4,9/5 · 132 ulasan · SD sampai dewasa
Les Privat Menulis Kreatif di Jogja
Les menulis kreatif Jogja: dari mencari ide, membangun tokoh, dan menyusun alur, sampai menyunting naskah siap kirim. Satu tutor satu penulis, di rumah Anda atau online.
Apa yang perlu diketahui soal Les Privat Menulis Kreatif di Jogja?
Les menulis kreatif Jogja: dari mencari ide, membangun tokoh, dan menyusun alur, sampai menyunting naskah siap kirim. Satu tutor satu penulis, di rumah Anda atau online.
Tanya Dulu, Baru Daftar- Fokus latihan
- Ide, tokoh, alur, dialog, revisi, publikasi
- Jalur tulisan
- Cerpen, novel, puisi, esai, naskah konten
- Peserta
- SD kelas atas, SMP, SMA, mahasiswa, dewasa
- Format sesi
- Satu tutor satu penulis
- Durasi sesi
- 1 sampai 2 jam
- Paket bulanan
- 4 sampai 28 sesi
- Tarif
- Mulai Rp80.000 per jam
- Jam sesi
- 07.00 sampai 21.00 WIB, tujuh hari
- Tempat
- Rumah, kos, kafe, perpustakaan, atau online
- Wilayah
- Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul
- Bahasa naskah
- Indonesia, Inggris, atau Jawa
- Bawa pulang tiap sesi
- Catatan revisi di badan naskah + satu tugas tulis
- Ulasan
- 4,9 dari 132 ulasan
- 4,9/5132 ulasan
- 11.000+tutor lolos kurasi
- 1-on-1seorang tutor, seorang siswa
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansitukar tutor gampang
- Assessmentkebutuhan diukur dulu
Dari ide ke karya terkirim
Perjalanan satu naskah bersama tutor les menulis kreatif Jogja
Panjang tiap tahap berbeda antar peserta. Yang tetap adalah urutannya: memetakan dulu, menulis tuntas, baru merapikan.
Sesi pemetaan
Tutor membaca tulisan yang pernah kamu buat, menanyakan bacaan yang paling berkesan, dan mencatat kebiasaan menulismu hari ini beserta target yang ingin dicapai.
Memilih satu proyek nyata
Satu cerpen, satu bab novel, satu esai, atau satu naskah video ditetapkan sebagai proyek utama. Ide lain masuk bank ide dan menunggu giliran.
Teknik dilatih di dalam naskahmu
Sudut pandang, tempo, dan dialog dilatih memakai bahan dari proyekmu sendiri, sehingga hasil latihan langsung menempel di naskah yang sedang tumbuh.
Draf pertama tuntas tanpa dinilai
Naskah dikejar sampai kata terakhir tanpa disunting di tengah jalan. Banyak peserta baru pertama kali menyelesaikan sesuatu justru pada tahap ini.
Revisi empat lapis
Struktur dulu, lalu adegan, lalu kalimat, lalu ejaan. Tiap lapis punya daftar periksa sendiri supaya perbaikan besar tak tertutup urusan tanda baca.
Uji baca ke pembaca pertama
Naskah dibaca orang di luar kelas dan tutor mengajari cara membaca tanggapan mereka, termasuk membedakan masukan yang perlu diikuti dari selera pribadi.
Kirim, arsipkan, mulai yang berikutnya
Naskah dikirim sesuai ketentuan tujuan, hasilnya dicatat apa pun jawabannya, lalu proyek berikutnya dipilih dari bank ide yang sudah menumpuk.
Kisah mereka yang duluan mulai
Saya menulis novel dua tahun dan selalu berhenti di bab lima. Baru di sini saya paham tokoh saya tak pernah diberi pilihan yang sulit, dan bab enam sampai dua belas jalan sendiri setelah itu.
Artikel saya dulu selalu dibuka paragraf basa-basi. Tutor menandai kalimat pembuka saya tiga sesi berturut-turut sampai kebiasaan itu benar-benar hilang.
Rega S. · Wali siswa di Kasihan, BantulAnak saya kelas delapan dan dulu tak pernah mau menunjukkan tulisannya. Sekarang cerpennya masuk majalah sekolah dan dia sendiri yang minta tambah sesi.
Nilai plusnya
Alasan keluarga memilih les Menulis Kreatif kami
Naskahmu yang jadi bahan ajarnya
Tutor les menulis kreatif Jogja tak membawa modul seragam. Yang dibedah adalah cerpen, bab novel, esai, atau skrip yang sedang kamu garap, sehingga tiap teori langsung diuji pada kalimat milikmu sendiri.
Satu tutor untuk satu penulis
Membahas naskah baris per baris menuntut waktu yang tak bisa dibagi ke banyak orang. Semua sesi berjalan berdua, jadi setiap paragraf yang mengganjal sempat ditanyakan sampai tuntas.
Tutor yang memang menulis dan menyunting
Pengampu kelas ini menulis untuk media, menyunting naskah orang lain, atau mengajar sastra di kampus DIY. Mereka pernah ditolak redaksi, dan tahu bagaimana rasanya memperbaiki naskah setelah itu.
Catatan tertulis di badan naskah
Umpan balik tidak berhenti pada penilaian umum di akhir halaman. Tutor menandai baris tempat perhatian pembaca lepas, kalimat yang menanggung beban terberat, dan bagian yang layak tumbuh jadi adegan.
Jumlah kata dicatat tiap pekan
Perkembangan menulis sulit dirasakan dari dalam. Lembar catatan sederhana memperlihatkan pola nyata: hari apa tulisan selalu berhenti, bab mana yang paling lama digarap, revisi keberapa yang benar-benar menolong.
Jadwal mengikuti ritme menulismu
Sebagian penulis produktif pukul enam pagi, sebagian lagi setelah rumah sepi. Sesi bisa diambil pagi sebelum sekolah atau malam setelah jam kerja, tujuh hari sepekan.
Pendampingan sampai karya benar-benar dikirim
Siklus belajar ditutup dengan satu tujuan pengiriman nyata: majalah sekolah, pers kampus, sayembara, atau media daring. Tutor ikut menyiapkan berkas sesuai ketentuan panitia.
Les menulis kreatif Jogja paling terasa hasilnya jika
Kamu mengenali salah satu keadaan ini
- Ide di kepala menumpuk, tetapi tulisan selalu berhenti sebelum halaman ketiga.
- Naskahmu sudah selesai dan sekarang butuh pembaca jujur yang tahu cara memperbaikinya.
- Anak SD kelas atas atau SMP yang menyiapkan lomba cipta cerpen dan cipta puisi.
- Siswa SMA yang menyusun portofolio tulisan untuk jalur prestasi atau seleksi mandiri.
- Mahasiswa yang menulis untuk pers kampus, lomba esai, atau naskah pertamanya.
- Pekerja konten yang ingin tulisannya berhenti terdengar seperti templat.
- Kamu menulis diam-diam bertahun-tahun dan belum pernah menunjukkannya kepada siapa pun.
Tutor Kami
Tutor Menulis Kreatif terverifikasi
Telaten menghadapi anak, tertib menyiapkan materi, dan setia hadir di tiap sesi.

Novi R.
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia · UNY
Dhamar Y.
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia · UAD
Bonieta K.
Bahasa Dan Sastra Indonesia · Sanata Dharma
Johan A.
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia · Sanata Dharma
Angka di Lapangan
Les menulis kreatif Jogja di Edufio dalam angka
Bedah materi
Peta materi les menulis kreatif Jogja: cakupan dan titik rawan tiap topik
Urutan di bawah adalah rangka yang dipakai tutor, dan urutannya digeser mengikuti naskah peserta. Penulis yang datang dengan novel setengah jadi biasanya mulai dari tokoh dan tempo, sementara peserta baru mulai dari bank ide.
Bank ide dan pancingan menulis
AwalMemanen ide dari catatan harian, potongan percakapan, kliping berita, dan foto lama, lalu menyimpannya di satu berkas yang benar-benar dibuka lagi saat menulis.
Titik rawan
Peserta menunggu ide besar datang sendiri, lalu berhenti berminggu-minggu karena merasa bahannya belum cukup layak untuk dimulai.
Cara kami mendampingi
Sesi selalu dibuka dengan tulis bebas sepuluh menit berpancingan acak, dan peserta pulang membawa lima ide mentah setiap pertemuan.
Premis dan pertanyaan cerita
FiksiMenyusun premis satu kalimat berisi tokoh, keinginannya, dan halangan yang menghadang, lalu mengujinya dengan pertanyaan apakah cerita ini punya alasan untuk selesai.
Titik rawan
Yang tertulis biasanya tema atau suasana, seperti tentang persahabatan atau tentang kesepian, dan naskah kehilangan arah di halaman ketiga.
Cara kami mendampingi
Peserta menulis tiga premis dari satu ide yang sama, lalu memilih yang paling sulit dijawab hanya dalam satu kalimat.
Tokoh: yang diinginkan dan yang dibutuhkan
FiksiMembedakan keinginan yang diucapkan tokoh dari kebutuhan yang tak disadarinya, lalu menyusun kartu tokoh berisi kebiasaan kecil dan satu ketakutan yang menentukan pilihannya.
Titik rawan
Tokoh utama dibuat serba benar dan serba bisa, sehingga tak ada pilihan yang terasa berat dan pembaca tak punya alasan untuk cemas.
Cara kami mendampingi
Tutor menaruh tokoh itu di tiga situasi yang memaksanya memilih, dan peserta menulis reaksinya sebelum menyentuh alur utama.
Sudut pandang dan jarak pencerita
Teknik intiMemilih antara orang pertama, orang ketiga terbatas, dan orang ketiga serba tahu, sekaligus mengatur seberapa dekat suara pencerita dengan isi kepala tokoh.
Titik rawan
Sudut pandang berpindah di tengah adegan: satu paragraf berada di pikiran tokoh pertama, paragraf berikutnya sudah tahu isi hati lawan bicaranya.
Cara kami mendampingi
Setiap pergantian sudut pandang ditandai warna berbeda di naskah, lalu peserta menulis ulang satu adegan yang sama dari dua sudut pandang.
Adegan, ringkasan, dan tempo
StrukturMembedakan adegan yang berjalan detik demi detik dari ringkasan yang memampatkan waktu, lalu memutuskan bagian mana yang layak dipentaskan penuh.
Titik rawan
Seluruh naskah ditulis sebagai laporan, dan peristiwa paling menentukan justru lewat hanya dalam satu kalimat pendek.
Cara kami mendampingi
Tutor menunjuk satu kalimat ringkasan di naskah peserta, lalu memintanya tumbuh jadi adegan dua halaman berisi dialog dan tindakan.
Menunjukkan lewat detail indrawi
Teknik intiMengganti nama perasaan dengan tanda yang bisa dilihat, didengar, dan dicium, serta memilih detail yang sekaligus menggambarkan latar dan menggerakkan cerita.
Titik rawan
Kalimat seperti dia sedih atau suasananya menegangkan berulang di banyak halaman, jadi pembaca menerima kesimpulan tanpa pernah diberi buktinya.
Cara kami mendampingi
Seluruh kata sifat perasaan dihapus dari satu halaman, lalu peserta menulis ulang halaman itu tanpa boleh menyebut satu pun nama emosi.
Dialog yang terdengar seperti orang bicara
Teknik intiMenyusun percakapan bermaksud tersembunyi, memakai jeda dan tindakan kecil sebagai pengganti keterangan, dan menulis tanda baca dialog sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Titik rawan
Dialog berubah jadi corong penjelasan, dan tokoh saling menceritakan hal yang sudah sama-sama mereka tahu supaya pembaca ikut tahu.
Cara kami mendampingi
Peserta membaca dialognya keras-keras di sesi, dan tiap kalimat yang janggal di mulut langsung dipotong atau ditukar dengan gerak tubuh.
Kalimat, diksi, dan ejaan Indonesia
BahasaMemilih kata kerja yang menanggung beban kalimat, memangkas keterangan bertumpuk, serta merapikan penulisan dialog, kata depan di, dan kata baku sesuai pedoman ejaan.
Titik rawan
Kalimat bertingkat sepanjang enam baris, ditambah kata sangat, sekali, dan begitu yang justru memudarkan gambarnya.
Cara kami mendampingi
Peserta ditantang memangkas sepuluh persen panjang naskah tanpa membuang satu peristiwa pun, dan hasilnya paling cepat terasa di paragraf pembuka.
Esai personal dan naratif nonfiksi
NonfiksiMenyusun esai yang berangkat dari pengalaman sendiri lalu bergerak ke gagasan yang lebih luas, memilih satu peristiwa sebagai pintu masuk, dan menutup tanpa menggurui.
Titik rawan
Tulisan berhenti sebagai curahan hati: peristiwanya ada, tetapi pembaca di luar penulisnya tak diberi alasan untuk peduli.
Cara kami mendampingi
Tutor menanyakan lalu kenapa sebanyak tiga kali atas draf peserta, sampai muncul gagasan yang sanggup berdiri di luar kisah pribadinya.
Puisi: imaji dan ekonomi kata
PuisiMembangun imaji yang konkret, mengatur pemenggalan baris supaya jeda ikut bermakna, dan mengenali kapan sebuah kata bekerja atau sekadar mengisi ruang.
Titik rawan
Puisi bertumpu pada kata abstrak yang sudah aus, sehingga seluruh karya peserta terdengar mirip satu sama lain sejak bait pertama.
Cara kami mendampingi
Lima kata favorit peserta dilarang selama satu latihan, dan gambarnya harus diganti benda yang bisa disentuh atau dihitung.
Naskah layar dan konten digital
KontenMenulis skrip video, utas media sosial, dan artikel daring: menyusun pembuka yang menahan orang di detik pertama, membagi naskah per babak, dan menulis untuk telinga.
Titik rawan
Skrip disusun seperti esai sekolah, rapi di kertas tetapi tersendat saat dibacakan, dan penonton pergi sebelum bagian pentingnya muncul.
Cara kami mendampingi
Peserta merekam pembacaan naskahnya sendiri, lalu tutor menandai setiap tempat napas terputus dan menukarnya dengan kalimat yang lebih pendek.
Revisi berlapis dan swasunting
WajibMerevisi berurutan dari lapisan terbesar ke terkecil: struktur cerita, urutan adegan, ketegangan tiap bab, lalu kalimat, dan terakhir ejaan serta tanda baca.
Titik rawan
Peserta menyunting kalimat pertama berulang kali di hari yang sama, dan draf tak pernah sampai ke titik akhir untuk bisa dinilai utuh.
Cara kami mendampingi
Hari menulis dipisahkan tegas dari hari merevisi, ditopang daftar periksa empat lapis yang dipakai sebelum naskah dinyatakan siap kirim.
Mengirim karya dan menata portofolio
PublikasiMenyiapkan naskah sesuai ketentuan redaksi dan panitia sayembara, menulis surat pengantar yang singkat, dan menata karya terbit jadi portofolio yang bisa ditunjukkan.
Titik rawan
Naskah yang sebenarnya kuat ditolak sebelum dibaca karena format berkas, jumlah kata, dan penamaan berkasnya melenceng dari ketentuan tertulis.
Cara kami mendampingi
Satu tenggat nyata ditaruh di kalender peserta, lalu tutor mendampingi sampai naskah itu benar-benar terkirim ke tujuannya.
Kata orang tua siswa
Skrip video pertama saya akhirnya kelar setelah tiga bulan mandek. Tutor memotong bagian bertele-tele tanpa membuang isinya.
Yang kamu bawa pulang
Hasil nyata dari les menulis kreatif Jogja
Bank ide
Satu berkas berisi puluhan ide mentah beserta pancingan yang melahirkannya, tersusun supaya bisa dibuka lagi saat kamu kehabisan bahan.
Kartu tokoh dan peta adegan
Lembar kerja proyekmu sendiri: latar belakang tokoh, keinginan dan kebutuhannya, serta urutan adegan yang bisa digeser tanpa membongkar seluruh naskah.
Naskah berkomentar baris per baris
Salinan naskah dengan catatan tutor menempel di tempat masalahnya, jadi kamu bisa melihat sendiri pola kesalahan yang paling sering berulang.
Daftar periksa revisi empat lapis
Lembar yang dipakai berulang untuk naskah berikutnya, tersusun dari struktur sampai tanda baca, supaya kamu bisa menyunting sendiri tanpa tutor.
Catatan jumlah kata per pekan
Rekam jejak sederhana yang memperlihatkan hari paling produktif dan titik tempat tulisanmu biasanya berhenti, dua hal yang sulit disadari tanpa data.
Contoh surat pengantar naskah
Kerangka surat singkat untuk redaksi, panitia sayembara, dan penerbit, lengkap dengan hal yang sebaiknya tidak ditulis di dalamnya.
Daftar tujuan kirim di Jogja dan nasional
Tempat karya bisa mendarat sesuai jenjangmu, dari majalah sekolah dan pers kampus sampai sayembara nasional serta media daring.
Satu karya yang selesai
Ukuran keberhasilan kelas ini sederhana: ada naskah yang tuntas, sudah direvisi, dan sudah dikirim, bukan tumpukan tulisan yang berhenti di tengah.
Satu tutor Menulis Kreatif khusus untuk Anda di Jogja
Tutor menulis kreatif datang dengan rencana belajar yang disusun dari kebutuhanmu.
Kenapa banyak penulis muda Jogja berhenti di halaman ketiga?
Peserta yang mendaftar les menulis kreatif Jogja hampir selalu datang dengan keluhan yang mirip, dan keluhan itu jarang soal bakat. Mereka punya ide, sudah menulis pembukaan, lalu berhenti di halaman ketiga karena tidak tahu apa yang harus terjadi berikutnya.
Penyebabnya biasanya tiga, dan ketiganya bisa diperiksa satu per satu. Pertama, idenya masih berupa suasana dan belum berupa cerita, sehingga tak ada pertanyaan yang menuntut jawaban sampai halaman terakhir. Kedua, tokohnya belum pernah dipaksa memilih, jadi tak ada yang dipertaruhkan. Ketiga, penulisnya menyunting sambil menulis, dan kalimat pertama diperbaiki sepuluh kali sebelum kalimat kedua sempat lahir.
Di sekolah, pelajaran menulis sering berhenti pada penilaian: tulisan dikumpulkan, diberi angka, selesai. Yang jarang tersedia adalah pembaca yang membalas isinya, menunjukkan di baris mana perhatian pembaca lepas, lalu menawarkan cara memperbaikinya. Pekerjaan itulah yang diambil tutor menulis kreatif Edufio.
Kelas ini berangkat dari naskah yang sudah kamu punya, sependek apa pun. Kalau memang belum ada satu pun, sesi pertama dipakai untuk membuatnya ada.
Menulis kreatif bisa diajarkan seperti keterampilan lain
Anggapan bahwa menulis semata soal bakat membuat banyak orang berhenti sebelum mencoba. Kenyataannya, sebagian besar yang membuat sebuah cerita terasa hidup berada di wilayah teknik: jarak pencerita, pemilihan adegan, susunan kalimat, cara menutup bab supaya orang membuka bab berikutnya.
Teknik semacam itu punya nama, punya contoh, punya latihan, dan hasilnya bisa diperiksa. Sudut pandang bisa ditandai di naskah. Tempo bisa dihitung dari berapa halaman yang dipakai satu peristiwa. Dialog bisa diuji dengan membacanya keras-keras. Penulisan dialog, kata depan, dan kata baku punya pedoman tertulis yang berlaku sama untuk semua orang.
Yang memang tak bisa diajarkan adalah bahan bakunya: pengalaman, bacaan, dan kesediaan menulis walau hasilnya jelek dulu. Tutor bekerja pada bagian yang bisa diajarkan, sambil menjaga supaya bagian yang tak bisa diajarkan itu tidak padam karena kritik yang datang di waktu yang salah.
Karena itu tiap sesi les menulis kreatif Jogja punya dua bagian tetap: satu latihan teknik pendek, dan satu pembahasan naskah yang sedang kamu garap.
Garis besarnya
Enam kebiasaan yang paling sering muncul di naskah pertama les menulis kreatif Jogja
Pembukaan penuh basa-basi
Dua paragraf pertama habis untuk cuaca dan riwayat tokoh, sementara peristiwa yang membuat orang bertahan baru muncul di halaman berikutnya.
Perasaan disebut namanya
Kata sedih, marah, dan bahagia ditulis apa adanya, sehingga pembaca menerima kesimpulan tanpa pernah melihat tindakan atau detail yang membuktikannya.
Semua tokoh bersuara sama
Anak SMP, guru, dan tukang parkir memakai panjang kalimat dan pilihan kata yang identik, jadi dialog kehilangan penanda siapa yang sedang bicara.
Halangan selesai terlalu mudah
Masalah muncul di satu paragraf dan hilang di paragraf setelahnya lewat kebetulan, sehingga tokoh tak pernah benar-benar membayar apa pun.
Latar berubah jadi daftar benda
Ruangan digambarkan lengkap sampai warna gorden, padahal tak satu pun benda itu dipakai lagi oleh cerita di halaman-halaman berikutnya.
Draf pertama sudah disunting
Penulis kembali ke kalimat pembuka setiap kali membuka berkas, dan naskah tak pernah sampai ke titik akhir untuk bisa direvisi secara utuh.
Isi satu sesi les menulis kreatif Jogja
Satu sesi berdurasi satu sampai dua jam, dan susunannya sengaja tetap supaya peserta tahu apa yang menunggunya.
Sepuluh menit pertama diisi tulis bebas dengan pancingan yang berganti tiap pertemuan: satu benda di meja, satu percakapan yang terdengar di jalan, satu kalimat pembuka yang harus dilanjutkan. Tujuannya memanaskan tangan dan mengisi bank ide, dan hasilnya tak pernah dinilai.
Bagian kedua adalah pembahasan naskah. Tutor sudah membaca kiriman peserta sebelum sesi dan datang membawa catatan di badan naskah. Yang dibicarakan konkret: di baris mana pembaca kehilangan arah, kalimat mana yang menanggung beban paling berat, adegan mana yang sebaiknya tumbuh dan mana yang cukup diringkas.
Bagian ketiga adalah latihan teknik, dipilih dari masalah naskah hari itu. Kalau dialognya kaku, latihannya menulis ulang satu adegan tanpa satu pun keterangan. Kalau alurnya melebar, latihannya memampatkan peta adegan jadi delapan kartu.
Sesi ditutup dengan satu tugas tulis yang jelas ukurannya, misalnya lima ratus kata atau satu adegan penuh, beserta tenggat yang disepakati berdua.
Jogja menyediakan bahan menulis yang jarang dimiliki kota lain
Menulis butuh bahan, dan Jogja menyediakannya dalam jarak tempuh yang pendek. Peserta di Kotagede bisa keluar rumah lalu menemukan bengkel perak, gang sempit, dan makam tua dalam satu kali jalan kaki. Peserta di Depok, Sleman, punya kos-kosan, warung yang buka dini hari, dan arus mahasiswa tiap pergantian semester.
Tutor memakai semua itu sebagai tugas pengamatan. Duduk empat puluh menit di Pasar Beringharjo lalu catat sepuluh potongan percakapan. Ikuti satu andong di sekitar Malioboro dan tulis peristiwanya dari sudut pandang kusir. Datang ke Grhatama Pustaka di Banguntapan, ambil buku yang tak pernah kamu pilih, lalu tulis paragraf pembuka dengan cara buku itu bercerita.
Kota ini juga punya kalender yang berguna bagi penulis. Festival Sastra Yogyakarta digelar Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di Taman Budaya Embung Giwangan lengkap dengan Sayembara Puisi Nasional, dan Festival Literasi Jogja mengumpulkan pasar buku, diskusi, serta lokakarya menulis dalam satu rangkaian pekan.
Peserta diarahkan hadir di acara semacam itu, karena bertemu penulis lain mengubah cara seseorang menilai naskahnya sendiri.
Uraian
Empat jalur yang paling sering dipilih peserta les menulis kreatif Jogja
Fiksi: cerpen dan novel
Jalur terbanyak. Latihannya berat di tokoh, alur, dan tempo, dengan target cerpen tuntas lebih dulu sebelum masuk naskah panjang. Peserta novel dibimbing membagi cerita per bab supaya kemajuannya terukur tiap pekan.
Esai dan naratif nonfiksi
Dipilih mahasiswa, guru, dan pekerja yang ingin menulis dari pengalaman sendiri. Fokusnya menemukan gagasan yang lebih besar dari peristiwanya, menyusun bukti, dan menutup tulisan tanpa menggurui pembaca.
Puisi dan prosa pendek
Jalur paling padat latihan bahasa. Peserta bekerja pada imaji konkret, pemenggalan baris, dan pemilihan kata, dengan sasaran ikut sayembara atau menyusun kumpulan puisi pertamanya.
Naskah konten dan skrip video
Dipilih pembuat konten dan tim pemasaran. Latihannya menulis untuk telinga: pembuka yang menahan orang di detik pertama, kalimat pendek, dan babak yang jelas dari pembuka sampai ajakan penutup.
Latihan mandiri di antara dua sesi les menulis kreatif Jogja
Kemajuan menulis terjadi pada hari-hari tanpa tutor. Karena itu tiap peserta pulang membawa tugas yang jelas ukurannya dan bisa diperiksa sendiri.
Untuk peserta usia sekolah, takarannya biasanya tiga ratus sampai lima ratus kata dalam sepekan, ditambah membaca satu cerpen lalu menandai satu kalimat yang paling ingin ditiru. Untuk peserta dewasa berjam kerja padat, takarannya diubah jadi waktu: dua puluh menit menulis pada tiga hari berbeda, tanpa membaca ulang apa pun sampai jatah waktunya habis.
Jumlah kata dicatat di lembar sederhana. Angka itu tidak dipakai untuk menghukum diri sendiri; ia dipakai untuk melihat pola. Banyak peserta baru sadar tulisannya selalu berhenti pada hari yang sama tiap pekan, dan begitu polanya terlihat, jadwalnya bisa digeser.
Satu aturan berlaku untuk semua peserta: draf pertama tak boleh disunting. Tanda baca yang keliru, nama tokoh yang berubah di tengah jalan, dan paragraf yang kepanjangan dibiarkan sampai tahap revisi. Memisahkan hari menulis dari hari merevisi adalah perubahan kecil yang paling sering menyelamatkan naskah.
Tempat karya tulis peserta Jogja bisa mendarat
Tulisan yang tak pernah dibaca orang lain sulit berkembang. Tutor menutup tiap siklus belajar dengan satu tujuan pengiriman yang nyata, dan di Jogja pilihannya cukup banyak.
Untuk siswa SMP dan SMA, pintu terdekat adalah majalah dinding, buletin sekolah, dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional yang membuka cabang cipta cerpen berbahasa Indonesia serta cipta puisi. Latihan lomba disiapkan terpisah, karena menulis di bawah tekanan waktu menuntut cara kerja yang berbeda dari menulis di rumah.
Untuk mahasiswa, ada pers kampus, jurnal fakultas, dan lomba esai antarperguruan tinggi. Peserta dari Sastra Indonesia UGM, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY, atau Sanata Dharma biasanya datang membawa naskah yang sudah punya bentuk dan butuh pembaca yang keras tetapi adil.
Untuk penulis dewasa, jalurnya sayembara nasional, media daring, rubrik sastra koran akhir pekan, dan penerbitan mandiri. Tutor membantu menyiapkan berkas sesuai ketentuan panitia, karena naskah yang salah format kerap ditolak sebelum sempat dibaca.
Les menulis kreatif untuk peserta dewasa yang waktunya sempit
Sebagian besar peserta dewasa datang dengan keluhan yang sama: naskahnya sudah lama ada, dan waktunya tidak pernah cukup. Kelas ini disusun untuk keadaan itu.
Sesi bisa diambil pukul tujuh pagi sebelum berangkat kerja atau pukul delapan malam setelah rumah sepi, tujuh hari sepekan. Tempatnya mengikuti peserta: rumah, kos, kafe di sekitar kampus, ruang baca perpustakaan, atau sesi daring dari mana pun kamu berada. Tutor yang sama mendampingi sampai naskah selesai, jadi tak ada waktu terbuang untuk menceritakan ulang isi cerita kepada orang baru.
Takaran isinya juga berbeda. Peserta dewasa jarang membutuhkan latihan dasar; yang mereka perlukan adalah tenggat, pembaca yang jujur, dan bantuan memutuskan bagian mana yang harus dibuang. Tutor menaruh target pekanan yang masuk akal, lalu menagihnya dengan tenang.
Peserta yang menulis untuk pekerjaan, seperti naskah kampanye, laporan bercerita, atau materi pelatihan, memakai kelas yang sama dengan bahan latihan diambil dari pekerjaannya sendiri.
Lanjutkan dari sini
Halaman lain yang berguna bagi penulis di Jogja
Urutannya
Cara mulai les menulis kreatif Jogja
Sampaikan target menulismu
Sebutkan usia peserta, jenis tulisan yang ingin digarap, dan wilayahmu di DIY. Tim kami membalas pada jam layanan.
Kirim tulisan yang sudah ada
Naskah apa pun diterima, termasuk yang berhenti di tengah. Kalau memang belum ada, keadaan itu dicatat sebagai titik awal.
Terima usulan tutor dan jadwal
Kami mencocokkan tutor sesuai jalur tulisan dan lokasimu, lalu menawarkan dua pilihan jadwal beserta rincian paketnya.
Jalani sesi pemetaan
Pertemuan pertama dipakai memetakan kebiasaan menulis, kekuatan yang sudah ada, dan satu proyek nyata yang akan digarap bersama.
Jalan rutin sampai naskah terkirim
Tiap sesi meninggalkan catatan tertulis dan satu tugas berukuran jelas, sampai karyamu benar-benar sampai ke tujuannya.
Semua keraguan soal les menulis kreatif, dijawab satu-satu
Apa saja materi yang dipelajari di les menulis kreatif Jogja?
Berapa peserta dalam satu sesi les menulis kreatif Jogja?
Apakah ada tugas menulis yang harus dikumpulkan?
Bisakah peserta memilih sendiri genre yang digarap?
Apakah pendaftaran les menulis kreatif Jogja sudah dibuka?
Berapa biaya les menulis kreatif Jogja?
Mulai umur berapa anak bisa ikut les menulis kreatif Jogja?
Siapa yang mengajar les menulis kreatif Jogja di Edufio?
Bagaimana kalau saya belum punya satu pun naskah?
Berapa lama sampai satu cerpen benar-benar selesai?
Apakah les ini membantu lomba cipta cerpen dan cipta puisi tingkat sekolah?
Bagaimana peserta di Kulon Progo dan Gunungkidul mengikuti kelasnya?
Apakah naskah saya aman kalau dibaca tutor?
Bisakah menulis dalam bahasa Jawa atau bahasa Inggris?
Ambil langkah awalmu di menulis kreatif
Cukup ceritakan kebutuhanmu, kami rancang jalur belajar menulis kreatif yang tepat sasaran.