Mulai Pendaftaran
Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.
Mulai Pendaftaran4,9/5 · 112 ulasan · Mahasiswa & profesional
Pelatihan kepemimpinan privat di Yogyakarta untuk ketua organisasi kampus, koordinator, supervisor baru, dan pemilik usaha. Satu pelatih untuk satu peserta, bahan latihannya kasus tim Anda sendiri, mulai Rp80.000 per jam.
Pelatihan kepemimpinan privat di Yogyakarta untuk ketua organisasi kampus, koordinator, supervisor baru, dan pemilik usaha. Satu pelatih untuk satu peserta, bahan latihannya kasus tim Anda sendiri, mulai Rp80.000 per jam.
Tanya Dulu, Baru DaftarData Ringkasnya
Bedanya di sini
Menirukan percakapan sulit terasa canggung saat ada rekan sekelas yang menyimak. Format satu lawan satu membuat Anda berani mengulang kalimat pembuka lima kali sampai terdengar wajar.
Pendamping leadership Edufio dipilih dari orang yang pernah memimpin unit kerja atau organisasi, sehingga contoh yang ia berikan datang dari ruangan sungguhan.
Studi kasus buku diganti kejadian dua pekan terakhir di tim Anda: rekan yang menyanggupi lalu diam, tenggat yang lewat, keputusan yang terus digeser.
Jadwal disusun menempel pada agenda kerja supaya bahan latihannya masih hangat dan kalimat baru yang dilatih bisa dipakai dalam hitungan hari.
Tiap sesi ditutup dengan satu tugas lapangan dan hasilnya dibuka di sesi berikutnya, jadi kemajuan terbaca dari perilaku yang berubah.
Peserta yang menyelesaikan paket menerima sertifikat penyelesaian pelatihan kepemimpinan, berguna sebagai lampiran seleksi jabatan atau berkas organisasi.
Cocok untuk siapa
Anda baru ditunjuk memimpin tim dan belum pernah dilatih untuk pekerjaan itu.
Anda memimpin rekan seangkatan atau anggota yang lebih senior, dan hubungannya terasa canggung.
Pekerjaan menumpuk di meja Anda karena menyerahkan tugas terasa lebih repot daripada mengerjakan.
Rapat yang Anda pimpin sering berakhir tanpa satu pun keputusan yang tercatat.
Anda menunda teguran sampai perkaranya membesar dan nadanya terlanjur tajam.
Anda memegang kepanitiaan atau organisasi kampus dengan masa jabatan satu periode dan ingin meninggalkan penerus yang siap.
Anda menyiapkan diri menghadapi seleksi jabatan atau management trainee dalam enam bulan ke depan.
Latihan perannya canggung sekali di awal. Sekarang saya bisa menegur keterlambatan tanpa merusak suasana kerja, dan orangnya tetap mau bicara terbuka keesokan harinya.
Yang paling terpakai buat saya format catatan rapat lima baris itu. Perkara yang dulu diulang setiap pekan sekarang selesai sekali putus.
Kisah peserta
Saya kira memimpin itu soal jabatan. Setelah beberapa sesi, yang berubah justru cara saya membuka percakapan dan menutup rapat.
Tahap demi tahap
Susunan di bawah adalah jalur yang paling sering ditempuh peserta paket menengah. Jalurnya digeser bila sasaran Anda menuntut urutan lain, misalnya konflik yang sedang berjalan dan harus ditangani lebih dulu.
Susunan tim digambar, keputusan enam bulan terakhir ditinjau, dan tiga kejadian yang mengganjal dicatat sebagai bahan latihan berikutnya.
Instruksi disusun ulang menjadi hasil, tenggat, dan wewenang. Peserta mulai membiasakan permintaan pengulangan di akhir setiap arahan.
Satu teguran nyata dilatih di ruangan, lalu dijalankan di tempat kerja. Hasilnya dibedah di sesi berikutnya, termasuk bagian yang meleset.
Satu tugas rutin berpindah tangan lengkap dengan ukuran keberhasilan dan titik pemeriksaan. Peserta berlatih menahan diri sampai titik itu tiba.
Agenda diubah ke bentuk keputusan dan catatan lima baris mulai dipakai. Lama rapat serta jumlah keputusan dicatat sebagai pembanding.
Satu anggota diberi tanggung jawab utuh dengan Anda di posisi belakang, disertai rencana serah terima yang tertulis.
Bedah materi
Tujuh topik berikut disusun berurutan, dan urutannya penting. Arahan yang jelas harus lebih dulu terbentuk sebelum umpan balik terasa adil, dan umpan balik harus lebih dulu berjalan sebelum delegasi bisa dipercayakan.
Mengenali kecenderungan Anda sendiri lewat tinjauan keputusan enam bulan terakhir, lalu memasangkannya dengan tingkat kesiapan tiap anggota tim.
Titik rawan
Hasil pemetaan diperlakukan sebagai watak yang tetap, sehingga peserta menolak melatih posisi yang terasa tidak alami baginya.
Cara kami mendampingi
Pelatih memberi tiga kasus berturut-turut yang menuntut posisi berbeda, sehingga peserta merasakan sendiri bahwa posisi adalah pilihan per situasi.
Menyusun instruksi berisi hasil, batas waktu, dan wewenang. Ditutup dengan permintaan agar lawan bicara menyebutkan lagi rencananya.
Titik rawan
Peserta merasa meminta pengulangan terdengar meremehkan, lalu kembali ke kalimat menitip yang samar.
Cara kami mendampingi
Latihan memakai kalimat pembuka yang menempatkan beban pada diri sendiri, misalnya memastikan penjelasan tadi sudah cukup jelas.
Menyampaikan koreksi berdasar kejadian yang bisa diperiksa ulang, memisahkan perilaku dari watak, dan menutup dengan rencana perbaikan dari orangnya sendiri.
Titik rawan
Koreksi dibungkus pujian di depan dan di belakang sampai pesan intinya hilang, atau ditunda berminggu-minggu karena sungkan.
Cara kami mendampingi
Simulasi bertingkat: dimulai dari kesalahan ringan, naik ke anggota yang membantah, lalu ke anggota yang diam sepanjang percakapan.
Enam jenjang penyerahan pekerjaan, cara memilih jenjang per orang per tugas, dan cara memasang titik pemeriksaan yang tidak berubah jadi pengawasan berlebihan.
Titik rawan
Pekerjaan diambil kembali begitu hasilnya berbeda dari cara peserta sendiri mengerjakannya.
Cara kami mendampingi
Peserta menetapkan ukuran keberhasilan sebelum menyerahkan, sehingga perbedaan cara berhenti dibaca sebagai kesalahan.
Agenda berbentuk keputusan, penetapan siapa yang memutuskan, pembatasan waktu tiap butir, dan catatan lima baris di akhir pertemuan.
Titik rawan
Peserta menunggu semua orang setuju sebelum memutuskan, sehingga perkara bergulir berminggu-minggu tanpa titik.
Cara kami mendampingi
Latihan memisahkan keputusan yang mudah diubah dari yang sulit ditarik kembali, lalu memberi keduanya tempo yang berbeda.
Membaca isyarat keberatan yang disampaikan tidak langsung, membuka percakapan bertiga, dan menyepakati aturan main setelah perselisihan reda.
Titik rawan
Perselisihan diredakan buru-buru demi kerukunan, sehingga sebabnya utuh dan muncul lagi dalam bentuk lain.
Cara kami mendampingi
Pelatih memerankan dua pihak bergantian, dan peserta berlatih menampung keduanya tanpa memihak lebih dulu.
Pertemuan berdua yang rutin, menyiapkan orang yang mampu menggantikan, dan menyusun serah terima yang membuat penerusnya tidak mulai dari nol.
Titik rawan
Regenerasi diurus pada bulan terakhir masa jabatan, saat waktu untuk mendampingi penerus sudah habis.
Cara kami mendampingi
Calon pengganti diberi satu tanggung jawab utuh sejak pertengahan periode, dengan peserta berada di posisi belakang.
Pengajar Kami
Kredensial jelas, jam terbang mengajar nyata, jadwal menyesuaikan agenda Anda.




Cakupan
Catatan kecenderungan Anda beserta dua posisi yang perlu dilatih, disusun dari keputusan nyata Anda sendiri.
Kalimat pembuka, pertanyaan lanjutan, dan cara menutup untuk teguran, penolakan permintaan, dan penyampaian keputusan yang tidak populer.
Kerangka penutup rapat yang bisa langsung dipakai di pertemuan rutin tim maupun rapat pengurus organisasi.
Pemetaan siapa berada di jenjang mana untuk pekerjaan apa, supaya penyerahan tugas berhenti terasa untung-untungan.
Susunan pertanyaan untuk pertemuan rutin satu lawan satu yang membuat masalah muncul selagi masih kecil.
Enam tanda perilaku yang Anda periksa tiap bulan tanpa perlu menunggu penilaian dari siapa pun.
Diterbitkan setelah paket tuntas, berguna sebagai lampiran seleksi jabatan atau berkas pertanggungjawaban organisasi.
Pola yang berulang di hampir setiap peserta baru terlihat sama. Jabatan datang karena orangnya paling rajin, paling lama bertahan, atau paling bisa diandalkan secara teknis. Ketua panitia dies natalis ditunjuk karena tahun lalu kerjanya rapi. Koordinator shift diangkat karena paling jarang izin. Pemilik kedai kopi di Seturan tiba-tiba punya enam barista dan harus menyusun jadwal, menegur keterlambatan, serta memutuskan siapa yang naik posisi.
Keterampilan yang membuat mereka terpilih adalah keterampilan mengerjakan. Keterampilan yang dituntut sesudahnya adalah keterampilan menggerakkan orang lain. Keduanya tidak menular satu sama lain.
Gejalanya khas dan cepat terasa. Arahan disampaikan sebagai harapan sopan lalu hasilnya meleset. Rekan seangkatan berubah canggung setelah salah satunya memegang kendali. Pekerjaan menumpuk di meja pemimpinnya sendiri karena menyerahkan tugas terasa lebih repot daripada mengerjakan. Rapat berjalan dua jam dan bubar tanpa satu pun keputusan yang tercatat.
Semua itu perilaku, dan perilaku bisa dilatih. Les leadership privat Edufio bekerja persis di lapisan tersebut: memperbaiki cara Anda memberi arahan, memutuskan, menegur, dan menyerahkan pekerjaan, satu kebiasaan tiap beberapa sesi.
Lebih lengkap
Ketua badan eksekutif, kepala departemen himpunan, dan koordinator kepanitiaan di UGM, UNY, UII, UAD, Sanata Dharma, AMIKOM, UPN Veteran Yogyakarta, serta ISI Yogyakarta.
Penyelia toko di kawasan Malioboro, penanggung jawab shift restoran, dan pengawas tata graha hotel yang baru beberapa bulan memegang tim.
Perajin perak Kotagede, pembatik Imogiri, pengelola gerabah Kasongan, dan pemilik kedai yang beralih dari mengerjakan sendiri ke mengatur orang.
Pemimpin tim pengembang dan pengelola produk di perkantoran sekitar Babarsari dan Seturan yang naik dari jalur teknis tanpa pernah dilatih memimpin.
Ketua RT, pengurus karang taruna, takmir masjid, dan pengelola kampung wisata yang menggerakkan banyak orang tanpa kewenangan formal.
Lulusan baru yang menyiapkan diri menghadapi diskusi kelompok tanpa pemimpin dan wawancara berbasis perilaku pada seleksi management trainee.
Materi pokoknya lima: mengenali gaya memimpin, menyampaikan arahan yang jelas, mengambil keputusan, menangani konflik, dan membina tim. Kelimanya berdiri di atas satu prinsip kerja yang memisahkan kelas ini dari seminar kepemimpinan mana pun: bahan latihannya adalah situasi Anda minggu ini.
Pelatih meminta Anda menceritakan satu kejadian nyata. Anggota tim yang menghilang saat tenggat mendekat. Rekan yang menyanggupi lalu tidak mengerjakan. Atasan yang menambah target di tengah jalan. Cerita itu dibedah, lalu diperankan ulang di ruangan yang sama. Pelatih memerankan lawan bicara Anda lengkap dengan jawaban yang tidak menyenangkan, dan Anda mengulang percakapan tersebut tiga sampai lima kali sampai kalimat pembukanya terasa wajar di mulut sendiri.
Sesudahnya Anda pulang membawa satu tugas lapangan: percakapan yang memang harus terjadi sebelum sesi berikutnya. Sesi berikut dibuka dengan laporan hasilnya, termasuk bagian yang gagal. Siklus itulah isi programnya, dan hasilnya terbaca di ruang kerja Anda sendiri.
Catatan tambahan
Sebut kejadiannya, sebut dampaknya, lalu ajukan pertanyaan terbuka. Latihan ini memangkas pembukaan berputar yang membuat pesan utama tenggelam.
Tutup instruksi dengan permintaan agar lawan bicara menyebutkan lagi langkah dan tenggatnya. Salah paham ketahuan di menit itu juga.
Pilih tugas yang selama ini Anda pegang, serahkan beserta ukuran keberhasilannya, lalu tahan diri untuk tidak mengambilnya kembali.
Lima baris: apa yang diputuskan, alasannya, penanggung jawabnya, tenggatnya, dan siapa saja yang perlu diberi tahu.
Menegur pekerjaan yang meleset tanpa menyentuh watak orangnya, sehingga hubungan kerja tetap utuh setelah teguran selesai.
Membuka pertemuan berdua dengan pertanyaan yang membuat masalah muncul selagi masih kecil dan masih murah diperbaiki.
Taman Siswa berdiri di Yogyakarta pada 1922, dan dari sana datang rumusan yang kini dipakai seluruh Indonesia: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Di depan memberi teladan, di tengah membangun kemauan, di belakang memberi dorongan.
Rumusan itu enak dipakai sebagai alat kerja harian. Ia menyatakan bahwa pemimpin punya tiga posisi, dan tugasnya memilih posisi yang tepat untuk orang yang tepat. Anggota yang baru masuk butuh Anda di depan, mengerjakan bersamanya sambil ia mengamati caranya. Anggota yang sudah paham teknis tetapi masih ragu butuh Anda di tengah, diajak berunding sampai ia yakin pada pilihannya sendiri. Anggota yang sudah matang butuh Anda di belakang, cukup memastikan jalannya aman dan sumber dayanya tersedia.
Kekeliruan yang paling sering muncul: satu posisi dipakai untuk semua orang. Biasanya posisi depan, karena di situlah pemimpinnya merasa berguna. Akibatnya tim tidak pernah tumbuh dan pemimpinnya kehabisan jam. Sesi pemetaan di awal program dipakai untuk melihat posisi mana yang sudah jadi kebiasaan Anda, lalu melatih dua posisi lain yang jarang tersentuh.
Selengkapnya
Kalimat bernada menitip terdengar sopan dan berakhir tanpa penanggung jawab. Latihan mengganti bentuknya jadi permintaan bertenggat yang tetap sopan.
Koreksi yang disimpan berbulan-bulan keluar sekaligus dengan nada jauh lebih tajam daripada kadar kesalahannya.
Benar untuk satu tugas, mahal untuk satu semester. Waktu pemimpinnya habis dan kemampuan timnya berhenti di tempat.
Ruang rapat yang sunyi sering berarti keberatan belum menemukan saluran, dan keberatan itu muncul lagi saat pelaksanaan.
Giliran melaporkan menghabiskan seluruh jam, sementara perkara yang menuntut keputusan tergeser ke pertemuan berikutnya.
Anggota yang gaya kerjanya berbeda mudah dianggap kurang serius, padahal hasilnya setara lewat jalan yang lain.
Di banyak tim Jogja, menegur terasa mahal. Ewuh pakewuh membuat orang menahan koreksi agar suasana tetap enak, dan penahanan itu berbunga. Kesalahan kecil yang tidak disebut pada pekan pertama muncul lagi pada pekan kelima, kali ini disertai kekesalan yang sudah menumpuk, sehingga teguran akhirnya keluar dengan nada jauh melampaui kadar perkaranya.
Lapisan keduanya ada di jawaban. Iya yang berarti saya dengar, iya yang berarti saya sanggup, dan iya yang berarti saya sungkan menolak terdengar nyaris sama. Pemimpin yang belum terlatih membaca ketiganya sebagai kesanggupan, lalu terkejut ketika tenggat lewat tanpa kabar.
Latihannya konkret. Umpan balik disusun dari kejadian yang bisa diperiksa ulang, disampaikan dalam hitungan jam setelah kejadiannya, dan ditutup dengan permintaan agar lawan bicara menyebutkan rencananya sendiri. Kesanggupan diuji lewat pertanyaan tentang langkah dan waktu, karena orang yang sungkan menolak biasanya kesulitan menyebutkan keduanya. Cara ini menjaga unggah-ungguh dan tetap menghasilkan kejelasan.
Pokok bahasannya
Jawaban setuju yang tidak disertai langkah dan tenggat hampir selalu berarti keberatan yang belum diucapkan.
Masalah yang sampai ke Anda lewat rekan lain menandakan saluran langsung terasa tertutup bagi yang bersangkutan.
Pertemuan tanpa sanggahan yang disusul percakapan panjang di grup terpisah adalah tanda ruang aman belum terbentuk.
Anggota yang berhenti mengusulkan gagasan dan hanya mengerjakan yang diminta sedang menjaga jarak dari Anda.
Candaan berulang tentang beban kerja atau keputusan Anda biasanya keberatan yang sedang dibungkus rapi.
Hampir setiap peserta baru mengucapkan kalimat yang sama: lebih cepat kalau saya kerjakan sendiri. Untuk satu pekerjaan, kalimat itu benar. Untuk dua puluh pekerjaan berulang sepanjang satu semester, kalimat itu adalah sebab seorang pemimpin kehabisan waktu sementara timnya berhenti bertambah mampu.
Yang dilatih adalah tingkatannya. Menyerahkan pekerjaan punya jenjang: memberi tahu keputusan yang sudah diambil, menjelaskan alasannya, meminta pendapat sebelum memutuskan, memutuskan bersama, menyerahkan keputusan dengan catatan, lalu menyerahkan penuh. Satu orang bisa berada di jenjang berbeda untuk pekerjaan berbeda, dan menyebut jenjangnya di depan menghapus setengah kesalahpahaman.
Latihan lapangannya sederhana dan berat. Pilih satu pekerjaan rutin yang Anda pegang. Serahkan beserta tiga hal: hasil yang dianggap berhasil, batas waktu, dan satu titik pemeriksaan di tengah. Lalu tahan tangan Anda sampai titik pemeriksaan itu tiba. Peserta biasanya jatuh pada percobaan pertama, mengambil kembali pekerjaannya di hari kedua, dan justru kegagalan itu bahan bedah paling berguna di sesi berikutnya.
Garis besarnya
Berapa orang, sejak kapan Anda memimpin, dan siapa yang paling sering menimbulkan kebingungan.
Percakapan atau keputusan yang hasilnya mengganjal, ditulis apa adanya lengkap dengan kalimat yang Anda pakai saat itu.
Perkara yang Anda tahu harus diputuskan tetapi terus bergeser ke minggu berikutnya.
Salinan agenda dan catatan rapat terakhir, karena keduanya memperlihatkan cara Anda menutup pembicaraan.
Target tim dan target pribadi, supaya jalur latihan disusun ke arah yang memang Anda tuju.
Rapat adalah tempat kepemimpinan paling terlihat sekaligus tempat waktu paling banyak hilang. Pola yang lazim: agenda berisi daftar topik, setiap orang bergiliran melaporkan, dan pertemuan berakhir ketika jam habis. Perkara yang menuntut keputusan menunggu giliran yang tidak pernah datang, lalu dibahas ulang pekan depan dari awal.
Ada empat hal yang dilatih. Pertama, menulis agenda dalam bentuk keputusan yang harus keluar, misalnya menetapkan tanggal peluncuran atau memilih pemasok. Kedua, menyebutkan sejak awal siapa yang memutuskan: Anda sendiri, Anda setelah mendengar masukan, atau tim secara bersama. Ketiga, memberi batas waktu tiap butir dan menutup butir itu meski pembahasannya terasa belum tuntas. Keempat, menutup rapat dengan lima baris catatan yang dibacakan lantang sebelum semua orang beranjak.
Peserta yang menjalankan keempatnya membawa bahan pembanding yang jelas ke sesi berikutnya: berapa lama rapatnya, berapa butir yang benar-benar diputuskan, dan berapa perkara yang kembali dibahas pada pertemuan sesudahnya.
Perkara ini datang dari hampir semua peserta muda di Jogja, dan bentuknya serupa. Ada anggota tim yang usianya belasan tahun di atas Anda, atau sudah bekerja di tempat itu jauh sebelum Anda masuk. Di lingkungan kerja Jawa, senioritas punya bobot sosial yang nyata, dan mengabaikannya membuat kewenangan formal Anda tidak berarti banyak di lapangan.
Yang dilatih adalah urutan langkahnya. Mintalah pendapatnya lebih dulu, berdua saja, sebelum perkaranya dibawa ke forum. Sepakati aturan main bersama, termasuk cara ia menyampaikan ketidaksetujuan kepada Anda. Pisahkan penghormatan atas pengalaman dari kewenangan atas keputusan, karena keduanya bisa berdiri berdampingan. Pakai bahasa yang menjaga unggah-ungguh, lalu sampaikan keputusannya dengan jelas tanpa berputar.
Simulasinya dijalankan penuh. Pelatih memerankan senior yang menjawab pendek, menyinggung pengalaman bertahun-tahun, dan mengalihkan pembicaraan ke perkara lain. Peserta mengulang sampai menemukan kalimat yang terasa hormat sekaligus tegas dalam mulutnya sendiri.
Uraian
Anggota tim menyampaikan masalah selagi masih kecil. Tanda paling kuat bahwa ruang aman sudah terbentuk.
Setiap pertemuan meninggalkan lima baris tertulis, dan perkara yang sama berhenti dibahas berulang.
Tugas berulang berpindah ke anggota tim dan bertahan di sana lebih dari dua pekan tanpa ditarik kembali.
Jarak antara kejadian dan koreksi memendek, dan nadanya menjadi lebih tenang karena kekesalan tidak sempat menumpuk.
Minimal satu anggota mampu menjalankan sebagian tugas Anda saat berhalangan, tanpa pekerjaan berhenti.
Anggota berani menyebut keberatannya tanpa melewati perantara, dan pembicaraannya selesai di ruangan yang sama.
Sebaran pelatih Edufio paling padat di Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Untuk Kulon Progo dan Gunungkidul, jalur layanan utamanya kelas online, dan untuk pelatihan kepemimpinan pilihan itu kebetulan sangat pas. Isi sesinya adalah percakapan, dan percakapan berjalan utuh di layar.
Peserta dari Wates, Nanggulan, Sentolo, Wonosari, Playen, dan Semanu menjalani latihan peran yang sama. Pelatih tetap memerankan anggota tim yang menjawab pendek atau menghindar, peserta tetap mengulang kalimat pembukanya sampai wajar. Layar justru menambah satu hal: agenda rapat, catatan keputusan, dan susunan tim bisa dibuka bersama dan disunting saat itu juga.
Peserta yang bekerja di kawasan bandara Kulon Progo, di dinas kapanewon, atau di usaha kerajinan Gunungkidul biasanya memilih jam malam setelah operasional tutup. Jam layanan sampai pukul 21.00 WIB memberi ruang untuk itu, dan perjalanan panjang ke pusat kota berhenti jadi syarat untuk belajar memimpin.
Yang berdekatan
Urutannya
Isi formulir pendaftaran di situs atau kirim pesan WhatsApp. Sebutkan ukuran tim, posisi Anda, dan satu perkara yang paling mengganjal.
Percakapan sekitar lima belas menit untuk memastikan sasaran, wilayah, jam yang mungkin, serta pilihan tempat atau kelas online.
Kami mengirim profil pendamping yang latar kepemimpinannya paling dekat dengan bidang Anda, beserta jadwal yang tersedia.
Pertemuan pertama dipakai memetakan gaya memimpin, susunan tim, dan tiga kejadian terakhir yang akan jadi bahan latihan.
Catatan perkembangan dibaca bersama setiap empat sesi, dan jalur latihan digeser bila sasaran Anda berubah di tengah jalan.
Cukup ceritakan kebutuhanmu, kami rancang jalur belajar leadership yang tepat sasaran.
Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.
Mulai PendaftaranMasih menimbang? Ceritakan kebutuhan belajarnya, kami bantu carikan arah.
Tanya lewat WhatsApp