4,8/5 · 310 ulasan · SMA, Mahasiswa & Umum
Les Privat IELTS di Jogja
Les IELTS Jogja, satu tutor privat satu peserta. Latihan Listening, Reading, Writing, dan Speaking disusun dari band awal sampai band target Anda, di rumah atau online.
- 4,8/5310 ulasan
- 11.000+tutor lolos kurasi
- 1-on-1seorang tutor, seorang siswa
- Fleksibelrumah · kafe · kampus · online
- Garansibebas ganti tutor
- Assessmentkebutuhan diukur dulu
Les IELTS Jogja cocok untuk Anda jika
Anda akan terbantu bila
- Anda sudah memegang tanggal tes IELTS dan membutuhkan rencana terukur sampai hari itu.
- Skor Anda tertahan di satu keterampilan sementara tiga keterampilan lain sudah cukup.
- Anda mengejar beasiswa atau kampus yang menetapkan band minimum di tiap komponen.
- Waktu Anda terbagi antara kuliah, kerja, atau organisasi sehingga kelas berjadwal tetap sulit diikuti.
- Anda pernah mengambil tes sendiri dan hasilnya jauh dari perkiraan Anda.
- Anda menginginkan koreksi Writing yang menyebut kriteria mana yang menahan skornya.
- Anda merasa aman ketika menulis, lalu kehilangan kata saat harus bicara dua menit tanpa berhenti.
Rekam jejak Edufio
Struktur tes IELTS
Bedah empat bagian tes IELTS dan strateginya
Keempat bagian dikerjakan dalam satu hari, dan Speaking kadang dijadwalkan terpisah beberapa hari sebelum atau sesudahnya. Total waktu ujian tertulisnya sekitar dua jam empat puluh lima menit.
Listening
30 menit · 40 soal · 4 bagianEmpat bagian dengan kesulitan menaik, dari percakapan sehari-hari sampai kuliah akademik. Audio diputar satu kali, dan aksennya berganti antara Inggris, Australia, Selandia Baru, Amerika, serta Kanada.
Reading
60 menit · 40 soal · 3 bacaanEmpat puluh soal tanpa tambahan waktu memindahkan jawaban. Versi Academic memakai tiga bacaan panjang bergaya jurnal, sedangkan versi General Training memakai teks keseharian lalu satu bacaan panjang di bagian terakhir.
Writing
60 menit · 2 tugasTask 1 minimal 150 kata, Task 2 minimal 250 kata dengan bobot kira-kira dua kali lipat. Penilaiannya memakai empat kriteria yang masing-masing berbobot seperempat.
Speaking
11 sampai 14 menit · 3 bagianPercakapan langsung dengan penguji. Bagian pertama berisi pertanyaan tentang diri Anda, bagian kedua bicara sendiri dari sebuah kartu topik, bagian ketiga diskusi lanjutan yang lebih abstrak.
Peta dua belas pekan
Dua belas pekan menuju band target IELTS
Kerangka les IELTS Jogja di bawah memakai patokan rata-rata satu band per dua belas pekan. Peserta yang tanggal tesnya lebih dekat mendapat versi padat dengan frekuensi sesi lebih rapat.
Pekan 1: peta band awal
Diagnostik empat keterampilan, penetapan versi tes, dan hitung mundur dari tanggal ujian yang Anda incar.
Pekan 2 sampai 4: fondasi bahasa
Tata bahasa inti, kosakata bertema, dan kebiasaan mendengar harian. Latihan format tes masih berporsi kecil pada tahap ini.
Pekan 5 sampai 8: format tiap bagian
Jenis soal Listening dan Reading dibedah satu per satu, disertai kerangka menulis Task 1 dan Task 2 serta latihan Speaking berwaktu.
Pekan 9 dan 10: simulasi berwaktu
Empat bagian dikerjakan berurutan dalam satu duduk, lalu hasilnya dibedah untuk menemukan keterampilan yang paling tertinggal.
Pekan 11: perbaikan terarah
Porsi sesi digeser ke keterampilan terlemah, sebab satu band di titik itu menggerakkan band keseluruhan Anda.
Pekan 12: penyetelan akhir
Latihan ringan, pengulangan kesalahan yang sudah terdata, dan gladi hari tes mulai dari berkas identitas sampai pengaturan jam tidur.
Sekilas dari sesi
Momen Kelas IELTS Berlangsung
Sesi nyata, identitas peserta kami rahasiakan.





Peta latihan IELTS
Sembilan pokok les IELTS Jogja dan titik rawannya
Urutan di bawah adalah kerangka, dan porsi tiap pokok ditentukan hasil diagnostik sesi pertama. Dua peserta dengan band awal sama pun jarang menerima jadwal yang persis serupa.
Diagnostik empat keterampilan
Sesi pertamaSimulasi singkat Listening, Reading, Writing, dan Speaking untuk menetapkan band awal tiap keterampilan sekaligus jarak menuju target Anda.
Titik rawan
Banyak peserta menaksir band awalnya dari perasaan, dan taksiran itu hampir selalu meleset pada dua keterampilan produktif.
Cara kami mendampingi
Tutor menilai memakai kriteria resmi lalu menunjukkan potongan jawaban Anda sendiri sebagai bukti, sehingga angka awalnya bisa Anda periksa ulang.
Listening Part 1 dan 2: formulir angka dan denah
MenyimakMelengkapi formulir, tabel, dan catatan; menandai denah gedung atau peta sederhana; menangkap nomor telepon, tanggal, alamat, dan ejaan nama yang didikte.
Titik rawan
Batas jumlah kata terlampaui, huruf jamak hilang, dan ejaan nama terlewat satu huruf. Ketiganya membuat jawaban yang sebenarnya benar dinilai salah.
Cara kami mendampingi
Latihan dikte pendek tiap sesi, ditambah kebiasaan membaca perintah soal lebih dulu supaya batas kata dan bentuk jawaban sudah diketahui sebelum audionya berjalan.
Listening Part 3 dan 4: diskusi akademik dan kuliah
MenyimakMengikuti percakapan dua sampai empat orang tentang tugas kuliah, lalu satu kuliah searah tanpa jeda yang memakai istilah bidang tertentu.
Titik rawan
Pembicara mengoreksi ucapannya sendiri, dan peserta yang telanjur menulis jawaban pertama tak sempat mendengar ralatnya. Sekali tertinggal, letak soal berikutnya ikut hilang.
Cara kami mendampingi
Latihan mengenali penanda ralat dan pertentangan seperti actually, well, dan however, ditambah aturan melepas satu soal yang hilang agar sisa bagian tetap terkendali.
Reading: True False Not Given
MembacaMembedakan pernyataan yang bertentangan dengan teks dari pernyataan yang tak pernah disinggung teks, termasuk versi Yes No Not Given untuk pendapat penulis.
Titik rawan
Not Given dijawab False karena pembaca memakai pengetahuan umumnya sendiri. Ini penyumbang kesalahan terbesar di bagian Reading.
Cara kami mendampingi
Tutor melatih satu pertanyaan tetap: apakah teks benar-benar menyebutnya. Tiap jawaban dituntut menunjuk baris sumbernya, dan jawaban tanpa baris sumber dihitung sebagai tebakan.
Reading: matching headings dan pembagian waktu
MembacaMenemukan gagasan utama tiap paragraf, mencocokkan informasi ke paragraf yang tepat, dan membagi enam puluh menit ke tiga bacaan tanpa kehabisan waktu.
Titik rawan
Satu bacaan sulit menyita separuh waktu, lalu bacaan ketiga dikerjakan sambil terburu. Jawaban yang sengaja ditunda pun sering lupa dituliskan.
Cara kami mendampingi
Latihan berjenjang dengan penghitung waktu per bacaan, ditambah urutan pengerjaan yang menyelesaikan tipe soal termurah lebih dulu.
Writing Task 1 Academic: memilih data dan menulis ringkasan
MenulisMembaca grafik garis, grafik batang, diagram lingkaran, tabel, diagram proses, dan peta; menyusun paragraf ringkasan; memilih data yang paling berarti.
Titik rawan
Paragraf ringkasan dilewati, seluruh angka disalin, dan bentuk kata kerja tidak mengikuti tahun yang tertera pada sumbu grafik.
Cara kami mendampingi
Satu kerangka tetap dilatih sampai otomatis: kalimat pembuka yang menyatakan ulang perintah, satu paragraf ringkasan, lalu dua paragraf rincian yang saling berpasangan.
Writing Task 2: jenis pertanyaan dan susunan argumen
MenulisMengenali jenis pertanyaan opinion, discussion, problem and solution, serta two-part question; menyusun paragraf yang memuat satu gagasan utama dengan contoh pendukung.
Titik rawan
Pertanyaan bercabang dijawab separuh, dan kalimat pembuka hafalan dipakai berulang. Keduanya menurunkan Task Response sekaligus Lexical Resource.
Cara kami mendampingi
Menandai setiap bagian pertanyaan sebelum menulis, lalu memeriksa draf memakai daftar pendek: apakah tiap bagian sudah terjawab, apakah tiap paragraf punya satu gagasan.
Speaking Part 2: cue card dan satu menit persiapan
BerbicaraMemakai satu menit persiapan untuk menyusun catatan, lalu bicara satu sampai dua menit tanpa berhenti sambil mengikuti butir panduan pada kartu.
Titik rawan
Catatan ditulis sebagai kalimat penuh sehingga menit persiapannya habis, atau jawaban selesai dalam empat puluh detik lalu tersisa hening yang panjang.
Cara kami mendampingi
Latihan mencatat kata kunci saja, ditambah teknik memperpanjang jawaban lewat contoh, perbandingan, dan perasaan Anda sendiri terhadap kejadian yang diceritakan.
Tata bahasa dan kosakata yang dinilai penguji
Empat kriteriaKalimat majemuk bertingkat, pemakaian article, konsistensi kala, kata sambung yang wajar, serta pasangan kata yang memang lazim dipakai penutur.
Titik rawan
Kata sambung ditumpuk terlalu rapat sehingga tulisan terdengar dibuat-buat, sementara article dan bentuk jamak justru terlewat begitu saja.
Cara kami mendampingi
Koreksi tutor selalu menyebut kriteria mana yang tersentuh, sehingga Anda tahu sebuah perbaikan menaikkan Grammatical Range atau Lexical Resource.
Cakupan
Yang Anda dapat di les IELTS Jogja
Peta band awal empat keterampilan
Angka pembuka yang diukur memakai kriteria resmi, lengkap dengan potongan jawaban Anda sebagai buktinya.
Rencana belajar sampai tanggal tes
Jadwal yang dihitung mundur dari hari ujian, dengan porsi tiap keterampilan mengikuti hasil diagnostik.
Soal latihan cetak di tiap sesi
Bahan yang sudah disiapkan tutor sebelum pertemuan, sehingga jam sesi habis untuk berlatih dan membahas.
Koreksi Writing berbasis kriteria
Catatan yang menyebut kriteria mana yang menahan skor, disertai contoh perbaikan untuk tiap kalimat yang keliru.
Rekaman Speaking dan catatannya
Jawaban Anda direkam dan dibahas bersama, termasuk jeda panjang, kata yang terulang, dan tekanan kata yang meleset.
Daftar kosakata dan collocation
Kumpulan pasangan kata per topik yang dibangun bertahap dan dipakai ulang di latihan menulis maupun berbicara.
Simulasi penuh sebelum hari tes
Empat bagian berurutan dalam satu duduk, dijalankan berulang menjelang ujian untuk melatih ketahanan dan pembagian waktu.
Ciri khas kami
Kelebihan les IELTS Jogja kami
Rencana disusun dari band awal Anda
Sesi pertama mengukur empat keterampilan, dan porsi latihan berikutnya mengikuti hasil itu. Peserta dengan Reading kuat dan Writing tertinggal tidak menerima jadwal yang sama.
Koreksi Writing menyebut kriterianya
Tiap tulisan dikembalikan dengan catatan kriteria mana yang menahan skornya, sehingga perbaikan berikutnya punya sasaran yang jelas.
Speaking dilatih dalam durasi tes
Latihan berjalan memakai penghitung waktu dan urutan tiga bagian yang sama seperti hari ujian, termasuk satu menit persiapan cue card.
Soal latihan cetak di tiap sesi
Kumpulan soal dan bahan belajar disiapkan tutor sebelum pertemuan, jadi jam sesi habis untuk berlatih dan mengoreksi.
Versi tes dipastikan di awal
Academic, General Training, atau Life Skills dipilih di sesi pertama, karena Reading dan Writing pada ketiganya menuntut latihan yang berlainan.
Tutor datang atau kelas online
Sesi berlangsung di rumah, kos, kampus, atau lewat layar, mengikuti jam yang Anda tentukan sendiri.
Tutur mereka
Tutornya sabar dan mau mengulang bagian yang saya lewatkan. Tips menghadapi hari tes IELTS juga dijelaskan sampai detail kecilnya.
Tiga cara belajar
Privat, bimbel ramai-ramai, atau otodidak IELTS?
Siapa yang Mengajar
Kenali tutor IELTS Anda
Kredensial jelas, jam terbang mengajar nyata, jadwal menyesuaikan agenda Anda.

Irma D.
Pendidikan Bahasa Inggris · Sanata Dharma
Arsenia
IELTS
Gita
IELTS
Isanna
IELTS
Karin
IELTS
Nila
IELTS
Lia A.
Pendidikan Bahasa Inggris · UST
Kisah yang kerap sampai ke kami
Sebelum les, bagian yang paling saya hindari adalah Speaking. Setelah beberapa sesi berlatih bicara dua menit tanpa jeda, rasa gugup itu jauh berkurang dan saya berani mengambil tanggal tesnya.
Peserta Edufio
Peserta yang mengambil les IELTS Jogja
Ahmad A.
Kecamatan Gondokusuman
Apriana V.
Kecamatan Depok
Dian U.
Kecamatan Gamping
Dita N.
Kecamatan Ngaglik
Fayyadh A.
Kecamatan Ngaglik
Hammaam I.
Kecamatan Umbulharjo
Tiga versi IELTS dan mana yang dipakai untuk tujuan Anda
IELTS punya tiga bentuk dengan tujuan yang berbeda. IELTS Academic dipakai untuk mendaftar kuliah S1 sampai S3 di kampus berbahasa Inggris, dan sekitar delapan dari sepuluh peserta di dunia mengambil versi ini. IELTS General Training dipakai untuk keperluan kerja, pelatihan kejuruan, serta permohonan izin tinggal di Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru. IELTS Life Skills hanya menguji berbicara dan menyimak pada tingkat A1 atau B1 untuk jenis visa keluarga tertentu.
Selisih antara Academic dan General Training terasa di dua bagian saja. Reading Academic memakai tiga bacaan panjang bergaya jurnal dan buku teks, sedangkan Reading General Training memakai iklan, pengumuman kantor, dan artikel populer. Writing Task 1 Academic meminta Anda menjelaskan grafik, tabel, diagram proses, atau peta, sedangkan Writing Task 1 General Training meminta sepucuk surat. Listening dan Speaking identik di kedua versi.
Sesi pertama di Edufio selalu memastikan versi ini lebih dulu. Peserta yang menghabiskan dua bulan melatih deskripsi grafik lalu menemukan bahwa yang diminta adalah surat resmi kehilangan waktu yang tak bisa ditarik kembali.
Garis besarnya
Istilah IELTS yang dipakai sejak sesi pertama
Band
Satuan skor IELTS dari 0 sampai 9 yang bergerak dengan kelipatan setengah. Tiap keterampilan mendapat band sendiri, lalu keempatnya dirata-rata menjadi band keseluruhan.
Band descriptor
Daftar resmi yang dipakai penguji untuk memutuskan sebuah tulisan atau jawaban lisan pantas di band berapa. Isinya empat kriteria, masing-masing berbobot seperempat.
Paraphrase
Menyatakan ulang kalimat dengan kata lain. Soal Reading dan Listening hampir selalu memakai kata yang berbeda dari bacaannya, jadi berburu kata yang sama persis sering menyesatkan.
Distractor
Jawaban yang terdengar tepat lalu diralat pembicara beberapa detik kemudian. Bagian Listening dirancang penuh jebakan semacam ini, terutama di percakapan tiga orang.
Cue card
Kartu berisi satu topik dan tiga sampai empat butir panduan di Speaking Part 2. Anda mendapat satu menit menyusun catatan, lalu bicara satu sampai dua menit.
Transfer time
Sepuluh menit tambahan pada tes kertas untuk memindahkan jawaban Listening ke lembar jawaban. Reading tidak mendapat tambahan serupa, dan banyak peserta baru menyadarinya di ruang ujian.
Cara band IELTS dihitung sampai angka setengah
Empat keterampilan dinilai terpisah, lalu dirata-rata. Rata-rata itu dibulatkan ke setengah band terdekat: sisa 0,25 naik ke setengah, sisa 0,75 naik ke band penuh. Aturan pembulatan inilah yang membuat setengah band terasa jauh lebih berharga daripada kelihatannya.
Ambil satu contoh yang sering muncul di kelas. Listening 6,5, Reading 6,5, Writing 5,5, dan Speaking 6,0 berjumlah 24,5. Dibagi empat hasilnya 6,125, sehingga band keseluruhan Anda tercatat 6,0. Naikkan Writing satu tingkat saja ke 6,0, jumlahnya menjadi 25, rata-ratanya 6,25, dan band keseluruhan melompat ke 6,5. Satu keterampilan yang diperbaiki memindahkan seluruh hasil.
Karena itu sesi awal dipakai untuk menemukan keterampilan mana yang paling murah dinaikkan. Menambah latihan di bagian yang sudah kuat terasa menyenangkan, dan pengaruhnya pada band keseluruhan hampir tak terlihat.
Uraian
Band IELTS yang biasa diminta tiap tujuan
Sarjana di luar negeri
Banyak program S1 berbahasa Inggris meminta band keseluruhan 6,0 sampai 6,5. Sebagian menambahkan syarat minimum per komponen, dan komponen yang paling sering mengganjal adalah Writing.
Magister dan doktor
Program pascasarjana umumnya meminta 6,5 sampai 7,0 dengan minimum 6,0 di tiap keterampilan. Jurusan hukum, kedokteran, dan jurnalistik kerap menetapkan angka yang lebih tinggi lagi.
Beasiswa
Pemberi beasiswa menetapkan syaratnya sendiri dan menyesuaikannya hampir tiap tahun. Tutor mengecek halaman resmi program yang Anda incar sebelum menetapkan target, karena angka yang beredar di grup pesan sering ketinggalan.
Kerja dan izin tinggal
Jalur ini memakai General Training. Syaratnya ditentukan otoritas imigrasi negara tujuan dan dihitung per komponen, jadi band keseluruhan yang tinggi tidak menolong bila satu keterampilan tertinggal.
Kelas internasional kampus Jogja
Program kelas internasional di kampus DIY umumnya menerima IELTS sebagai bukti kemampuan bahasa, berdampingan dengan tes buatan kampus sendiri. Pastikan mana yang diakui sebelum membayar biaya tes.
IELTS di kertas atau di komputer dan cara melatihnya
Isi soalnya sama, cara mengerjakannya berbeda, dan latihannya ikut berbeda. Pada tes kertas Anda menulis jawaban dengan tangan, mendapat sepuluh menit tambahan untuk memindahkan jawaban Listening, dan menghitung sendiri panjang esai. Pada tes komputer jawaban diketik, Listening ditutup dengan dua menit pemeriksaan saja, dan layar menghitung jumlah kata secara otomatis.
Konsekuensinya jelas di ruang latihan. Peserta tes kertas perlu melatih tulisan tangan yang terbaca dan ejaan yang rapi, sebab kata yang tak terbaca dihitung salah. Peserta tes komputer perlu melatih kecepatan mengetik, kebiasaan membaca teks panjang di layar, dan pemakaian alat sorot bawaan untuk menandai kata kunci.
Speaking berlangsung sama di kedua jalur, yaitu percakapan langsung dengan seorang penguji. Perbedaan lain yang terasa adalah waktu tunggu hasil: tes komputer keluar dalam hitungan hari, tes kertas sekitar dua pekan. Kalau tenggat berkas beasiswa Anda mepet, selisih itu ikut menentukan.
Rincian
Kesalahan Writing Task 1 IELTS Academic yang paling sering dikoreksi
Menulis tanpa paragraf ringkasan
Task 1 menuntut satu paragraf yang menyebut kecenderungan besar grafik. Tanpa paragraf itu, kriteria Task Achievement jatuh lebih dulu sebelum kalimat lain sempat dinilai.
Menyalin seluruh angka
Menyebut setiap titik data melahirkan tulisan panjang dan datar. Yang dinilai adalah kemampuan memilih data paling berarti, misalnya nilai tertinggi, terendah, dan titik saat arahnya berubah.
Bentuk kata kerja tidak mengikuti tahun
Grafik bertahun 1998 sampai 2012 menuntut bentuk lampau, sedangkan diagram proses menuntut bentuk sekarang. Kekeliruan ini berulang di hampir setiap draf pertama.
Menambahkan pendapat dan sebab
Task 1 hanya meminta laporan atas data yang tampak. Menjelaskan mengapa angka naik menambah jumlah kata tanpa menambah nilai, dan justru menurunkan ketepatan.
Panjang di bawah 150 kata
Tulisan yang kurang dari batas itu terkena pengurangan nilai. Berlatih mengenali panjang paragraf sendiri membuat Anda berhenti menghitung kata satu per satu di ruang ujian.
Membandingkan tanpa bahasa perbandingan
Data dua kelompok menuntut ungkapan seperti twice as many, slightly higher, atau in contrast. Tanpa itu tulisan terbaca sebagai dua daftar terpisah yang kebetulan berdampingan.
Berapa lama menaikkan satu band IELTS?
Rata-rata dibutuhkan sekitar dua belas pekan untuk naik satu band, dan persiapan yang tenang dimulai tiga sampai enam bulan sebelum tanggal tes. Angka itu bukan janji. Naik dari 5,0 ke 6,0 biasanya lebih cepat daripada naik dari 7,0 ke 8,0, sebab band atas menuntut ketepatan tata bahasa dan kosakata yang hanya tumbuh lewat pemakaian panjang.
Kekeliruan paling mahal yang kami temui adalah menghabiskan seluruh waktu pada latihan soal. Peserta mengerjakan puluhan set, hafal bentuk soalnya, lalu skornya berhenti di tempat yang sama. Sebabnya sederhana: IELTS mengukur kecakapan berbahasa Inggris, jadi yang perlu naik adalah bahasanya, sementara latihan soal mengajarkan cara memakainya di bawah tekanan waktu.
Karena itu jadwal yang kami susun membagi porsi. Sebagian sesi memperkuat tata bahasa, kosakata, dan kebiasaan mendengar; sebagian lagi melatih format, pembagian waktu, dan strategi menjawab tiap tipe soal.
Sorotan utama
Bunyi Inggris yang menahan skor Pronunciation di Speaking IELTS
Konsonan akhir yang hilang
Bahasa Indonesia jarang menutup suku kata dengan bunyi s, z, d, atau t yang tegas. Akibatnya works terdengar work, dan penguji kehilangan penanda jamak serta penanda kala.
Tiga bunyi akhiran -ed
Walked berakhir bunyi t, played berakhir bunyi d, wanted berakhir bunyi id. Menyeragamkan ketiganya terdengar sebagai kesalahan tata bahasa, padahal akarnya pelafalan.
Bunyi th
Think dan this memakai dua bunyi yang tak punya padanan dalam bahasa Indonesia. Menggantinya dengan t atau d membuat three terdengar tree sepanjang jawaban Anda.
Perbedaan v dan f
Very kerap terdengar fery. Latihannya bertumpu pada gigi atas yang menyentuh bibir bawah sambil pita suara ikut bergetar, dan hasilnya terdengar dalam beberapa sesi.
Tekanan kata
Photograph, photographer, dan photographic menekan suku kata yang berbeda. Tekanan yang meleset membuat kata yang sebenarnya tepat terdengar asing di telinga penguji.
Naik turun nada kalimat
Bahasa Inggris menekan kata isi dan melemahkan kata tugas. Membaca tiap kata dengan tekanan yang sama membuat jawaban terdengar datar dan lebih sulit diikuti.
Peserta les IELTS Jogja datang dari empat rombongan berbeda
Rombongan pertama adalah mahasiswa tingkat akhir dan alumni muda di sekitar Bulaksumur, Karangmalang, dan Babarsari yang mengejar beasiswa, pertukaran pelajar, atau pendaftaran magister. Mereka biasanya sudah memegang tenggat berkas yang tegas, jadi rencana belajarnya dihitung mundur dari tanggal itu.
Rombongan kedua adalah dosen muda, tenaga kependidikan, dan peneliti di kampus DIY yang membutuhkan sertifikat untuk studi lanjut. Waktu mereka terpotong jam mengajar, sehingga slot malam dan akhir pekan lebih sering terpakai.
Rombongan ketiga adalah pekerja di kawasan Malioboro, Seturan, dan Condongcatur, terutama dari perhotelan, pariwisata, dan perusahaan rintisan. Sebagian dari mereka membutuhkan General Training untuk pindah kerja atau mengurus izin tinggal.
Rombongan keempat adalah siswa kelas 11 dan 12 di Kota Yogyakarta yang mengincar kampus luar negeri sejak awal. Bagi mereka, IELTS berjalan berdampingan dengan persiapan kuliah dalam negeri, dan jadwalnya disusun supaya keduanya tidak bertabrakan.
Tutor datang ke kos di Pogung, Sagan, dan Karangmalang, atau ke rumah di Depok, Ngaglik, Mlati, Kasihan, dan Umbulharjo.
Titik tekannya
Latihan IELTS mandiri di sela dua sesi
Satu bagian Listening tiap hari
Kerjakan satu bagian, cocokkan jawaban, lalu dengarkan ulang sambil membaca transkrip. Langkah ketiga itu yang menaikkan skor, dan langkah itu pula yang paling sering dilewati.
Satu bacaan panjang tiap hari
Baca satu artikel bergaya jurnal, lalu ringkas dalam lima kalimat tanpa membuka teksnya lagi. Kebiasaan ini melatih menangkap gagasan utama, keterampilan yang diuji lewat matching headings.
Satu esai Task 2 tiap pekan
Pakai penghitung waktu dan tulis sampai tuntas walau kalimatnya belum rapi. Esai yang tak pernah diselesaikan tidak mengajarkan apa pun tentang pembagian waktu.
Rekam jawaban Speaking Part 2
Rekam satu jawaban dua menit, lalu dengarkan sendiri sambil menghitung jeda panjang dan kata yang terulang. Telinga Anda menemukan lebih banyak daripada yang Anda kira.
Kumpulkan collocation per topik
Catat pasangan kata yang benar-benar dipakai penutur, misalnya heavy traffic atau strong evidence. Daftar kata tunggal tanpa pasangannya jarang muncul kembali saat Anda menulis.
Simulasi penuh tiap dua sampai tiga pekan
Kerjakan empat bagian berurutan dalam satu duduk tanpa jeda tambahan. Ketahanan selama tiga jam adalah keterampilan tersendiri yang tak terbentuk dari latihan sepotong-sepotong.
Les IELTS Jogja secara online untuk peserta Wates dan Wonosari
Sebaran tutor di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak merata. Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta memegang hampir seluruh pasokan, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul paling tipis. Untuk peserta di Wates, Sentolo, Wonosari, dan Playen, kelas online menjadi jalur utama, dan khusus untuk IELTS jalur itu kebetulan sangat cocok.
Alasannya ada pada bentuk tesnya sendiri. Speaking memang percakapan, jadi berlatih lewat layar nyaris sama nilainya dengan duduk berhadapan. Writing malah lebih enak dikoreksi di layar karena tutor bisa menandai kalimat Anda langsung sambil menjelaskan kriteria mana yang tersentuh. Latihan tes komputer pun berlangsung persis di perangkat yang nanti dipakai.
Yang perlu disiapkan hanya tiga hal: sambungan internet yang stabil, headset bermikrofon, dan ruang yang cukup sunyi untuk merekam jawaban. Tautan kelas dikirim tim sebelum jam sesi dimulai.
Biar kamu tahu
Perlengkapan sesi IELTS yang benar-benar dipakai
Pensil dan penghapus
Tes kertas dikerjakan dengan pensil, termasuk lembar jawaban Listening. Membiasakan menulis dan menghapus cepat sejak masa latihan menghemat detik yang berharga di ruang ujian.
Headset bermikrofon
Dipakai untuk latihan Listening sekaligus merekam jawaban Speaking. Rekaman suara sendiri adalah alat koreksi paling jujur yang Anda punya di antara dua sesi.
Penghitung waktu terpisah
Ponsel selalu menggoda perhatian. Penghitung waktu sendiri membuat latihan berjalan sesuai batas waktu asli tiap bagian, tanpa notifikasi yang memotong konsentrasi.
Satu buku latihan resmi
Kumpulan soal Cambridge IELTS berisi naskah ujian tahun-tahun sebelumnya. Satu buku yang dikerjakan tuntas lebih berguna daripada lima buku yang hanya dibuka sebagian.
Buku catatan kosakata
Satu tempat khusus untuk collocation, kata sambung, dan ungkapan yang Anda temukan. Catatan yang tersebar di banyak berkas jarang sempat dibaca ulang menjelang tes.
AcEPT TOEFL ITP dan IELTS: tiga tes yang sering tertukar di Jogja
Tiga nama ini beredar di lingkungan kampus yang sama dan kerap dianggap saling menggantikan. Perbedaannya terletak pada penyelenggara, skala nilai, dan pihak yang mengakuinya.
AcEPT adalah tes buatan Universitas Gadjah Mada dan dipakai di lingkungan kampus itu sendiri, antara lain sebagai syarat masuk sebagian program serta syarat administrasi akademik. TOEFL ITP diselenggarakan lembaga berlisensi, menilai menyimak, tata bahasa, dan membaca dengan skala 310 sampai 677, tanpa bagian berbicara maupun menulis. IELTS menilai empat keterampilan sekaligus dengan skala band 0 sampai 9, dan diterima kampus serta otoritas imigrasi di banyak negara.
Akibatnya terasa nyata di ruang latihan. Peserta bernilai TOEFL ITP tinggi kerap tertahan di Writing dan Speaking IELTS, sebab dua keterampilan itu memang tak pernah diuji di tes sebelumnya. Sebaliknya, kebiasaan membaca cepat yang terbangun dari TOEFL ITP terpakai penuh di bagian Reading.
Satu hal lagi yang perlu dipastikan sejak awal: pendaftaran tes IELTS dilakukan lewat penyelenggara resmi, sedangkan Edufio bekerja menyiapkan Anda sampai hari ujian.
Jelajahi lebih jauh
Halaman lain yang sering dibuka peserta les IELTS Jogja
Urutannya
Cara memulai les IELTS Jogja di Edufio
Sebutkan target dan tenggat
Beri tahu band yang diminta kampus atau pemberi beasiswa Anda, versi tes yang diambil, dan tanggal ujian bila sudah dipegang.
Diagnostik empat keterampilan
Simulasi singkat memetakan band awal Listening, Reading, Writing, dan Speaking, sehingga jarak menuju target terbaca sebagai angka.
Pencocokan tutor
Tim memilih pengajar yang cocok dengan versi tes, jam, dan lokasi Anda. Kesiapannya 5 jam sampai 3 hari kerja.
Susun jadwal dan paket
Pilih 4 sampai 28 sesi per bulan dengan durasi 60 sampai 120 menit, lalu selesaikan pembayaran lewat transfer bank atau dompet digital.
Sesi pertama berjalan
Tutor datang ke alamat pilihan Anda atau membuka kelas online, membawa soal latihan cetak dan rencana belajar sampai hari tes.
Pertanyaan yang sering masuk soal les IELTS
Bagaimana cara mendaftar les IELTS Jogja di Edufio?
Kapan sesi IELTS pertama bisa dimulai?
Kalau tutor les IELTS Jogja saya kurang cocok, boleh diganti?
Apa saja yang saya terima di tiap sesi les IELTS Jogja?
Saya sebaiknya mengambil IELTS Academic atau General Training?
Berapa lama persiapan IELTS di Jogja sampai band target tercapai?
Bahasa Inggris saya masih dasar, apakah tetap bisa ikut les IELTS Jogja?
Apakah Edufio Jogja mendaftarkan saya ke tes IELTS resmi?
Berapa lama hasil IELTS berlaku?
Sebaiknya ambil tes IELTS di Jogja pakai kertas atau komputer?
Sesi IELTS bisa berjalan online untuk peserta Kulon Progo dan Gunungkidul?
Apakah ada simulasi tes IELTS lengkap di Jogja?
Saya sudah pernah tes IELTS dan satu keterampilan tertinggal, bagaimana?
Berapa biaya les IELTS Jogja dan berapa sesi dalam sebulan?
Chat sekarang, kami siapkan kelas IELTS-mu
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les IELTS dulu, keputusan belakangan.