4,9/5 · 352 ulasan · Remaja & Dewasa
Les Privat Parkour di Jogja
Les parkour Jogja, pelatih datang ke spot pilihanmu. Dimulai dari cara mendarat dan berguling, naik ke lompat presisi, vault, dan cat leap. Mulai Rp80.000 per jam.
- 4,9/5352 ulasan
- 11.000+tutor lolos kurasi
- 1-on-1seorang tutor, seorang siswa
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansitukar tutor gampang
- Assessmentdipetakan sebelum mulai
Tutor Terverifikasi
Siapa Tutor yang Akan Mendampingi
Ini sebagian dari tim tutor Edufio. Ceritakan dulu kebutuhannya, biar kami yang mencarikan tutor yang pas.

Nafisah R.

Najib N.

Najma U.

Nana A.
Nilai plusnya
Kenapa memilih les Parkour Edufio
Progresi dari lantai dulu, ketinggian belakangan
Tiap gerak baru dilatih di garis lantai atau rintangan setinggi lutut sampai sepuluh percobaan berturut-turut memberi hasil yang sama. Baru sesudah itu sasarannya dinaikkan.
Pelatih membaca tubuh peserta, satu per satu
Mobilitas pergelangan kaki, riwayat cedera, dan kebiasaan mendarat diukur di pertemuan pertama. Dua peserta seusia bisa mendapat rencana pekan pertama yang sangat berbeda.
Volume pendaratan dihitung dan dicatat
Jumlah turun dari ketinggian per sesi ditetapkan di awal lalu dicatat, sama seperti pelari mencatat jarak tempuh. Ini pengendali cedera yang paling murah dan paling sering diabaikan.
Sesi tetap jalan sepanjang musim hujan Jogja
November sampai Maret, latihan bergeser ke pagi hari, ke selasar beratap, atau ke ruang bermatras. Isinya berganti ke penguatan, mobilitas, keseimbangan, dan bedah rekaman.
Privat penuh atau kelompok kecil berisi teman sendiri
Format satu pelatih satu peserta paling aman untuk gerak baru karena pengamanan bisa dilakukan langsung. Kelompok dua sampai empat orang tersedia untuk yang ingin berlatih bersama.
Etika spot dipegang sejak sesi pertama
Tidak meninggalkan bekas pada permukaan, tidak memindahkan benda milik pengelola, dan berhenti ketika tempat mulai ramai. Aturan ini menjaga akses latihan tetap terbuka untuk semua orang.
Rekam jejak Edufio
4,9/5
nilai dari 352 keluarga yang sudah mencoba
Yang keluarga rasakan di rumah
Dulu saya nekat meniru kong dari tayangan dan pergelangan tangan sakit seminggu penuh. Di sini urutannya dibalik: kekuatan tumpuan disiapkan dulu, gerakannya menyusul belakangan.
Anak saya kelas 9 dan awalnya saya cemas. Setelah menonton sendiri satu sesi di lapangan, ternyata separuh waktunya dipakai untuk keseimbangan dan penguatan.
Satu jam Parkour yang benar-benar fokus
Tutor parkour datang dengan rencana belajar yang disusun dari kebutuhanmu.
Peta latihan
Bedah materi les parkour Jogja: cakupan dan titik rawan tiap gerak
Urutan di bawah adalah urutan nyata yang dipakai pelatih di lapangan. Gerak yang berada di atas menjadi syarat bagi gerak di bawahnya, dan tiap baris memuat apa yang dilatih, kekeliruan yang hampir selalu muncul, serta cara pelatih menanganinya.
Pendaratan
Pertemuan 1-2Turun dari ketinggian sepinggang, menyentuh lantai dengan bola kaki lebih dulu, lalu meredam lewat pergelangan kaki, lutut, dan panggul secara berurutan. Latihan dimulai dari turun tiga puluh sentimeter dan naik bertahap.
Titik rawan
Peserta baru hampir selalu mendarat bertumpu tumit dengan lutut terkunci lurus, sehingga getaran naik langsung ke punggung bawah. Kekeliruan kedua yang sama seringnya: lutut jatuh ke dalam melewati garis ibu jari kaki.
Cara kami mendampingi
Pelatih memfilmkan pendaratan dari samping dan dari depan, lalu menunjukkan detik ketika tumit menyentuh lebih dulu. Peserta mengulang dari ketinggian yang sama sampai bunyi pendaratannya nyaris hilang. Suara keras adalah petunjuk paling jujur bahwa peredamannya belum bekerja.
Guling bahu
Pertemuan 2-4Guling diagonal dari bahu kanan menuju pinggul kiri, dagu ditarik ke dada, kedua lengan membentuk lingkaran di depan kepala. Dilatih dari posisi jongkok di matras atau di pasir sebelum dipakai meredam pendaratan.
Titik rawan
Kebiasaan guling depan dari pelajaran olahraga sekolah terbawa: peserta berguling lurus melewati tulang belakang dan tengkuk. Di parkour jalur itu menyakitkan dan berisiko, karena beban yang datang jauh lebih besar daripada guling di matras senam.
Cara kami mendampingi
Jalur diagonal ditandai dengan lakban di matras, lalu peserta berguling menyusuri garis itu puluhan kali dari posisi rendah. Sesudah jalurnya melekat, guling digabung dengan langkah maju, kemudian baru dengan lompatan kecil dari ketinggian lutut.
Lompat presisi
Pertemuan 3-6Lompatan berdiri ke sasaran sempit lalu berhenti diam di sana tanpa kaki bergeser atau melangkah tambahan. Ayunan lengan, sudut lutut saat menekuk, dan titik pandang mata dilatih terpisah sebelum digabung menjadi satu gerak.
Titik rawan
Mata melihat ke kaki sendiri saat tubuh melayang, sehingga badan ikut turun lebih awal dan mendarat kurang jauh. Kekeliruan berikutnya: peserta memaksakan jarak yang belum konsisten ia capai di lantai.
Cara kami mendampingi
Jarak diukur dengan kapur di lantai lalu ditambah lima sentimeter setiap sepuluh percobaan berturut-turut berhasil mendarat diam. Sasaran baru dipindah ke rel rendah sesudah peserta bisa berhenti diam di lebar telapak yang sama di permukaan datar.
Safety vault dan lazy vault
Pertemuan 5-8Menyeberangi rintangan setinggi pinggang dengan satu tangan dan satu kaki bertumpu, lalu versi menyamping yang lebih halus dan lebih hemat tenaga. Latihan dibuka di pagar setinggi lutut.
Titik rawan
Tangan menempel terlalu lama sehingga panggul menyentuh permukaan, atau tumpuan tangan diletakkan terlalu jauh di depan sehingga bahu tertinggal dan pendaratannya jatuh ke belakang.
Cara kami mendampingi
Pelatih memecah vault menjadi tiga hitungan yang dilatih berhenti di tengah: tangan turun, panggul melewati, kaki mendarat. Peserta menahan posisi tengah selama tiga detik supaya tahu persis di mana pusat beratnya berada saat itu.
Speed vault dan kong vault
Pertemuan 8-14Vault berkecepatan yang mempertahankan laju lari, lalu lompatan dua tangan dengan kedua kaki melewati di antara lengan. Kong dilatih dari posisi diam di atas peti rendah lebih dulu, tanpa awalan sama sekali.
Titik rawan
Kong dicoba terlalu awal karena bentuknya paling menarik di media sosial. Pergelangan tangan yang belum siap menerima beban tubuh adalah sumber cedera paling sering di kelompok pemula.
Cara kami mendampingi
Delapan sampai dua belas sesi penyiapan pergelangan tangan dan tumpuan quadrupedal berjalan lebih dulu. Kong baru dibuka sesudah peserta sanggup menahan posisi tumpuan tangan di peti selama satu menit dengan siku yang tenang.
Cat leap dan climb-up
Pertemuan 10-16Melompat ke sisi dinding lalu menggantung dengan telapak tangan di bibir atas dan telapak kaki menempel di permukaan, kemudian naik ke atas lewat dorongan lengan bersamaan dengan angkatan pinggul.
Titik rawan
Kaki menolak dinding terlalu keras sehingga badan memantul menjauh, dan peserta menggantungkan seluruh gerak pada kekuatan lengan padahal dorongan pinggul yang seharusnya memimpin.
Cara kami mendampingi
Latihan dipisah bertahap: menggantung diam di dinding rendah, lalu transisi naik dengan bantuan pijakan kaki, baru gerak penuh. Ketinggian dinding tidak pernah melebihi jarak yang masih aman untuk turun kembali dengan kedua kaki.
Keseimbangan di rel
Sepanjang programBerjalan maju, mundur, dan berputar di atas rel selebar telapak, ditambah cat balance dengan empat titik tumpu. Dilatih berurutan dari garis lantai, balok kayu, sampai rel setinggi lutut.
Titik rawan
Peserta menunduk memandang kaki sendiri. Pandangan yang jatuh ke bawah memendekkan langkah dan menggeser pusat berat ke depan, sehingga keseimbangan justru makin goyah.
Cara kami mendampingi
Sasaran pandang diletakkan di ujung rel sejajar mata, lalu tugas tambahan disisipkan sambil berjalan: menghitung mundur, memindahkan botol, berhenti satu kaki tiga detik. Keseimbangan tumbuh saat perhatian tersita tugas lain, dan pengulangan mekanis di rel kosong memberi hasil yang jauh lebih lambat.
Kondisi fisik dan perawatan sendi
Tiap sesiPenguatan betis dan tendon Achilles, mobilitas pergelangan kaki, penyiapan pergelangan tangan, penguatan bagian belakang tubuh, serta quadrupedal movement sebagai fondasi. Porsinya sepuluh sampai lima belas menit di awal dan akhir sesi.
Titik rawan
Otot beradaptasi dalam hitungan pekan, tendon dalam hitungan bulan. Peserta merasa kuat di pekan ketiga lalu menambah porsi lompatan, dan nyeri tulang kering atau tendon lutut baru muncul di pekan keenam sampai kedelapan.
Cara kami mendampingi
Volume pendaratan dari ketinggian ditetapkan di awal sesi lalu dicatat, sehingga keputusannya berhenti bergantung pada perasaan hari itu. Peserta yang ingin porsi lebih diarahkan ke keseimbangan dan quadrupedal, yang bebannya rendah pada sendi.
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les parkour Jogja dari sesi pertama sampai merangkai jalur
Rentang pekan di bawah memakai asumsi latihan dua kali sepekan. Peserta yang berlatih sekali sepekan bergerak lebih lambat, dan itu tetap dihitung normal.
- Sesi 1
Pertemuan pertama: memetakan riwayat gerak
Pelatih mengukur mobilitas pergelangan kaki, kekuatan tumpuan tangan, riwayat cedera, dan kebiasaan mendarat. Peserta yang pernah main basket punya pendaratan yang berbeda dari yang belum pernah berolahraga sama sekali, dan rencana pekan pertamanya ikut berbeda.
- Fondasi
Pekan 1 sampai 3: mendarat dan berguling
Seluruh porsi jatuh ke pendaratan rendah, guling bahu di matras atau pasir, dan penguatan sendi. Ketinggian tidak melewati lutut. Bagian ini terasa lambat dan menjadi penentu sisa program.
- Teknik awal
Pekan 4 sampai 8: presisi dan vault dasar
Lompat presisi diukur dengan kapur di lantai, lalu safety vault dan lazy vault di pagar rendah. Ketinggian baru naik ketika sepuluh percobaan berturut-turut memberi hasil yang sama.
- Teknik menengah
Pekan 9 sampai 16: vault cepat dan cat leap
Speed vault dilatih dengan awalan lari pendek, kong dibuka bila pergelangan tangan sudah siap, dan cat leap dimulai dari dinding rendah dengan pengamanan pelatih di sisi jatuh.
- Penggabungan
Pekan 17 ke atas: merangkai jalur
Gerak yang selama ini dilatih terpisah disambung menjadi jalur pendek berisi tiga sampai lima elemen. Di sinilah parkour mulai terasa seperti yang peserta bayangkan sejak awal, dengan dasar yang sudah tertanam.
- Kemandirian
Sesudah program: berlatih bersama komunitas
Peserta menyusun sesi sendiri, memilih spot, dan menetapkan volume tanpa didampingi. Pelatih beralih peran menjadi tempat bertanya berkala dan pemeriksa rekaman ketika ada gerak baru yang ingin dicoba.
Les parkour Jogja ini cocok untukmu jika
Kamu akan merasa program ini pas kalau
- Kamu ingin mulai parkour dari nol tanpa pernah ikut senam, bela diri, atau klub olahraga apa pun
- Kamu sudah menonton banyak tayangan parkour dan ingin memastikan tekniknya benar sebelum mencobanya sendiri
- Kamu pernah berlatih otodidak lalu berhenti karena nyeri lutut, tulang kering, atau pergelangan tangan
- Kamu pelajar SMP atau SMA yang mencari olahraga yang tidak terasa seperti tambahan pelajaran
- Kamu mahasiswa perantau di Jogja yang ingin kegiatan fisik hemat dan bisa dijalankan di ruang publik
- Kamu pekerja yang duduk sepanjang hari dan ingin melatih kekuatan sekaligus keberanian mengambil keputusan
- Kamu orang tua yang ingin anak remajanya berlatih di bawah pengawasan pelatih yang paham urutan progresi aman
Cakupan program
Yang kamu dapat di les parkour Jogja bersama Edufio
Rencana latihan tertulis per pekan
Berisi gerak yang sedang dikerjakan, volume yang diizinkan, dan syarat sebelum naik ke tahap berikutnya.
Catatan volume pendaratan tiap sesi
Angka jumlah turun dari ketinggian dicatat, sehingga peningkatan beban bisa dilihat dan bukan ditebak.
Rekaman gerak dari dua sudut
Diambil pada tiap gerak baru dan disimpan untuk dibandingkan pada evaluasi empat pertemuan berikutnya.
Pemanasan sendi khusus parkour
Rangkaian untuk pergelangan kaki, betis, pergelangan tangan, dan pinggul yang bisa dijalankan sendiri sebelum sesi mandiri.
Daftar spot latihan dekat rumahmu
Pelatih memetakan permukaan yang aman di sekitar kapanewon atau kemantren tempat tinggal peserta.
Program mandiri untuk hari tanpa sesi
Latihan berbeban rendah yang bisa dijalankan di rumah, kos, atau halaman, lengkap dengan jumlah set dan jedanya.
Panduan memilih sepatu dan pakaian
Ciri sol, bahan, dan potongan yang cocok untuk parkour, beserta yang sebaiknya dihindari dan alasannya.
Etika spot dan cara meminta izin
Aturan menjaga permukaan, waktu latihan yang tepat, dan cara berbicara dengan pengelola tempat.
Kata orang tua siswa
Aku daftar karena bosan lari sendirian. Ternyata dua bulan pertama isinya belajar mendarat, dan justru itu yang bikin lututku berhenti nyeri.
Apa yang sebenarnya dilatih di les parkour?
Parkour adalah keterampilan berpindah dari satu titik ke titik lain melewati rintangan dengan gerak yang efisien dan terkendali. Akarnya ada pada metode latihan fisik alami yang dirumuskan Georges Hebert di Prancis, lalu dirapikan menjadi disiplin tersendiri oleh David Belle dan rekan-rekannya di Lisses sejak akhir 1980-an. Orang yang menekuninya disebut traceur, dan traceuse untuk perempuan.
Yang membuat orang salah menduga adalah tayangan yang beredar. Klip yang menyebar hampir selalu memilih detik paling spektakuler: lompatan antar-atap, salto, jatuh dari ketinggian. Latihan sehari-harinya berjalan di ketinggian lutut selama berbulan-bulan, dengan pengulangan yang membosankan bagi penonton dan sangat berarti bagi tubuh yang menjalaninya.
Di les parkour Edufio, sesi awal peserta hampir seluruhnya berisi tiga hal: cara mendarat supaya sendi tidak menerima kejut, cara berguling supaya tenaga jatuh disalurkan menyamping, dan cara menahan keseimbangan di permukaan sempit. Ketiganya keterampilan yang berguna setiap hari, bahkan bagi orang yang tidak pernah berniat melompati satu pagar pun.
Garis besarnya
Enam keluarga gerak yang dilatih bertahap di les parkour Jogja
Pendaratan dan peredaman
Turun dari ketinggian lalu menyerapnya lewat pergelangan kaki, lutut, dan panggul dalam satu urutan. Gerak pertama yang diajarkan dan yang paling sering diulang sampai program berakhir.
Guling bahu
Menyalurkan tenaga jatuh menyamping lewat punggung, dari bahu ke pinggul seberang. Dilatih di matras atau pasir jauh sebelum dipakai meredam pendaratan sungguhan.
Lompat presisi
Berpindah ke sasaran sempit lalu berhenti diam di sana. Ukuran keberhasilannya adalah kaki yang tidak bergeser sedikit pun sesudah mendarat.
Vault
Menyeberangi rintangan setinggi pinggang dengan tumpuan tangan. Berjenjang dari safety vault dan lazy vault, naik ke speed vault, sampai kong yang menuntut pergelangan tangan sudah disiapkan.
Cat leap dan climb-up
Melompat ke sisi dinding, menggantung dengan telapak kaki menempel, lalu naik ke atasnya. Menuntut kekuatan tarik dan dorongan pinggul yang dilatih terpisah lebih dulu.
Keseimbangan dan quadrupedal
Berjalan di rel selebar telapak serta bergerak dengan empat titik tumpu. Bagian yang paling jarang muncul di tayangan dan paling banyak menentukan kualitas gerak.
Kenapa bulan pertama les parkour Jogja berisi mendarat dan berguling?
Cedera parkour hampir tidak pernah datang dari lompatannya. Ia datang dari pendaratan yang keliru, diulang ratusan kali, oleh orang yang merasa dirinya sudah kuat.
Otot beradaptasi cepat. Dalam tiga sampai empat pekan, peserta merasa lompatannya makin jauh dan tubuhnya makin ringan. Tendon dan tulang mengikuti dengan kecepatan yang jauh lebih lambat; adaptasinya berjalan dalam hitungan bulan. Selisih itulah yang melahirkan pola nyeri yang selalu sama di kelompok pemula: badan terasa siap di pekan ketiga, tulang kering dan tendon lutut mulai mengeluh di pekan keenam sampai kedelapan.
Karena itu pelatih Edufio menetapkan jumlah pendaratan dari ketinggian di awal sesi lalu mencatatnya, sehingga keputusan berhenti bergantung pada perasaan hari itu. Peserta yang ingin berlatih lebih lama diarahkan ke keseimbangan, quadrupedal, dan penguatan, yang bebannya jauh lebih rendah pada sendi. Aturan mainnya satu kalimat: sebuah gerak naik ke ketinggian sesudah peserta melakukannya sepuluh kali berturut-turut di lantai dengan hasil yang sama.
Keunggulan
Apa yang dilakukan pelatih parkour Edufio supaya sesi tetap terkendali?
Rekaman dua sudut untuk tiap gerak baru
Pendaratan difilmkan dari samping dan dari depan. Peserta melihat sendiri detik saat tumit menyentuh lebih dulu, dan koreksi berhenti menjadi perdebatan.
Survei spot sebelum peserta datang
Permukaan, jarak jatuh, dan benda tajam di sekitar diperiksa lebih dulu. Rel berkarat dan ubin licin membatalkan rencana sesi hari itu tanpa negosiasi.
Pemanasan sendi yang spesifik parkour
Pergelangan kaki, betis, pergelangan tangan, dan pinggul disiapkan sebelum gerak apa pun. Bagian ini memakan sepuluh sampai lima belas menit dan tidak pernah dilewati.
Jalan turun ditentukan sebelum jalan naik
Peserta tidak dibawa ke ketinggian yang tidak bisa ia turuni sendiri dengan tenang. Rute keluar disepakati lebih dulu, termasuk siapa yang mengamankan.
Evaluasi tiap empat pertemuan
Rekaman lama dibandingkan dengan yang baru pada gerak yang sama. Peserta melihat perubahan yang tidak terasa dari dalam tubuhnya sendiri.
Catatan latihan yang dibawa pulang
Tiap peserta memegang lembar berisi gerak yang sedang dikerjakan, volume yang diizinkan, dan latihan mandiri untuk hari tanpa sesi.
Spot latihan parkour di Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul
Kekuatan Jogja untuk parkour ada pada banyaknya ruang publik berundak dengan permukaan beton rapi, ditambah lalu lintas pejalan kaki yang masih lengang di jam pagi.
Di Kota Yogyakarta, area sekitar Stadion Kridosono di Gondokusuman dan kompleks Mandala Krida di Umbulharjo punya deret anak tangga, tembok rendah, dan pagar besi yang tinggi variasinya. Alun-alun Kidul menyediakan hamparan datar untuk sesi keseimbangan dan quadrupedal ketika peserta belum siap menyentuh ketinggian.
Di Sleman, jalur jogging Embung Tambakboyo di Depok punya blok beton dan undakan dengan jarak antar yang konsisten, cocok untuk melatih presisi. Lapangan Denggung serta ruang terbuka di Ngaglik dan Mlati memberi permukaan rumput yang aman untuk fase guling.
Di Bantul, sisi luar Stadion Sultan Agung dan lapangan kapanewon di Kasihan serta Sewon cukup lapang untuk kelompok kecil. Satu tempat yang jarang terpikir: gumuk pasir Parangkusumo dekat Parangtritis. Pasir menyerap benturan hampir sepenuhnya, sehingga guling dan pendaratan bisa diulang puluhan kali tanpa membebani sendi. Kami memakainya untuk sesi intensif akhir pekan.
Uraian
Perlengkapan yang benar-benar dipakai peserta les parkour Jogja
Sepatu bersol tipis dan rata
Sol tebal berbantalan mengurangi rasa terhadap permukaan, dan tumit yang menonjol mudah tergelincir di bibir tembok. Sepatu papan luncur atau sepatu lapangan bersol datar sudah memadai.
Celana panjang berbahan lentur
Tulang kering paling sering tergores rel dan bibir beton. Celana panjang mengurangi lecet, dan bahan yang lentur menjaga panggul tetap bebas bergerak.
Tangan telanjang tanpa sarung
Telapak yang bersentuhan langsung dengan besi memberi informasi soal genggaman. Sarung tangan mudah selip di rel logam dan menunda tumbuhnya kapalan pelindung.
Matras lipat atau alas pasir
Dipakai pada fase guling dan pendaratan pertama. Bila keduanya tidak tersedia, sesi dipindah ke lapangan rumput dan volume diturunkan.
Air minum dan handuk kecil
Sesi berlangsung 60 sampai 120 menit dengan interval kerja pendek yang berulang. Peserta biasanya kehilangan cairan lebih cepat daripada dugaannya sendiri.
Perekam gambar sederhana
Ponsel yang ditopang setinggi pinggang sudah cukup. Rekaman dipakai membedah gerak di tempat, dan itu bagian resmi dari sesi.
Latihan parkour saat Jogja masuk musim hujan
Antara November dan Maret, permukaan beton dan rel besi di Jogja basah hampir setiap sore. Rel logam yang basah adalah permukaan paling licin yang akan ditemui peserta, dan itu medan yang keliru untuk memperkenalkan gerak baru.
Jadwal kelas parkour karena itu bergeser mengikuti musim. Pada musim hujan sesi dipindahkan ke pagi hari, ke area beratap seperti selasar gedung olahraga dan koridor kampus yang mengizinkan, atau ke ruang bermatras. Isinya pun berganti: penguatan, mobilitas, quadrupedal, keseimbangan di balok kayu, dan pembahasan rekaman dari sesi-sesi sebelumnya.
Musim kering antara April dan Oktober menjadi jendela terbaik untuk membuka gerak baru di ketinggian. Program peserta yang berlatih setahun penuh disusun mengikuti pola ini: teknik baru diperkenalkan di musim kering, sementara musim hujan dipakai memperkuat dasar dan memperbaiki kebiasaan yang terlanjur melekat salah.
Les parkour daring untuk peserta Kulon Progo dan Gunungkidul
Sebaran pelatih les parkour Jogja tidak merata. Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul punya pilihan pelatih paling banyak, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul paling tipis. Untuk dua kabupaten itu kelas online menjadi jalur utamanya, dan batasnya kami sebutkan terbuka sejak awal.
Yang berjalan baik lewat layar: program kondisi fisik mingguan, mobilitas pergelangan kaki dan tangan, penguatan yang bisa dikerjakan di halaman rumah, serta pembacaan rekaman gerak. Peserta merekam percobaannya, mengirim berkasnya, lalu pelatih membedah rekaman itu per detik dan membalas dengan daftar koreksi berikut latihan penggantinya.
Yang tidak tergantikan layar adalah pengamanan langsung ketika sebuah gerak baru pertama kali dicoba di ketinggian. Karena itu peserta Wates, Sentolo, Wonosari, atau Playen biasanya memadukan sesi daring rutin dengan pertemuan tatap muka berkala di Bantul atau Sleman. Pilihan lain: meminta pelatih datang untuk latihan intensif setengah hari di wilayah peserta sendiri.
Sorotan utama
Latihan mandiri di antara dua sesi les parkour Jogja
Berjalan menyusuri garis
Lima menit maju dan mundur di garis ubin atau tali yang dibentang di lantai rumah. Tanpa alat, dan langsung memperbaiki kontrol pinggul.
Jongkok dalam dan angkat betis
Tiga set setiap dua hari. Menyiapkan pergelangan kaki dan betis, dua bagian yang menanggung porsi terbesar dari setiap pendaratan.
Menahan posisi tumpuan tangan
Bertahan di posisi tumpuan lantai selama tiga puluh sampai enam puluh detik. Kemampuan ini yang menentukan kapan kong boleh dibuka.
Quadrupedal maju dan mundur
Bergerak dengan empat titik tumpu sepanjang teras atau lorong kos. Melelahkan, murah, dan bebannya rendah untuk sendi.
Menggantung pasif di palang
Tiga puluh detik menggantung setiap hari. Bahu dan telapak tangan dibangun untuk cat leap jauh sebelum cat leap itu sendiri dilatih.
Parkour untuk remaja Jogja dan pertanyaan yang muncul di rumah
Sebagian besar peserta baru les parkour Jogja adalah pelajar SMP dan SMA serta mahasiswa perantau. Alasan keduanya mirip: ingin bergerak, kurang tertarik pada olahraga yang berbentuk pertandingan, dan mencari kegiatan yang tidak menuntut keanggotaan pusat kebugaran.
Pertanyaan yang paling sering datang dari rumah selalu soal risiko. Jawabannya jujur: parkour punya risiko, setara dengan sepeda, futsal, dan basket. Yang membedakan adalah risiko itu bisa diatur, karena ketinggian, permukaan, dan jumlah pengulangan seluruhnya dipilih pelatih di depan mata orang tua yang ingin menyaksikan.
Efek kedua biasanya di luar dugaan. Remaja yang berlatih parkour terbiasa menilai sendiri apakah sebuah lompatan berada dalam jangkauannya, lalu menahan diri ketika jawabannya belum. Kebiasaan menimbang lalu memutuskan itu terbawa keluar dari lapangan. Beberapa wali menyampaikan bahwa anaknya mulai berani mengukur kemampuan diri di hal lain, dan bagian itulah yang paling sering mereka ceritakan kembali.
Jalur pendukung
Pelengkap les parkour Jogja untuk peserta di DIY
Urutannya
Cara mendaftar les parkour Jogja di Edufio
Sampaikan usia dan riwayat gerak
Ceritakan usia peserta, olahraga yang pernah ditekuni, dan cedera yang pernah dialami. Tiga keterangan itu menentukan pelatih mana yang paling cocok.
Sebutkan wilayah dan jam yang realistis
Tuliskan kapanewon atau kemantren tempat tinggal serta jam yang paling mungkin dijalani rutin. Tim mencocokkannya dengan pelatih terdekat.
Jalani sesi pemetaan
Pertemuan pertama dipakai mengukur mobilitas, kekuatan tumpuan, dan kebiasaan mendarat, lalu menyusun rencana untuk pekan pertama.
Mulai rutin dan evaluasi berkala
Paket dipilih sesudah rencana jelas. Evaluasi berjalan tiap empat pertemuan dengan rekaman lama sebagai pembanding.
Pertanyaan yang sering masuk soal les parkour
Peserta seperti apa yang cocok masuk les parkour Jogja?
Apakah harus punya dasar olahraga sebelum mulai les parkour Jogja?
Apakah les parkour Edufio tersedia dalam bentuk privat?
Apa manfaat jangka panjang berlatih parkour?
Berapa tarif les parkour Jogja, dan bagaimana proses masuknya?
Apakah les parkour bisa dijalani santai tanpa target tertentu?
Apakah parkour berbahaya?
Di mana lokasi latihan les parkour Jogja berlangsung?
Sepatu seperti apa yang dipakai untuk latihan parkour?
Bagaimana kelas parkour disesuaikan ketika Jogja sedang musim hujan?
Berapa lama sampai bisa melakukan vault?
Apakah anak SD boleh ikut les parkour Jogja?
Apa bedanya parkour dan freerunning?
Apakah butuh izin untuk berlatih parkour di ruang publik Jogja?
Bagaimana peserta Kulon Progo dan Gunungkidul mengikuti les parkour Jogja?
Apakah perempuan juga berlatih parkour?
Mau lancar parkour? Mulainya dari sini
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les parkour dulu, keputusan belakangan.