4,9/5 · 352 ulasan · Anak 7 tahun sampai dewasa, pemula sampai lanjutan
Les Privat Baseball di Jogja
Les baseball Jogja dengan satu pelatih untuk satu peserta: dari cara memegang bola sampai membaca situasi di lapangan. Terbuka untuk anak 7 tahun sampai dewasa, mulai Rp80.000 per jam.
Cocok untuk siapa
Les baseball Jogja ini pas untuk
Anak usia tujuh tahun ke atas yang senang melempar, berlari, dan berada di luar ruangan
Peserta yang sudah bermain kasti di sekolah dan ingin naik ke aturan penuh baseball
Pemain sofbol yang ingin memperbaiki lemparan, tangkapan, dan ayunannya
Remaja yang bersiap mengikuti seleksi regu sekolah atau unit kegiatan kampus di Jogja
Orang dewasa yang bergabung dengan komunitas kantor dan perlu menguasai dasar serta aturannya
Keluarga yang mencari olahraga akhir pekan yang bisa dimainkan bersama di lapangan terdekat
Yang keluarga rasakan di rumah
Porsi latihan menangkap bola menyusur tanah paling banyak, dan justru itu yang saya butuhkan untuk lolos seleksi regu sofbol sekolah.
Pelatih membawa tiang pukul dan jaring sendiri, jadi latihan memukul tetap jalan di halaman rumah waktu lapangan becek.
Saya mulai di usia tiga puluh empat dan khawatir cedera. Pemanasannya panjang dan jumlah lemparan dihitung, bahu saya aman sampai sekarang.
Jejak yang Terukur
Les baseball Jogja dalam angka
Tahap demi tahap
Perjalanan enam bulan pertama les baseball Jogja di lapangan
Peta ini dipakai sebagai patokan bersama antara pelatih, peserta, dan orang tua. Kecepatannya berbeda tiap orang, dan urutannya yang dijaga tetap.
Pekan pertama: titik nol dicatat
Jarak lempar, ketepatan tangkap, kecepatan ayunan, dan waktu lari dua puluh meter diukur lalu ditulis. Semua penilaian berikutnya berpijak pada angka ini.
Bulan pertama: lempar dan tangkap jadi otomatis
Sasarannya lemparan datar sejauh dua puluh meter dan sepuluh tangkapan bola menyusur tanah berturut-turut tanpa lolos.
Bulan kedua: ayunan bertemu bola bergerak
Perpindahan dari bola diam ke lemparan samping, lalu ke lemparan depan jarak dekat. Ukurannya jumlah kontak bersih dari dua puluh ayunan.
Bulan ketiga: satu posisi bertahan dikuasai
Peserta memilih satu posisi lalu melatih pola lemparannya, termasuk ke mana bola dikirim pada tiap jumlah mati dan tiap posisi pelari.
Bulan keempat sampai keenam: bermain dalam situasi
Latih tanding kecil tiga lawan tiga dengan aturan lengkap. Keputusan di lapangan sepenuhnya diambil peserta, pelatih mengulas setelah babak selesai.
Setelah enam bulan: masuk regu
Peserta siap mengikuti seleksi klub atau unit kegiatan sofbol dan baseball di sekolah maupun kampus Jogja.
Baseball jadi lebih dekat, di tempat pilihan keluarga
Anak belajar di tempat yang paling membuatnya nyaman, dan Anda bisa mengikuti kemajuannya di tiap pertemuan.
Cakupan
Yang diterima peserta les baseball Jogja
Pengukuran awal tertulis
Jarak lempar, ketepatan tangkap, kecepatan ayunan, dan waktu lari dicatat pada sesi pertama dan disimpan sebagai pembanding.
Rencana latihan tiga bulan
Urutan materi beserta target tiap bulan, ditulis dengan bahasa yang bisa dibaca orang tua tanpa istilah teknis.
Perlengkapan pinjaman
Glove, pemukul, helm, dan bola lunak disiapkan pelatih selama peserta belum memiliki perlengkapan sendiri.
Rekaman ayunan berkala
Video ayunan diambil tiap empat sesi dari sudut yang sama, lalu disandingkan dengan rekaman pertama.
Program latihan mandiri
Daftar latihan singkat yang bisa dikerjakan di rumah pada hari tanpa sesi, lengkap dengan jumlah pengulangannya.
Catatan beban lempar
Jumlah lemparan tiap sesi dicatat supaya lengan peserta muda terhindar dari beban berlebih yang menumpuk.
Pengenalan aturan pertandingan
Aturan penting dijelaskan langsung di lapangan sambil bermain, sehingga peserta memahaminya lewat situasi nyata.
Arahan ke jalur bertanding
Informasi klub, unit kegiatan kampus, dan kejuaraan sofbol di Jogja yang bisa diikuti sesuai usia peserta.
Tutor Kami
Tim Pengajar Edufio Jogja
Foto di bawah adalah sebagian tutor Edufio di Jogja. Tutor untuk kelas ini kami pilihkan sesuai kebutuhan Anda.

Asri

Ateng A.

Audrey N.

Aufa N.
Bedah materi
Peta latihan les baseball Jogja: cakupan, titik rawan, dan cara pelatih menanganinya
Delapan bahan berikut disusun berurutan. Peserta berpindah ke bahan berikutnya setelah ukuran sederhana tercapai, misalnya sepuluh tangkapan bersih berturut-turut, bukan setelah sekian pekan berlalu.
| Bahasan | Yang dicakup | Titik rawan | Cara kami mendampingi |
|---|---|---|---|
| Lempar dasar (Sesi 1 sampai 4) | Pegangan empat jahitan, posisi badan menyamping, langkah menyilang, titik lepas di depan kepala, dan penyelesaian gerakan sampai melewati paha berlawanan. | Bola didorong dari siku sementara badan menghadap sasaran. Lemparan melambung, jaraknya pendek, dan bahu terasa nyeri setelah dua puluh lemparan. | Latihan berlutut lebih dulu supaya peserta merasakan putaran badan atas tanpa bantuan kaki. Jarak lalu dinaikkan bertahap sampai tiga puluh meter dengan lintasan yang dijaga tetap datar. |
| Bola menyusur tanah (Sesi 3 sampai 8) | Kuda-kuda rendah, glove menempel tanah di depan badan, kedua tangan bekerja bersama, dan langkah menjemput bola alih dari menunggunya datang. | Peserta berdiri terlalu tegak lalu menunggu. Bola memantul ke tulang kering, atau lewat di bawah glove yang datang terlambat. | Latihan tanpa glove memakai bola lunak sampai kedua telapak tangan terbiasa menjemput bola bersamaan, baru sarung tangan dipakai lagi. |
| Bola melambung (Sesi 5 sampai 10) | Membaca arah dari bunyi kontak, langkah pertama mundur, berlari dengan glove turun, menangkap setinggi bahu di sisi tangan melempar. | Langkah pertama justru maju. Bola lewat di atas kepala dan pukulan yang seharusnya tertangkap berubah menjadi tiga base. | Pelatih melambungkan bola tinggi dari jarak dekat sambil memberi aba-aba arah, lalu jumlah aba-aba dikurangi tiap pekan sampai peserta membaca sendiri. |
| Memukul dari tiang sampai lemparan hidup (Sesi 4 sampai 16) | Genggaman buku jari sejajar, kuda-kuda selebar bahu, langkah pendek, putaran pinggul yang mendahului tangan, dan pandangan yang bertahan di titik kontak. | Kaki depan melangkah menjauh dari kotak pemukul karena tubuh bersiap menghindar. Jangkauan sisi luar hilang dan bola sering kena ujung pemukul. | Papan pembatas dipasang di sisi luar kaki depan sehingga langkah yang melenceng terasa seketika. Latihan berangkat dari bola diam, lalu lemparan samping, lalu lemparan depan. |
| Berlari antar base (Sesi 6 sampai 12) | Sudut lari melengkung, menyentuh sudut dalam base, membaca isyarat pelatih base, dan meluncur dengan kaki lebih dulu. | Peserta menoleh mencari bola sambil berlari. Kecepatannya turun dan jarak menuju base berikutnya hilang begitu saja. | Tugas melihat bola dipindahkan ke pelatih base, dan peserta dilatih hanya membaca isyarat tangan. Meluncur diajarkan di rumput basah tanpa alas keras. |
| Melempar dari gundukan (Setelah lempar dasar rapi) | Posisi awal berdiri dan posisi siap, titik seimbang, panjang langkah sekitar delapan puluh persen tinggi badan, arah kaki depan lurus ke home plate. | Peserta mengejar kecepatan sebelum arahnya stabil. Tubuh terbuka lebih awal dan bola melebar terus ke sisi yang sama. | Sasaran dipasang di sembilan kotak zona pukul. Pembahasan kecepatan menunggu sampai tujuh dari sepuluh lemparan masuk sasaran. |
| Posisi penangkap (Pilihan) | Kuda-kuda jongkok, menerima bola dengan pergelangan lentur, memblok bola pantul dengan dada dan dagu menunduk, serta waktu lempar menuju base kedua. | Peserta menghindar saat bola memantul di depannya. Bola lolos ke belakang dan setiap pelari maju satu base gratis. | Latihan blok memakai bola busa dan pelindung lengkap sampai gerakan menjatuhkan badan terasa wajar, baru bola standar dipakai. |
| Membaca situasi pertandingan (Sepanjang program) | Jumlah mati, posisi pelari, tujuan lemparan berikutnya, dan kapan pemain bertahan perlu berpindah tempat sebelum bola dilempar. | Bola ditangkap dengan sempurna lalu dikirim ke base yang keliru, sehingga pelari yang paling berbahaya justru selamat. | Sebelum setiap lemparan, peserta diminta menyebut ke mana bola akan dikirim bila datang ke arahnya. Kebiasaan itu lama-lama berjalan tanpa diminta. |
Nilai plusnya
Kelebihan les baseball Jogja kami
Satu pelatih untuk satu peserta
Setiap lemparan dan setiap ayunan terlihat, jadi koreksi datang di detik berikutnya. Di kelas rombongan, seorang anak bisa mengulang gerakan keliru lima puluh kali sebelum ada yang menyadarinya.
Urutan latihan yang jelas
Lempar dan tangkap lebih dulu, memukul menyusul. Peserta yang tangannya sudah terbiasa mengikuti arah bola menguasai ayunan jauh lebih cepat daripada yang langsung memegang pemukul.
Pelatih yang pernah bermain
Pelatih diseleksi dari pemain baseball dan sofbol aktif serta alumni tim kampus di Jogja. Wawancara dan uji praktik di lapangan berlangsung sebelum nama mereka masuk daftar pengajar.
Lapangan menyesuaikan domisili
Sesi dijadwalkan di lapangan terbuka terdekat dari rumah peserta, dari Ngaglik dan Mlati di Sleman sampai Sewon dan Kasihan di Bantul.
Beban lengan dihitung
Jumlah lemparan tiap sesi dicatat dan sesi dihentikan saat batas usianya tercapai. Cedera siku pada pelempar muda menumpuk pelan dan baru terasa setelah terlambat.
Kemajuan diukur dengan angka
Jarak lempar, jumlah tangkapan bersih dari sepuluh percobaan, dan rekaman ayunan dibandingkan tiap empat sesi dengan hasil pengukuran pertama.
Baseball dimulai dari lempar dan tangkap
Orang mengenal baseball lewat ayunan pemukul, sementara sebagian besar waktu permainan justru habis untuk melempar dan menangkap. Dalam satu babak hanya beberapa orang yang berdiri di kotak pemukul, sedangkan sembilan pemain bertahan menyentuh bola hampir sepanjang waktu.
Karena itu sesi pertama les baseball Jogja selalu dimulai dari jarak lima meter: melempar pelan, menangkap dengan dua tangan, mengulang tiga puluh kali. Terdengar sederhana, dan di situ pondasinya. Peserta yang lemparannya sudah lurus dan tangkapannya sudah aman menguasai ayunan jauh lebih cepat, sebab tangannya sudah terbiasa mengikuti arah bola.
Bola baseball standar berkeliling sekitar 23 sentimeter, berbobot sekitar 145 gram, dan permukaannya keras. Untuk peserta yang baru mulai, pelatih memakai bola berlapis busa berukuran sama supaya rasa takut tidak ikut terbawa ke gerakan. Rasa takut itu nyata dan muncul di tempat yang tak terduga: kepala yang menoleh sepersekian detik sebelum bola sampai, atau telapak tangan yang menutup terlalu awal.
Biar kamu tahu
Kasti dan baseball, mirip dilihat sekilas
Siapa yang melambungkan bola
Di kasti, bola dilambungkan rekan satu regu supaya mudah dipukul. Di baseball, bola dilempar pelempar dari regu lawan yang justru berusaha membuat pemukul gagal.
Cara mematikan pelari
Kasti mengizinkan pelari dimatikan dengan lemparan ke badan. Baseball melarang itu; pelari dimatikan lewat sentuhan sarung tangan berisi bola, atau dengan menginjak base lebih dulu.
Sarung tangan
Pemain kasti menangkap dengan tangan telanjang. Pemain baseball memakai glove berbantalan, dan posisi penangkap memakai mitt yang jauh lebih tebal tanpa jari terpisah.
Bentuk lapangan
Kasti dimainkan di lapangan persegi panjang bertiang hinggap. Baseball memakai lapangan berbentuk berlian dengan empat base, jaraknya sekitar 27 meter di kategori dewasa dan lebih pendek di kategori anak.
Jumlah pemain dan babak
Regu kasti umumnya berisi dua belas orang. Baseball memainkan sembilan orang per regu selama sembilan babak, dan babak tambahan digelar bila skor imbang.
Alat pemukul
Pemukul kasti pipih dan ringan. Bat baseball berpenampang bulat, dan bulatnya itu yang membuat sudut kontak jadi jauh lebih sempit sehingga latihan mata lebih menuntut.
Melempar: jahitan bola yang menentukan arah
Pegangan untuk lemparan lurus disebut pegangan empat jahitan. Telunjuk dan jari tengah melintang di atas jahitan yang membentuk huruf C, ibu jari menopang tepat di bawah, dan ada celah kecil antara bola dan telapak tangan. Bola berputar mundur penuh, jalurnya paling stabil, dan penangkap paling mudah membacanya.
Kesalahan yang hampir selalu muncul di pekan pertama les baseball Jogja: bola didorong dari siku sementara badan tetap menghadap sasaran. Tenaganya datang dari lengan saja, bola melambung, jarak pendek, dan bahu terasa nyeri setelah dua puluh lemparan.
Perbaikannya berangkat dari posisi berlutut. Dengan kaki terkunci, peserta terpaksa memutar badan bagian atas untuk mendapat tenaga, dan rasa itu yang dipindahkan ke posisi berdiri: badan menyamping, langkah menyilang ke arah sasaran, bola lepas di depan kepala, tangan menyelesaikan gerakan sampai melewati paha berlawanan. Jarak lalu naik bertahap, sepuluh meter, dua puluh, tiga puluh, kemudian ditarik kembali ke lima belas meter sambil menjaga lintasan tetap datar.
Ringkasnya
Sembilan posisi dan nomornya di lembar skor
1. Pelempar
Berdiri di gundukan tengah berlian dan melempar ke arah pemukul. Ia mengatur tempo seluruh pertandingan serta memilih jenis lemparan bersama penangkap.
2. Penangkap
Berjongkok di belakang pemukul, menerima setiap lemparan, memberi kode, dan menjaga jalan pulang ke home plate. Perlengkapannya paling berat di lapangan.
3. Penjaga base pertama
Menerima lemparan dari penjaga infield untuk mematikan pelari. Butuh jangkauan panjang dan satu kaki yang selalu menempel base saat menangkap.
4. Penjaga base kedua
Menjaga sisi kanan tengah infield dan menjadi penerus bola dari lapangan luar. Ia juga poros pada permainan dua kali mati.
5. Penjaga base ketiga
Berdiri di sudut yang paling dekat dengan pemukul. Bola yang datang ke sini paling keras dan menyisakan waktu bereaksi paling sedikit.
6. Shortstop
Berdiri antara base dua dan base tiga, area yang paling sering kedatangan bola. Permainan dua kali mati yang paling sering dicatat berbunyi 6-4-3, dari shortstop ke penjaga base kedua lalu ke base pertama.
7. Penjaga luar kiri
Menjaga lapangan luar sisi kiri. Langkah pertama yang benar saat bola melambung tinggi menentukan bola itu tertangkap atau lewat.
8. Penjaga luar tengah
Pemimpin lapangan luar dengan wilayah terluas. Ia berhak memanggil bola yang jatuh di antara dua rekan sebelahnya.
9. Penjaga luar kanan
Menjaga sisi kanan dan harus sanggup melempar sampai base ketiga. Lemparan terjauh dalam satu pertandingan biasanya datang dari posisi ini.
Memukul: mata dulu, tenaga belakangan
Ayunan yang baik berangkat dari genggaman. Buku jari tengah kedua tangan berbaris sejajar, pegangan tetap longgar sampai sesaat sebelum bola tersentuh. Kuda-kuda selebar bahu, berat badan sekitar enam puluh persen di kaki belakang, mata sejajar dengan jalur bola.
Urutan gerakannya: tarikan kecil ke belakang, langkah pendek sekitar sepuluh sentimeter, tumit belakang berputar, pinggul membuka lebih dulu, tangan menyusul paling akhir. Pemula hampir selalu membalik urutan itu dan memakai tangan lebih dulu, sehingga tenaga tubuh terbuang di udara.
Satu kesalahan lain lebih halus dan lebih merugikan: kaki depan melangkah menjauh dari kotak pemukul karena tubuh diam-diam bersiap menghindar. Ayunan kehilangan jangkauan sisi luar dan bola terus kena bagian ujung pemukul. Papan pembatas yang dipasang di sisi luar kaki depan membuat langkah yang melenceng langsung terasa.
Latihan memukul di les baseball Jogja naik bertahap: bola diam di atas tiang, lemparan dari samping, lemparan depan jarak dekat berjaring, baru lemparan sungguhan. Setiap tahap menuntut ratusan ayunan dan itu memang wajar. Pemukul yang berhasil tiga kali dari sepuluh percobaan sudah tergolong sangat baik di olahraga ini.
Detail
Perlengkapan baseball apa yang perlu dan ukurannya berapa?
Glove
Ukurannya mengikuti usia: sekitar 10 sampai 10,5 inci untuk usia 7 sampai 9 tahun, 11 sampai 11,5 inci untuk usia 10 sampai 12 tahun, dan 11,25 sampai 12 inci untuk remaja yang bermain di infield.
Mitt penangkap
Posisi penangkap memakai mitt bundar tanpa jari terpisah, ukuran 32 sampai 34 inci, dengan bantalan tebal untuk menerima lemparan penuh sepanjang pertandingan.
Bat
Dipilih menurut tinggi dan berat badan peserta. Selisih angka panjang dalam inci dan berat dalam ons untuk pemula berkisar sepuluh sampai dua belas poin supaya ayunan tetap cepat.
Helm
Helm bertelinga wajib dipakai setiap kali memukul dan setiap kali berlari di base, termasuk pada latihan yang memakai bola lunak.
Bola
Sesi awal memakai bola berlapis busa. Bola standar mulai dipakai setelah tangkapan dasar peserta stabil dan pelindung sudah lengkap.
Sepatu
Sepatu berpul karet cukup untuk anak dan aman di lapangan rumput Jogja yang sering keras di musim kemarau. Pul logam baru dipakai di kategori usia yang lebih tinggi.
Aturan yang sering membuat pemain baru berhenti sejenak
Empat aturan berikut paling sering membuat pemain baru berdiri kebingungan di tengah lapangan pada pertandingan pertamanya. Keempatnya dibahas langsung di lapangan pada les baseball Jogja, sambil situasinya diperagakan pelatih.
Cara mematikan pelari. Pelari yang wajib maju cukup didahului dengan menginjak base sambil memegang bola. Pelari yang tidak wajib maju harus disentuh langsung dengan sarung tangan berisi bola.
Kembali ke base saat bola melambung ditangkap. Pelari boleh berangkat begitu bola menyentuh sarung tangan penjaga. Berangkat lebih cepat dari itu membuatnya dinyatakan mati.
Bola melambung mudah di dalam berlian. Saat ada pelari di base satu dan dua dengan jumlah mati kurang dari dua, wasit langsung menyatakan pemukul mati. Aturan ini menutup celah bagi regu bertahan yang sengaja menjatuhkan bola demi memburu dua kali mati sekaligus.
Hitungan pukulan dan bola. Tiga pukulan luput berarti mati, empat lemparan di luar zona berarti pemukul berjalan bebas ke base pertama, dan bola terpukul yang keluar garis tidak pernah menjadi pukulan luput ketiga.
Lebih lengkap
Latihan mandiri di rumah di antara sesi les baseball Jogja
Ayunan kering di depan cermin
Tiga set berisi lima belas ayunan tanpa bola, mata tertuju pada satu titik tetap. Cermin memperlihatkan kaki depan yang melenceng tanpa perlu ada yang mengoreksi.
Lempar ke dinding
Bola tenis, jarak tiga meter, tangkap memakai glove. Latihan ini membangun refleks tangan dan bisa berjalan di teras selebar dua meter.
Putaran pergelangan berlutut
Berlutut menghadap pasangan pada jarak tiga meter, melempar hanya dengan pergelangan. Dua puluh lemparan cukup untuk menjaga rasa putaran bola.
Karet elastis untuk bahu
Gerakan menarik karet ke arah luar dan ke atas, dua set berisi lima belas hitungan. Ini bagian perawatan lengan yang paling sering dilewati peserta muda.
Menonton satu babak dengan tugas
Menonton pertandingan sambil mengamati satu posisi saja, lalu menceritakan ke mana bola dikirim pada setiap situasi. Cara ini mempercepat pembacaan lapangan.
Lari sepuluh kali dua puluh meter
Jarak antar base terasa pendek, dan kecepatan di jarak sependek itu yang menentukan selamat atau mati. Latihan ini bisa dilakukan di jalan kampung yang sepi.
Merawat lengan: batas lemparan dan bola putar
Lengan pemain muda adalah bagian paling mudah rusak di olahraga ini, dan kerusakannya menumpuk pelan tanpa keluhan besar di awal.
Liga usia muda di banyak negara memakai batas jumlah lemparan harian sebagai pengaman: sekitar 75 lemparan untuk usia 9 sampai 10 tahun, 85 lemparan untuk usia 11 sampai 12 tahun, dan 95 lemparan untuk usia 13 sampai 16 tahun, diikuti hari istirahat yang jumlahnya mengikuti berapa banyak lemparan hari itu. Pelatih mencatat angka tersebut tiap sesi dan menutup sesi begitu batasnya tercapai, sekalipun peserta merasa masih kuat.
Bola putar seperti curve dan slider ditunda sampai kerangka lengan lebih matang, umumnya setelah usia 14 tahun. Sebelum itu, gerakan memutar yang berulang membebani sisi dalam siku yang pertumbuhan tulangnya belum selesai.
Satu aturan berlaku di setiap sesi les baseball Jogja: nyeri di sisi dalam siku berarti berhenti melempar hari itu. Pemanasan selalu didahului lari ringan dan putaran bahu, disusul lemparan jarak dekat yang jaraknya naik pelan sebelum lemparan penuh dimulai.
Catatan tambahan
Lapangan dan tempat latihan les baseball Jogja di seluruh DIY
Sleman
Depok, Ngaglik, dan Mlati paling sering dipakai karena lapangan desa di sana masih lebar. Untuk latihan lempar dan tangkap, area sekitar 40 kali 40 meter sudah cukup.
Kota Yogyakarta
Lahan lapang di dalam kota terbatas, jadi sesi di Umbulharjo, Gondokusuman, dan Kotagede dipecah: teknik di ruang sempit pada hari kerja, lempar jauh di akhir pekan.
Bantul
Kasihan, Sewon, dan Banguntapan punya lapangan sekolah dan lapangan desa yang lazim dipakai selepas pukul empat sore setelah jam pelajaran usai.
Kulon Progo dan Gunungkidul
Jumlah pelatih baseball di dua kabupaten ini paling sedikit. Sesi teori, bedah rekaman ayunan, dan program latihan mandiri berjalan online, lalu sesi lapangan dijadwalkan berkala.
Halaman rumah
Pelatih membawa tiang pukul dan jaring lipat, jadi latihan memukul tetap berjalan di halaman berukuran sekitar 6 kali 8 meter saat lapangan sedang becek.
Baseball dan sofbol berjalan berdampingan di Jogja
Di Indonesia sofbol lebih dulu berkembang daripada baseball, dan keduanya bernaung di bawah satu induk organisasi amatir yang sama, Perbasasi. Bagi keluarga di Jogja kenyataan itu berguna: jalur bertanding yang paling mudah dijangkau anak sering kali ada di sofbol.
Perbedaannya terlihat jelas di lapangan. Bola sofbol lebih besar, kelilingnya sekitar 30 sentimeter. Lemparan dilakukan dari bawah, jarak pelempar ke pemukul lebih pendek, dan jarak antar base lebih rapat. Ritmenya lebih cepat dan waktu bereaksi lebih sedikit.
Yang berpindah utuh dari satu cabang ke cabang lain adalah dasarnya: cara melempar, cara menangkap bola menyusur tanah, cara membaca arah bola melambung, dan cara berlari antar base. Peserta les baseball Jogja karena itu tetap siap ketika sekolahnya membuka seleksi regu sofbol.
Unit kegiatan mahasiswa di kampus Jogja seperti UGM dan UNY menjadi pintu berikutnya bagi pemain remaja yang ingin terus bermain setelah lulus sekolah.
Selengkapnya
Peserta dewasa dan yang mulai dari nol
Pemanasan lebih panjang
Bahu yang lama tidak dipakai melempar butuh sekitar lima belas menit pemanasan bertahap sebelum lemparan penuh. Porsi ini tidak dipotong meski waktu sesi terbatas.
Aturan sebelum teknik
Peserta dewasa yang ingin masuk komunitas kantor biasanya butuh paham aturan lebih dulu, supaya bisa langsung ikut permainan akhir pekan sambil terus memperbaiki gerakan.
Jadwal sore dan akhir pekan
Sesi paling banyak diambil selepas pukul empat sore pada hari kerja, atau Sabtu dan Minggu pagi saat lapangan di Sleman dan Bantul masih sepi.
Berlatih berpasangan
Orang tua yang ikut berlatih bersama anaknya membuat sesi lempar tangkap di rumah berjalan lebih rutin, dan kemajuan anak terlihat lebih cepat.
Lanjutkan dari sini
Tautan yang berguna sebelum sesi pertama les baseball Jogja
Urutannya
Cara memulai les baseball Jogja bersama Edufio
Ceritakan titik awalnya
Sebutkan usia peserta, pengalaman bermain sebelumnya, dan wilayah tinggal. Tiga hal itu dipakai untuk memilih pelatih yang lapangannya paling dekat.
Sesi pengukuran di lapangan
Pelatih mengukur jarak lempar, ketepatan tangkap, kecepatan ayunan, dan waktu lari 20 meter. Angka itu menjadi titik nol yang dibandingkan lagi nanti.
Rencana tiga bulan disusun
Hasil pengukuran diubah menjadi urutan materi beserta target bulanan yang bisa dibaca orang tua di rumah.
Sesi rutin berjalan
Jadwal tetap disepakati bersama, dan perlengkapan pinjaman disiapkan sampai peserta membeli miliknya sendiri.
Evaluasi tiap empat sesi
Rekaman ayunan dan catatan lemparan dibandingkan dengan sesi pertama, lalu materi berikutnya disesuaikan dengan hasilnya.
Soal biaya, jadwal, dan tutor les baseball, kami jawab semua
Bagaimana cara mendaftar les baseball di Edufio Jogja?
Berapa sesi per pekan yang sebaiknya diambil?
Berapa biaya les baseball Jogja di Edufio?
Apakah les baseball Edufio sudah tersedia di luar Jogja?
Apakah program ini hanya untuk yang baru mulai?
Anak saya belum pernah memegang glove. Perlu beli perlengkapan dulu?
Umur berapa anak boleh mulai belajar baseball?
Apakah bola keras berbahaya untuk anak?
Apa beda baseball dan sofbol?
Di mana latihan les baseball Jogja kalau di dekat rumah tidak ada lapangan?
Kalau musim hujan, sesinya batal?
Anak saya ingin jadi pelempar. Kapan boleh belajar bola putar?
Berapa lama sampai bisa ikut pertandingan penuh?
Kalau pelatihnya kurang cocok, bisa diganti?
Ceritakan kebutuhanmu, sisanya urusan kami
Cukup ceritakan kebutuhanmu, kami rancang jalur belajar baseball yang tepat sasaran.