5/5 · 693 ulasan · SMP · SMA · Mahasiswa
Les Privat Fisika di Jogja
Les privat fisika untuk siswa SMP, SMA, dan mahasiswa tingkat awal di Jogja. Tutor datang ke rumah atau mengajar daring, mulai Rp97.300 per jam, dengan sesi yang berangkat dari diagram sebelum menyentuh rumus.
- 5/5693 ulasan
- 11.000+tutor lolos kurasi
- 1-on-1privat seutuhnya
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansibebas ganti tutor
- Assessmentdipetakan sebelum mulai
Bedah materi
Bedah bab fisika: cakupan, titik rawan, dan cara tutor menanganinya
Peta di bawah menyusun bab fisika SMP dan SMA menurut urutan yang lazim dipakai sekolah di Jogja. Tiap baris memuat cakupan materinya, titik yang paling sering membuat siswa tersandung, dan langkah yang diambil tutor di dalam sesi.
| Bahasan | Yang dicakup | Titik rawan | Cara kami mendampingi |
|---|---|---|---|
| Besaran, satuan, dan angka penting (SMP kelas 7 dan SMA kelas 10) | Besaran pokok dan turunan, konversi satuan, notasi ilmiah, aturan angka penting pada penjumlahan maupun perkalian. | Hasil kalkulator disalin utuh sampai delapan angka di belakang koma, padahal data soal hanya membawa tiga angka penting. | Jumlah angka penting tiap data ditandai sebelum perhitungan dimulai, lalu siswa menuliskan alasan pembulatannya di sebelah jawaban. |
| Kinematika gerak lurus dan pembacaan grafik (SMA kelas 10) | Jarak dan perpindahan, kecepatan rata-rata, gerak lurus beraturan, gerak lurus berubah beraturan, grafik posisi serta grafik kecepatan terhadap waktu. | Grafik posisi dan grafik kecepatan tertukar. Kemiringan grafik kecepatan dibaca sebagai kecepatan, padahal kemiringan itu percepatan. | Satu soal dikerjakan dua arah: dari cerita menjadi grafik, lalu dari grafik kembali menjadi cerita, sampai penerjemahan keduanya berjalan tanpa ragu. |
| Hukum Newton dan diagram gaya bebas (SMP kelas 8 dan SMA kelas 10) | Kelembaman, hubungan gaya dengan percepatan, pasangan aksi reaksi, gaya normal, gesekan statis dan kinetis, bidang miring, sistem katrol. | Gaya berat dan gaya normal disebut pasangan aksi reaksi meskipun keduanya bekerja pada benda yang sama. | Setiap benda digambar terpisah beserta gayanya sendiri. Persamaan baru boleh ditulis sesudah gambar tiap benda berdiri benar. |
| Usaha, energi, dan kekekalannya (SMA kelas 10) | Usaha oleh gaya tetap dan gaya berubah, energi kinetik, energi potensial gravitasi dan pegas, daya, kekekalan energi mekanik. | Usaha dihitung bertanda positif terus. Tanda negatif untuk gaya yang berlawanan arah perpindahan, misalnya gesekan, sering hilang di tengah jalan. | Sudut antara gaya dan perpindahan ditulis lebih dulu pada tiap suku, sehingga tandanya lahir dari gambar dan tidak dari hafalan. |
| Momentum, impuls, dan tumbukan (SMA kelas 10) | Momentum linear, impuls sebagai luas grafik gaya terhadap waktu, tumbukan lenting sempurna, lenting sebagian, dan tidak lenting sama sekali. | Energi kinetik dianggap selalu kekal pada tumbukan, padahal yang selalu kekal adalah momentumnya. | Siswa menghitung energi kinetik sebelum dan sesudah pada satu soal tumbukan tidak lenting, lalu menyebutkan ke mana selisih energinya pergi. |
| Fluida statis dan fluida dinamis (SMP kelas 8 dan SMA kelas 11) | Tekanan hidrostatis, hukum Pascal, gaya apung Archimedes, tegangan permukaan, persamaan kontinuitas, asas Bernoulli. | Tekanan zat cair dikira bergantung pada banyaknya air atau bentuk wadahnya, padahal yang menentukan adalah kedalaman dan massa jenis. | Dua wadah berbeda bentuk dengan tinggi air sama dibandingkan langsung, lalu hasil hitungan dicocokkan dengan tebakan awal siswa. |
| Suhu, kalor, dan termodinamika (SMP kelas 7 dan SMA kelas 11) | Skala suhu, pemuaian, kalor jenis, kalor laten, perpindahan kalor, hukum pertama termodinamika, siklus dan efisiensi mesin kalor. | Suhu dikira naik terus selama pemanasan, sehingga bagian mendatar pada grafik perubahan wujud dibaca sebagai kesalahan alat ukur. | Grafik pemanasan es sampai menjadi uap digambar bersama, tiap ruas diberi nama, dan rumus yang berlaku ditulis tepat di atas ruasnya. |
| Getaran, gelombang, dan bunyi (SMP kelas 8 dan SMA kelas 11) | Getaran harmonik pada pegas dan bandul, periode dan frekuensi, gelombang transversal dan longitudinal, cepat rambat, dawai, pipa organa, efek Doppler. | Gelombang dikira memindahkan zat perantaranya, sehingga soal tentang gabus di permukaan air dijawab dengan gabus yang ikut bergerak maju. | Tali panjang digetarkan di ruang belajar, satu titik ditandai, dan siswa mengamati sendiri bahwa titik itu bergerak naik turun di tempatnya. |
| Listrik statis, rangkaian arus searah, dan kemagnetan (SMP kelas 9 dan SMA kelas 12) | Hukum Coulomb, medan dan potensial listrik, kapasitor, hukum Ohm, rangkaian seri dan paralel, hukum Kirchhoff, gaya Lorentz, induksi elektromagnetik. | Arus dianggap berkurang sesudah melewati lampu pada rangkaian seri, dan hambatan paralel dijumlahkan seperti rangkaian seri. | Rangkaian digambar ulang menjadi bentuk paling sederhana, arus tiap cabang ditandai anak panah, lalu nilainya diperiksa di setiap titik percabangan. |
| Optik geometri dan alat optik (SMP kelas 8 dan SMA kelas 11) | Pemantulan pada cermin datar, cekung, dan cembung, pembiasan, lensa tipis, perbesaran, mata dan cacatnya, lup, mikroskop, teropong. | Perjanjian tanda untuk jarak bayangan dan titik fokus tertukar, sehingga bayangan nyata dan bayangan maya bertukar tempat pada lembar jawaban. | Lukisan sinar utama digambar lebih dulu di kertas berpetak. Angka dimasukkan sesudah letak dan sifat bayangan terbaca dari gambarnya. |
| Fisika modern dan inti atom (SMA kelas 12) | Radiasi benda hitam, efek fotolistrik, dualisme gelombang partikel, model atom, inti atom, peluruhan radioaktif, waktu paruh. | Intensitas cahaya dikira menentukan energi tiap elektron yang lepas pada efek fotolistrik, padahal yang menentukan adalah frekuensinya. | Grafik energi kinetik maksimum terhadap frekuensi dibaca bersama, lalu siswa menjelaskan arti kemiringan dan titik potongnya dengan kalimatnya sendiri. |
Kenapa privat
Beda hasil les fisika di kelas privat dan kelas ramai
| Aspek yang dibandingkan | Les Fisika Privat EdufioKe rumah di Jogja | Bimbel Fisika Grup | Belajar Fisika Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar fisika | Tercurah ke satu siswa | Terpecah ke satu kelas | Sendirian saja |
| Materi fisika disesuaikan level siswa | Disusun dari hasil tes awal | Satu materi untuk satu kelas | Ditebak sendiri |
| Belajar fisika di rumah Anda, Jogja | Pengajar datang ke alamat Anda | Anda yang datang ke lokasi | Di rumah, tanpa pendamping |
| Latihan soal fisika terarah | Dipilih dari kelemahan Anda | Seragam | Berburu sendiri |
| Pemetaan kebutuhan fisika di awal | Sesi pertama dipakai memetakan | Langsung masuk materi | Tidak ada |
| Kemajuan dicek di tiap sesi | Dicatat tiap akhir sesi | Sesekali | Tidak tercatat |
Sebelum mendaftar
Video Edufio untuk calon murid les fisika
Les fisika Jogja pas untukmu jika
Keadaan yang paling sering kami tangani
- Nilai ulangan fisika turun sejak bab dinamika atau bab listrik mulai masuk.
- Penjelasan guru di kelas terasa jelas, lalu buntu begitu berhadapan dengan soal sendirian di rumah.
- Rumusnya hafal di luar kepala, tetapi bingung memilih rumus mana untuk sebuah soal cerita.
- Sedang di kelas 9 dan mengejar nilai IPA di rapor, sementara bab fisika kelas 7 sudah samar dalam ingatan.
- Sedang di kelas 12 dan memilih Fisika sebagai mata pelajaran pilihan TKA.
- Mahasiswa tingkat awal teknik atau sains yang tersendat di mata kuliah fisika dasar.
- Tinggal di Kulon Progo atau Gunungkidul dan membutuhkan pendampingan rutin lewat kelas daring.
Cakupan
Yang kamu dapat di les fisika Edufio Jogja
Pemetaan awal tertulis
Ringkasan letak kemacetan beserta daftar bab yang jadi prioritas, dikirim ke keluarga sesudah sesi pembuka.
Tutor tetap sepanjang program
Satu tutor mendampingi sampai target tercapai, sehingga catatan perkembangan tidak terputus di tengah jalan.
Kumpulan soal tersusun per bab
Soal ulangan dan ujian sekolah dikelompokkan menurut bab, mulai dari tingkat paling dasar sampai setara soal seleksi masuk.
Lembar rangkuman tulisan tangan
Tiap sesi ditutup dengan satu halaman rangkuman yang ditulis siswa sendiri, karena menulis ulang menahan materi jauh lebih lama daripada membacanya kembali.
Pendampingan laporan praktikum
Tabel data, grafik, perhitungan ralat sederhana, dan penarikan kesimpulan diperiksa bersama sebelum laporan dikumpulkan ke guru.
Simulasi ujian berwaktu
Paket soal dikerjakan dengan durasi asli, lalu dibedah nomor demi nomor untuk memisahkan kekeliruan konsep dari kekeliruan ketelitian.
Kelas daring dengan papan tulis bersama
Coretan diagram dan grafik muncul di layar kedua pihak, dan isi papan bisa dibaca ulang ketika siswa belajar sendiri.
Jaminan pergantian tutor
Bila gaya mengajarnya kurang cocok, tutor diganti tanpa biaya tambahan dan catatan belajar diteruskan kepada penggantinya.
Yang kami tawarkan
Kelebihan les fisika Jogja kami
Tutor yang mengerjakan sendiri soalnya
Calon tutor fisika menempuh uji materi sebelum mengajar, memakai soal ulangan sekolah sampai soal seleksi. Yang lolos adalah orang yang sanggup menjelaskan tiap langkah penyelesaiannya dengan kalimat sederhana.
Jadwal dan tempat mengikuti agenda keluarga
Sesi bisa berjalan pukul 07.00 sampai 21.00 WIB, tujuh hari sepekan, di rumah, di tempat lain pilihan keluarga, atau daring. Perubahan jadwal cukup disampaikan lewat tim kami.
Rencana disusun per bab yang bermasalah
Materi dipangkas ke bab yang benar-benar menghambat nilai. Siswa yang sudah kuat di kinematika tidak dipaksa mengulanginya demi kelengkapan silabus.
Catatan perkembangan setiap sesi
Sesudah sesi, tutor menuliskan bab yang dibahas, kekeliruan yang muncul, dan tugas latihannya. Keluarga bisa membaca kemajuan anak tanpa menunggu pembagian rapor.
Kelas daring dengan papan tulis bersama
Untuk wilayah yang jauh dari pusat kota, sesi berjalan lewat Zoom atau Google Meet ditambah papan digital, sehingga coretan rumus dan grafik tetap bisa dikerjakan berdua.
Kenali Tutornya
Tutor Fisika Edufio
Profil di bawah hanyalah sebagian; tim kami memilihkan yang paling cocok untuk anakmu.

Henny A.
Fisika · UGM
Juli H.
Fisika · UGM
Marcelina P.
Teknik Geofisika · UPN Yogyakarta
Indah K.
Fisika · UIN Sunan Kalijaga
Fisika terasa ringan dengan tutor yang tepat
Mulai dari assessment, lalu belajar fisika rutin bersama tutor yang sama tiap sesi.
Tahap demi tahap
Perjalanan belajar fisika dari sesi pertama sampai musim ujian
Urutan les fisika Jogja berikut dipakai sebagai kerangka. Panjang tiap tahap berbeda antar siswa, dan tutor menggesernya mengikuti hasil pemetaan awal serta nilai yang masuk sepanjang semester.
Pemetaan titik macet
Beberapa soal pendek lintas bab dikerjakan sambil siswa menjelaskan jalan pikirannya. Yang dicari adalah letak kemacetannya: konsep, alat matematika, atau ketelitian membaca soal.
Membenahi alat matematikanya
Pemindahan ruas, trigonometri sudut istimewa, notasi ilmiah, dan persamaan kuadrat dilatih memakai soal fisika, sehingga terasa sebagai bagian dari pelajarannya sendiri.
Membiasakan gambar sebelum rumus
Tiap soal dimulai dari sketsa keadaan dan diagram gaya. Kebiasaan inilah yang paling banyak menaikkan nilai, karena memindahkan kekeliruan dari akhir perhitungan ke awal pengerjaan.
Menutup bab yang sedang berjalan di sekolah
Materi yang sedang diajarkan guru dikejar lebih dulu supaya siswa siap menghadapi ulangan harian, sementara bab lama diulang dalam porsi kecil di setiap sesi.
Simulasi ujian dengan batas waktu asli
Paket soal ujian sekolah, penilaian akhir semester, atau TKA jenjang SMA dikerjakan dalam durasi sebenarnya. Pembahasan sesudahnya menyasar soal yang salah dan soal yang benar karena tebakan.
Evaluasi dan penyesuaian rencana
Catatan tiap sesi dibandingkan dengan nilai terbaru. Bab yang sudah aman dilepas, bab yang masih goyah mendapat tambahan porsi latihan pada bulan berikutnya.
Jejak yang Terukur
Angka yang menopang les fisika Jogja
Potret kelas
Sesi Les Fisika di Jogja
Foto asli dari sesi belajar, wajah kami buramkan.
Pengalaman keluarga bersama tutor fisika
Saya minta sesinya fokus ke listrik dinamis saja, dan permintaan itu benar-benar diikuti sampai saya paham.
Tutornya sabar, enak diajak bertanya berulang kali, dan penjelasannya selalu dimulai dari contoh yang saya kenal.
Fisika hanya membawa sedikit rumus dan justru di situ letak sulitnya
Satu bab fisika SMA rata-rata memuat tiga sampai lima persamaan. Kerja beratnya ada pada langkah sebelum persamaan itu dipakai: membaca cerita soal, menggambar keadaannya, lalu memutuskan besaran mana yang diketahui dan mana yang ditanya. Siswa yang hafal rumus tetapi melewati langkah itu akan berhenti begitu angka pada soal diganti.
Contoh yang paling sering muncul di sesi awal: sebuah buku diam di atas meja. Banyak siswa menyebut gaya berat buku dan gaya normal meja sebagai pasangan aksi reaksi. Besarnya memang sama dan arahnya berlawanan, tetapi keduanya bekerja pada benda yang sama, sehingga syarat pasangan aksi reaksi tidak terpenuhi. Kekeliruan sekecil ini merambat ke seluruh soal dinamika sampai ada yang menelusurinya kembali.
Karena itu sesi fisika di Edufio berangkat dari gambar. Tutor meminta siswa menggambar bendanya, gaya yang bekerja padanya, dan arah geraknya lebih dulu. Persamaan dipilih setelah gambarnya benar, dan pada tahap itu pilihannya biasanya tinggal satu.
Uraian
Enam salah paham fisika yang paling sering muncul di sesi pertama
Gaya dianggap perlu supaya benda tetap bergerak
Sisa nalar sehari-hari: mobil berhenti kalau mesinnya mati, jadi gerak terasa membutuhkan dorongan terus-menerus. Hukum Newton pertama justru menyatakan benda mempertahankan geraknya sampai ada gaya luar. Gesekanlah yang menghentikan semuanya.
Massa dan berat dipakai bergantian
Massa diukur dalam kilogram dan nilainya tetap di mana pun. Berat adalah gaya, satuannya newton, dan berubah ketika percepatan gravitasi berubah. Kalimat soal yang menyebut berat 50 kilogram sudah keliru satuan sejak barisnya sendiri.
Titik tertinggi gerak parabola dikira tanpa percepatan
Kecepatan arah tegak memang nol di titik itu. Percepatan gravitasi tetap bekerja sebesar 9,8 meter per detik kuadrat ke bawah, dan justru itulah sebabnya benda langsung turun sesudahnya.
Suhu dan kalor dianggap satu hal yang sama
Suhu menyatakan derajat panas, sedangkan kalor adalah energi yang berpindah. Air yang sedang mendidih terus menyerap kalor sementara suhunya bertahan di titik didih, dan bagian mendatar pada grafiknya sering dikira kesalahan pembacaan.
Arus listrik dikira habis sesudah melewati lampu
Muatan tidak lenyap di dalam lampu. Yang berkurang adalah energi yang dibawa tiap muatan, dan itu terbaca sebagai beda potensial. Pada rangkaian seri, arus yang masuk dan keluar lampu besarnya sama persis.
Cahaya dikira membelok menjauhi garis normal saat masuk kaca
Arahnya kebalikan. Cahaya yang masuk ke medium lebih rapat membelok mendekati garis normal. Pembalikan arah ini membuat lukisan sinar pada lensa dan prisma ikut salah sejak goresan pertama.
Apa yang terjadi di sesi pertama les fisika Jogja?
Sesi pembuka dipakai untuk memetakan. Siswa mengerjakan enam sampai delapan soal pendek yang sengaja diambil dari bab berbeda, mulai dari konversi satuan sampai rangkaian listrik sederhana. Tutor tidak menunggu jawaban akhirnya; ia meminta siswa berpikir dengan suara keras selama mengerjakan.
Cara berpikir itulah yang dibaca. Siswa yang langsung menuliskan rumus tanpa menggambar punya masalah berbeda dari siswa yang gambarnya sudah benar tetapi tersendat di aljabar. Keduanya berbeda lagi dari siswa yang sebenarnya paham, lalu kehilangan satu angka nol ketika memindahkan sentimeter ke meter.
Hasil pemetaan ditulis pendek dan dikirim ke keluarga: bab mana yang aman, bab mana yang perlu diulang dari awal, dan berapa perkiraan jumlah sesi untuk sampai ke target. Rencana itu ditinjau ulang tiap bulan bersama nilai terbaru dari sekolah.
Tiga jenis kemacetan fisika dan penanganannya berbeda-beda
Kemacetan konsep muncul ketika gambaran siswa tentang gejalanya sudah keliru sejak awal. Ini yang paling mahal bila dibiarkan, karena latihan soal justru memperkuat kekeliruannya. Penanganannya lambat dan berulang: satu contoh sederhana dibahas sampai siswa sanggup menjelaskannya dengan kalimatnya sendiri.
Kemacetan matematika terlihat dari jawaban yang jalan pikirannya benar sampai baris kelima lalu buyar. Siswa tahu harus memakai kekekalan energi, tetapi tersendat memindahkan ruas pada persamaan berakar. Penanganannya cepat, asalkan alat aljabarnya dilatih memakai soal fisika sehingga terasa menyambung dengan pelajarannya.
Kemacetan ketelitian paling sering memakan nilai anak yang sudah paham: satuan tidak diseragamkan, sudut dibaca dari sumbu yang salah, tanda negatif hilang, kalkulator masih dalam mode radian. Obatnya berupa daftar periksa pendek yang dijalankan siswa sebelum lembar jawaban diserahkan.
Rincian
Alat matematika yang perlu lancar sebelum bab fisika tertentu
Pemindahan ruas dan persamaan pecahan
Terpakai di hampir seluruh bab. Siswa yang tersendat di sini terlihat seperti tidak memahami fisikanya, padahal hambatannya berada di baris aljabar, dua langkah sebelum jawaban.
Perbandingan trigonometri sudut istimewa
Kunci untuk bidang miring, penguraian vektor, gerak parabola, dan kesetimbangan benda tegar. Nilai sudut 30, 45, dan 60 derajat perlu keluar tanpa berpikir lama supaya soal tidak habis di langkah pertama.
Notasi ilmiah dan angka penting
Menentukan di listrik statis, fisika inti, dan setiap soal yang datanya sangat besar atau sangat kecil. Kekeliruan satu pangkat sepuluh menggeser jawaban sampai sepuluh kali lipat.
Persamaan kuadrat
Muncul pada gerak lurus berubah beraturan ketika yang ditanya adalah waktu. Dua akar yang keluar perlu ditimbang, dan akar bernilai negatif dibuang dengan alasan fisis, tidak dibuang begitu saja.
Membaca grafik dan menghitung luas di bawahnya
Kemiringan grafik posisi memberi kecepatan, luas di bawah grafik kecepatan memberi perpindahan, dan luas di bawah grafik gaya memberi usaha atau impuls. Tiga hubungan ini dipakai sepanjang kelas 10 sampai kelas 12.
Fisika SMP terasa ringan sampai bertemu bab tekanan dan listrik
Di kelas 7 pelajaran IPA masih banyak berisi pengamatan dan hafalan, sehingga siswa yang rajin membaca umumnya aman. Perubahan datang di kelas 8 ketika tekanan zat, usaha, dan pesawat sederhana masuk bersama tuntutan hitungan. Di kelas 9 listrik dinamis dan kemagnetan menambah lapisan rumus yang saling bergantung.
Anak yang terbiasa mengandalkan hafalan biasanya tersendat persis di titik itu. Nilainya turun tanpa sebab yang jelas bagi keluarga, karena cara belajarnya tidak berubah sementara tuntutan pelajarannya sudah berubah.
Bagi siswa DIY, jeda ini membawa akibat tambahan. Nilai IPA kelas 7 sampai kelas 9 menumpuk di rapor, dan rapor lima semester ikut dihitung ketika anak mendaftar SMA negeri, jadi bab kelas 7 yang dulu dilewati dengan hafalan menagih dirinya kembali di kelas 8 sebagai soal penerapan. Karena itu pendampingan fisika SMP di Edufio selalu menyertakan pengulangan bab lama dalam porsi kecil, bahkan ketika sekolah sedang membahas bab baru.
Peta fisika SMA dari kelas 10 sampai kelas 12
Kelas 10 membangun bahasa dasarnya: pengukuran, vektor, kinematika, hukum Newton, usaha dan energi, serta momentum. Hampir semua kesulitan di kelas 11 dan kelas 12 bisa dilacak kembali ke bab-bab ini, terutama ke diagram gaya yang tidak pernah dibiasakan.
Kelas 11 memperluasnya ke benda yang berputar, benda yang lentur, zat cair yang mengalir, gelombang, dan kalor. Di sini soal mulai menggabungkan dua bab sekaligus, misalnya kesetimbangan benda tegar yang menuntut trigonometri rapi sebelum persamaan momennya bisa ditulis.
Kelas 12 hampir seluruhnya listrik, kemagnetan, dan fisika modern. Bab-bab ini terasa asing karena objeknya tidak terlihat mata, dan siswa yang terbiasa membayangkan benda bergerak kehilangan pegangan. Analogi aliran air, gambar garis medan, serta grafik menjadi alat pengganti yang kami pakai berulang-ulang sampai gambarannya terbentuk.
Sorotan utama
Kebiasaan kerja yang ditanamkan di tiap sesi fisika
Gambar dulu, angka menyusul
Sketsa keadaan dan diagram gaya digambar sebelum satu pun rumus ditulis. Sebagian besar soal berhenti terasa sulit begitu gambarnya benar, karena pilihan persamaannya jadi tinggal satu.
Daftar diketahui dan ditanya lengkap dengan satuannya
Ditulis di kolom tersendiri, dengan satuan diseragamkan lebih dulu ke meter, kilogram, dan sekon. Kebiasaan sederhana ini menghapus sebagian besar kekeliruan ketelitian sebelum sempat terjadi.
Periksa satuan sebelum memeriksa angka
Kalau hasil akhir sebuah soal kecepatan berdimensi kilogram, perhitungannya sudah salah dan angkanya tidak perlu ditelusuri satu per satu. Pemeriksaan ini memakan waktu sepuluh detik.
Tebak besaran hasilnya sebelum menghitung
Siswa menyebut perkiraan kasar lebih dulu. Jawaban yang meleset jauh dari perkiraan langsung memicu pemeriksaan ulang, tanpa perlu menunggu kunci jawaban dibagikan guru.
Kerjakan ulang soal yang salah dari lembar kosong
Mencocokkan jawaban dengan kunci memberi rasa tenang sesaat. Menulis ulang seluruh penyelesaian dari awal yang membuat urutan langkahnya menempel sampai ulangan berikutnya.
Letak fisika pada asesmen kelas 9 di DIY
Asesmen terstandar kelas 9 di Daerah Istimewa Yogyakarta kini berjalan dengan nama Tes Kemampuan Akademik. Banyak keluarga dan sebagian sekolah masih menyebutnya ASPD, nama yang dipakai asesmen daerah sebelumnya. Pada jenjang SMP, TKA memberi dua mata uji saja: Bahasa Indonesia yang mengukur literasi membaca dan Matematika yang mengukur numerasi, sehingga fisika tidak berdiri sebagai mata uji tersendiri.
Fisika SMP karena itu kami jaga lewat dua jalur lain. Yang pertama nilai IPA di rapor, tempat tujuh kelompok bab fisika sepanjang kelas 7 sampai kelas 9 dinilai: pengukuran, gerak dan gaya, tekanan zat, getaran dan bunyi, cahaya beserta alat optik, listrik, dan kemagnetan. Rapor lima semester ikut dihitung saat mendaftar SMA negeri di DIY, jadi nilai yang jatuh di kelas 8 tetap terbawa ke berkas pendaftaran.
Yang kedua kebiasaan membaca data, dan di sinilah pelajaran fisika justru bersambung ke TKA. Tabel hasil percobaan, grafik jarak terhadap waktu, dan soal cerita yang angkanya harus dipungut lebih dulu melatih hal yang sama dengan yang diminta soal literasi dan numerasi. Latihan itu berjalan di sesi fisika biasa, sementara pelaksanaan TKA SMP sendiri jatuh sekitar April dan tahun ajaran dimulai 13 Juli, jadi siswa kelas 9 punya sekitar dua semester untuk merapikan bab lama.
Fisika sebagai mata pelajaran pilihan TKA bagi siswa SMA
Tes Kemampuan Akademik menuntut peserta jenjang SMA menempuh tiga mapel wajib (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika) plus dua mapel pilihan. Fisika adalah salah satu pilihan yang tersedia, dan umumnya diambil siswa yang mengincar program studi teknik atau sains.
Cakupan resmi Fisika pada tes itu berpusat di empat kelompok materi: kinematika, dinamika, fluida, dan gelombang. Empat kelompok inilah yang kami dahulukan dalam urutan latihan, sementara kalor, termodinamika, dan kelistrikan tetap dipelajari untuk kebutuhan nilai rapor serta ujian sekolah.
Siswa Jogja yang menargetkan UGM, UNY, UII, UAD, Sanata Dharma, atau UPN Veteran Yogyakarta biasanya menyiapkan dua jalur sekaligus: nilai rapor yang stabil dan hasil tes yang kuat. Tutor membantu menyusun urutannya supaya latihan tes tidak memakan waktu belajar harian di sekolah.
Titik tekannya
Perlengkapan sesi fisika yang benar-benar dipakai
Buku tulis berpetak
Grafik posisi, grafik kecepatan, dan grafik pemanasan zat digambar dengan skala. Kertas bergaris membuat sumbu jadi miring dan kemiringan grafik sulit dibaca ulang saat dikoreksi.
Penggaris dan busur derajat
Diagram gaya pada bidang miring perlu sudut yang terukur, terutama selama siswa masih tertukar antara sudut kemiringan bidang dan sudut penguraian vektor beratnya.
Kalkulator ilmiah
Fungsi trigonometri, pangkat, dan akar dipakai sejak kelas 10. Sesi pertama selalu memeriksa mode sudutnya, karena mode radian yang tertinggal menghasilkan jawaban aneh sepanjang satu ulangan penuh.
Berkas ulangan terakhir
Lembar jawaban yang nilainya kurang bagus adalah bahan paling berguna di sesi awal. Pola kekeliruan terbaca jelas di sana, dan tutor mengejar pola itu lebih dulu.
Papan tulis digital untuk kelas daring
Coretan tutor dan siswa muncul di layar yang sama, dan isi papan bisa dibaca ulang ketika siswa mengerjakan latihan sendiri di malam harinya.
Latihan fisika mandiri di antara dua sesi
Tiga puluh sampai empat puluh menit sehari sudah memadai, asalkan isinya tepat. Kami meminta siswa mengambil satu soal yang sudah dibahas bersama, menutup catatannya, lalu menggambar ulang diagramnya dan mengerjakan dari nol. Soal yang sudah dikenal justru berguna, karena yang dilatih adalah urutan langkahnya.
Sesudah itu barulah soal baru, cukup lima nomor dari bab yang sama. Menyebar sepuluh nomor ke lima bab berbeda terasa produktif ketika dikerjakan, tetapi jarang meninggalkan bekas pada pekan berikutnya.
Untuk bab yang sulit dibayangkan, simulasi interaktif banyak menolong. Siswa bisa menggeser sendiri massa bandul, mengubah hambatan pada rangkaian, atau menaikkan frekuensi gelombang, lalu mengamati apa yang ikut berubah. Pengamatan itu dibawa ke sesi berikutnya dan dibahas bersama tutor, sehingga simulasi berakhir sebagai bahan diskusi.
Biar kamu tahu
Fisika yang bisa dilihat langsung di sekitar Jogja
Seismometer di lereng Merapi
Alat pemantau gunung membaca getaran tanah sebagai gelombang lengkap dengan amplitudo dan frekuensinya. Bab getaran dan gelombang punya contoh nyata yang jaraknya beberapa puluh kilometer dari rumah.
Roda pemutar gerabah di Kasongan
Massa yang menjauh dari sumbu membuat putaran lebih sulit dihentikan. Itulah momen inersia, dan pengrajin Bantul memakainya setiap hari tanpa pernah menyebut namanya.
Gamelan di lingkungan Kraton
Panjang, tebal, dan bahan bilah menentukan frekuensi dasar yang keluar. Pelarasan gamelan adalah pelajaran resonansi yang bisa didengar langsung, tanpa perlu alat ukur.
Andong di sekitar Malioboro
Gaya gesek roda, torsi, dan kesetimbangan beban terlihat pada kendaraan yang jalannya pelan. Diagram gayanya cukup sederhana untuk digambar ulang di buku tulis siswa kelas 10.
Aliran sungai bawah tanah Gunungkidul
Tekanan hidrostatis dan persamaan kontinuitas punya contoh yang bisa dikunjungi. Lorong yang menyempit membuat aliran air mempercepat, persis seperti pada soal fluida dinamis.
Ombak Parangtritis
Gelombang laut memindahkan energi tanpa memindahkan airnya ke pantai. Ini contoh yang paling cepat mematahkan anggapan bahwa gelombang ikut membawa zat perantaranya.
Jelajahi lebih jauh
Halaman lain yang menyambung les fisika di Jogja
Urutannya
Cara memulai les fisika Jogja di Edufio
Sebutkan bab yang sedang macet
Kirim pesan berisi jenjang, bab yang sedang dibahas di sekolah, dan wilayah tempat tinggal. Foto satu soal yang membuat buntu sangat membantu tim menilai keadaannya.
Pemetaan singkat sebelum tutor dipilih
Tim menyiapkan beberapa soal pendek lintas bab. Hasilnya dipakai untuk memilih tutor dengan latar mata pelajaran dan tempo mengajar yang paling cocok.
Tentukan jadwal dan tempat belajar
Tutor datang ke alamat di DIY atau sesi berjalan daring. Jam sesi disusun bersama supaya tidak berbenturan dengan kegiatan sekolah dan waktu istirahat.
Sesi pertama berjalan
Rencana per bab dikirim sesudah sesi pembuka, beserta perkiraan jumlah sesi sampai target dan daftar latihan mandiri untuk pekan pertama.
Jawaban buat yang masih menimbang les fisika
Apakah les fisika Jogja bisa dijalankan secara online?
Bagaimana metode les fisika di Edufio Jogja?
Berapa biaya les fisika di Edufio Jogja?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki nilai fisika?
Bagaimana cara mendaftar les fisika Jogja di Edufio?
Les fisika Jogja mendampingi jenjang apa saja?
Anak saya lemah di matematika. Apakah tetap bisa ikut les fisika Jogja?
Apakah tutor membantu laporan praktikum fisika?
Apakah materi fisika ikut diujikan pada asesmen kelas 9 di DIY?
Fisika termasuk mata pelajaran pilihan TKA. Bagaimana menyiapkannya?
Bisakah tutor les fisika Jogja datang ke Kulon Progo atau Gunungkidul?
Apakah tutor bisa diganti kalau gaya mengajarnya kurang cocok?
Berapa kali sesi les fisika Jogja per pekan yang disarankan?
Apakah les fisika Jogja bisa diikuti dua anak sekaligus?
Apa yang perlu disiapkan sebelum sesi fisika pertama?
Les Fisika Jogja paling optimal bersama Tutor Edufio
Kelas privat fisika di Jogja disiapkan sesuai kebutuhanmu. Mulai dari konsultasi, tanpa komitmen.





