4,9/5 · 161 ulasan · Anak 6 tahun sampai dewasa

Les Privat Judo di Jogja

Les privat judo di Jogja untuk anak 6 tahun sampai dewasa. Ukemi lebih dulu, lalu nage waza dan osaekomi, dilatih pelatih bersabuk hitam. Mulai Rp80.000 per jam.

Les Privat Judo di Jogja
4,9/5161 ulasan
11.000+tutor terseleksi
1-on-1privat seutuhnya
Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
Garansitukar tutor gampang
Assessmentdiukur di sesi awal

Apa saja isi Les Privat Judo di Jogja?

Les privat judo di Jogja untuk anak 6 tahun sampai dewasa. Ukemi lebih dulu, lalu nage waza dan osaekomi, dilatih pelatih bersabuk hitam. Mulai Rp80.000 per jam.

Tanya Dulu, Baru Daftar
Cakupan teknik
Ukemi, kumi-kata, nage-waza, katame-waza, kata dasar
Usia peserta
6 tahun sampai dewasa
Tingkat
Pemula, lanjutan, persiapan ujian kyu
Biaya
Mulai Rp80.000 per jam
Durasi sesi
60 sampai 120 menit
Paket bulanan
4 sampai 28 sesi
Frekuensi lazim
2 sampai 3 sesi per pekan
Jam layanan
07.00 sampai 21.00 WIB, tujuh hari
Alas latihan
Tatami tebal 4 sampai 5 cm, disepakati sebelum sesi pertama
Tempat latihan
Rumah, aula sekolah, dojo mitra, atau kelas online
Wilayah layanan
Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Gunungkidul
Pelatih
Bersabuk hitam atau pemegang lisensi pelatih
Pembayaran
Transfer bank atau dompet digital
Pendaftaran
Formulir /daftar atau pesan WhatsApp
Penggantian pelatih
Bisa diminta tanpa biaya tambahan

Aturan pertandingan

Cara laga judo dinilai dan apa artinya bagi latihan

Banyak keluarga yang masuk les judo Jogja baru mengenal istilah ini saat anaknya sudah berdiri di pinggir arena. Memahaminya lebih awal membuat latihan punya arah, karena tiap poin di bawah menuntut kebiasaan yang berbeda.

  1. Waktu laga4 menit senior

    Aturan Federasi Judo Internasional menetapkan empat menit waktu normal untuk kelompok senior. Kelompok usia anak biasanya lebih pendek, dan panitia kejuaraan menetapkan durasinya sendiri di tiap penyelenggaraan.

    Strategi:Latihan napas disusun mengikuti durasi itu: uchikomi cepat selama empat menit penuh dengan jeda pendek, supaya murid mengenal rasa lelah pada menit ketiga sebelum merasakannya di arena.

  2. IpponPoin penuh, laga selesai

    Diberikan bila lawan dijatuhkan pada punggungnya dengan kecepatan dan kendali, bila kuncian bertahan dua puluh detik, atau bila lawan menyerah dengan menepuk dua kali sambil berkata maitta.

    Strategi:Pelatih menekankan kendali sampai lawan menyentuh tatami. Lemparan yang dilepas separuh jalan sering hanya dinilai setengah, dan kebiasaan melepas itu terbentuk dari nage komi yang dikerjakan asal cepat.

  3. Waza ariDua kali sama dengan ippon

    Nilai untuk lemparan yang unsurnya kurang satu, misalnya pendaratan tidak penuh di punggung, atau untuk kuncian yang bertahan sepuluh sampai sembilan belas detik. Dua waza ari mengakhiri laga.

    Strategi:Latihan transisi jadi kunci: begitu lemparan hanya menghasilkan setengah nilai, murid dilatih langsung menyambung ke osaekomi, karena di situlah sisa nilainya paling mudah dilengkapi.

  4. ShidoTiga kali sama dengan kalah

    Peringatan untuk sikap pasif, keluar arena, pegangan yang menyalahi aturan, dan tindakan berbahaya. Sejak pembaruan aturan 2018, memegang kaki lawan dengan tangan termasuk pelanggaran yang berbuah shido.

    Strategi:Murid dilatih menyerang dalam hitungan lima belas detik sekali, sekadar untuk membangun kebiasaan aktif. Banyak laga usia pelajar berakhir karena penalti, bukan karena lemparan.

  5. Golden scoreTanpa batas waktu

    Bila skor imbang saat waktu normal habis, laga berlanjut tanpa batas sampai ada nilai atau penalti. Nilai atau shido pertama langsung menutup pertandingan.

    Strategi:Latihan simulasi dilakukan dalam kondisi murid sudah lelah, karena di situlah keputusan buruk lahir. Yang dilatih terutama pengelolaan pegangan dan posisi kaki, dua hal yang paling cepat berantakan saat capai.

Tutor Terverifikasi

Kenalan dengan Tim Tutor Kami

Tutor Edufio tersebar di lima kabupaten dan kota DIY, siap mendampingi di tempat yang Anda pilih atau online.

  • Gita D. — tutor les judo Jogja Edufio

    Gita D.

  • Hadif A. — tutor les judo Jogja Edufio

    Hadif A.

  • Haliza — tutor les judo Jogja Edufio

    Haliza

  • Hana M. — tutor les judo Jogja Edufio

    Hana M.

Ulasan apa adanya

Anak saya belajar jatuh dulu selama sebulan sebelum diajari melempar. Awalnya heran, sekarang paham betul kenapa urutannya begitu.

Ibu R.Wali murid di Ngaglik, Sleman

Peta latihan judo

Dari sesi pertama sampai siap naik tingkat

Perkiraan berikut jadi patokan kasar bagi murid les judo Jogja yang berlatih dua kali sepekan. Anak yang aktif berolahraga biasanya lebih cepat, dan itu wajar.

  1. Sesi 1 sampai 2: pemetaan gerak

    Pelatih mengukur keseimbangan, kelenturan pinggul, dan kekuatan genggam. Ukemi belakang dari posisi duduk mulai dilatih di sesi pertama, karena inilah pola yang paling sering menyelamatkan pemula.

  2. Sesi 3 sampai 8: ukemi dan postur

    Empat pola ukemi diselesaikan, langkah tsugi ashi dirapikan, dan pegangan standar dikenalkan. Belum ada lemparan penuh; yang dinilai adalah apakah murid mendarat tanpa berpikir lagi.

  3. Sesi 9 sampai 16: dua teknik andalan

    Murid memilih satu teknik kaki dan satu teknik pinggul atau bahu, lalu mengulangnya ratusan kali. Bersamaan dengan itu, kesa gatame dan cara keluar darinya masuk sebagai bahan pertarungan bawah.

  4. Sesi 17 sampai 24: rangkaian dan transisi

    Teknik disambung jadi rangkaian dua langkah, misalnya serangan ke depan yang dibalas lalu diteruskan ke belakang. Perpindahan dari lemparan ke kuncian dilatih supaya tidak terputus di tengah.

  5. Menjelang ujian kenaikan tingkat

    Pelatih menyusun daftar teknik sesuai persyaratan klub tempat murid terdaftar, lalu melatih hafalan urutan, penghormatan, dan istilah Jepangnya. Bagian teori sering jadi penentu di ujian sabuk pertama.

  6. Randori terkontrol dan kejuaraan pelajar

    Murid yang berminat bertanding masuk ke latihan bertema: pengaturan napas empat menit, membaca penalti, dan strategi ketika laga masuk perpanjangan. Sparring dengan sesama murid Edufio dijadwalkan terpisah.

Keunggulan

Keunggulan les Judo Edufio

  • Pelatih bersabuk hitam

    Yang mengajar judo di Edufio Jogja adalah pemegang sabuk hitam atau pelatih berlisensi yang pernah bertanding. Cara memeriksa keseimbangan lawan dan cara membaca arah jatuh sulit dipelajari dari video; keduanya datang dari jam terbang di atas tatami.

  • Ukemi sebelum lemparan

    Tiga sampai empat sesi pertama dipakai untuk mendarat, bukan untuk melempar. Murid yang sudah mantap ukemi-nya berlatih lebih berani, dan riwayat cedera di kelompok pemula turun tajam ketika urutan ini dipegang.

  • Alas latihan dicek dulu

    Judo satu-satunya cabang di katalog kami yang tak boleh berjalan di atas lantai keras. Sebelum jadwal disusun, pelatih memeriksa ruang: tebal tatami, tinggi langit-langit, dan jarak aman dari perabot bersudut.

  • Porsi sesuai usia

    Anak 6 sampai 9 tahun berlatih lewat permainan keseimbangan dan ukemi. Kuncian sendi serta teknik tekanan leher tidak diberikan pada kelompok usia ini, mengikuti pembatasan yang berlaku di kejuaraan usia dini.

  • Satu pelatih satu murid

    Di kelas klub, satu pelatih memantau dua puluh anak dan koreksi datang terlambat. Format privat membuat setiap uchikomi yang salah langsung diperbaiki pada repetisi berikutnya, sebelum gerakan keliru itu jadi kebiasaan.

  • Catatan teknik tiap sesi

    Selesai sesi, pelatih mengisi catatan singkat: teknik yang dilatih, jumlah repetisi, dan satu hal yang perlu diperbaiki di rumah. Catatan ini juga jadi bekal ketika murid mendaftar ujian kenaikan tingkat di klubnya.

Bedah materi judo

Delapan bagian judo yang dilatih dan titik rawannya

Urutan di bawah dipakai pelatih les judo Jogja mengikuti cara dojo menyusun bahan ajar sejak Kano Jigoro merumuskannya pada 1882: keselamatan orang yang dilempar diletakkan sebelum kemampuan melempar.

BahasanYang dicakupTitik rawanCara kami mendampingi
Ukemi (Sesi 1 sampai 4)Empat pola mendarat: ushiro ukemi ke belakang, yoko ukemi ke kiri dan kanan, mae ukemi ke depan, dan zenpo kaiten ukemi berupa gulingan depan. Dilatih dari posisi duduk, lalu jongkok, lalu berdiri.Dagu terangkat sehingga belakang kepala menyentuh tatami lebih dulu. Ini kesalahan paling sering dan paling merugikan. Kesalahan kedua: menepuk tatami dengan siku tertekuk, sehingga tumpuan jatuh ke sendi siku.Pelatih menaruh bola kecil atau kepalan di bawah dagu murid selama sepuluh repetisi pertama, supaya pandangan otomatis tertuju ke ikat pinggang sendiri. Tepukan dilatih terpisah: lengan lurus, telapak terbuka, sudut sekitar 45 derajat dari badan.
Shizentai dan tai sabaki (Dasar postur)Sikap alami shizen hontai beserta variasi kanan dan kiri, sikap bertahan jigotai, langkah tsugi ashi yang tak pernah menyilang, dan perputaran badan tai sabaki 90 serta 180 derajat.Pemula berdiri terlalu tegak sehingga mudah ditarik, atau justru membungkuk dalam dan berat badan menumpuk di ujung kaki. Langkah menyilang membuat kaki saling mengunci dan menjadi sasaran sapuan paling murah.Latihan bayangan tanpa pasangan selama lima menit tiap awal sesi, memakai garis lakban di lantai sebagai jalur. Pelatih menyapu pelan pergelangan kaki murid setiap kali langkahnya menyilang, supaya koreksi datang lewat rasa.
Kumi kata (Pegangan)Pegangan standar kanan: tangan kanan memegang kerah judogi lawan setinggi tulang selangka, tangan kiri memegang lengan baju di sekitar siku. Peran tsurite yang mengangkat dan hikite yang menarik dibedakan sejak awal.Dua tangan menarik dengan kekuatan sama besar sehingga tak ada arah keseimbangan yang pecah. Bahu terangkat dan siku mengunci membuat murid kehabisan tenaga sebelum lima menit berlalu.Latihan tarik ulur berpasangan dengan mata terpejam, supaya murid merasakan perbedaan tugas kedua tangan. Genggaman dilatih lentur: pelatih menghitung berapa kali murid perlu melepas dan mengambil pegangan baru dalam satu menit.
Kuzushi, tsukuri, kake (Inti setiap lemparan)Tiga fase yang menyusun satu lemparan judo: memecah keseimbangan, memasukkan badan ke posisi, lalu mengeksekusi. Delapan arah keseimbangan happo no kuzushi diperkenalkan dengan latihan dorong tarik sederhana.Murid melompat langsung ke fase ketiga. Tanpa keseimbangan lawan yang sudah pecah, lemparan berubah jadi adu tenaga lengan, dan yang lebih kecil badannya selalu kalah walau tekniknya lebih rapi.Uchikomi dipecah jadi hitungan: satu untuk kuzushi, dua untuk tsukuri, tiga baru kake. Selama dua pekan pertama hitungan tiga sengaja ditahan, jadi murid berlatih fase satu dan dua sampai keduanya terasa otomatis.
Nage waza kelompok pertama (Lemparan awal)Delapan teknik yang lazim dipakai sebagai pintu masuk: de ashi barai, hiza guruma, sasae tsurikomi ashi, uki goshi, o soto gari, o goshi, o uchi gari, dan seoi nage. Dua di antaranya dipilih jadi teknik andalan murid.Pada o goshi dan seoi nage, pinggul murid berhenti lebih tinggi daripada pinggul lawan, sehingga tidak ada tuas dan lemparan berubah jadi tarikan punggung. Pada o soto gari, kepala terangkat dan badan justru ikut jatuh.Uchikomi menghadap dinding dengan tanda setinggi pinggul, supaya murid melihat sendiri seberapa rendah ia turun. Nage komi dilakukan ke tumpukan tatami tambahan lebih dulu, baru ke pasangan setelah lima puluh repetisi bersih.
Katame waza dan osaekomi (Pertarungan bawah)Empat kuncian dasar: kesa gatame, yoko shiho gatame, kami shiho gatame, dan tate shiho gatame. Ditambah cara berpindah antar kuncian dan cara keluar memakai putaran pinggul serta jembatan bahu.Murid menahan lawan dengan tenaga lengan, padahal kuncian judo bertumpu pada dada yang menempel dan kaki yang melebar sebagai penyangga. Kaki yang rapat membuat kuncian terguling hanya dengan satu dorongan pinggul.Latihan hitungan dua puluh detik memakai penghitung suara, karena itulah durasi yang menghasilkan poin penuh. Pelatih menaruh telapak tangan di punggung murid untuk memastikan dada benar-benar menempel, bukan menggantung.
Uchikomi, nage komi, randori (Metode latihan)Tiga bentuk latihan yang berbeda tujuan: uchikomi mengulang masuk tanpa menjatuhkan, nage komi menyelesaikan lemparan ke tatami, randori berlatih bebas dengan intensitas yang disepakati.Randori diberikan terlalu dini, lalu berubah jadi adu kekuatan yang membuat murid kembali ke kebiasaan lama. Tanda paling jelas: murid berhenti mencoba tekniknya dan hanya bertahan dengan lengan kaku.Randori baru dibuka setelah dua teknik andalan bisa dijalankan bersih dalam nage komi. Intensitasnya dinaikkan bertahap lewat aturan sesi: mula-mula hanya boleh menyerang, lalu boleh bertahan, baru bebas penuh.
Reigi dan kebiasaan tatami (Adab latihan)Ritsurei berupa penghormatan berdiri dan zarei berupa penghormatan duduk, cara naik dan turun dari tatami, cara melipat judogi, serta aturan kebersihan yang berlaku di semua dojo.Bagian ini sering dianggap formalitas dan dilewati saat berlatih di rumah. Padahal kuku yang panjang, rambut terurai, dan judogi yang lembap adalah sumber cedera dan masalah kulit yang paling gampang dicegah.Pemeriksaan tiga puluh detik di awal tiap sesi: kuku, rambut, perhiasan, dan kondisi judogi. Penghormatan dilatih sebagai bagian dari rangkaian, jadi murid terbiasa sebelum pertama kali masuk kejuaraan atau dojo lain.

Satu tutor Judo khusus untuk Anda di Jogja

Jadwal les judo disusun bareng keluarga, pukul 07.00 sampai 21.00 WIB setiap hari.

Perbandingan

Seberapa jauh les judo Jogja unggul dibanding kelas kelompok?

Les Judo Privat Edufio

Ke rumah di Jogja

  • Perhatian tutor saat belajar judoTercurah ke satu siswa
  • Materi judo disesuaikan level siswaDisusun dari hasil tes awal
  • Pemetaan kebutuhan judo di awalSesi pertama dipakai memetakan
  • Kemajuan dicek di tiap sesiDicatat tiap akhir sesi
  • Fokus ke bagian judo yang paling sulitWaktu sesi penuh untuk bagian itu
  • Latihan praktik judo terarahDipilih dari kelemahan Anda

Kursus Judo Kelompok

  • Perhatian tutor saat belajar judoTerpecah ke satu kelas
  • Materi judo disesuaikan level siswaSatu materi untuk satu kelas
  • Pemetaan kebutuhan judo di awalLangsung masuk materi
  • Kemajuan dicek di tiap sesiSesekali
  • Fokus ke bagian judo yang paling sulitMengekor tempo kelas
  • Latihan praktik judo terarahSeragam

Belajar Judo Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar judoSendirian saja
  • Materi judo disesuaikan level siswaDitebak sendiri
  • Pemetaan kebutuhan judo di awalTidak ada
  • Kemajuan dicek di tiap sesiTidak tercatat
  • Fokus ke bagian judo yang paling sulitSekuat disiplin sendiri
  • Latihan praktik judo terarahBerburu sendiri

Rekam jejak Edufio

4,9/5

nilai dari 161 keluarga yang sudah mencoba

Mulai Pendaftaran

Cocok untuk siapa

Les judo privat ini pas kalau salah satu ini terasa familiar

  • Anak 6 tahun ke atas yang energinya besar dan perlu saluran yang teratur serta terpantau

  • Siswa yang ingin masuk tim judo sekolah atau klub di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta

  • Murid pindahan dari klub yang ukemi-nya terlanjur salah dan perlu diperbaiki dari awal

  • Peserta dewasa yang mencari bela diri bertumpu kontrol dan keseimbangan, bukan pukulan

  • Keluarga yang jam kerjanya tak pernah cocok dengan jadwal tetap kelas klub

  • Anak yang belum nyaman berlatih di kelompok besar dan butuh koreksi tanpa penonton

  • Murid yang sedang menyiapkan ujian kenaikan kyu dan perlu pendampingan teknik serta teori

Yang termasuk

Isi paket les judo Jogja di Edufio

  • Pemetaan kondisi fisik awal

    Pengukuran keseimbangan, kelenturan pinggul, dan kekuatan genggam sebelum program disusun, lengkap dengan catatan riwayat cedera bila ada.

  • Rencana teknik per bulan

    Daftar teknik yang akan dilatih tiap pekan, disusun dari titik awal murid, bukan dari urutan seragam yang sama untuk semua orang.

  • Pemeriksaan ruang latihan

    Pelatih memeriksa tebal alas, tinggi langit-langit, dan jarak aman dari perabot sebelum sesi pertama dijadwalkan.

  • Pelatih bersabuk hitam atau berlisensi

    Setiap pengajar judo melewati verifikasi tingkat sabuk, pengalaman melatih, dan wawancara cara menangani murid usia dini.

  • Catatan sesi untuk keluarga

    Ringkasan singkat tiap selesai latihan: teknik yang dibahas, jumlah repetisi, dan satu pekerjaan rumah yang bisa dilatih tanpa pasangan.

  • Bekal ujian kenaikan tingkat

    Pendampingan hafalan teknik, istilah, dan tata cara penghormatan sesuai persyaratan klub tempat murid mendaftar ujian.

  • Pilihan sesi daring

    Materi teori, analisis rekaman gerakan, dan latihan kondisi fisik bisa berjalan lewat sesi daring ketika pelatih berhalangan datang.

  • Penggantian pelatih

    Bila gaya melatih terasa kurang cocok setelah beberapa sesi, keluarga bisa meminta pelatih pengganti tanpa biaya tambahan.

Ulasan Para Wali

Kesan pertama sampai perkembangan judo

Saya pernah ikut judo waktu SMP lalu berhenti belasan tahun. Pelatihnya membetulkan pegangan saya di sesi kedua, dan ternyata itu yang bikin dulu saya cepat capek.

A.Peserta dewasa di Umbulharjo

Rumah kami tidak punya matras, jadi latihannya di aula sekolah dekat rumah. Tim Edufio yang mengurus izin pemakaian ruangnya bareng saya.

Bapak S.Wali murid di Kasihan, Bantul

Aku suka bagian newaza karena badanku kecil dan di bawah ternyata itu malah menguntungkan. Pelatih mengajari cara keluar dari kuncian dulu sebelum cara menguncinya.

N. · Murid kelas 8 di Depok, Sleman

Les judo Jogja dimulai dari cara mendarat

Latihan judo yang benar selalu dibuka dengan ukemi, teknik mendarat yang menjaga tubuh ketika keseimbangan lepas. Anak yang sudah menguasai empat pola ukemi berani mencoba lemparan tanpa ragu, dan keluarga yang menonton dari kursi sebelah bisa melihat sendiri kenapa urutan ini dipegang.

Pelatih Edufio memakai tiga sampai empat sesi pertama khusus untuk mendarat: ke belakang dari posisi jongkok, ke samping kiri lalu kanan, kemudian gulingan ke depan. Selama fase itu tidak ada satu pun lemparan penuh. Urutannya diambil dari cara Kodokan menyusun bahan ajarnya sejak Kano Jigoro merumuskan judo pada 1882, dan alasannya sederhana: dalam judo, orang yang jatuh adalah orang yang paling sering ada di sesi latihan.

Sesudah ukemi konsisten, setiap pekan menambah satu lapis. Kuda-kuda dan perpindahan langkah lebih dulu, pegangan pada judogi berikutnya, baru teknik lemparan pertama.

Selengkapnya

Isi satu sesi les judo Jogja, menit demi menit

  • Pemanasan sendi dan leher

    Sepuluh menit memutar pergelangan, pinggul, dan bahu, ditutup penguatan leher isometrik. Leher yang siap adalah alasan utama ukemi terasa ringan.

  • Ukemi ulang

    Lima menit mengulang empat pola mendarat, berapa pun tingkat sabuk murid. Sabuk hitam pun tetap mengerjakan bagian ini setiap kali naik tatami.

  • Uchikomi

    Tiga set berisi sepuluh sampai dua puluh repetisi masuk badan tanpa menjatuhkan pasangan. Di sinilah bentuk gerakan diperbaiki sampai rapi.

  • Nage komi

    Lemparan diselesaikan sampai pasangan mendarat. Jumlahnya sengaja lebih sedikit daripada uchikomi supaya tubuh tidak menumpuk beban benturan.

  • Newaza

    Sepuluh sampai lima belas menit pertarungan bawah: masuk ke kuncian, bertahan dua puluh detik, lalu berlatih keluar dari posisi terkunci.

  • Pendinginan dan catatan

    Peregangan pinggul dan bahu, lalu pelatih menuliskan satu hal yang perlu dilatih di rumah sampai sesi berikutnya.

Alas latihan judo: bagian yang tidak bisa ditawar

Judo adalah satu-satunya cabang di katalog kami yang tak boleh berjalan di atas lantai keras. Setiap lemparan melepas energi ke punggung dan bahu, dan keramik, parket, maupun karpet tipis meneruskan energi itu langsung ke tulang. Standar tatami judo tebalnya empat sampai lima sentimeter dengan lapisan busa padat di bawah permukaan anyam.

Karena itu perkara pertama yang dibicarakan tim kami sebelum jadwal disusun adalah alasnya. Tiga jalan yang biasa ditempuh keluarga di DIY: memakai matras lipat milik sendiri, meminjam aula sekolah anak yang sudah bermatras, atau berlatih di dojo mitra. Luas yang diperlukan tidak besar; dua keping tatami ukuran satu kali dua meter sudah cukup untuk ukemi dan pertarungan bawah, empat keping untuk latihan lemparan.

Sebelum sesi pertama, pelatih memeriksa tinggi langit-langit minimal dua setengah meter, kerataan lantai, dan jarak aman dari perabot bersudut.

Pokok bahasannya

Perlengkapan judo apa yang benar-benar diperlukan pemula?

  • Judogi

    Seragam katun tebal berjahitan rangkap di bahu dan kerah. Ukurannya mengikuti tinggi badan, dan disarankan satu nomor lebih besar untuk anak yang sedang tumbuh.

  • Obi

    Sabuk yang menandai tingkat sekaligus mengunci judogi. Cara mengikatnya termasuk bahan ajar sesi pertama, karena simpul yang longgar mengganggu setiap pegangan.

  • Dua sesi pertama boleh tanpa judogi

    Kaus lengan panjang tebal dan celana panjang berbahan lentur cukup untuk mencoba ukemi. Banyak keluarga menunggu sampai anak yakin sebelum membeli seragam.

  • Alas tatami

    Matras lipat setebal empat sentimeter ke atas. Karpet, kasur busa, dan matras yoga tidak menggantikannya, karena keduanya tak menyerap benturan punggung.

  • Kuku pendek dan rambut terikat

    Aturan yang berlaku di semua dojo. Kuku panjang melukai pasangan latihan, rambut terurai tersangkut di kerah saat pertarungan bawah.

  • Botol air dan handuk

    Judo memakai seluruh tubuh dan keringatnya banyak. Judogi yang lembap dicuci setiap selesai dipakai supaya kulit tetap aman.

Porsi latihan les judo Jogja menurut usia murid

Anak 6 sampai 9 tahun di Jogja berlatih judo lewat permainan keseimbangan, gulingan, dan tarik ulur berpasangan. Sesi 60 menit sudah cukup, dan sebagian besar waktunya habis untuk ukemi. Teknik kuncian sendi siku serta teknik tekanan leher tidak diberikan pada kelompok ini, mengikuti pembatasan yang berlaku di kejuaraan usia dini.

Umur 10 sampai 12 tahun mulai memegang teknik lemparan utuh dan pertarungan bawah, dengan randori ringan yang intensitasnya diatur pelatih. Umur 13 tahun ke atas boleh masuk randori penuh, dan di sinilah persiapan kejuaraan pelajar biasanya dimulai.

Peserta dewasa punya kebutuhan lain lagi. Yang datang ke Edufio umumnya karyawan dan mahasiswa di Jogja yang mencari bela diri bertumpu keseimbangan serta kendali, atau alumni judo sekolah yang ingin kembali setelah bertahun-tahun berhenti. Untuk mereka, porsi pemanasan sendi diperbesar dan jumlah nage komi ditahan, karena tubuh dewasa memerlukan waktu pulih lebih panjang antar sesi.

Garis besarnya

Kesalahan judo yang paling sering muncul di bulan pertama

  • Dagu terangkat saat jatuh

    Pandangan ke langit-langit membuat belakang kepala mendarat lebih dulu. Perbaikannya: mata selalu tertuju ke simpul sabuk sendiri.

  • Menepuk tatami dengan siku tertekuk

    Tumpuan pindah ke sendi siku dan terasa nyeri selama berhari-hari. Lengan harus lurus, telapak terbuka, menyentuh tatami sedikit lebih dulu daripada punggung.

  • Menarik dengan dua tangan sama kuat

    Tak ada arah keseimbangan yang pecah, lemparan pun berubah jadi adu tenaga. Satu tangan bertugas menarik, satu lagi mengangkat.

  • Melangkah menyilang

    Kaki saling mengunci dan jadi sasaran sapuan paling murah. Langkah judo selalu geser, kaki belakang mengikuti kaki depan.

  • Pinggul berhenti terlalu tinggi

    Pada o goshi dan seoi nage, pinggul harus lebih rendah daripada pinggul lawan. Tanpa itu yang bekerja hanya otot punggung.

  • Menahan kuncian dengan lengan

    Kuncian judo bertumpu pada dada yang menempel dan kaki yang melebar. Menahan dengan lengan membuat tenaga habis sebelum hitungan sepuluh.

Les judo Jogja dan ritme sekolah DIY

Tahun ajaran di DIY dimulai 13 Juli, dan ekstrakurikuler baru benar-benar berjalan sekitar Agustus. Bulan-bulan itu jadi waktu tersibuk kami: banyak anak ingin sudah bisa ukemi dan satu lemparan dasar sebelum seleksi ekskul bela diri di sekolahnya dibuka.

Jadwal juga bergeser di awal tahun. Anak kelas 6 dan kelas 9 menghadapi ASPD antara Januari dan April, jadi keluarga biasanya memangkas frekuensi jadi satu sesi per pekan selama periode itu, lalu menaikkannya kembali sesudah ujian selesai. Pelatih menyiapkan program pemeliharaan ringan supaya teknik yang sudah dikuasai tidak luntur.

Sebaran murid judo kami di Jogja mengikuti kepadatan penduduk pelajar: Depok, Ngaglik, Mlati, dan Gamping di Sleman; Umbulharjo, Gondokusuman, dan Kotagede di Kota Yogyakarta; Kasihan, Sewon, serta Banguntapan di Bantul. Mahasiswa yang ingin masuk unit kegiatan bela diri kampus juga banyak berlatih lebih dulu secara privat.

Uraian

Latihan judo mandiri di sela dua sesi

  • Ukemi belakang 20 repetisi

    Dari posisi jongkok, di atas matras yang ada di rumah. Yang dijaga cuma dua: dagu menempel dada dan tepukan lengan lurus.

  • Uchikomi dengan karet ban

    Karet diikat di gagang pintu setinggi dada, lalu masuk badan seperti melempar. Tiga set sepuluh repetisi cukup untuk menjaga bentuk gerakan.

  • Latihan genggaman dengan handuk

    Handuk digantung, lalu diremas dan ditarik bergantian tangan. Genggaman yang kuat membuat pegangan bertahan lebih lama di randori.

  • Penguatan leher dan jembatan bahu

    Gerakan isometrik menahan kepala dan jembatan bahu di lantai berkarpet. Keduanya menurunkan risiko cedera saat mendarat.

  • Menonton rekaman diri sendiri

    Rekam satu teknik dari samping, bandingkan dengan catatan pelatih. Kesalahan tinggi pinggul paling gampang terlihat dari sudut ini.

Les judo Jogja lewat kelas daring untuk Kulon Progo dan Gunungkidul

Sebaran pelatih judo di DIY tidak merata. Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta terlayani rapat, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul jauh lebih tipis. Untuk keluarga di Wates, Pengasih, Wonosari, dan Playen, jalur utamanya kelas daring yang dipadu kunjungan berkala.

Yang berjalan baik lewat layar: penguatan fisik dan kelenturan, koreksi ukemi lewat rekaman yang dikirim murid, hafalan istilah dan urutan teknik untuk ujian sabuk, pembacaan aturan pertandingan, serta analisis rekaman laga. Pelatih meminta murid merekam gerakan dari dua sudut, lalu membahasnya bersama pada sesi berikutnya.

Yang tetap menunggu pertemuan langsung: nage komi dan randori, karena keduanya memerlukan pasangan dan tatami yang layak. Pola yang biasa dipakai keluarga di dua kabupaten itu adalah tiga sesi daring dan satu kunjungan tiap bulan, dengan kunjungan dipakai khusus untuk hal-hal yang menuntut sentuhan pelatih.

Sabuk dan kenaikan tingkat dalam judo

Tingkatan judo terbagi dua: kyu untuk pemegang sabuk berwarna dan dan untuk pemegang sabuk hitam. Klub di Indonesia umumnya memakai urutan putih, kuning, oranye, hijau, biru, cokelat, lalu hitam, walaupun jumlah dan warnanya bisa berbeda antar perguruan.

Satu hal yang perlu jelas sejak awal: Edufio tidak menerbitkan sabuk judo. Ujian kenaikan tingkat diselenggarakan klub atau pengurus cabang tempat murid terdaftar, dan hanya lembaga itu yang berwenang menaikkan kyu. Peran kami menyiapkan muridnya, lalu mengantar sampai ke ruang ujian.

Isi ujian biasanya mencakup peragaan teknik sesuai daftar tingkat yang dituju, ukemi, satu rangkaian kata, pertarungan bawah, dan pertanyaan teori tentang istilah serta tata cara penghormatan. Bagian teori inilah yang paling sering membuat murid tertahan pada ujian pertamanya, dan itu bagian yang paling mudah dilatih di rumah.

Urutannya

Mulai les judo Jogja bersama Edufio

  1. Ceritakan titik awalnya

    Umur murid, pernah berlatih judo atau belum, dan target yang dituju. Kirim lewat formulir di halaman daftar atau pesan WhatsApp.

  2. Bicarakan ruang latihan

    Tim kami menanyakan alas yang tersedia dan luas ruangnya, lalu menawarkan pilihan lain bila ruang di rumah belum memadai.

  3. Terima usulan pelatih

    Kami mengirim satu sampai dua profil pelatih judo beserta tingkat sabuk, pengalaman melatih, dan wilayah jangkauannya.

  4. Kunci jadwal dan paket

    Pilih jumlah sesi per bulan dan jam yang cocok. Pembayaran lewat transfer bank atau dompet digital sesudah jadwal disepakati.

  5. Sesi pertama di atas tatami

    Pemetaan gerak, ukemi dasar, dan penyusunan rencana bulan pertama. Catatan sesi dikirim ke keluarga di hari yang sama.

Biar makin mantap soal les judo, ini jawabannya

Bagaimana cara mendaftar les judo Jogja di Edufio?

Isi formulir di halaman daftar atau kirim pesan WhatsApp ke tim kami. Sebutkan umur calon murid, pengalaman judonya, dan wilayah tempat tinggal. Tim akan menanyakan kondisi ruang latihan lebih dulu, lalu mengirim satu sampai dua profil pelatih judo beserta tingkat sabuknya untuk dipilih keluarga.

Berapa biaya les judo privat di Jogja?

Tarif judo di Jogja dimulai dari Rp80.000 per jam. Besarnya mengikuti durasi sesi, jumlah pertemuan per bulan, jarak tempuh pelatih, dan apakah keluarga memerlukan penyediaan alas latihan. Rincian angka per paket dikirim tim layanan sebelum jadwal dikunci, jadi tidak ada biaya yang muncul di tengah jalan.

Apakah peserta les judo juga mendapat latihan fisik?

Ya, dan porsinya melekat di setiap sesi. Judo menuntut kekuatan genggam, leher yang siap menahan benturan, pinggul yang lentur, serta daya tahan untuk laga empat menit. Sepuluh menit pertama tiap sesi dipakai untuk itu, dan pelatih memberi latihan mandiri yang bisa dikerjakan di rumah tanpa alat.

Apa saja yang dipelajari di les judo Jogja?

Ukemi sebagai teknik mendarat, sikap dan langkah, pegangan pada judogi, tiga fase lemparan berupa kuzushi tsukuri kake, delapan teknik lemparan kelompok pertama, empat kuncian dasar pertarungan bawah, metode latihan uchikomi nage komi randori, serta adab tatami. Rinciannya ada di bagian bedah materi di halaman ini.

Les judo Edufio terbuka untuk siapa saja?

Terbuka untuk anak mulai 6 tahun sampai peserta dewasa. Kelompoknya beragam: anak yang ingin masuk tim judo sekolah, murid pindahan klub yang ingin memperbaiki dasar, orang dewasa yang mencari bela diri bertumpu kendali, dan alumni judo sekolah yang ingin kembali berlatih setelah lama berhenti.

Umur berapa anak sebaiknya mulai les judo?

Enam tahun adalah titik yang lazim, karena di usia itu anak sudah bisa mengikuti aba-aba berurutan dan mengendalikan arah jatuhnya. Anak lima tahun boleh mencoba bila koordinasinya sudah matang, dengan sesi lebih pendek dan isi yang hampir seluruhnya permainan keseimbangan serta gulingan.

Apakah judo aman untuk anak?

Judo termasuk cabang kontak, jadi risikonya nyata dan dikelola dengan urutan ajar. Ukemi diajarkan lebih dulu, alas latihan wajib tatami yang layak, dan teknik kuncian sendi serta tekanan leher tidak diberikan pada kelompok usia dini. Sebagian besar cedera pemula justru datang dari latihan di atas alas yang salah.

Perlukah membeli judogi sebelum sesi pertama?

Tidak perlu. Dua sampai tiga sesi pertama isinya ukemi dan postur, dan kaus lengan panjang tebal beserta celana lentur sudah memadai. Judogi baru terasa penting saat masuk latihan pegangan, karena kerah dan lengan bajunya yang jadi pegangan. Pelatih akan menyarankan ukuran sesuai tinggi badan murid.

Bagaimana kalau rumah tidak punya matras judo?

Ada tiga jalan yang biasa ditempuh: memakai matras lipat setebal empat sentimeter yang dibeli keluarga, meminjam aula sekolah anak yang sudah bermatras, atau berlatih di dojo mitra. Tim kami membahas pilihan ini sebelum jadwal disusun, karena alas yang salah membuat les judo Jogja tidak bisa berjalan aman.

Apa beda judo dengan karate, taekwondo, dan pencak silat?

Judo bertumpu pada lemparan, kuncian, dan pertarungan bawah, tanpa pukulan atau tendangan dalam pertandingannya. Karate dan taekwondo menekankan serangan berjarak, sedangkan pencak silat memadukan langkah, kuncian, dan senjata tradisional. Anak yang cepat lelah karena kelenturan kaki sering merasa judo lebih terjangkau.

Apakah Edufio menerbitkan sabuk judo?

Tidak. Ujian kenaikan tingkat diselenggarakan klub atau pengurus cabang tempat murid terdaftar, dan hanya lembaga itulah yang berwenang menaikkan kyu. Peran pelatih Edufio menyiapkan muridnya: peragaan teknik sesuai daftar tingkat, ukemi, kata, pertarungan bawah, dan bagian teori yang paling sering membuat peserta tertahan.

Bisakah les judo Jogja diikuti secara daring?

Sebagian bisa. Kondisi fisik, kelenturan, koreksi ukemi lewat rekaman, hafalan istilah, dan pembacaan aturan pertandingan berjalan baik lewat sesi daring. Nage komi dan randori tetap menunggu pertemuan langsung karena memerlukan pasangan dan tatami. Pola daring plus kunjungan berkala paling banyak dipakai keluarga di Kulon Progo dan Gunungkidul.

Apakah anak perempuan bisa ikut les judo?

Bisa, dan judo memang mempertandingkan kelas putri di semua jenjang usia sampai tingkat olimpiade. Materi yang diajarkan sama persis. Keluarga yang menginginkan pelatih perempuan bisa menyebutkannya saat mendaftar, dan tim kami mencocokkan dengan ketersediaan pelatih di wilayah masing-masing.

Berapa lama sampai bisa ikut kejuaraan judo?

Untuk murid yang berlatih dua kali sepekan, kejuaraan pemula biasanya realistis setelah enam sampai sembilan bulan. Patokan sebenarnya ada pada tiga hal: empat pola ukemi sudah otomatis, dua teknik andalan bisa dijalankan dalam randori, dan murid mengerti aturan penalti supaya tidak kalah karena shido.

Ambil langkah awalmu di judo

Kelas privat judo di Jogja disiapkan sesuai kebutuhanmu. Mulai dari konsultasi, tanpa komitmen.