4,9/5 · 115 ulasan · Pemula sampai profesional
Les Privat Manajemen Produk di Jogja
Les manajemen produk Jogja bersama tutor praktisi: riset pengguna, prioritas, roadmap, metrik, sampai satu studi kasus portofolio yang siap dibawa ke wawancara. Sesi di tempat Anda atau online, mulai Rp140.000.
- 4,9/5115 ulasan
- 11.000+tutor lolos kurasi
- 1-on-1privat seutuhnya
- Fleksibelrumah · kafe · kampus · online
- Garansitukar tutor gampang
- Assessmentdipetakan sebelum mulai
Nilai plusnya
Nilai lebih program Manajemen Produk ini
Diampu orang yang sedang memegang produk
Tutor les manajemen produk Jogja adalah product manager aktif di perusahaan teknologi dan rintisan. Contoh yang mereka bawa datang dari rapat kemarin, lengkap dengan kompromi yang harus diambil.
Materi berangkat dari produk yang Anda urus
Kalau Anda sedang mengelola aplikasi, toko daring, atau layanan internal kantor, itulah bahan latihannya. Peserta tanpa produk memakai studi kasus yang dipilih bersama tutor di sesi pertama.
Tiap bab menutup dengan satu artefak jadi
Catatan wawancara, peta peluang, PRD satu halaman, roadmap, dan pohon metrik. Sesi berakhir dengan dokumen yang bisa dibuka orang lain, sehingga kemajuan Anda terlihat.
Latihan wawancara produk satu lawan satu
Pertanyaan product sense, execution, dan metrik dilatih dengan format yang dipakai perusahaan teknologi, lalu dibedah bagian mana yang membuat jawaban Anda melemah.
Jadwal menempel pada jam kerja Anda
Sesi pagi sebelum berangkat, malam sesudah pulang, atau akhir pekan penuh. Peserta yang kerjanya berpindah kota biasanya menyelang antara sesi tatap muka dan sesi daring.
Tutor bisa diganti tanpa perdebatan
Cara mengajar yang cocok untuk orang teknis belum tentu cocok untuk orang pemasaran. Sampaikan saja kepada tim kami, penggantian diproses tanpa biaya tambahan.
Peta materi
Sepuluh bab les manajemen produk Jogja dan titik rawan di tiap bab
Urutan bab menyesuaikan titik berangkat Anda. Peserta yang sudah bekerja sebagai PM sering memulai dari bab metrik atau bab prioritas, sementara pemula berjalan dari bab pertama.
Riset pengguna dan discovery
Bab 1Menyusun panduan wawancara, memilih responden yang tepat, menggali cerita perilaku masa lalu, dan merangkum temuan lima sampai tujuh percakapan menjadi pola yang bisa ditindaklanjuti.
Titik rawan
Pertanyaan yang menuntun jawaban. Kalimat seperti apakah Anda mau memakai fitur ini hampir selalu dijawab iya, dan jawaban itu tidak memberi informasi apa pun.
Cara kami mendampingi
Tutor memutar rekaman wawancara Anda, menandai pertanyaan yang menuntun, lalu meminta Anda menulis ulang panduannya sebelum wawancara berikutnya.
Merumuskan masalah dan peta peluang
Bab 2Memisahkan gejala dari masalah, menulis pernyataan masalah yang terukur, dan menyusun peta peluang bercabang dari satu hasil yang ingin dicapai.
Titik rawan
Masalah yang ditulis sebagai fitur. Kalimat kami butuh notifikasi mengunci tim pada satu solusi sebelum sempat menimbang tiga alternatif lain.
Cara kami mendampingi
Setiap kalimat masalah diuji dengan pertanyaan siapa yang rugi kalau ini dibiarkan, lalu ditulis ulang sampai lolos.
Prioritas dan biaya kesempatan
Bab 3Kerangka RICE, model Kano, dan cara memakainya tanpa terjebak angka palsu. Latihan menghitung dampak dan keyakinan dari data yang benar-benar Anda punya.
Titik rawan
Skor prioritas yang dikarang supaya urutannya sesuai keinginan orang paling berkuasa di rapat. Angka jadi hiasan, keputusan tetap datang dari selera.
Cara kami mendampingi
Tutor memberi daftar sepuluh usulan fitur nyata, meminta Anda memberi skor, lalu memaksa Anda mempertahankan tiga urutan teratas dengan sumber datanya.
Strategi produk dan roadmap
Bab 4Menurunkan strategi dari sasaran perusahaan, memilih format now next later, dan membedakan komitmen yang sudah pasti dari taruhan yang masih diuji.
Titik rawan
Roadmap berbentuk jadwal Gantt setahun penuh. Bulan ketiga biasanya sudah meleset, dan kepercayaan tim pada roadmap ikut hilang.
Cara kami mendampingi
Anda menyusun ulang roadmap sendiri ke tiga kolom, lalu berlatih menjelaskannya kepada tutor yang berperan sebagai atasan yang menuntut tanggal pasti.
Menulis PRD yang benar-benar dibaca
Bab 5Struktur satu halaman: masalah, pengguna sasaran, ukuran keberhasilan, cakupan, yang sengaja ditinggalkan, dan pertanyaan terbuka.
Titik rawan
Dokumen dua puluh halaman berisi rincian antarmuka. Engineer membacanya sekali, lalu bertanya lewat pesan singkat karena isinya sulit dicari.
Cara kami mendampingi
Draf Anda dibaca tutor dengan mata engineer: bagian yang memicu pertanyaan ditandai, lalu dipadatkan sampai muat satu halaman.
Eksekusi bersama tim
Bab 6Ritme sprint, penyusunan backlog, kriteria terima yang bisa diuji, dan cara membahas utang teknis tanpa menyinggung siapa pun.
Titik rawan
Kriteria terima yang berbunyi fitur berjalan lancar. Tester tidak tahu apa yang harus diuji, dan perdebatan pindah ke akhir sprint.
Cara kami mendampingi
Latihan menulis kriteria terima dalam format kondisi, aksi, dan hasil, dibedah satu per satu sampai tidak ada kalimat yang bisa ditafsirkan dua cara.
Metrik produk
Bab 7Memilih satu metrik utama, menyusun pohon metrik turunannya, membaca kurva retensi kohort, dan menyiapkan pencatatan peristiwa sebelum fitur dirilis.
Titik rawan
Mengukur jumlah unduhan dan jumlah pengguna terdaftar. Dua angka itu naik terus walau produknya ditinggalkan orang setelah pemakaian pertama.
Cara kami mendampingi
Tutor memberi data mentah sebuah produk, meminta Anda menemukan titik kebocoran di corong, lalu mempertanyakan setiap kesimpulan yang Anda ambil.
Eksperimen dan uji A/B
Bab 8Menyusun hipotesis yang bisa gugur, memperkirakan jumlah sampel, menentukan lama uji, dan membaca hasil yang perbedaannya tipis.
Titik rawan
Mengintip hasil tiap hari lalu menghentikan uji saat angkanya kebetulan bagus. Kesimpulan seperti itu tidak bertahan setelah fitur dirilis penuh.
Cara kami mendampingi
Anda menghitung sendiri kebutuhan sampel untuk satu kasus nyata, lalu menuliskan aturan berhenti sebelum uji dijalankan.
Pemangku kepentingan dan komunikasi
Bab 9Memetakan siapa yang perlu diajak sejak awal, menyusun kabar berkala yang singkat, dan menolak permintaan tanpa merusak hubungan kerja.
Titik rawan
Menerima semua titipan supaya rapat cepat selesai. Tiga bulan kemudian backlog penuh pekerjaan yang tidak seorang pun ingat alasannya.
Cara kami mendampingi
Berlatih menolak dengan pola yang sama: ulangi masalahnya, tunjukkan antreannya, tawarkan syarat kapan hal itu bisa masuk.
Portofolio dan wawancara
Bab 10Menyusun satu studi kasus lengkap, menyiapkan cerita pengambilan keputusan, dan berlatih tiga jenis pertanyaan wawancara produk.
Titik rawan
Studi kasus yang isinya perombakan tampilan. Pewawancara mencari jejak keputusan dan pertimbangan, dan tampilan cantik tidak menunjukkan keduanya.
Cara kami mendampingi
Tutor berperan sebagai pewawancara, merekam sesi, lalu menandai bagian jawaban yang kehilangan alur sebab akibat.
Waktumu terbatas? Manajemen Produk yang menyesuaikan
Mulai dari assessment, lalu belajar manajemen produk rutin bersama tutor yang sama tiap sesi.
Cocok untuk siapa
Les manajemen produk Jogja pas untuk Anda jika
Anda ingin pindah ke peran produk dari pemasaran, desain, analis data, atau dukungan pelanggan
Anda baru diangkat jadi associate product manager dan diminta memegang satu fitur sendiri
Anda menjalankan usaha sendiri dan produknya sudah punya pengguna, tetapi arah pengembangannya masih ditebak
Anda engineer yang mulai diminta ikut menentukan cakupan pekerjaan
Anda mahasiswa tingkat akhir di Jogja yang mengincar program associate product manager
Anda sudah membaca banyak artikel produk, dan kesulitan menerapkannya pada pekerjaan sendiri
Anda butuh satu studi kasus yang bisa dipertahankan di wawancara dalam waktu dekat
Yang Anda bawa pulang
Isi tas Anda setelah les manajemen produk Jogja selesai
Satu studi kasus portofolio
Ditulis dari masalah nyata, memuat data pendukung, pilihan yang diambil, dan ukuran keberhasilannya.
Panduan wawancara pengguna
Berisi pertanyaan yang sudah diuji tutor, lengkap dengan daftar kalimat menuntun yang harus dihindari.
Templat PRD satu halaman
Sudah disesuaikan dengan gaya kerja tim Anda, sehingga bisa dipakai di kantor pada pekan yang sama.
Roadmap tiga kolom
Berisi pekerjaan yang sedang berjalan, antrean berikutnya, dan taruhan yang masih perlu diuji.
Pohon metrik dan daftar peristiwa
Satu metrik utama, turunannya, dan daftar peristiwa yang perlu dicatat sebelum rilis berikutnya.
Kerangka skor prioritas
Cara menghitung dampak dan keyakinan dari data yang benar-benar tersedia di tempat Anda, lengkap dengan rumus yang bisa Anda ubah sendiri.
Rekaman latihan wawancara
Beserta catatan tutor tentang bagian jawaban yang perlu dirapikan sebelum wawancara sungguhan.
Daftar bacaan lanjutan yang dipilihkan
Disusun sesuai jalur Anda: rintisan tahap awal, perusahaan mapan, atau produk internal perusahaan.
Kisah yang kerap sampai ke kami
Waktu lulus saya cuma punya teori. Setelah menyelesaikan satu studi kasus lengkap, saya akhirnya punya bahan yang bisa dibahas serius saat wawancara dan sekarang bekerja sebagai associate product manager.
Toko daring saya berjalan tiga tahun tanpa arah yang jelas. Sekarang saya punya satu angka utama yang dipantau tiap pekan, dan keputusan menambah fitur jadi jauh lebih mudah dijelaskan ke tim.
Bagian menolak permintaan yang paling saya butuhkan. Dulu semua titipan divisi lain saya terima, sekarang saya bisa menunjukkan antreannya tanpa membuat orang tersinggung.
Tutor saya sedang memegang produk sungguhan, jadi contoh yang dibahas selalu segar. Saya dapat magang produk di semester tujuh setelah portofolionya rapi.
Pengajar Kami
Tutor Manajemen Produk Edufio
Kredensial jelas, jam terbang mengajar nyata, jadwal menyesuaikan agenda Anda.

Wisnu A.
Manajemen · UGM
Vian Y.
Pendidikan Akuntansi · UNY
Yanda O.
Manajemen · UMY
Talitha V.
Ekonomi Syariah · UIN Sunan Kalijaga
Ritme belajar
Perjalanan dari sesi pertama sampai portofolio siap kirim
Gambaran les manajemen produk Jogja ini memakai ritme dua sampai tiga sesi per pekan. Peserta yang sedang mengejar tenggat rekrutmen biasanya memadatkannya, sedangkan yang sambil bekerja penuh waktu melebarkannya.
Sesi pertama: memetakan titik berangkat
Tutor menelusuri latar belakang, target karier, dan produk yang sedang Anda urus. Hasilnya satu rencana belajar berisi urutan bab dan artefak yang akan Anda kerjakan.
Menguasai dasar discovery
Anda menjalankan wawancara pengguna sungguhan, merangkum temuannya, dan menyusun peta peluang pertama. Dari sini istilah teknis mulai terasa masuk akal.
Menyusun prioritas dan roadmap
Kerangka prioritas dipakai pada daftar pekerjaan Anda sendiri. Roadmap tiga kolom disusun, lalu dipertahankan dalam simulasi rapat bersama tutor.
Masuk ke eksekusi dan angka
PRD, kriteria terima, dan pohon metrik dikerjakan berurutan. Bagi peserta yang sudah bekerja, bagian ini biasanya langsung dipakai di kantor pada pekan yang sama.
Merakit studi kasus portofolio
Seluruh artefak dirangkai menjadi satu cerita utuh: masalah, pilihan yang diambil, yang dikorbankan, dan hasilnya. Formatnya disiapkan untuk dibaca perekrut dalam lima menit.
Latihan wawancara dan pendampingan lanjutan
Sesi tanya jawab bergaya wawancara dijalankan berulang sampai jawaban Anda stabil. Peserta yang sudah bekerja memakai jatah sesi ini untuk membahas perkara nyata di timnya.
Bandingkan
Privat, bimbel ramai-ramai, atau otodidak manajemen produk?
| Aspek yang dibandingkan | Les Manajemen Produk Privat EdufioDi tempat pilihan Anda, Jogja | Kursus Manajemen Produk Kelompok | Belajar Manajemen Produk Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar manajemen produk | Tercurah ke satu siswa | Terpecah ke satu kelas | Sendirian saja |
| Materi manajemen produk disesuaikan level siswa | Disusun dari hasil tes awal | Satu materi untuk satu kelas | Ditebak sendiri |
| Kemajuan dicek di tiap sesi | Dicatat tiap akhir sesi | Sesekali | Tidak tercatat |
| Pemetaan kebutuhan manajemen produk di awal | Sesi pertama dipakai memetakan | Langsung masuk materi | Tidak ada |
| Fokus ke bagian manajemen produk yang paling sulit | Waktu sesi penuh untuk bagian itu | Mengekor tempo kelas | Sekuat disiplin sendiri |
| Latihan praktik manajemen produk terarah | Dipilih dari kelemahan Anda | Seragam | Berburu sendiri |
Data Ringkasnya
Rekam jejak les manajemen produk Jogja di Edufio
Pekerjaan seorang product manager, dijelaskan tanpa jargon
Product manager memutuskan apa yang dikerjakan tim berikutnya dan menjelaskan alasannya sampai semua orang paham. Harinya berisi tiga pekerjaan yang berulang: mendengarkan pengguna, membaca angka, dan menulis keputusan supaya bisa dibaca orang lain tanpa perlu bertanya.
Ada satu kenyataan yang jarang disampaikan di awal. Seorang PM tidak memerintah engineer maupun desainer. Yang ia punya hanya kejelasan argumen dan bukti yang bisa diperiksa. Karena itu bab pertama kelas ini membahas cara menyusun alasan yang tahan diuji, jauh sebelum membahas perangkat kerja.
Perlu diperhatikan juga bahwa sebutan product manager di lowongan Indonesia kadang dipakai untuk pekerjaan manajemen proyek: mengejar tenggat, merapikan jadwal, menyusun laporan. Membedakan keduanya sejak awal menghemat waktu Anda saat memilih lowongan, dan tutor akan membantu membaca deskripsi pekerjaan yang sedang Anda incar.
Garis besarnya
Enam titik berangkat peserta les manajemen produk Jogja
Baru lulus kuliah
Belum punya pengalaman kerja, mengincar program associate product manager. Fokusnya membangun satu studi kasus dan membiasakan diri dengan kosakata industri.
Pindah jalur karier
Datang dari pemasaran, desain, atau dukungan pelanggan. Bekal lama tetap terpakai, yang ditambahkan adalah cara membaca data dan menyusun keputusan produk.
Associate PM yang sudah bekerja
Sudah memegang fitur, mulai diminta menyusun rencana kuartal. Materinya bergeser ke strategi, prioritas, dan cara menghadapi permintaan yang saling bertabrakan.
Pemilik usaha dengan produk digital
Punya aplikasi, toko daring, atau layanan berlangganan yang sudah berjalan. Yang dicari adalah cara memutuskan pengembangan berikutnya dengan sumber daya terbatas.
Profesional di luar tim teknis
Analis, penjualan, atau operasional yang sering berhadapan dengan tim produk. Tujuannya memahami bahasa dan pertimbangan mereka supaya diskusi berjalan setara.
Mahasiswa tingkat akhir
Menyiapkan magang atau pekerjaan pertama sambil menyelesaikan tugas akhir. Jadwalnya biasanya seminggu sekali, dipadatkan menjelang musim rekrutmen.
Discovery: berhenti menebak apa yang diinginkan pengguna
Discovery adalah kerja mengumpulkan bukti sebelum satu baris kode ditulis. Bentuknya sederhana: bicara dengan orang yang memakai produk Anda, menanyakan apa yang mereka lakukan terakhir kali, dan mencatat hambatannya dengan kata-kata mereka sendiri.
Kesalahan yang paling sering terjadi ada di bentuk pertanyaannya. Pertanyaan tentang masa depan, seperti maukah Anda memakai fitur ini, hampir selalu dijawab iya oleh orang yang sedang ingin bersikap sopan. Pertanyaan tentang masa lalu jauh lebih jujur: ceritakan bagaimana Anda menyelesaikan urusan ini terakhir kali, dan apa yang paling merepotkan.
Di les manajemen produk Jogja Anda menjalankan wawancara sungguhan dengan orang di luar ruang kelas. Peserta yang sedang mengurus produk memakai penggunanya sendiri. Peserta yang belum punya produk mewawancarai orang di sekitarnya dengan topik yang dipilih bersama tutor, misalnya cara pedagang di Beringharjo mencatat stok atau cara mahasiswa membagi biaya kos bersama.
Uraian
Lima artefak yang Anda tulis sepanjang les manajemen produk Jogja
Catatan wawancara terstruktur
Berisi kutipan penting, pola yang muncul berulang, dan tanda mana temuan yang masih perlu diperiksa lagi. Rekaman utuhnya disimpan terpisah sebagai rujukan.
Peta peluang
Satu hasil yang ingin dicapai di puncak, cabang kebutuhan pengguna di bawahnya, dan ide solusi di lapis paling akhir. Bentuk ini menahan kebiasaan lompat ke solusi.
PRD satu halaman
Masalah, pengguna sasaran, ukuran keberhasilan, cakupan, dan hal yang sengaja ditinggalkan. Panjangnya dijaga supaya benar-benar dibaca tim.
Roadmap tiga kolom
Sedang berjalan, berikutnya, dan taruhan yang masih diuji. Setiap baris membawa hasil yang dituju, sehingga tanggal berhenti menjadi satu-satunya bahan pembicaraan.
Pohon metrik dan daftar peristiwa
Metrik utama beserta turunannya, ditambah daftar peristiwa yang perlu dicatat aplikasi. Disusun sebelum rilis, karena data yang tidak dicatat tidak bisa dibaca setelahnya.
Roadmap yang menjawab atasan dan tetap jujur pada ketidakpastian
Pertanyaan paling sering dari pemilik usaha maupun atasan berbunyi sama: kapan selesai. Roadmap berbentuk jadwal setahun penuh terasa menjawab pertanyaan itu, dan biasanya meleset di bulan ketiga. Sesudah dua kali meleset, tim berhenti memercayai dokumen itu.
Format tiga kolom menjawab pertanyaan yang sama dengan cara yang lebih tahan lama. Kolom pertama berisi pekerjaan yang sudah pasti dikerjakan beserta perkiraan waktunya. Kolom kedua berisi antrean yang urutannya sudah jelas. Kolom ketiga berisi taruhan yang masih menunggu bukti, dan justru kolom inilah yang membuat roadmap terbaca jujur.
Latihannya berlangsung dua arah. Anda menyusun roadmap dari daftar pekerjaan nyata, lalu tutor berperan sebagai atasan yang menuntut tanggal pasti untuk kolom ketiga. Anda berlatih menjawabnya dengan syarat yang terukur: tanggal muncul setelah hasil pengujian keluar.
Rincian
Empat kesalahan paling mahal dan tanda awalnya
Lompat langsung ke solusi
Tandanya rapat dibuka dengan usulan fitur. Obatnya satu pertanyaan sederhana: masalah siapa yang sedang kita selesaikan, dan dari mana kita tahu.
Mengejar angka yang selalu naik
Jumlah unduhan dan pengguna terdaftar naik terus walau produknya ditinggalkan. Kurva retensi kohort menunjukkan keadaan sebenarnya dalam satu tampilan.
Roadmap berisi daftar titipan
Setiap divisi menitipkan satu permintaan dan semuanya masuk. Tanda paling jelas: tidak seorang pun bisa menyebutkan hasil yang dituju tiap baris.
Mengukur kesibukan tim
Jumlah tiket selesai naik, perilaku pengguna tetap sama. Ukuran yang benar berada di sisi pengguna, misalnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan.
Metrik: dari jumlah unduhan ke perilaku yang berulang
Bab metrik biasanya jadi titik balik peserta. Banyak orang datang dengan laporan berisi belasan angka dan tidak satu pun bisa dipakai mengambil keputusan. Pekerjaan pertama kami adalah memilih satu angka utama yang mewakili nilai yang diterima pengguna, lalu menurunkannya jadi beberapa angka pendukung yang bisa dipengaruhi tim.
Untuk aplikasi belanja, angka utamanya jarang berupa jumlah pemasangan. Yang lebih jujur adalah jumlah pembeli yang kembali berbelanja dalam tiga puluh hari. Untuk layanan berlangganan, angkanya berpindah ke perilaku pemakaian mingguan. Perbedaannya terlihat pada keputusan yang lahir sesudahnya.
Anda juga berlatih menyiapkan pencatatan peristiwa sebelum fitur dirilis. Ini bagian yang paling sering terlewat: fitur naik ke produksi, dua pekan kemudian ada yang bertanya berapa orang memakainya, dan ternyata tidak ada satu pun data yang tercatat.
Sorotan utama
Perangkat yang dipakai selama sesi les manajemen produk Jogja
Papan kerja tim
Jira, Trello, atau Linear. Yang dilatih adalah cara menyusun backlog agar tim bisa membaca urutan pekerjaan tanpa perlu bertanya lebih dulu.
Dokumen bersama
Notion atau Google Docs untuk PRD, catatan wawancara, dan kabar berkala. Struktur dokumen dirapikan supaya orang baru bisa menyusul konteksnya sendiri.
Berkas rancangan
Figma dibuka untuk membaca alur dan memberi masukan yang tepat sasaran. Peserta tidak dituntut menggambar, cukup memahami cara berdiskusi dengan desainer.
Alat analitik
Google Analytics 4 untuk lalu lintas, serta Mixpanel atau Amplitude untuk perilaku. Latihannya membaca corong dan kohort, lalu menarik kesimpulan yang berhati-hati.
Lembar kerja
Spreadsheet tetap jadi alat hitung utama untuk skor prioritas dan perkiraan dampak. Rumusnya disusun bersama supaya Anda bisa mengubahnya sendiri di kantor.
Bekerja dengan engineer dan desainer tanpa wewenang formal
Peserta yang pindah dari peran lain biasanya kaget di titik ini. Tidak ada satu pun anggota tim yang wajib menuruti PM. Yang menggerakkan mereka adalah kejelasan masalah, konteks yang lengkap, dan konsistensi Anda dalam menepati kesepakatan kecil.
Latihan yang paling terasa dampaknya adalah menulis kriteria terima. Kalimat seperti fitur berjalan lancar membuat tester menebak, dan perdebatan pindah ke hari terakhir sprint. Kriteria yang baik menyebutkan kondisi awal, tindakan pengguna, dan hasil yang diharapkan, sehingga siapa pun bisa mengujinya tanpa bertanya.
Bagian berikutnya adalah percakapan utang teknis. Engineer sering mengangkat topik ini dengan bahasa yang sulit dinilai orang non-teknis. Tutor mengajari cara menerjemahkannya jadi risiko yang bisa ditimbang: berapa lama perbaikan menahan pekerjaan lain, dan apa yang terjadi kalau ditunda satu kuartal lagi.
Titik tekannya
Peta peran di sekitar produk digital
Associate product manager
Pintu masuk paling umum. Memegang satu fitur atau satu bagian corong, bekerja di bawah arahan PM yang lebih senior, dan banyak berlatih menulis dokumen.
Product manager
Bertanggung jawab atas satu area produk secara utuh, dari discovery sampai hasil. Menyusun rencana kuartal dan mempertanggungjawabkan angkanya.
Product owner
Lebih dekat ke ritme sprint dan backlog, banyak dipakai perusahaan yang memakai kerangka scrum secara ketat. Cakupan strateginya bervariasi antar perusahaan.
Product analyst
Fokus pada data: menyiapkan pencatatan, menyusun laporan, dan menjawab pertanyaan tim produk. Sering jadi jalur masuk bagi orang yang kuat di angka.
Founder produk sendiri
Peran produk dipegang bersamaan dengan peran lain. Materi yang paling menolong biasanya prioritas dan metrik, karena sumber dayanya paling terbatas.
Portofolio: satu studi kasus yang bisa dipertahankan
Perekrut membaca berkas lamaran dalam hitungan menit. Yang mereka cari adalah jejak berpikir pada satu kasus: dari mana masalahnya diketahui, alternatif apa yang ditimbang, kenapa satu pilihan diambil, dan apa hasilnya.
Karena itu les manajemen produk Jogja menuntut satu studi kasus yang selesai, dengan urutan tetap. Bagian pembuka memuat konteks dan masalah beserta buktinya. Bagian tengah memuat pilihan yang ditimbang dan pertimbangan yang mengiringinya. Bagian penutup memuat ukuran keberhasilan, hasil yang terjadi, dan hal yang akan Anda kerjakan berbeda.
Peserta yang sudah bekerja memakai kasus dari kantornya, dengan angka yang disamarkan bila perlu. Peserta yang belum bekerja memakai produk publik yang benar-benar mereka pakai, lengkap dengan wawancara pengguna yang mereka jalankan sendiri. Keduanya sama-sama menghasilkan cerita yang bisa dipertahankan saat ditanya lebih dalam.
Biar kamu tahu
Cara les manajemen produk Jogja berjalan di tiap wilayah DIY
Sleman
Permintaan terbanyak datang dari Depok, terutama sekitar Seturan, Babarsari, dan Condongcatur. Banyak sesi berjalan di ruang kerja bersama sesudah jam kantor.
Kota Yogyakarta
Gondokusuman, Umbulharjo, dan Kotagede jadi titik yang paling sering. Sesi malam hari lazim dipilih peserta yang bekerja di kantor sekitar Malioboro dan Tugu.
Bantul
Kasihan, Sewon, dan Banguntapan terjangkau kunjungan tutor. Sebagian peserta di sini menjalankan usaha kriya yang sedang membangun kanal penjualan daring.
Kulon Progo
Kelas online jadi jalur utama karena tutor bidang produk masih sedikit di wilayah ini. Sesi daring menghapus perjalanan panjang dari Wates dan sekitarnya.
Gunungkidul
Sama seperti Kulon Progo, sesi daring jadi pilihan utama. Peserta dari Wonosari umumnya mengambil jadwal malam supaya jaringan lebih lengang.
Kenapa les manajemen produk Jogja masuk akal untuk karier Anda?
Jogja menyimpan pasokan orang teknis yang jarang dimiliki kota seukurannya. Lulusan UGM, UNY, UII, UAD, AMIKOM, Sanata Dharma, dan UPN Veteran Yogyakarta mengisi banyak tim produk, sebagian bekerja jarak jauh untuk perusahaan di Jakarta dan luar negeri sambil tetap tinggal di sini.
Peserta kami di Jogja umumnya bekerja dalam tim yang tersebar. Kemampuan menulis dengan jelas jadi lebih menentukan daripada kemampuan berbicara di rapat, dan itulah alasan program ini menekankan artefak tertulis di setiap bab.
Sisi lain datang dari usaha lokal. Perajin perak di Kotagede, pengusaha gerabah di Kasongan, dan penyedia jasa wisata di Gunungkidul sama-sama sedang memindahkan sebagian penjualannya ke kanal digital. Cara berpikir produk berlaku penuh di sana, dan beberapa peserta kami justru memakai usahanya sendiri sebagai bahan latihan.
Jalur lain yang berdekatan
Kelanjutan yang sering diambil peserta les manajemen produk Jogja
Urutannya
Empat langkah sebelum sesi pertama les manajemen produk Jogja
Ceritakan titik berangkat Anda
Kirim pesan lewat WhatsApp atau isi formulir pendaftaran. Sebutkan pekerjaan sekarang, target dalam enam bulan, dan produk yang sedang Anda urus bila ada.
Pemetaan bersama tim kami
Tim menghubungi Anda dalam 1x24 jam untuk memastikan level dan kebutuhan, lalu menyusun urutan bab yang paling masuk akal untuk Anda.
Pilih tutor dan kunci jadwal
Kami mengajukan tutor yang latar produknya paling dekat dengan target Anda. Jadwal ditentukan bersama, termasuk pilihan sesi daring atau kunjungan.
Selesaikan pembayaran dan mulai
Konfirmasi masuk dalam hitungan menit. Untuk kelas daring, tautan pertemuan dikirim sebelum sesi; untuk tatap muka, tutor datang ke titik yang Anda tentukan.
Jawaban buat yang masih menimbang les manajemen produk
Berapa biaya les manajemen produk Jogja?
Apakah saya harus sudah punya produk sendiri untuk ikut?
Berapa lama sampai saya bisa menulis dokumen produk pertama?
Materi apa saja yang diajarkan di les manajemen produk Jogja?
Apakah program ini cocok untuk orang yang belum pernah bekerja di bidang teknologi?
Perlukah saya bisa membuat program untuk jadi product manager?
Siapa yang mengajar les manajemen produk Jogja di Edufio?
Berapa lama sampai saya memahami manajemen produk secara utuh?
Bagaimana sistem belajarnya berjalan?
Apa bedanya les manajemen produk Jogja dengan bootcamp?
Apakah kelasnya bisa dilakukan online?
Apakah tutor bisa datang ke seluruh wilayah Jogja?
Materinya berbahasa Indonesia atau Inggris?
Apakah program ini menyiapkan saya menghadapi wawancara kerja?
Saya punya usaha di Jogja yang produknya bukan aplikasi. Masih relevan?
Bagaimana kalau gaya mengajar tutor ternyata tidak cocok?
Apakah ada sesi lanjutan setelah program selesai?
Ambil langkah awalmu di manajemen produk
Daftar hari ini, tutor manajemen produk pilihan siap mengajar dalam 1 sampai 2 hari kerja.