| Posisi siap di atas sepeda (Sesi pertama) | Pedal sejajar tanah, tumit turun, siku terbuka ke samping, dada rendah, pandangan jauh ke depan. Badan tetap lentur dan sepeda bergerak bebas di bawahnya. | Peserta baru cenderung duduk di sadel dan menegangkan lengan, sehingga setiap guncangan naik langsung ke bahu dan leher. | Pelatih meminta peserta berdiri di tanah datar sambil sepeda digoyang pelan, supaya badan belajar menahan diri sendiri tanpa bantuan sadel. |
|---|
| Pengereman satu jari dan modulasi (Dasar) | Telunjuk di ujung tuas, tekanan dinaikkan bertahap, rem depan sebagai penahan utama dan rem belakang sebagai penyeimbang arah. | Rem belakang ditarik penuh sampai ban terkunci, sepeda meluncur lurus, dan kendali arah hilang tepat di momen yang paling membutuhkannya. | Latihan berhenti pada titik yang ditandai, diulang dengan jarak yang dipendekkan sedikit demi sedikit sampai peserta hafal batas daya cengkeram bannya. |
|---|
| Arah pandang dan pemilihan garis (Dasar) | Mata dilatih membaca beberapa meter di depan roda, lalu melompat ke titik keluar tikungan sebelum sepeda sampai di sana. | Mata terpaku pada batu yang ingin dihindari, dan sepeda justru mengarah tepat ke benda itu. | Pelatih berdiri di titik keluar dan meminta peserta menyebut apa yang dilihatnya, supaya kebiasaan menatap rintangan berganti jadi kebiasaan menatap jalan keluar. |
|---|
| Menikung di berm dan tikungan datar (Menengah) | Pedal luar ditekan ke bawah, berat badan jatuh ke kaki luar, sepeda direbahkan lebih dalam daripada badan. Tikungan datar tanpa tanggul dikerjakan dengan sudut rebah yang lebih hemat. | Peserta merebahkan badan bersama sepedanya, tekanan pada ban berkurang, dan roda depan tergelincir keluar dari garis. | Satu tikungan yang sama diulang enam sampai delapan kali dengan kecepatan yang dinaikkan bertahap, sampai gerakannya berhenti terasa asing. |
|---|
| Turunan curam dan bibir jatuhan (Menengah) | Pinggul mundur di belakang sadel, tumit makin turun, rem dilepas sesaat sebelum roda depan melewati bibir turunan. | Rem digenggam terus sepanjang turunan sampai roda depan tersendat dan badan terdorong maju ke setang. | Bagian curam dipecah menjadi tiga meter pertama, lalu panjangnya ditambah setelah peserta terbiasa melepas rem di titik yang tepat. |
|---|
| Memompa gelombang jalur (Menengah) | Menekan sepeda di sisi turun gelombang dan meringankan badan di sisi naik, sehingga kecepatan bertambah tanpa satu kayuhan pun. | Peserta mengayuh di bagian yang seharusnya dipompa, dan tenaganya sudah habis sebelum separuh jalur terlewati. | Latihan di gelombang landai tanpa rem dan tanpa kayuhan, diulang sampai peserta merasakan sendiri sepedanya melaju lebih cepat. |
|---|
| Akar basah dan hamparan batu (Lanjutan) | Membaca arah akar, memilih titik seberang yang tegak lurus, dan menjaga kecepatan tetap stabil di atas batu lepas. | Kecepatan justru diturunkan tepat di atas akar, dan roda depan kehilangan pegangan pada permukaan yang licin. | Pelatih menandai satu garis bersih dengan pita, lalu peserta melewatinya berulang sampai matanya sendiri sanggup menemukan garis serupa. |
|---|
| Setelan suspensi dan tekanan ban (Perawatan) | Mengukur sag, menyetel kecepatan balik suspensi, dan memilih tekanan ban sesuai berat badan serta jenis tanah hari itu. | Suspensi disetel sekali lalu tidak pernah disentuh lagi, padahal tanah kering dan tanah basah menuntut angka yang berbeda. | Sesi dibuka dengan pemeriksaan sag di titik kumpul, dan setiap perubahan setelan dicatat supaya peserta punya rujukan miliknya sendiri. |
|---|
| Jatuhan pendek dan lompatan meja (Lanjutan) | Menjaga kecepatan masuk, mendorong sepeda ke depan di bibir jatuhan, lalu mendarat dengan kedua roda dan lutut yang siap meredam. | Setang ditarik ke atas karena panik, roda depan naik terlalu tinggi, dan pendaratan jatuh seluruhnya ke roda belakang. | Jatuhan setinggi satu telapak dilatih lebih dulu di tanah datar, dan tingginya baru ditambah setelah pendaratan terasa konsisten. |
|---|
| Menjaga tenaga tangan sepanjang jalur (Menengah) | Mengatur kekuatan genggaman, memindahkan beban badan ke tungkai, dan memakai jeda pendek di bagian landai untuk melemaskan jari. | Setang digenggam sekuat tenaga sejak turunan dimulai, lengan bawah mengeras di pertengahan jalur, dan tuas rem berhenti terasa di telunjuk. | Pelatih menandai dua titik lemas pada setiap turunan, lalu mengingatkan peserta menurunkan tumit di sana supaya beban berpindah ke kaki. |
|---|
| Membaca jalur dengan berjalan kaki (Lanjutan) | Menyusuri bagian baru dengan kaki, menandai titik masuk dan keluar, memeriksa akar yang tertutup daun, dan memutuskan garis sebelum menaikinya. | Peserta langsung turun di jalur asing karena merasa sudah cukup mahir, lalu menemukan lubang tepat di tempat yang sudah tidak bisa dihindari. | Setiap lokasi baru dibuka dengan berjalan kaki bersama pelatih, dan kebiasaan itu pula yang dipakai lagi ketika peserta ikut lomba di jalur yang belum dikenalnya. |
|---|
| Jatuh dengan aman dan membaca batas diri (Keselamatan) | Melepas setang saat jatuh sudah pasti terjadi, menekuk badan, berguling menjauh dari sepeda, lalu memeriksa diri sebelum berdiri. | Tangan dijulurkan lurus untuk menahan badan, dan seluruh beban benturan ditanggung pergelangan serta bahu. | Latihan berguling di rumput dikerjakan tanpa sepeda pada sesi awal, jadi gerakannya sudah tersimpan sebelum benar-benar diperlukan. |
|---|