai peserta yang sedang mengerjakan penelitian akhir.

Siapa yang mengambil les privat pemrograman di Jogja?

Jogja adalah kota kampus, dan itu terlihat jelas dari daftar peserta. Kelompok terbesar adalah mahasiswa semester satu dan dua yang sedang mengejar mata kuliah dasar pemrograman beserta praktikumnya, di kampus seperti UGM, UNY, UII, UAD, AMIKOM, UPN Veteran Yogyakarta, dan Sanata Dharma. Tenggat praktikum dan responsi datang mingguan, dan sesi privat dipakai supaya mereka tidak tertinggal satu bab pun.

Kelompok kedua datang dari SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan siswa SMA yang menyiapkan seleksi bidang informatika. Tempo kelas mereka seragam untuk satu rombongan belajar, sementara kemampuan awalnya berjarak jauh.

Kelompok ketiga adalah pekerja. Staf administrasi yang tiap bulan menyalin data ke lembar kerja, pengelola toko daring yang ingin merapikan laporan penjualan, sampai guru mata pelajaran Informatika yang perlu menguasai bahannya lebih dulu.

Sisanya peserta yang berpindah bidang. Mereka biasanya sudah punya pekerjaan, waktunya sempit, dan justru paling menuntut jadwal yang bisa digeser. Sesi malam dan sesi akhir pekan hampir selalu terisi kelompok ini.

Catatan tambahan

Les pemrograman menurut jenjang dan kebutuhan di Jogja

  • Mahasiswa semester awal

    Pendampingan mata kuliah dasar pemrograman, algoritma, dan struktur data, termasuk pembahasan soal praktikum sampai kamu bisa mengerjakannya sendiri saat responsi.

  • Siswa SMK Rekayasa Perangkat Lunak

    Penguatan materi produktif dan persiapan uji kompetensi keahlian, dengan tempo yang mengikuti kemampuanmu bukan kemampuan rata-rata satu rombongan belajar.

  • Siswa SMA peminat informatika

    Pengenalan algoritma dan latihan soal bergaya olimpiade memakai C++, disiapkan sejak kelas sepuluh supaya punya waktu berlatih sebelum babak seleksi.

  • Mahasiswa di luar jurusan teknologi

    Olah data untuk penelitian akhir memakai Python, mulai dari membaca berkas tabel sampai membuat grafik yang siap dimasukkan ke naskah.

  • Guru pengampu Informatika

    Penguasaan bahan ajar dan latihan menyusun soal koding yang bertingkat, supaya materi kelas bisa disampaikan tanpa bergantung pada satu buku pegangan.

  • Pekerja dan pemilik usaha

    Otomasi pekerjaan berulang, pengolahan laporan, dan pengenalan basis data. Jadwal umumnya diambil malam hari atau akhir pekan.

Sesi pemrograman daring untuk peserta Kulon Progo dan Gunungkidul

Sebaran tutor Edufio di Jogja paling tebal di Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Untuk peserta di Kulon Progo dan Gunungkidul, sesi daring dipasang sebagai jalur utama, dan khusus untuk pelajaran koding jalur ini nyaris tanpa kompromi.

Alasannya ada pada sifat bahannya. Yang perlu dilihat tutor adalah layar, bukan gerak tangan. Peserta membagikan tampilan penyunting kodenya, tutor membaca kode sambil peserta mengetik, dan koreksi diberikan di baris yang sedang dikerjakan. Beberapa tutor menambahkan penyunting bersama agar keduanya bisa menulis di berkas yang sama.

Perintah terminal, langkah pemasangan, dan potongan kode contoh dikirim sebagai teks yang bisa disalin, jadi peserta tak perlu mengetik ulang dari tayangan layar. Catatan sesi tersimpan dan bisa dibuka lagi kapan pun.

Yang perlu disiapkan hanya laptop yang sanggup menjalankan penyunting kode bersama satu peramban, sambungan internet yang cukup stabil untuk berbagi layar, dan ruang yang tenang selama satu setengah jam. Peserta dari Wates, Sentolo, Wonosari, maupun Playen memakai jalur ini sejak sesi pertama.

Les privat pemrograman dibanding kelas rekaman dan kelas intensif

Kelas rekaman punya kelebihan yang jujur: murah, bisa diulang, dan tersedia kapan saja. Kekurangannya juga jelas. Tak ada yang membaca kode yang kamu tulis, sehingga kesalahan yang sifatnya pribadi tak pernah terkoreksi. Peserta yang sudah punya dasar biasanya baik-baik saja di sana; peserta yang berangkat dari nol sering berputar di tempat.

Kelas intensif berjadwal padat memberi tekanan yang berguna dan tempo yang seragam untuk semua orang. Kalau kecepatanmu sedikit di bawah rata-rata kelompok, ketertinggalan menumpuk cepat dan sulit dikejar setelah pekan keempat.

Les privat mengambil jalur lain: tempo mengikuti satu orang saja. Bab yang sudah kamu kuasai dilewati, bab yang menyulitkan boleh diulang tiga kali tanpa merugikan siapa pun. Harganya lebih tinggi per jam, dan yang dibeli adalah perhatian penuh sepanjang sesi.

Banyak peserta menggabungkannya. Materi dasar dikejar lewat sesi privat sampai lancar berjalan sendiri, lalu belajar diteruskan secara mandiri dengan tutor sebagai tempat bertanya saat mentok.

Urutannya

Cara mendaftar kursus pemrograman Jogja di Edufio

  1. Kirim kebutuhan kodingmu

    Sebutkan bahasa yang ingin dipelajari, sampai mana kamu sudah berjalan, dan tenggat yang mengejarmu bila ada.

  2. Pemetaan singkat lewat percakapan

    Tim menanyakan pengalaman koding, spesifikasi laptopmu, dan jam yang paling mungkin kamu sediakan tiap pekan.

  3. Tutor dicocokkan dengan bahasamu

    Pengajar dipilih menurut bahasa, jenjang, dan tujuanmu, disertai rekam jejak mengajarnya untuk kamu tinjau lebih dulu.

  4. Jadwal dan tempat disepakati

    Pilih rumah, kos, kantor, atau sesi daring, lalu tetapkan jam sesi yang bisa digeser kalau agendamu berubah.

  5. Sesi pertama dimulai

    Perkakas dipasang di perangkatmu sendiri dan satu program berjalan di layarmu sebelum pertemuan pertama ditutup.

Hal-hal yang biasa ditanyakan sebelum ikut les pemrograman

Berapa biaya kursus pemrograman Jogja di Edufio?

Di Edufio tarifnya mulai Rp68.000 per jam pelajaran dan dihitung per paket, bukan per kedatangan. Besarnya bergeser menurut jenjang peserta, bahasa yang dipilih, dan jarak tempuh tutor. Sebagai pembanding, kelas privat pemrograman di Jogja umumnya dipatok Rp100.000 sampai Rp250.000 per jam. Tim kami mengirimkan rincian paket setelah kebutuhanmu diketahui.

Bagaimana cara mendaftar kursus pemrograman Jogja di Edufio?

Isi formulir pendaftaran di situs ini atau kirim pesan WhatsApp ke tim kami. Sebutkan bahasa yang ingin dipelajari, sampai mana kamu sudah berjalan, dan jam yang paling mungkin kamu sediakan. Tim akan mencocokkan tutor, mengirim profil pengajarnya, lalu menetapkan jadwal dan tempat sesi pertama bersamamu.

Apakah kursus pemrograman Jogja bisa dilakukan secara online?

Bisa, dan untuk pelajaran koding jalur daring bekerja sangat baik. Peserta membagikan tampilan penyunting kodenya, tutor membaca sambil peserta mengetik, dan perintah maupun potongan kode dikirim sebagai teks yang tinggal disalin. Peserta Kulon Progo dan Gunungkidul umumnya memakai jalur ini sejak sesi pertama.

Apakah ada syarat untuk mengikuti les pemrograman ini?

Tidak ada syarat latar belakang. Peserta yang belum pernah membuka penyunting kode diterima apa adanya, dan sesi pertama memang dirancang untuk mereka. Yang benar-benar dibutuhkan cuma dua: laptop atau PC sendiri, dan kesediaan berlatih menulis kode di antara dua pertemuan.

Apakah les pemrograman butuh perangkat khusus?

Laptop atau PC pribadi wajib ada, karena perkakas harus terpasang di perangkat yang kamu bawa sehari-hari. Windows, macOS, maupun Linux sama-sama bisa dipakai. Untuk Python dan JavaScript, mesin dengan memori 4 GB masih memadai; Java dan proyek yang lebih besar terasa jauh lebih nyaman di 8 GB. Telepon genggam tidak cukup karena penyunting kode dan terminal perlu dibuka berdampingan.

Bahasa pemrograman mana yang sebaiknya saya pelajari lebih dulu?

Untuk pemula yang belum punya tujuan khusus, Python paling ringan dimulai. Kalau mata kuliahmu menuntut pemrograman berorientasi objek, mulailah dari Java. Kalau targetmu seleksi olimpiade bidang informatika atau mata kuliah struktur data, C++ jadi pilihan yang wajar. Pemetaan di awal sesi dipakai untuk memutuskan ini bersama tutor.

Berapa lama sampai saya bisa membuat program sendiri?

Peserta yang berlatih tiga puluh menit sehari umumnya bisa menulis program utuh dari halaman kosong setelah delapan sampai dua belas sesi. Proyek kecil yang layak ditunjukkan biasanya selesai di kisaran sesi kesepuluh sampai keenam belas. Tempo ini bergeser cukup jauh menurut waktu latihan, jadi angkanya kami tinjau ulang tiap beberapa sesi.

Bisakah tutor membantu tugas praktikum dan proyek kuliah saya?

Bisa, dengan satu batas yang kami pegang. Soal dibedah bersama, alur penyelesaiannya dibahas sampai kamu paham, dan kodenya tetap kamu yang mengetik. Tutor tidak mengerjakan tugas untuk diserahkan atas namamu, karena responsi dan ujian praktik nanti menguji kemampuanmu sendiri.

Anak SMP dan SMA bisa ikut les pemrograman ini?

Bisa. Siswa SMP biasanya dimulai dari blok visual untuk membentuk logika percabangan dan perulangan, lalu berpindah ke Python setelah pola berpikirnya terbentuk. Siswa SMA dan SMK umumnya bisa langsung masuk ke bahasa berbasis teks, dengan penyesuaian tempo di beberapa pertemuan pertama.

Apakah tutor bisa datang ke kos di sekitar kampus?

Bisa. Sesi rutin diadakan di kos, rumah, kantor, atau kantor Edufio di Gamping, Sleman. Untuk peserta di sekitar kampus daerah Depok, Ngaglik, Mlati, dan Gondokusuman, jadwal kunjungan tutor di Jogja paling longgar karena sebaran pengajar di wilayah itu paling tebal.

Saya pernah belajar koding lalu berhenti. Harus mengulang dari awal?

Tidak selalu. Pemetaan awal dipakai untuk menemukan titik berhentimu yang sebenarnya, dan titik itu sering berbeda dari yang kamu kira. Banyak peserta merasa lupa semuanya, padahal yang hilang hanya kepercayaan diri memasang perkakas dan membaca pesan galat. Bagian yang masih melekat dilewati saja.

Apakah materi Git dan repositori daring termasuk?

Termasuk. Pengelola versi dipasang sejak pertemuan pertama dan mulai dipakai di sesi ketiga, sehingga tiap latihan tersimpan sebagai catatan perubahan. Di akhir paket kamu punya repositori berisi riwayat kerjamu, salah satu hal pertama yang dilihat perekrut di bidang teknologi.

Bisakah les ini menyiapkan saya untuk lomba pemrograman?

Bisa, dengan jalur materi yang berbeda. Persiapan lomba menekankan algoritma, struktur data, dan kecepatan mengerjakan soal berbatas waktu, umumnya memakai C++. Latihan disusun dari soal babak sebelumnya dan dibahas per teknik, mulai dari pencarian dan pengurutan sampai pemrograman dinamis.

Kalau cara mengajar tutornya kurang cocok, bagaimana?

Sampaikan saja ke tim kami dan penggantian tutor diproses tanpa biaya tambahan. Sisa sesi di paketmu tetap utuh, dan tutor pengganti menerima catatan perkembanganmu supaya sesi berikutnya tidak dimulai dari nol lagi.

Apakah Edufio melayani pelatihan koding untuk tim kantor?

Melayani. Kelas untuk tim disusun terpisah dengan bahan yang diambil dari pekerjaan nyata timmu, misalnya otomasi laporan berkala atau pengolahan data penjualan. Jadwal, jumlah peserta, dan tempatnya disepakati lebih dulu melalui halaman pelatihan korporat kami.

Mau lancar pemrograman? Mulainya dari sini

Daftar hari ini, tutor pemrograman pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 2 hari kerja.

Mulai Pendaftaran

Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.

Mulai Pendaftaran

Tanya lewat WhatsApp

Masih menimbang? Ceritakan kebutuhan belajarnya, kami bantu carikan arah.

Tanya lewat WhatsApp