4,9/5 · 116 ulasan · Anak sampai dewasa
Les Privat Floorball di Jogja
Les floorball Jogja dengan pelatih privat yang datang membawa tongkat dan bola. Pegangan, giring, umpan, dan tembakan dilatih dari nol di rumah sendiri, mulai Rp100.000 per sesi 60 menit.
Ulasan apa adanya
Anak saya baru bisa menggiring sambil mengangkat kepala di sesi keenam. Pelatihnya telaten memecah gerakan jadi bagian kecil.
Yang didapat peserta
Isi program les floorball Jogja di Edufio
Rencana latihan tertulis
Disusun sesudah pemetaan awal, memuat target per bulan dan materi tiap sesi sehingga orang tua tahu arah programnya.
Pinjaman tongkat dan bola di sesi awal
Peserta memakai alat pelatih sampai ukuran yang paling nyaman ditemukan, sehingga pembelian pertama tidak salah pilih.
Panduan memilih alat sendiri
Catatan berisi ukuran panjang, angka kelenturan, dan sisi blade yang cocok untuk peserta, plus daftar hal yang perlu diperiksa saat membeli.
Rekaman gerakan sebagai bahan koreksi
Video pendek diambil di awal program dan diulang berkala, lalu dibedah bersama supaya perkembangan terlihat, tidak sekadar dirasakan.
Kartu aturan ringkas
Satu halaman berisi pelanggaran yang paling sering terjadi beserta gambarnya, cukup untuk ditempel di dinding kamar.
Program latihan mandiri antar sesi
Latihan dua puluh menit yang bisa dijalankan sendiri di rumah, lengkap dengan jumlah pengulangan dan cara menilai hasilnya.
Rapor teknik tiap 8 sampai 12 sesi
Penilaian per keterampilan: pegangan, giring, umpan, penerimaan, tembakan, aturan, dan kebugaran.
Bantuan mencari lapangan dan lawan tanding di Jogja
Tim membantu mencarikan slot gedung olahraga serta menggabungkan peserta lain yang jadwal dan levelnya berdekatan.
Bedah teknik
Materi floorball dari pegangan sampai rotasi lini
Urutan ini dipakai pelatih les floorball Jogja sebagai kerangka, lalu disesuaikan dengan usia dan pengalaman peserta. Nomor sesi di tiap kartu adalah rata-rata untuk peserta yang berlatih dua kali sepekan.
| Bahasan | Yang dicakup | Titik rawan | Cara kami mendampingi |
|---|---|---|---|
| Pegangan tongkat dan sikap badan (Sesi 1 sampai 2) | Posisi tangan atas sebagai kemudi dan tangan bawah sebagai tenaga, jarak antar tangan, lutut ditekuk, punggung condong, blade menempel lantai. | Peserta berdiri tegak seperti sedang menyapu, dan kedua tangan dirapatkan di ujung gagang. Bola jadi sering lepas karena blade terangkat dari lantai. | Pelatih memberi latihan bertahan dalam sikap rendah selama tiga puluh detik sambil menggeser bola pelan, lalu merekamnya dari samping supaya peserta melihat sendiri tinggi badannya. |
| Kontrol dan menggiring bola (Sesi 2 sampai 5) | Giring menyapu kiri kanan dengan dua sisi blade, giring angka delapan mengelilingi kerucut, memutar bola di ujung blade, dan menggiring sambil mengangkat kepala. | Mata terus menatap bola. Peserta bisa menggiring rapi saat sendirian, lalu kehilangan bola begitu ada lawan karena tidak melihat sekitarnya. | Pelatih berdiri di depan sambil mengangkat jari dalam jumlah acak. Peserta menyebut angkanya sambil terus menggiring, sehingga pandangan terpaksa naik tanpa perlu diingatkan. |
| Umpan menyapu dan umpan pukul (Sesi 4 sampai 8) | Umpan menyapu yang mendorong bola menempel lantai, umpan pukul untuk jarak jauh, umpan sisi belakang blade, dan umpan satu sentuhan. | Bola diayun terlalu keras sehingga memantul di lantai dan sulit diterima. Pergelangan tangan tidak ikut menutup di akhir dorongan, jadi arah bola melenceng. | Latihan umpan ke tembok dari jarak tiga meter dengan target bola kembali tepat ke blade. Pelatih menghitung berapa kali umpan berturut-turut berhasil sebelum bola lepas. |
| Menerima umpan dengan tenang (Sesi 5 sampai 9) | Meredam laju bola dengan menarik blade sedikit ke belakang saat kontak, memiringkan blade menutup bola, dan langsung memindahkan bola ke sisi aman. | Blade dibiarkan kaku sehingga bola memantul menjauh sejauh dua meter. Peserta lalu mengejar bolanya sendiri dan kehilangan waktu berharga. | Pelatih mengumpan dengan kecepatan bertingkat, dari pelan sampai keras, sambil meminta peserta menghentikan bola dalam radius satu ubin lantai. |
| Tembakan sapu (Sesi 8 sampai 12) | Tembakan paling akurat di floorball: bola didorong menempel lantai dengan perpindahan berat badan dari kaki belakang ke kaki depan, blade menutup di akhir gerakan. | Peserta memakai kekuatan lengan saja tanpa memindahkan berat badan, sehingga bola pelan dan mudah ditebak arahnya oleh penjaga gawang. | Latihan dimulai tanpa bola untuk merasakan perpindahan berat badan, lalu ditambah bola, lalu ditambah sasaran sempit di sudut bawah gawang. |
| Tembakan pukul dan tembakan cepat (Sesi 12 ke atas) | Tembakan pukul untuk kecepatan bola maksimal, tembakan satu sentuhan dari umpan kawan, dan tembakan sisi belakang blade dari sudut sempit. | Ayunan ke belakang naik melewati pinggang. Selain berbahaya bagi orang di sekitar, gerakan itu langsung dihukum pelanggaran dalam pertandingan resmi. | Pelatih memasang batas ketinggian berupa tali atau tangan sendiri di garis pinggang peserta, sehingga ayunan yang terlalu tinggi terasa seketika. |
| Aturan dan tata krama pertandingan (Sepanjang program) | Batas pinggang, batas lutut, larangan memukul tongkat lawan, larangan melompat menghadang bola, aturan sentuhan kaki, hukuman bangku dua menit, dan tugas wasit. | Aturan dianggap urusan nanti saat sudah bertanding. Kebiasaan gerak yang telanjur salah jauh lebih sulit dibetulkan daripada diajarkan benar dari awal. | Setiap sesi ditutup dengan permainan kecil bersyarat, dan pelatih meniup peluit tiap kali aturan dilanggar supaya konsekuensinya terasa langsung. |
| Posisi dan rotasi lini (Setelah teknik dasar rapi) | Peran gelandang tengah, dua pemain sayap, dan dua pemain belakang. Formasi bertahan dua satu dua, cara menutup jalur umpan, serta pergantian lini yang cepat. | Semua pemain mengejar bola berbarengan sehingga separuh lapangan kosong. Pola ini paling sering muncul di kelompok anak yang terbiasa bermain bebas. | Pelatih memberi tanda lantai berupa lakban untuk setiap peran, lalu perlahan mencabut tandanya setelah peserta hafal wilayah tanggung jawabnya. |
| Bermain sebagai penjaga gawang (Materi pilihan) | Penjaga gawang floorball bermain tanpa tongkat, bertumpu pada lutut, dan menutup gawang memakai badan serta telapak tangan. Termasuk cara bangkit cepat dan melempar bola untuk memulai serangan. | Peserta berdiri terlalu tegak sehingga bagian bawah gawang terbuka lebar. Posisi ini terasa nyaman, dan justru di situ paling banyak gol masuk. | Latihan turun naik dari posisi berlutut sambil menangkap bola yang digulirkan pelan ke sudut bawah, dengan hitungan waktu supaya kecepatannya terukur. |
| Kebugaran khas floorball (Bagian tiap sesi) | Gerak menyamping, ubah arah mendadak, kekuatan tungkai untuk bertahan dalam sikap rendah, dan daya tahan pendek berulang sesuai pola pergantian lini setiap satu sampai satu setengah menit. | Peserta melatih lari jarak jauh sebagai persiapan, padahal permainan ini menuntut ledakan pendek yang berulang, dengan istirahat di bangku pemain. | Pelatih menyusun latihan berjeda: enam puluh detik gerak intensif, enam puluh detik istirahat, diulang beberapa putaran, meniru ritme pertandingan sungguhan. |
Cocok untuk siapa
Les floorball Jogja pas untuk kamu bila
Anak SD dan SMP yang menyukai permainan beregu tetapi orang tuanya khawatir dengan benturan badan di cabang lain
Pemain futsal, basket, atau bulu tangkis yang mencari cabang dalam ruangan kedua dengan tuntutan gerak menyamping serupa
Peserta dewasa usia 25 sampai 50 tahun yang ingin olahraga beregu berisiko cedera rendah dan berjadwal fleksibel
Guru olahraga dan pembina ekstrakurikuler yang hendak membuka cabang baru dengan anggaran alat yang terukur
Keluarga di Kulon Progo dan Gunungkidul yang bersedia memulai lewat kelas online sebelum sesi tatap muka berkala
Siapa pun yang ruang latihannya terbatas pada carport atau teras dan tetap ingin berlatih rutin sepanjang musim hujan
Nilai plusnya
Kelebihan belajar Floorball bersama Edufio
Pelatih datang lengkap dengan alatnya
Tongkat beberapa ukuran, bola cadangan, dan sasaran latihan dibawa pelatih. Peserta baru perlu membeli alat sendiri setelah tahu ukuran yang cocok.
Lantai keras di rumah sudah cukup
Carport, teras, atau garasi seluas empat kali lima meter memadai untuk seluruh materi teknik dasar. Gedung olahraga baru dipakai saat masuk permainan penuh.
Aturan resmi diajarkan sejak awal
Batas pinggang, batas lutut, dan larangan memukul tongkat lawan masuk di sesi pertama. Kebiasaan yang benar lebih mudah ditanam daripada diperbaiki.
Rapor teknik yang bisa dibaca orang tua
Tiap 8 sampai 12 sesi pelatih menuliskan capaian per keterampilan: pegangan, giring, umpan, tembakan, dan kebugaran.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya tambahan
Kecocokan gaya melatih menentukan hasil, terutama untuk anak. Permintaan ganti pelatih dilayani tanpa syarat berbelit.
Jalur online untuk wilayah bersupply tipis
Peserta di Kulon Progo dan Gunungkidul memulai lewat kelas aturan dan koreksi rekaman, lalu sesi tatap muka disusun berkala.
Pengajar Kami
Siapa Tutor yang Akan Mendampingi
Setiap tutor Edufio lolos seleksi, wawancara, dan uji materi sebelum mengajar di Jogja.

Farrel T.

Fasi E.

Fathiya F.

Fatma A.
Floorball jadi lebih dekat, di tempat pilihan keluarga
Belajar floorball fokus satu tutor satu siswa, di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online, jadwal fleksibel.
Bukti Terukur
Les floorball Jogja dalam angka
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les floorball Jogja di Edufio
Gambaran umum untuk peserta di Jogja yang berlatih dua kali sepekan. Kecepatan tiap orang berbeda, dan pelatih menyesuaikan tempo tanpa melompati tahap.
- Sesi 1
Pertemuan pertama: pengukuran dan pemetaan
Pengukuran panjang tongkat, uji sikap badan, dan percakapan tentang target. Pelatih mencatat kondisi ruang latihan supaya program berikutnya realistis.
- Sesi 1 sampai 5
Pekan pertama sampai kedua: pegangan dan giring
Peserta mulai nyaman menahan sikap rendah dan menggiring bola bolak-balik tanpa menatap bola terus-menerus.
- Sesi 5 sampai 9
Bulan pertama: umpan dan penerimaan
Umpan menempel lantai mulai konsisten, dan bola yang datang bisa dihentikan dalam jarak dekat tanpa memantul jauh.
- Sesi 9 sampai 16
Bulan kedua: tembakan dan aturan
Tembakan sapu mengarah ke sasaran sempit, ayunan terjaga di bawah pinggang, dan aturan dasar sudah dijalankan tanpa diingatkan.
- Sesi 16 ke atas
Bulan ketiga: permainan kecil
Masuk permainan tiga lawan tiga di gedung olahraga sewaan. Rotasi, penjagaan, dan pergantian lini mulai terasa nyata.
- Jangka panjang
Sesudahnya: klub, sekolah, atau olahraga rutin
Sebagian peserta lanjut ke komunitas dan turnamen, sebagian menjadikannya olahraga mingguan keluarga. Pelatih membantu menimbang keduanya.
Kisah yang kerap sampai ke kami
Saya mulai umur empat puluh dan sempat ragu sendinya kuat atau tidak. Ternyata tidak ada benturan badan sama sekali, dan sesinya tetap membuat berkeringat banyak. Sekarang jadi olahraga rutin tiap Sabtu pagi.
Carport rumah kami cuma muat satu mobil, dan itu ternyata cukup untuk latihan teknik. Pelatih datang membawa tongkat dan bolanya sendiri, jadi kami tidak perlu belanja apa pun di awal.
Di Wonosari susah cari pelatih cabang ini. Kami mulai dari kelas online dulu, kirim rekaman tiap pekan, lalu sesi tatap muka dua jam sekali datang. Perkembangan anak tetap kelihatan di rapornya.
Yang saya suka, aturannya diajarkan sejak pertemuan pertama. Anak sudah hafal batas pinggang dan batas lutut sebelum ikut permainan bersama teman-temannya di aula sekolah.
Musim hujan biasanya jadi alasan anak berhenti olahraga. Tahun ini jadwalnya jalan terus karena latihannya di teras. Itu saja sudah membuat kebiasaannya bertahan.
Floorball itu olahraga seperti apa
Floorball adalah permainan bola bertongkat yang dimainkan di dalam ruangan. Bentuk modernnya disusun di Swedia pada dekade 1970-an, lalu aturannya dibakukan oleh International Floorball Federation yang berdiri tahun 1986. Satu regu menurunkan lima pemain lapangan ditambah satu penjaga gawang.
Lapangan resminya berukuran 40 kali 20 meter dan dikelilingi papan pembatas setinggi 50 sentimeter. Sudut papannya membulat sehingga bola terus bergulir dan permainan jarang berhenti. Gawangnya kecil, 160 sentimeter kali 115 sentimeter, dan penjaga gawang bermain tanpa tongkat sama sekali.
Alatnya ringan, dan di situlah letak keramahannya untuk pemula. Bola floorball terbuat dari plastik dengan dua puluh enam lubang, bergaris tengah 72 milimeter, dan beratnya hanya 23 gram. Tongkatnya paling panjang 114 sentimeter dengan berat maksimal 350 gram. Benturan badan dilarang aturan, jadi peluang cedera jauh lebih kecil daripada cabang beregu yang mengandalkan kontak fisik.
Di Jogja cabang ini masih asing bagi kebanyakan keluarga. Justru di situ peluangnya: anak yang mulai sekarang berangkat dari garis yang sama dengan hampir semua pemain lain di kota ini.
Kenapa latihannya bisa dimulai di rumah?
Sebagian besar kemampuan dasar floorball dilatih tanpa lawan dan tanpa lapangan penuh. Pegangan tongkat, sikap badan rendah, kontrol bola di ujung blade, umpan ke tembok, dan tembakan pelan ke sasaran kecil hanya menuntut permukaan keras seluas kira-kira empat kali lima meter.
Carport berkeramik, teras rumah, garasi yang mobilnya dikeluarkan sebentar, lantai aula sekolah, sampai halaman berpaving rapat sudah memenuhi syarat itu. Pelatih selalu membawa bola cadangan karena bola plastik ringan gampang meluncur ke selokan atau menyelinap ke bawah pagar.
Yang memang menuntut lapangan penuh adalah permainan sebenarnya: rotasi lima pemain, tekanan lawan yang menutup jalur, dan tembakan keras ke gawang berukuran resmi. Bagian itu masuk belakangan, biasanya setelah peserta menuntaskan delapan sampai enam belas sesi teknik. Pelatih akan mengusulkan sesi tambahan di gedung olahraga sewaan saat waktunya tiba, dan biaya sewa gedung dihitung terpisah dari tarif sesi.
Catatan tambahan
Aturan yang wajib dihafal sejak sesi pertama
Blade berhenti di bawah pinggang
Ayunan ke belakang maupun gerak lanjutan sesudah menembak harus berada di bawah garis pinggang. Ini aturan keselamatan paling sering dilanggar pemula.
Bola tidak dimainkan di atas lutut
Menyentuh bola dengan tongkat di ketinggian melebihi lutut dihitung pelanggaran, sekalipun bolanya melayang datang sendiri.
Tongkat lawan tidak dipukul
Bola direbut dengan menempel rapat dan menutup jalur umpan. Memukul atau mengangkat tongkat lawan langsung berbuah pelanggaran.
Melompat menahan bola dilarang
Kedua kaki yang meninggalkan lantai untuk menghadang jalur bola termasuk pelanggaran, jadi menghadang dilakukan dengan geser samping.
Kaki boleh, gol dari kaki tidak
Bola boleh disentuh kaki untuk mengatur posisi. Gol yang lahir dari sentuhan kaki tidak disahkan wasit.
Hukuman bangku dua menit
Pelanggaran biasa berbuah dua menit di bangku, dan selama itu timnya bermain kurang satu orang. Disiplin punya harga yang langsung terasa.
Memilih tongkat: panjang, kelenturan, dan sisi blade
Tongkat punya tiga ukuran yang menentukan kenyamanan bermain, dan pemula sering membeli dengan hanya melihat panjangnya.
Panjang. Patokan yang dipakai pelatih: ujung gagang berdiri kira-kira setinggi pusar pemain, diukur saat berdiri tegak memakai sepatu. Tongkat kepanjangan memaksa badan berdiri tegak, dan badan yang tegak membuat bola gampang lepas dari blade.
Kelenturan. Angka fleks tertera dalam milimeter pada stiker gagang. Angka kecil berarti gagang kaku, angka besar berarti lentur. Anak dan pemula dewasa umumnya lebih nyaman dengan gagang lentur karena tenaga tembakannya belum besar.
Sisi blade. Tongkat dijual dalam versi kiri dan kanan, ditentukan oleh tangan mana yang memegang bagian bawah gagang. Aturan resmi membatasi lengkungan blade maksimal 30 milimeter, sehingga blade yang dibengkokkan berlebihan akan ditolak wasit dalam pertandingan resmi.
Pelatih membawa dua sampai tiga tongkat berbeda ukuran pada sesi awal supaya peserta merasakan sendiri bedanya sebelum mengeluarkan uang.
Selengkapnya
Floorball untuk sekolah dan ekstrakurikuler di Jogja
Satu set alat melayani banyak anak
Selusin tongkat dan beberapa bola sudah cukup untuk satu rombongan latihan, sehingga sekolah bisa membuka cabang baru dengan anggaran terukur.
Aula serbaguna sudah memadai
Sekolah yang punya aula atau lapangan basket beratap bisa langsung memakainya. Papan pembatas resmi menyusul belakangan.
Guru olahraga ikut didampingi
Pelatih menyusun sesi khusus untuk guru penjaskes: cara memimpin pemanasan, memandu latihan berpasangan, dan menilai teknik dasar.
Turnamen antarkelas mudah disusun
Permainan tiga lawan tiga di setengah lapangan hanya butuh dua puluh menit per babak, cocok untuk pekan olahraga sekolah.
Tempat latihan di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta
Tiga wilayah ini paling padat peminatnya dan paling mudah dijangkau pelatih. Di Sleman, sesi rutin banyak berjalan di Depok, Ngaglik, Mlati, dan Gamping, wilayah padat rumah kontrakan dan perumahan bercarport lebar. Di Kota Yogyakarta, sesi biasanya berlangsung di Umbulharjo, Gondokusuman, dan Kotagede. Di Bantul, permintaan terbanyak datang dari Kasihan, Sewon, dan Banguntapan.
Untuk sesi permainan penuh, keluarga biasanya menyewa gedung olahraga bersama beberapa peserta lain supaya biayanya terbagi. Gelanggang milik pemerintah daerah seperti Amongrogo di Umbulharjo, gedung olahraga kampus, dan aula sekolah yang disewakan di luar jam belajar semuanya bisa dipakai. Tim Edufio membantu mencarikan slot dan menggabungkan peserta yang jadwalnya berdekatan.
Sebagian pelatih berlatar pendidikan jasmani dan kepelatihan olahraga dari kampus di Jogja, di antaranya UNY. Latar itu terasa di cara mereka memecah gerakan menjadi tahapan kecil yang bisa dinilai satu per satu.
Pokok bahasannya
Bentuk sesi les floorball Jogja yang bisa dipilih
Privat satu pelatih satu peserta
Seluruh menit sesi dipakai untuk satu orang. Paling cepat memperbaiki kebiasaan gerak yang sudah telanjur salah.
Kelompok kecil dua sampai tiga orang
Cocok untuk kakak dan adik atau dua teman sekelas. Latihan umpan dan rebutan bola jadi lebih nyata karena ada lawan.
Sesi lapangan penuh
Dijadwalkan berkala di gedung olahraga sewaan untuk melatih rotasi, tekanan lawan, dan tembakan ke gawang ukuran resmi.
Kelas online
Kelas aturan, pembacaan taktik, dan pembedahan rekaman gerakan peserta. Berjalan lewat Zoom atau Google Meet.
Kulon Progo dan Gunungkidul: mulai dari kelas online
Dua kabupaten ini punya jumlah pelatih paling sedikit dibanding wilayah lain di Jogja, dan jarak tempuh dari pusat kota membuat sesi kunjungan harian sulit dijadwalkan rutin. Karena itu peserta di Wates, Sentolo, Wonosari, atau Playen kami sarankan memulai lewat jalur online.
Jalur itu berjalan begini. Peserta merekam gerakannya sendiri memakai ponsel yang disandarkan di kursi, lalu mengirimkannya sebelum sesi. Pelatih membedah rekaman itu bersama peserta: sudut pergelangan saat mendorong bola, tinggi blade saat ayunan berakhir, posisi lutut saat berhenti. Sesudahnya peserta menerima program latihan mandiri berdurasi dua puluh menit yang bisa dijalankan di teras sendiri, lengkap dengan hitungan pengulangan.
Sesi tatap muka tetap ada, dijadwalkan berkala dalam blok yang lebih panjang, biasanya dua jam sekali datang. Pola ini membuat biaya perjalanan pelatih tidak menumpuk di tiap pertemuan.
Garis besarnya
Apa yang disiapkan sebelum sesi les floorball Jogja pertama?
Ruang keras empat kali lima meter
Carport, teras, atau garasi. Singkirkan pot dan sepeda dari jalur bola supaya sesi berjalan tanpa jeda merapikan.
Sepatu dalam ruangan
Sandal dan sepatu bersol licin membuat peserta tergelincir saat berhenti mendadak, gerakan yang muncul di hampir tiap latihan.
Air minum dan handuk kecil
Sesi floorball bergerak terus dengan jeda pendek, jadi kebutuhan minumnya lebih tinggi daripada olahraga yang banyak berhenti.
Ponsel untuk merekam
Rekaman singkat di awal dan akhir program menjadi bukti perkembangan yang paling jujur, sekaligus bahan koreksi antar sesi.
Musim hujan Jogja dan ritme latihan
Antara November dan Maret, sore di Jogja sering berakhir dengan hujan deras. Cabang olahraga lapangan terbuka kehilangan banyak sesi di rentang itu, dan anak yang baru membangun kebiasaan berlatih biasanya kehilangan momentumnya sekalian.
Floorball tidak mengalami itu. Sesi tetap berjalan di carport beratap, teras, atau ruang keluarga yang perabotnya digeser sebentar. Beberapa keluarga justru memindahkan jadwal ke musim hujan karena anak lebih banyak di rumah.
Untuk peserta usia sekolah, jadwal paling lancar biasanya jatuh pukul 16.00 sampai 17.30, setelah kegiatan sekolah selesai. Menjelang tahun ajaran baru yang dimulai pertengahan Juli, permintaan sesi naik karena banyak keluarga memakai jeda liburan untuk memulai kebiasaan baru. Peserta dewasa lebih sering memilih jam malam atau akhir pekan pagi.
Halaman terkait
Jalur lain yang sering ditanyakan keluarga di Jogja
Urutannya
Cara mendaftar les floorball Jogja
Ceritakan kebutuhannya
Kirim pesan WhatsApp atau isi formulir pendaftaran. Sebutkan usia peserta, pengalaman olahraga sebelumnya, dan lokasi latihan yang tersedia di rumah.
Pemetaan awal
Tim menanyakan target, ketersediaan waktu, dan kondisi ruang latihan, lalu memilihkan pelatih yang cocok dengan level peserta.
Kunci jadwal dan pembayaran
Sesudah jadwal disepakati, pembayaran diselesaikan lewat transfer bank atau dompet digital. Tautan kelas online dikirim di percakapan yang sama.
Sesi pertama berjalan
Pelatih datang membawa tongkat dan bola. Sesi dibuka dengan pengukuran panjang tongkat dan uji sikap badan sebelum masuk latihan kontrol bola.
Pertanyaan yang sering masuk soal les floorball
Berapa biaya les floorball Jogja per sesi?
Apakah peserta wajib punya tongkat floorball sendiri?
Berapa lama sampai teknik dasarnya rapi?
Materi apa saja yang diajarkan di les floorball Jogja?
Apa bedanya floorball dengan hoki ruangan biasa?
Apakah floorball aman untuk anak?
Berapa luas ruang yang dibutuhkan untuk latihan di rumah?
Bagaimana les floorball Jogja berjalan secara online?
Bisakah jadwal latihan diubah?
Bolehkah memilih kriteria pelatih sendiri?
Apakah ada evaluasi berkala?
Bisakah kakak dan adik ikut satu sesi?
Apakah pelatih les floorball Jogja melayani seluruh wilayah DIY?
Bisakah latihan dilakukan di gedung olahraga di Jogja?
Apakah cocok untuk pemula dewasa?
Apakah peserta perlu memakai pelindung mata?
Bisakah floorball dijadikan ekstrakurikuler sekolah di Jogja?
Rencana belajar floorball-mu, rapikan bareng kami
Satu langkah kecil: konsultasi kebutuhan floorball. Sisanya biar kami yang siapkan.