4,9/5 · 161 ulasan · Pelajar SMA, mahasiswa, dan umum
Les Privat Broadcasting di Jogja
Les broadcasting Jogja satu tutor satu peserta: teknik vokal, naskah siaran, perekaman, penyuntingan, sampai produksi podcast dan siaran langsung. Tutor praktisi mengajar di tempat pilihanmu atau lewat kelas online, mulai Rp80.000 per jam.
- 4,9/5161 ulasan
- 11.000+tutor terverifikasi
- 1-on-1fokus tak terbagi
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansitutor boleh ditukar
- Assessmentkebutuhan diukur dulu
Sebelum mendaftar
Les broadcasting Jogja pas untukmu, atau belum waktunya
Kamu menyiapkan diri mengikuti audisi penyiar radio kampus di Jogja pada tahun ajaran baru.
Kanal podcastmu berhenti di beberapa episode karena bingung menyusun isi dan menjaga jadwal.
Kamu sering diminta jadi MC acara kampus atau resepsi dan ingin suaramu lebih terkendali.
Rekamanmu terdengar sumbang, sementara kamu belum tahu letak persis masalahnya.
Kamu memegang media sosial sekolah, kampus, atau usaha keluarga dan perlu memproduksi konten suara sendiri.
Kamu mengincar jurusan komunikasi atau produksi siaran dan ingin punya portofolio lebih dulu.
Jalur belajar
Dari sesi pertama sampai karya broadcasting pertamamu tayang
Susunan di bawah memakai patokan dua sesi per pekan. Peserta yang mengambil satu sesi per pekan menempuh jalur yang sama dengan rentang waktu dua kali lipat.
- Pekan 1
Sesi pertama: merekam suaramu apa adanya
Rekaman awal diambil tanpa persiapan. Dari situ tutor menandai yang sudah kuat dan yang perlu dibenahi, lalu kalian menyepakati targetnya.
- Pekan 1-3
Sesi kedua sampai kelima: napas, artikulasi, membaca naskah orang lain
Latihan dasar vokal dijalankan tiap pertemuan, ditemani naskah pendek yang sudah jadi supaya perhatianmu tinggal tertuju pada suara.
- Pekan 3-4
Sesi keenam sampai kedelapan: menulis naskahmu sendiri
Kamu menyusun pembuka, isi, dan penutup untuk topik pilihanmu, lalu membacanya. Naskah dan cara membacanya dikoreksi dalam satu putaran.
- Bulan 2
Sesi kesembilan sampai kedua belas: rekaman dan penyuntingan pertama
Latihan berpindah ke depan mikrofon dan layar penyunting. Yang kamu bawa pulang satu berkas audio yang benar-benar selesai dan bisa didengarkan orang lain.
- Bulan 2
Sesi ketiga belas sampai keenam belas: wawancara dan siaran langsung
Kamu mewawancarai orang sungguhan, lalu menyiarkan satu sesi langsung terbatas. Kesalahan pada tahap ini murah harganya.
- Bulan 3
Sesi ketujuh belas sampai kedua puluh: menyusun portofolio broadcasting
Tiga sampai lima karya dirapikan jadi satu tautan yang bisa dikirim ke radio, rumah produksi, atau calon klien pertamamu.
- Lanjutan
Setelah program: menjaga jadwal terbit
Tutor membantu menyusun kalender terbit dan daftar topik cadangan, sebab kanal baru paling sering berhenti di episode ketiga.
Kelebihan kelas kami
Keunggulan Les Broadcasting Jogja
Rencana latihan disusun dari targetmu
Calon penyiar radio, host podcast, dan pembawa acara membutuhkan urutan latihan yang berbeda. Sesi pertama dipakai memetakan target itu, dan susunan materi mengikutinya.
Satu tutor, satu mikrofon, satu peserta
Latihan vokal menuntut koreksi seketika. Satu kata yang salah tekanan langsung diulang pada detik itu juga, sesuatu yang mustahil di kelas berisi dua puluh orang.
Rekaman tiap sesi jadi catatan kemajuan
Suaramu di pertemuan ketiga disandingkan dengan pertemuan kesepuluh. Perubahan napas, tempo, dan artikulasi terdengar sendiri tanpa perlu dijelaskan.
Tutor yang pernah duduk di kursi siaran
Pengajar broadcasting Edufio datang dari radio kampus, radio komersial Jogja, kanal podcast, dan rumah produksi video. Kebiasaan kerja mereka ikut menular ke sesi.
Jam sesi mengikuti kuliah dan pekerjaan
Latihan bisa diletakkan pagi sebelum kelas atau malam setelah jam kantor, sepanjang rentang pukul 07.00 sampai 21.00 WIB, tujuh hari sepekan.
Naskah dan rekaman boleh dikirim di luar sesi
Draf yang sedang kamu tulis atau rekaman yang belum kamu yakini bisa dikirim ke tutor di antara dua pertemuan untuk dibaca dan didengarkan.
Penilaian keluarga
4,9/5
nilai dari 161 keluarga yang sudah mencoba
- 11.000+
- tutor terverifikasi
- 1-on-1
- fokus ke satu siswa
- 30.000+
- siswa didampingi
Peta materi
Materi les broadcasting Jogja: dari napas sampai episode yang tayang
Dua belas topik di bawah dijalankan berurutan, sebab tiap topik bertumpu pada topik sebelumnya. Peserta yang datang dengan kemampuan tertentu boleh melompat, sepanjang tutor sudah menguji bagian yang dilewati lewat rekaman.
Pernapasan diafragma dan proyeksi suaraFondasi
Menemukan letak napas perut, mengatur aliran udara, dan menjaga volume tetap rata dari kata pertama sampai titik.
Artikulasi dan lafal bahasa siaranFondasi
Konsonan akhir yang utuh, pembedaan e taling dan e pepet, serta lafal angka dan nama asing yang sering muncul di naskah.
Intonasi, tempo, dan penekanan kalimatFondasi
Memilih kata kunci dalam satu kalimat, meletakkan jeda, dan menjaga kecepatan baca di kisaran seratus lima puluh kata per menit.
Menulis naskah siaran untuk telingaMenengah
Kalimat pendek berpola subjek predikat objek, angka yang dibulatkan, singkatan yang dieja, dan satu gagasan untuk satu kalimat.
Teknik mikrofon dan pengaturan gainPraktik
Jarak mulut ke mikrofon sekitar satu kepal, sudut miring untuk meredam letupan huruf p dan b, serta pemantauan lewat headphone.
Merekam di kamar sendiriPraktik
Memilih sudut ruang paling redam, memanfaatkan lemari pakaian dan gorden sebagai peredam, serta mengenali sumber bising di sekitar rumah.
Menyunting audio dan menyamakan kenyaringanPraktik
Meredam bising latar, memotong jeda mati, menyusun ulang bagian, dan menyamakan kenyaringan seluruh episode sebelum diunggah.
Adlib, rundown, dan jam siaran radioRadio
Membaca rundown, menyambung lagu dengan back announcing, mengisi jeda tanpa naskah, dan menutup segmen tepat pada waktunya.
Wawancara dan riset narasumberMenengah
Menyiapkan pertanyaan terbuka, menyusun pertanyaan lanjutan dari jawaban yang baru terdengar, dan menjaga kendali durasi.
Siaran langsung dan tata layarPraktik
Menyusun tampilan di perangkat lunak streaming, framing setengah badan, tiga titik cahaya sederhana, dan membaca komentar sambil bicara.
Etika penyiaran dan hak ciptaWajib
Rambu isi siaran, hak jawab, batas menyebut identitas orang, dan cara memakai musik latar tanpa melanggar hak cipta.
Menerbitkan dan membaca angka pendengarLanjutan
Menyusun judul dan deskripsi episode, mengunggah ke penyedia distribusi, dan membaca grafik retensi pendengar.
Tutor Kami
Tutor Broadcasting Edufio
Guru berpengalaman yang mendampingi di rumah Anda, di tempat yang Anda pilih, ataupun online di Jogja.

Ala A.
Arsitektur · UNY
Bening E.
Desain Interior · ISI Yogyakarta
Yuan T.
Arsitektur · UTY
Dila R.
Arsitektur · Universitas Sumatera Utara
Kata keluarga tentang les broadcasting
Etika penyiaran, cara riset topik, sampai menyunting audio saya pelajari di sini. Sebelumnya saya kira siaran cuma soal suara yang enak didengar.
Saya ingin mengemas materi kuliah jadi video. Di sini saya belajar menyusun naskah dan dasar produksi supaya rekamannya tidak membosankan.
Yang kamu bawa pulang
Isi paket les broadcasting Jogja
Pemetaan suara di pertemuan pertama
Rekaman awal, catatan kekuatan vokal, dan target yang disepakati bersama sebelum materi dimulai.
Naskah siaran karya sendiri
Sedikitnya tiga naskah jadi: pembuka acara, segmen isi, dan penutup, lengkap dengan tanda jeda dan penekanan.
Rekaman terkoreksi dari tiap sesi
Setiap latihan direkam dan disimpan berurutan, jadi kemajuanmu bisa didengar ulang kapan saja.
Satu episode podcast yang tuntas
Ditempuh dari ide, naskah, perekaman, penyuntingan, sampai berkas yang siap diunggah ke penyedia distribusi.
Latihan siaran langsung terbatas
Sesi streaming percobaan dengan tutormu sebagai satu-satunya penonton, sekaligus penilai tata layar dan suara.
Berkas latihan dan daftar rujukan
Contoh naskah siaran, daftar sumber musik bebas pakai, dan tautan perangkat lunak perekam serta penyunting yang gratis.
Catatan perkembangan tertulis
Ringkasan tiap pertemuan berisi bagian yang sudah dikuasai dan satu pekerjaan rumah untuk pertemuan berikutnya.
Tutor pengganti bila gayanya kurang cocok
Sampaikan ke tim kami, sebutkan yang terasa kurang pas, lalu penggantinya dicarikan tanpa biaya tambahan.
Belajar Broadcasting di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online
Tutor broadcasting datang dengan rencana belajar yang disusun dari kebutuhanmu.
Jogja punya pendengar, dan broadcasting adalah cara menjangkaunya
Yogyakarta menampung ratusan ribu mahasiswa, ribuan komunitas, dan usaha kecil yang tiap hari punya sesuatu untuk diceritakan. Radio kampus mengudara dari Bulaksumur, Karangmalang, dan Mrican. Radio komersial menemani perjalanan pagi di Ring Road. Kanal podcast tumbuh dari kamar kos di Depok, Kasihan, dan Umbulharjo, kadang hanya bermodal ponsel dan gorden tebal.
Pendengarnya jelas ada. Yang sering kurang adalah keterampilan mengemasnya. Siaran yang ditinggalkan pada menit kedua biasanya bermasalah pada hal yang sama: suara tenggelam di ujung kalimat, naskah yang terdengar seperti sedang dibacakan, dan jeda kosong yang membuat semua orang salah tingkah.
Les broadcasting Jogja di Edufio menggarap tiga perkara itu satu per satu, dengan urutan yang jelas. Tutor datang ke rumah, kos, atau tempat lain pilihanmu di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Yang mereka bawa terutama telinga terlatih, yaitu kemampuan mendengar hal-hal di suaramu yang belum pernah kamu sadari sendiri.
Suara siaran dibangun dari napas lebih dulu
Peserta baru hampir selalu menebak bahwa masalahnya ada di alat. Kenyataannya rekaman dari mikrofon mahal pun tetap terdengar lemah kalau napasnya salah tempat.
Napas dada membuat udara habis di tengah kalimat. Akibatnya khas dan mudah dikenali: volume turun menjelang titik, kata terakhir nyaris hilang, dan pembicara mengambil napas pada posisi yang merusak arti. Napas perut memberi cadangan udara yang cukup untuk membawa satu kalimat panjang sampai selesai dengan volume rata.
Latihannya sederhana dan membosankan, dan justru di situ kelas privat berguna. Tutor bisa meletakkan tangan di posisi yang tepat, menghitung tempo, lalu meminta ulang tanpa kamu perlu merasa sungkan kepada peserta lain. Dalam kelas berisi dua puluh orang, koreksi sekecil ini nyaris mustahil dikerjakan.
Sesudah napas stabil, latihan naik ke artikulasi: konsonan akhir yang utuh, pembedaan e taling dan e pepet, serta lafal angka dan nama asing yang paling sering menjegal pembaca berita.
Detail
Enam kemampuan yang dibangun di les broadcasting Jogja
Suara yang bertahan sampai kata terakhir
Napas perut dan proyeksi supaya volume tidak jatuh menjelang titik, sekalipun kalimatnya panjang.
Naskah yang enak dibaca keras
Menulis untuk telinga: kalimat pendek, angka yang dibulatkan, satu gagasan untuk satu kalimat.
Tangan yang tenang di alat rekam
Mengatur jarak mikrofon, gain, dan pemantauan headphone tanpa gugup saat lampu tanda rekam menyala.
Telinga yang tahu bagian mana yang dipotong
Menyunting rekaman mentah jadi susunan yang mengalir, dengan jeda yang tetap terasa wajar.
Nyali mengisi jeda tanpa naskah
Adlib yang terarah saat lagu belum masuk, narasumber terlambat, atau alat mendadak bermasalah.
Kepala yang paham rambu siaran
Etika penyiaran, hak jawab, dan aturan hak cipta musik dipahami sebelum karyamu diunggah.
Logat Jawa dalam siaran: kapan dipakai dan kapan diredam
Pertanyaan ini hampir selalu muncul pada sesi awal di Jogja. Apakah logat Jawa perlu dihapus supaya bisa siaran?
Jawabannya bergantung pada program yang kamu incar. Banyak radio di DIY menyiarkan acara berbahasa Jawa, mulai uyon-uyon, tembang, sampai obrolan santai memakai ngoko. Untuk acara semacam itu logat yang alami justru modal utama, dan penyiar yang lafalnya terlalu netral malah terdengar berjarak dari pendengarnya.
Yang dilatih di sini adalah kemampuan berpindah. Kamu belajar mengenali ciri logatmu sendiri: bunyi t dan d yang tebal, awalan m sebelum b, serta nada yang naik di akhir kalimat berita. Begitu ciri itu kamu kenali, mengaktifkan dan meredamnya jadi pilihan sadar.
Peserta yang menyiapkan diri untuk siaran berbahasa Indonesia berlatih lafal baku sampai konsisten. Peserta yang mengincar acara berbahasa Jawa dilatih menjaga unggah-ungguh, memilih ragam krama atau ngoko sesuai lawan bicara dan jam siar.
Naskah siaran ditulis untuk telinga
Menulis untuk mata dan menulis untuk telinga adalah dua pekerjaan berbeda. Pembaca artikel bisa mengulang kalimat yang membingungkan; pendengar tidak punya kemewahan itu.
Karena itu naskah siaran memakai kalimat pendek berpola subjek predikat objek. Angka dibulatkan, sebab tiga ribu dua ratus lebih mudah dicerna daripada tiga ribu seratus delapan puluh tujuh. Singkatan yang belum akrab dieja. Anak kalimat bertingkat dipotong jadi dua kalimat yang berdiri sendiri.
Latihan menulisnya selalu ditutup dengan membaca keras. Kalimat yang membuatmu kehabisan napas atau tersandung lidah ditandai dan diperbaiki di tempat, sebab kalimat semacam itulah yang akan menjatuhkanmu saat mengudara.
Peserta juga belajar menandai naskahnya sendiri: garis miring untuk jeda, garis bawah untuk kata yang ditekan, tanda kurung untuk bagian yang boleh ditinggalkan kalau waktu mepet. Naskah bertanda seperti ini yang dipakai penyiar sungguhan, dan kebiasaannya terbawa sampai kamu tak lagi memerlukan tandanya.
Keunggulan
Cara satu sesi les broadcasting Jogja berjalan
Susunan di bawah dipakai untuk sesi kunjungan maupun sesi daring, dengan porsi waktu yang menyesuaikan durasi yang kamu ambil.
Pemanasan vokal
Napas, lidah, dan bibir dilemaskan lebih dulu. Sesi yang dimulai tanpa pemanasan biasanya berakhir dengan suara serak.
Satu topik baru saja
Tiap pertemuan membahas satu topik dari peta materi, dijelaskan singkat lalu langsung dicoba di depan tutor.
Praktik terekam, porsi terbesar
Bagian terpanjang tiap sesi. Kamu bicara, tutor mendengarkan, lalu rekamannya diputar ulang bersama tanpa ditunda.
Membedah rekaman bersama
Tiga hal yang sudah membaik disebut lebih dulu, lalu satu hal yang dikerjakan sampai pertemuan berikutnya.
Catatan tertulis untuk latihan mandiri
Dikirim setelah sesi selesai, berisi apa yang perlu diulang di rumah dan berapa lama waktu yang disarankan.
Teknik mikrofon menyelamatkan rekaman siaran sebelum penyuntingan dimulai
Banyak rekaman rusak sejak menit pertama, dan tak ada perangkat lunak yang sanggup memulihkannya. Karena itu satu sesi penuh dipakai khusus untuk urusan mikrofon.
Jarak mulut ke mikrofon sekitar satu kepal. Terlalu dekat memunculkan efek kedekatan yang menumpuk suara rendah dan mengubah huruf p jadi dentuman. Terlalu jauh membuat bunyi ruangan ikut terekam, dan bunyi ruangan termasuk yang paling sulit dibersihkan.
Mikrofon dimiringkan sedikit dari garis napas. Perubahan sekecil itu menyelamatkan lebih banyak rekaman daripada peredam letupan seharga berapa pun.
Gain disetel supaya puncak suara berhenti sebelum garis merah. Rekaman yang pecah karena gain berlebihan tak bisa dikembalikan; rekaman yang terlalu pelan masih bisa dinaikkan, meski bising latarnya ikut naik.
Semuanya diuji langsung. Dalam satu sesi kamu merekam kalimat yang sama pada tiga posisi berbeda, lalu mendengarkannya berurutan. Telinga belajar jauh lebih cepat daripada penjelasan.
Menyunting podcast tanpa membuat pembicara kehabisan napas
Penyuntingan adalah tempat pemula paling sering berlebihan. Semua jeda dipangkas, semua tarikan napas dihapus, dan hasilnya pembicara terdengar seperti mesin yang tak pernah berhenti.
Jeda punya pekerjaan. Ia memberi pendengar waktu mencerna, menandai pergantian gagasan, dan membuat penekanan terasa. Yang layak dibuang adalah jeda mati tanpa alasan, kata yang terulang, serta bunyi berpikir yang menumpuk di awal kalimat.
Urutan kerjanya diajarkan tetap: bersihkan bising latar, potong kasar, susun ulang bagian, baru rapikan sambungannya. Sesudah itu kenyaringan seluruh episode disamakan supaya pendengar tak perlu menyentuh tombol volume di tengah jalan.
Sesi penyuntingan memakai rekaman milikmu sendiri, dikerjakan dari awal sampai selesai sambil tutor menjelaskan alasan tiap potongan. Perangkat lunaknya gratis, jadi seluruh proses bisa kamu ulang di rumah pada malam yang sama.
Lebih lengkap
Perlengkapan apa yang benar-benar diperlukan untuk latihan broadcasting?
Ponsel dengan perekam bawaan
Cukup untuk seluruh latihan vokal di bulan pertama. Rekam, dengarkan, ulangi, tanpa perlu membeli apa pun.
Headphone berkabel
Termasuk yang wajib. Headphone nirkabel menunda suara, dan penundaan itu merusak pemantauan saat merekam.
Mikrofon USB kelas pemula
Masuk pada tahap perekaman. Harganya masih terjangkau dan hasilnya melompat jauh dari mikrofon bawaan ponsel.
Peredam letupan sederhana
Kain tipis pada lingkaran kawat sudah cukup menahan letupan huruf p dan b yang mengenai membran mikrofon.
Sudut kamar yang paling redam
Lemari pakaian penuh baju dan gorden tebal bekerja lebih baik daripada ruang tamu yang lapang dan berlantai keramik.
Perangkat lunak penyunting gratis
Audacity untuk audio dan OBS Studio untuk siaran langsung sudah memadai sampai jauh ke tahap lanjutan.
Siaran langsung menuntut kamu bicara dan mengatur layar sekaligus
Siaran langsung terasa berat karena beberapa pekerjaan datang bersamaan: bicara, membaca komentar, mengganti tampilan, dan menjaga waktu. Rekaman bisa diulang, siaran langsung tidak.
Latihannya dipecah supaya bebannya berkurang. Tata layar disiapkan jauh sebelum lampu menyala: susunan tampilan, sumber suara, dan teks bawah yang perlu muncul. Framing diatur setengah badan dengan ruang secukupnya di atas kepala.
Cahaya sering diabaikan, padahal justru paling terlihat. Satu lampu utama dari depan samping, satu pengisi lembut di sisi berlawanan, dan pemisah tipis dari belakang sudah membuat gambar terlihat rapi tanpa peralatan studio.
Bagian tersulit tetap membaca komentar sambil bicara. Latihannya bertahap: mula-mula tutor mengirim satu komentar tiap menit, lalu makin sering, sampai kamu terbiasa menjawab tanpa kehilangan alur kalimat yang sedang berjalan.
Etika penyiaran mengikat siapa pun yang mengudara dari Jogja
Aturan siaran sering dianggap urusan lembaga besar. Kenyataannya kanal podcast satu orang pun terikat hal yang sama begitu karyanya bisa diakses publik.
Materi ini membahas rambu isi siaran, hak jawab bagi pihak yang disebut, batas menyebut identitas anak dan korban, serta cara menyampaikan tuduhan tanpa merugikan orang yang belum tentu bersalah. Untuk peserta yang mengincar radio, aturan lembaga penyiaran daerah ikut dibahas karena itulah yang berlaku di DIY.
Hak cipta musik mendapat porsi tersendiri, sebab di sinilah kreator lokal paling sering tersandung. Lagu populer dipasang sebagai latar, unggahan kena klaim, lalu seluruh episode hilang. Kamu dibekali daftar sumber musik bebas pakai serta cara membaca syarat lisensinya.
Semuanya dibahas lewat contoh nyata, termasuk kasus yang pernah menimpa kanal kecil di Jogja. Aturan yang dipelajari dari pengalaman orang lain jauh lebih murah daripada dipelajari dari pengalaman sendiri.
Kelas broadcasting online untuk Kulon Progo dan Gunungkidul
Sebaran tutor kunjungan di DIY tidak merata. Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta punya paling banyak pilihan, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul paling tipis. Untuk dua kabupaten itu kelas online menjadi jalur utama, dan untuk materi les broadcasting Jogja jalur ini kebetulan sangat cocok.
Alasannya praktis. Sebagian besar latihan berupa suara dan layar, dua hal yang paling mudah dibagikan lewat pertemuan daring. Kamu merekam di tempatmu sendiri, mengirim berkasnya, lalu tutor memutar rekaman itu sambil menandai bagian yang perlu diulang.
Untuk penyuntingan, berbagi layar berjalan dua arah. Tutor menunjukkan langkahnya, lalu giliranmu mengerjakan sementara ia mengamati. Cara ini bahkan lebih jelas daripada dua orang berdesakan menatap satu laptop.
Tautan sesi dikirim menjelang jam mulai. Yang perlu kamu siapkan hanya sambungan internet yang stabil dan headphone berkabel.
Latihan siaran mandiri di antara dua sesi
Kemajuan di broadcasting ditentukan oleh apa yang kamu kerjakan pada hari-hari tanpa tutor. Dua puluh menit sehari sudah cukup, asalkan isinya jelas.
Menu latihannya tetap: lima menit pemanasan napas dan lidah, sepuluh menit membaca naskah dengan suara keras sambil direkam, lalu lima menit mendengarkan rekaman itu sendiri. Bagian terakhir yang paling sering dilewati peserta, padahal di situlah telinga terbentuk.
Bahan bacaannya bebas, dan sebaiknya dekat dengan targetmu. Calon penyiar radio membaca naskah pengantar lagu. Calon host podcast membaca pembuka episode. Yang menyiapkan diri jadi MC membaca susunan acara resepsi lengkap dengan sapaan berbahasa Jawa.
Rekaman harian ini disimpan berurutan. Saat kamu merasa jalan di tempat, memutar rekaman dari pekan pertama biasanya cukup untuk menyadarkan bahwa perubahannya nyata, hanya terlalu perlahan untuk terasa dari hari ke hari.
Langkah berikutnya
Halaman lain yang berguna untuk calon broadcaster di Jogja
Urutannya
Cara mendaftar les broadcasting Jogja
Kirim formulir pendaftaran
Isi data di halaman daftar Edufio, sebutkan tujuan belajarmu dan wilayahmu di DIY.
Ceritakan targetmu lewat WhatsApp
Tim kami menghubungi untuk menggali arah yang kamu tuju: radio, podcast, siaran langsung, atau panggung acara.
Terima usulan tutor dan jadwal
Latar tutor dicocokkan dengan targetmu, lalu jam dan tempat belajar ditawarkan untuk kamu setujui.
Pilih paket lalu selesaikan pembayaran
Tentukan jumlah sesi per bulan. Pembayaran ditutup lewat transfer bank atau dompet digital.
Mulai dari rekaman suara awal
Pertemuan pertama dipakai merekam suaramu apa adanya, sebagai titik nol yang akan kamu bandingkan nanti.
Biar makin mantap soal les broadcasting, ini jawabannya
Apa saja yang dipelajari di les broadcasting Jogja?
Apakah ada materi membangun personal branding sebagai podcaster?
Apakah peserta diajari memakai mikrofon, mixer, dan kamera?
Peluang kerja apa yang terbuka setelah les broadcasting?
Apakah saya bisa langsung praktik siaran?
Bagaimana cara mendaftar les broadcasting di Jogja?
Berapa biaya les broadcasting Jogja per jam?
Apakah pelajar SMA boleh ikut les broadcasting?
Logat Jawa saya kental. Apakah itu menghalangi saya jadi penyiar?
Perangkat apa yang perlu saya siapkan sebelum mulai?
Ada kelas broadcasting online untuk Kulon Progo dan Gunungkidul?
Berapa lama sampai saya punya episode pertama?
Bisakah les broadcasting diikuti tim kantor atau komunitas?
Kalau gaya mengajar tutornya kurang cocok, apakah bisa diganti?
Apakah aturan dan etika penyiaran ikut dibahas?
Les Broadcasting Jogja paling optimal bersama Tutor Edufio
Daftar hari ini, tutor broadcasting pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 2 hari kerja.