4,9/5 · 226 ulasan · Pemula sampai lanjut

Les Privat Permakultur di Jogja

Les privat permakultur Jogja: satu tutor mendampingi Anda merancang pekarangan sendiri, dari peta lahan, jalur air hujan, kebun pangan bertingkat, sampai pengolahan sisa dapur.

Les Privat Permakultur di Jogja

Apa yang perlu diketahui soal Les Privat Permakultur di Jogja?

Les privat permakultur Jogja: satu tutor mendampingi Anda merancang pekarangan sendiri, dari peta lahan, jalur air hujan, kebun pangan bertingkat, sampai pengolahan sisa dapur.

Tanya Dulu, Baru Daftar
Biaya
Mulai Rp80.000 per jam
Durasi sesi
60 sampai 120 menit
Paket bulanan
4 sampai 28 sesi
Jadwal
Menyesuaikan peserta, 07.00 sampai 21.00 WIB
Wilayah layanan
Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul
Tempat belajar
Pekarangan, kebun, kos, kampus, atau kafe
Kelas online
Zoom atau Google Meet, tautan dikirim lewat WhatsApp
Bentuk kelas
Perorangan, pasangan, atau satu keluarga
Tingkat peserta
Pemula sampai perancang lahan
Yang dibawa pulang
Berkas rancangan lahan sendiri, tanpa sertifikat PDC
Pembayaran
Transfer bank atau dompet digital
Ganti tutor
Bisa diminta tanpa biaya tambahan
  • 4,9/5226 ulasan
  • 11.000+tutor lolos kurasi
  • 1-on-1seorang tutor, seorang siswa
  • Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
  • Garansibebas ganti tutor
  • Assessmentdiukur di sesi awal

Tutor Permakultur hadir di tempat ternyaman anak

Belajar permakultur fokus satu tutor satu siswa, di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online, jadwal fleksibel.

Kenali Tutornya

Tutor Permakultur Edufio

Guru berpengalaman yang mendampingi di rumah Anda, di tempat yang Anda pilih, ataupun online di Jogja.

  • Rizqi R., Teknologi Industri Pertanian · UGM — tutor les permakultur Jogja Edufio

    Rizqi R.

    Teknologi Industri Pertanian · UGM
  • Sasa A., Pendidikan IPA · UNY — tutor les permakultur Jogja Edufio

    Sasa A.

    Pendidikan IPA · UNY
  • Sidki T., Kedokteran · UII — tutor les permakultur Jogja Edufio

    Sidki T.

    Kedokteran · UII
  • Shifa R., Kesehatan Masyarakat · UAD — tutor les permakultur Jogja Edufio

    Shifa R.

    Kesehatan Masyarakat · UAD
Kisah Wali dan Anaknya

Yang keluarga rasakan di rumah

Kandang, kebun, dan tempat kompos akhirnya saling menyambung. Kotoran ternak berhenti jadi masalah dan mulai jadi bahan tanam yang saya pakai sendiri.

B.Peternak

Teras dan dinding samping rumah sekarang menghasilkan sayur untuk masak harian. Sisa dapur pun tidak lagi keluar rumah setiap pagi.

N.Ibu rumah tangga

Tahap demi tahap

Perjalanan les permakultur Jogja di lahan Anda

Enam tahap ini yang dilalui hampir semua peserta. Panjang tiap tahap berbeda, tergantung luas lahan dan waktu yang bisa Anda sisihkan.

  1. Berkeliling lahan bersama tutor

    Sesi pertama dipakai untuk mengenali lahan dan mendengar apa yang sebenarnya Anda inginkan darinya, mulai dari sayur harian sampai penghasilan tambahan.

  2. Peta dasar dan catatan pengamatan

    Ukuran, kemiringan, bayangan, dan arah air dituangkan ke satu lembar peta. Sejak titik ini semua keputusan punya rujukan yang sama.

  3. Rancangan zona dan sektor di atas kertas

    Letak komposter, bedeng, kandang, tandon, dan pohon ditentukan lebih dulu di kertas, ketika memindahkannya masih semudah menghapus garis.

  4. Pekerjaan air dan tanah lebih dulu

    Talang, resapan, dan perbaikan tanah dikerjakan sebelum penanaman. Urutan ini yang membedakan kebun yang bertahan dari kebun yang layu di kemarau pertama.

  5. Penanaman bertahap menurut lapisan

    Pohon dan pagar hidup ditanam pada awal musim hujan, semak dan herba menyusul, sayur berumur pendek mengisi sela sambil menunggu tajuk tumbuh.

  6. Panen pertama dan penyetelan rancangan

    Hasil panen dan catatan setahun dipakai menilai bagian mana yang bekerja. Rancangan disetel ulang berdasarkan bukti dari lahan sendiri.

Cocok untuk siapa

Les permakultur Jogja ini cocok untuk Anda jika

  • Punya pekarangan sempit di kampung Kota Yogyakarta dan ingin memetik sayur untuk masak harian

  • Baru membeli tanah di Sleman utara atau Bantul selatan dan belum tahu harus memulai dari sisi mana

  • Mengelola lahan di Gunungkidul yang kehabisan air setiap kemarau panjang

  • Tinggal di kos atau rumah kontrakan dan hanya punya teras, pagar, serta dinding samping

  • Guru atau pengurus sekolah yang menyiapkan kebun sekolah supaya terus hidup setelah proyeknya selesai

  • Pengelola homestay, warung, atau kedai yang ingin dapurnya dipasok kebun sendiri

  • Sudah pensiun dan ingin kebun tetap terawat dengan tenaga yang berkurang

  • Pernah mencoba berkebun beberapa kali, lalu berhenti karena hasilnya tidak sepadan dengan waktunya

Yang kami tawarkan

Nilai lebih program Permakultur ini

  • Rancangan dibuat untuk lahan Anda sendiri

    Tutor mengukur, memotret, dan memetakan lokasi yang benar-benar Anda punya. Tidak ada contoh kebun jadi yang tinggal ditiru, karena arah matahari, kemiringan, dan jenis tanah tiap pekarangan berbeda.

  • Satu tutor mendampingi di lahan itu juga

    Sesi berjalan berdua di lokasi: mengamati, mengukur, menggambar, lalu mencoba. Pertanyaan yang muncul saat tangan sedang kotor bisa langsung dijawab di tempat.

  • Tutor yang mengelola kebun sendiri

    Pengampu kelas ini punya lahan garapan atau pengalaman pendampingan kelompok tani, jadi contoh yang dipakai berasal dari kegagalan dan panen yang mereka alami langsung.

  • Urutan materi mengikuti kurikulum rujukan

    Topik maju dengan urutan yang sama dengan kurikulum Permaculture Design Certificate 72 jam: pengamatan, sektor, zona, air, tanah, tanaman, ternak, bangunan.

  • Catatan perkembangan tiap pertemuan

    Setiap sesi meninggalkan jejak tertulis: hasil pengukuran, keputusan yang diambil, dan pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum sesi berikutnya.

  • Pendampingan di sela sesi

    Daun menguning, semai gagal, atau kompos berbau bisa ditanyakan lewat pesan beserta fotonya. Kebun tidak menunggu jadwal les untuk bermasalah.

Peta materi

Materi les permakultur Jogja per topik dan titik rawannya di lapangan

Urutan di bawah dipakai sebagai kerangka. Kecepatannya menyesuaikan lahan dan waktu Anda, dan topik yang sudah dikuasai boleh dilewati.

Membaca lahan sebelum menanam (Sesi awal)

Yang dicakup

Survei dasar: batas dan luas, kemiringan, arah matahari sepanjang tahun, arah angin, titik air masuk dan keluar, tanaman yang sudah tumbuh, jalur keluar masuk barang.

Titik rawan

Peserta ingin langsung menanam pada pekan pertama, padahal pola air baru terbaca setelah satu hujan deras melewati lahan itu.

Cara kami mendampingi

Tutor mengajak berjalan mengelilingi lahan dua kali, sekali dalam keadaan kering dan sekali sesudah hujan, lalu hasil pengamatan ditulis di lembar yang sama dengan peta.

Peta dasar dan garis kontur (Praktik alat)

Yang dicakup

Mengukur dengan meteran dan patok, menggambar peta berskala, menandai garis datar memakai A-frame bambu atau selang air berisi cairan.

Titik rawan

Menyalin desain berkontur dari buku iklim sedang ke pekarangan kota yang datar dan hanya selebar beberapa langkah.

Cara kami mendampingi

Alat ukurnya dibuat sendiri dari tiga bilah bambu dan seuntai tali, lalu langsung dipakai di lahan itu juga sehingga peserta bisa mengulanginya tanpa tutor.

Zona dan frekuensi kunjungan (Tata letak)

Yang dicakup

Menata letak berdasarkan seberapa sering sebuah titik disambangi: bumbu dapur di ambang pintu, komposter dalam beberapa langkah, pohon buah lebih jauh, sudut liar di ujung.

Titik rawan

Komposter ditempatkan di pojok terjauh supaya tidak terlihat tamu, lalu berhenti dipakai pada pekan ketiga karena jauh.

Cara kami mendampingi

Peserta menghitung sendiri berapa kali sehari tiap titik didatangi, lalu memindahkan yang paling sering dipakai ke jarak terdekat dari pintu.

Sektor: matahari, angin, air, dan tetangga (Pengamatan)

Yang dicakup

Energi yang datang dari luar batas lahan: lintasan matahari yang bergeser ke sisi utara pada sebagian tahun di garis lintang Yogyakarta, arah angin, aliran air kiriman, bayangan bangunan tetangga, asap, dan kebisingan.

Titik rawan

Pohon peneduh ditanam di sisi yang keliru, lalu bedeng sayur kehilangan cahaya pagi selama separuh tahun tanpa ada yang menyadari sebabnya.

Cara kami mendampingi

Bayangan dicatat pada tiga jam berbeda dalam satu hari dan dipetakan lebih dulu, jauh sebelum lubang tanam pertama digali.

Menahan, meresapkan, dan menampung air (Kerja lapangan)

Yang dicakup

Talang menuju tandon, lubang resapan biopori, sumur resapan, sengkedan kontur, kolam kecil, dan mulsa tebal sebagai simpanan di dalam tanah.

Titik rawan

Sengkedan digali di endapan vulkanik lereng Merapi yang sudah meresap cepat; di karst Gunungkidul galian yang sama malah mengantar air ke celah batuan.

Cara kami mendampingi

Tutor menghitung luas bidang atap dan menguji laju resap tanah, lalu memilih satu pekerjaan air yang paling sepadan dengan tenaga dan biaya peserta.

Membaca dan memperbaiki tanah (Praktik uji)

Yang dicakup

Uji sederhana yang bisa dikerjakan di rumah: uji toples untuk memisahkan pasir, debu, dan liat; uji keasaman; uji laju resap; serta membaca tanaman liar sebagai petunjuk kesuburan.

Titik rawan

Media tanam karungan dibeli setiap musim sementara tanah asli di bawahnya dibiarkan padat dan makin miskin.

Cara kami mendampingi

Peserta menguji tanahnya sendiri, lalu perbaikan disesuaikan dengan hasilnya: bahan organik rutin untuk pasir Sleman utara, pembenah struktur untuk liat Bantul, penurun keasaman dan naungan untuk tanah kapur Gunungkidul.

Kompos dan pengelolaan sisa rumah tangga (Sesi rumah)

Yang dicakup

Nisbah bahan cokelat dan hijau, tumpukan aerob, keranjang Takakura, ember tumpuk berlarva, kascing, serta larutan mikroorganisme lokal dari air cucian beras dan bonggol pisang.

Titik rawan

Sisa berminyak, tulang, dan nasi basi masuk ke tumpukan. Di kampung padat Kota Yogyakarta baunya sampai ke tetangga dan kompos jadi sumber keributan.

Cara kami mendampingi

Metode dipilih berdasarkan volume sampah dapur dan ruang yang tersedia, lalu diuji dua pekan sebelum ditetapkan sebagai kebiasaan rumah.

Kebun pangan bertingkat (Perancangan)

Yang dicakup

Menyusun tujuh lapis tajuk, mengatur jarak tanam untuk pertumbuhan tropis yang cepat, dan memilih jenis yang benar-benar dimakan keluarga.

Titik rawan

Tiga puluh batang pepaya ditanam sekaligus lalu disebut hutan kebun. Panennya menumpuk pada saat bersamaan dan sebagian besar terbuang.

Cara kami mendampingi

Kalender panen sederhana disusun lebih dulu, lalu jenis dipilih supaya ada yang siap dipetik di tiap bulan sepanjang tahun.

Pupuk hidup dan pangkas rebah (Perawatan)

Yang dicakup

Gamal, lamtoro, kaliandra, dan indigofera sebagai pagar hidup pengikat nitrogen; kacang-kacangan penutup tanah; teknik pangkas rebah yang mengembalikan daun ke bedeng.

Titik rawan

Pemangkasan ditunda sampai batang mengayu, lalu pangkasannya lambat terurai dan sempat jadi tempat rayap berkumpul.

Cara kami mendampingi

Jadwal pangkas dikaitkan dengan awal musim hujan dan kebutuhan bedeng, sehingga daun segar jatuh tepat ketika tanaman sayur paling membutuhkannya.

Ternak kecil, kolam, dan lebah (Integrasi)

Yang dicakup

Ayam kampung, itik, kelinci, lele, dan lebah klanceng sebagai bagian rancangan; kandang berpindah; jalur kotoran ternak menuju komposter dan bedeng.

Titik rawan

Ayam dilepas bebas di dekat bedeng semai. Benih yang baru muncul habis dalam satu pagi dan peserta menyalahkan mutu benihnya.

Cara kami mendampingi

Kandang dirancang berpindah dengan pagar rendah, dan jam lepas ayam diatur setelah semai cukup kuat, sehingga kotorannya masuk ke bedeng tanpa merusak.

Air bekas rumah tangga (Sistem rumah)

Yang dicakup

Memisahkan air kamar mandi dan air cuci piring, penyaring bertingkat berisi kerikil, arang, ijuk, dan pasir, serta tanaman penyaring di ujung saluran.

Titik rawan

Air sabun disiramkan langsung ke daun sayur yang dimakan mentah, dan garam dari deterjen menumpuk di petak yang sama tiap hari.

Cara kami mendampingi

Aliran diarahkan ke pohon buah dan tanaman keras, dengan penyaring sederhana yang bisa dibersihkan sendiri oleh penghuni rumah.

Bahan bangunan dan naungan (Bangunan)

Yang dicakup

Bambu, tanah, batu, dan kayu bekas untuk pergola, kandang, bedeng, serta gubuk kerja; ventilasi silang; atap tinggi; orientasi bangunan terhadap matahari.

Titik rawan

Bambu muda dipasang tanpa pengawetan, lalu rayap datang dalam satu musim hujan dan seluruh struktur harus dibongkar.

Cara kami mendampingi

Bambu tua dipilih dan direndam lebih dulu, kaki tiang diangkat dari permukaan tanah, dan sambungan dibuat supaya bagian yang lapuk bisa diganti satu per satu.

Status lahan dan kesepakatan lingkungan (Khas DIY)

Yang dicakup

Kejelasan hak atas tanah sebelum menanam tanaman berumur panjang, termasuk lahan berstatus Sultan Ground, Pakualaman Ground, dan tanah kas kalurahan yang dipakai dengan izin, serta kesepakatan dengan pengurus kampung.

Titik rawan

Pohon berumur puluhan tahun ditanam di lahan pinjam pakai berjangka pendek, lalu rancangan berantakan ketika izinnya berakhir.

Cara kami mendampingi

Jenis tanaman dipilih menurut jangka waktu penguasaan lahan, dan pekerjaan yang berdampak ke tetangga dibicarakan lebih dulu dengan pengurus kampung.

Yang Anda bawa pulang

Berkas dan keterampilan dari les permakultur Jogja ini

  • Peta lahan berskala

    Gambar lahan Anda lengkap dengan batas, kemiringan, bangunan, dan tanaman yang sudah ada.

  • Lembar sektor

    Catatan arah matahari, angin, air kiriman, bayangan tetangga, dan gangguan lain yang datang dari luar batas.

  • Rancangan zona

    Penempatan tiap unsur menurut seberapa sering ia perlu didatangi, dari ambang dapur sampai sudut terjauh.

  • Rencana air

    Pilihan pekerjaan air yang sesuai jenis tanah di lokasi Anda, beserta urutan pengerjaannya.

  • Cara mengompos yang cocok

    Satu metode yang sudah diuji dua pekan di rumah Anda sendiri, sesuai volume sampah dan ruang yang ada.

  • Daftar tanaman terpilih

    Jenis per lapisan tajuk, lengkap dengan perkiraan bulan panennya supaya hasil tidak menumpuk sekaligus.

  • Jadwal perawatan bulanan

    Daftar pekerjaan pangkas, mulsa, semai, dan pemeriksaan hama yang bisa dikerjakan tanpa pendampingan.

  • Catatan tiap sesi

    Rekaman keputusan, hasil pengukuran, dan pekerjaan rumah, sehingga rancangan bisa dilanjutkan kapan pun Anda berhenti.

Kenapa privat

Beda hasil les permakultur di kelas privat dan kelas ramai

Les Permakultur Privat Edufio

Ke rumah di Jogja

  • Perhatian tutor saat belajar permakulturTercurah ke satu siswa
  • Materi permakultur disesuaikan level siswaDisusun dari hasil tes awal
  • Latihan praktik permakultur terarahDipilih dari kelemahan Anda
  • Materi permakultur disusun dari nolDirancang dari titik mulai Anda
  • Belajar permakultur di rumah Anda, JogjaPengajar datang ke alamat Anda
  • Tutor permakultur bisa digantiDiganti lewat admin, tanpa biaya

Kursus Permakultur Kelompok

  • Perhatian tutor saat belajar permakulturTerpecah ke satu kelas
  • Materi permakultur disesuaikan level siswaSatu materi untuk satu kelas
  • Latihan praktik permakultur terarahSeragam
  • Materi permakultur disusun dari nolSeragam
  • Belajar permakultur di rumah Anda, JogjaAnda yang datang ke lokasi
  • Tutor permakultur bisa digantiMengikuti pengajar kelas

Belajar Permakultur Sendiri

  • Perhatian tutor saat belajar permakulturSendirian saja
  • Materi permakultur disesuaikan level siswaDitebak sendiri
  • Latihan praktik permakultur terarahBerburu sendiri
  • Materi permakultur disusun dari nolCari sendiri
  • Belajar permakultur di rumah Anda, JogjaDi rumah, tanpa pendamping
  • Tutor permakultur bisa digantiTidak berlaku

Amanah para wali

4,9/5

kepercayaan 226 keluarga di Jogja

Mulai Pendaftaran

Kenapa permakultur sering mandek di pekarangan Jogja?

Sebagian besar rumah di Kota Yogyakarta berdiri di kavling sempit, berbagi tembok dengan tetangga, dan hanya menyisakan teras selebar dua langkah. Di Sleman dan Bantul lahannya lebih lega. Di Gunungkidul dan Kulon Progo tanahnya justru luas, tetapi airnya sulit sepanjang kemarau. Satu nasihat berkebun yang sama tidak mungkin pas untuk kelima keadaan itu.

Bacaan yang tersedia menambah kebingungan. Buku dan video permakultur yang paling mudah ditemukan ditulis untuk iklim empat musim: bedeng tinggi supaya tanah cepat hangat, mulsa tebal supaya akar tidak membeku, kayu terkubur supaya kelembapan bertahan. Di Jogja yang hujannya deras lalu panasnya terik, sebagian saran itu berbalik arah. Bedeng tinggi mengering dalam dua hari kemarau, tumpukan kayu jadi sarang rayap, dan plastik hitam memanaskan perakaran.

Cuaca pun bergeser. Awal musim hujan makin sulit ditebak, dan hujan yang datang sering tumpah sekaligus dalam beberapa jam. Kebun yang dirancang dengan asumsi hujan merata akan tergenang di satu sudut dan retak di sudut lain pada tahun yang sama.

Les permakultur Jogja di Edufio berangkat dari lahan yang benar-benar Anda punya, dengan keadaannya hari ini.

Ringkasnya

Tiga etika permakultur yang jadi rambu tiap keputusan

  • Peduli bumi

    Tanah, air, dan makhluk yang sudah tinggal di lahan itu diperlakukan sebagai modal yang harus tetap utuh setelah kebun jadi.

  • Peduli manusia

    Rancangan harus terurus oleh tenaga yang benar-benar ada di rumah itu, termasuk ketika pemiliknya sedang sibuk atau sudah sepuh.

  • Pembagian yang adil

    Kelebihan panen, benih, dan pengetahuan dikembalikan ke lingkungan sekitar, dimulai dari tetangga satu gang.

Permakultur adalah pekerjaan merancang lahan

Banyak orang mengira permakultur adalah daftar tanaman tertentu atau merek pupuk tertentu. Isinya lebih dekat ke arsitektur: menempatkan unsur yang sudah ada supaya saling memasok, lalu menambah unsur baru hanya ketika ada celah yang memang kosong.

Istilahnya dirumuskan Bill Mollison dan David Holmgren di Australia pada akhir 1970-an. Sejak itu kerangkanya dipakai untuk merancang kebun kota selebar dua meter sampai lahan pertanian puluhan hektare, dan isinya tetap sama: tiga etika sebagai rambu, dua belas prinsip sebagai alat periksa, zona dan sektor sebagai cara menata letak.

Karena rancangan selalu terikat tempat, kelas ini tidak menjual satu contoh kebun untuk semua peserta. Tutor membawa metode, peserta membawa lahannya, dan rancangannya berbeda untuk tiap rumah.

Urutan materinya mengikuti kurikulum Permaculture Design Certificate yang berdurasi 72 jam, rujukan yang dipakai penyelenggara permakultur di banyak negara. Edufio tidak menerbitkan sertifikat PDC. Yang Anda bawa pulang adalah berkas rancangan lahan sendiri beserta catatan tiap sesi.

Detail

Dua belas prinsip permakultur diterjemahkan ke pekarangan Jogja

  • Amati dan berinteraksi

    Duduklah di pekarangan pada pagi, siang, dan sore sebelum satu lubang tanam pun digali.

  • Tangkap dan simpan energi

    Talang atap mengarah ke tandon, sisa dapur mengarah ke komposter, pangkasan pagar kembali ke tanah.

  • Dapatkan hasil

    Rancangan yang tiga tahun tanpa panen akan ditinggalkan pemiliknya sendiri sebelum sempat jadi.

  • Terima umpan balik

    Bedeng yang selalu tergenang sedang memberi tahu Anda bahwa letaknya keliru.

  • Pakai sumber daya terbarukan

    Daun kering sepanjang gang lebih berguna daripada satu karung pupuk pabrik.

  • Nol bahan terbuang

    Air cucian beras, kulit buah, dan ranting pangkasan semuanya punya tujuan berikutnya.

  • Rancang dari pola ke rincian

    Tentukan arah air dan arah matahari lebih dulu, pemilihan jenis tanaman menyusul.

  • Satukan yang saling mendukung

    Ayam, komposter, dan bedeng sayur bekerja lebih baik ketika berdiri bersebelahan.

  • Pakai solusi kecil dan lambat

    Satu bedeng yang terurus mengalahkan sepuluh bedeng yang ditinggalkan setelah sebulan.

  • Hargai keragaman

    Delapan jenis pangan di satu petak membuat satu serangan hama tidak menghabiskan seluruhnya.

  • Manfaatkan tepian

    Tepi pagar, bibir kolam, dan dinding samping adalah ruang paling produktif yang sering dilewatkan.

  • Tanggapi perubahan

    Pohon tumbang membuka cahaya baru, dan rancangan disetel ulang mengikuti cahaya itu.

Tanah DIY menentukan bentuk rancangan permakultur Anda

Lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berdiri di atas bahan induk yang berbeda, dan perbedaan itu terasa begitu cangkul masuk.

Lereng Merapi di Sleman utara diselimuti endapan vulkanik yang gembur dan berpasir. Air meresap cepat, akar mudah menembus, dan hara ikut hanyut sama cepatnya. Kebun di sana lebih memerlukan bahan organik yang sering ditambah daripada saluran yang dalam.

Dataran Bantul dan Sleman selatan banyak dibentuk endapan Kali Progo dan Kali Opak. Sebagian beratnya liat, retak lebar saat kemarau lalu lengket saat hujan. Pekerjaan pertamanya memperbaiki struktur tanah, dan penambahan hara menyusul belakangan.

Gunungkidul duduk di atas batu gamping. Lapisan tanah merahnya tipis, pH-nya tinggi, dan air permukaan cepat hilang ke celah batuan. Jeruk yang ditanam tanpa penyesuaian sering menguning karena besi terkunci di tanah yang basa.

Pesisir selatan Bantul dan Kulon Progo berpasir serta bergaram karena angin laut. Pertanian lahan pasir di sana sudah membuktikan panen mungkin, dengan syarat penahan angin dan bahan organik disiapkan lebih dulu.

Di Kota Yogyakarta persoalannya lain lagi: tanah lama tertutup beton, padat, dan berbagi ruang dengan saluran air kampung.

Lebih lengkap

Enam zona permakultur dari ambang dapur sampai sudut liar

  • Zona 0, rumah itu sendiri

    Dapur, atap, dan kamar mandi adalah sumber air, sisa bahan, dan panas yang ikut masuk rancangan.

  • Zona 1, sejangkauan pintu

    Bumbu dapur, sayur daun, dan bedeng semai yang disambangi setiap hari.

  • Zona 2, kunjungan harian yang longgar

    Komposter, kandang ayam, kolam kecil, dan buah semusim.

  • Zona 3, kunjungan berkala

    Pohon buah, umbi, dan tanaman pokok yang cukup ditengok sepekan sekali.

  • Zona 4, bagian setengah liar

    Bambu, kayu bakar, pakan ternak, dan tanaman yang mengurus dirinya sendiri.

  • Zona 5, dibiarkan

    Sudut yang tidak digarap, tempat mengamati bagaimana alam menata dirinya sendiri.

Air hujan adalah pekerjaan pertama di lahan permakultur

Hujan di DIY berpusat pada November sampai April, lalu menyusut tajam pada Mei sampai Oktober. Artinya kebun harus menyimpan hasil satu musim untuk dipakai di musim berikutnya, dan simpanan itu punya tiga bentuk.

Bentuk pertama, air yang tinggal di dalam tanah. Mulsa tebal, bahan organik, dan tajuk yang menaungi permukaan memperlambat penguapan. Ini simpanan paling murah sekaligus yang paling sering dilewatkan.

Bentuk kedua, air yang ditahan di permukaan lalu diberi waktu meresap. Lubang resapan biopori, sumur resapan, dan sengkedan yang mengikuti garis datar termasuk di sini. Pilihan ini tidak selalu tepat. Di pasir vulkanik lereng Merapi air sudah meresap cepat tanpa dibantu, sedangkan di karst Gunungkidul galian yang salah arah justru mengantar air ke celah batuan lalu hilang.

Bentuk ketiga, air yang ditampung di wadah. Atap rumah adalah bidang tangkapan terbesar yang sudah Anda miliki. Talang, saringan daun, dan satu tandon berukuran cukup bisa menutup kebutuhan siram pekarangan kecil sepanjang kemarau awal.

Pada sesi lapangan, tutor mengukur luas atap peserta lalu memilih satu pekerjaan air yang paling masuk akal untuk jenis tanah di lokasi itu.

Catatan tambahan

Kerja kebun permakultur mengikuti musim di DIY

  • Awal musim hujan, November

    Saat terbaik menanam pohon buah dan pagar hidup, ketika akar muda mendapat air tanpa perlu disiram tiap sore.

  • Puncak hujan, Desember sampai Februari

    Pangkas rebah berjalan paling rajin, gulma tumbuh cepat, dan saluran air diperiksa setiap kali hujan turun deras.

  • Akhir hujan, Maret sampai April

    Mulsa ditebalkan, benih disimpan dari tanaman yang paling sehat, dan tandon dipastikan penuh sebelum kemarau datang.

  • Kemarau, Mei sampai Oktober

    Waktunya memanen umbi, menghemat air, memperbaiki bangunan bambu, dan menyiapkan bedeng untuk musim tanam berikutnya.

Pekarangan Jawa dan permakultur bertemu di titik yang sama

Jauh sebelum istilah permakultur masuk ke Indonesia, pekarangan Jawa sudah bekerja dengan logika yang mirip. Di banyak kalurahan DIY, halaman rumah berisi kelapa di lapis paling atas, mangga dan nangka di bawahnya, pisang serta kelor di lapis semak, kunyit dan jahe merapat ke tanah, lalu singkong dan talas tersimpan di bawah permukaan. Semuanya berdiri di petak yang sama.

Susunan itu punya nama sendiri dalam keseharian: pekarangan untuk halaman rumah, kebon untuk kebun campuran, tegalan untuk lahan kering, sawah untuk petak berair. Sisa dapur masuk ke jugangan di sudut halaman, kotoran ternak kembali ke tanah, dan rumpun bambu di tepi kali dipanen bergiliran supaya tidak habis sekaligus.

Yang menghilang belakangan adalah alasannya. Banyak pekarangan berubah jadi rumput hias dan paving karena penghuninya tidak lagi tahu kenapa susunan lama itu masuk akal. Kelas permakultur mengembalikan alasan tersebut dalam bahasa rancangan, sehingga peserta bisa memutuskan sendiri bagian mana yang layak dihidupkan lagi di halamannya.

Selengkapnya

Tujuh lapis kebun pangan permakultur untuk pekarangan Jogja

  • Lapis tajuk

    Kelapa, nangka, dan mlinjo yang memayungi seluruh petak sekaligus menahan angin.

  • Lapis pohon rendah

    Mangga, jambu, kelengkeng, dan alpukat yang buahnya masih terjangkau tangan.

  • Lapis semak

    Kelor, katuk, kembang telang, dan kopi yang menyukai naungan ringan.

  • Lapis herba

    Kunyit, jahe, kencur, serai, dan temulawak yang waktu panennya bergilir.

  • Lapis penutup tanah

    Ubi jalar, kangkung darat, dan ginseng jawa yang meredam pukulan hujan langsung.

  • Lapis pemanjat

    Markisa, labu siam, gambas, dan sirih yang naik ke pagar, tiang, dan dinding samping.

  • Lapis umbi

    Singkong, talas, ganyong, garut, dan gembili sebagai simpanan pangan di dalam tanah.

Permakultur untuk kos dan rumah kontrakan di Jogja

Jogja penuh rumah yang ditempati sementara. Mahasiswa UGM, UNY, UII, UAD, Sanata Dharma, AMIKOM, UPN Veteran Yogyakarta, dan ISI Yogyakarta datang lalu pergi tiap beberapa tahun, dan banyak keluarga muda mengontrak dulu sebelum punya rumah sendiri. Menggali sengkedan di halaman yang bukan milik sendiri jelas tidak masuk akal.

Rancangan untuk keadaan ini bertumpu pada tiga hal yang bisa ikut pindah. Pertama, wadah: pot, karung tanam, dan kotak kayu yang isinya tetap milik Anda saat kontrakan berganti. Kedua, ruang tegak: dinding samping, pagar, dan tiang jemuran menampung tanaman pemanjat serta rak bertingkat. Ketiga, pengolahan sisa dapur berukuran kecil yang tidak berbau, sehingga penghuni lain dan pemilik rumah tetap nyaman.

Peserta yang tinggal di kos biasanya berangkat dari satu keranjang kompos, empat sampai enam wadah tanam, dan satu pemanjat di teras. Sesi berikutnya menambah lapisan sesuai cahaya yang benar-benar sampai ke tempat itu.

Tutor les permakultur Jogja terbiasa mengajar di kos, kafe, perpustakaan kampus, sampai kelas online untuk peserta yang jadwalnya berpindah-pindah.

Pokok bahasannya

Empat cara mengolah sisa dapur di rumah berpermakultur

  • Keranjang Takakura

    Fermentasi kering di dalam keranjang berlapis sekam. Muat di pojok dapur kos, tidak berbau selama isinya dijaga selembap spons yang sudah diperas.

  • Ember tumpuk dan maggot

    Sisa dapur basah diurai larva lalat tentara hitam. Larvanya kemudian jadi pakan ayam atau lele, dan cairan yang menetes dipakai sebagai pupuk cair.

  • Tumpukan aerob di halaman

    Perlu ruang dan bahan cokelat kering yang cukup. Panas tumpukan yang besar dan rutin dibalik akan mematikan biji gulma yang ikut masuk.

  • Lubang resapan biopori

    Lubang sedalam lengan di halaman menampung sisa dapur sekaligus meresapkan air hujan. Cocok untuk pekarangan sempit yang sering tergenang.

Permakultur di lahan kering Gunungkidul dan pasir pantai selatan

Dua wilayah DIY menuntut rancangan yang paling jauh berbeda dari contoh kebun mana pun. Di Gunungkidul, tanah merah di atas batu gamping hanya setipis beberapa jengkal dan air permukaan cepat turun ke celah batuan. Rancangan di sana mendahulukan naungan dan bahan organik, memilih jenis yang tahan kering seperti singkong, mlinjo, srikaya, kelor, dan lamtoro, lalu menempatkan sayur berumur pendek di kantong tanah yang paling dalam. Kambing yang biasa dilepas juga wajib diperhitungkan; tanpa pagar rendah, tanaman muda habis dalam semalam.

Di pesisir Bantul selatan dan Kulon Progo, angin laut membawa garam dan pasir bergerak sepanjang tahun. Penahan angin berlapis dipasang lebih dulu, bahan organik ditimbun di parit tanam supaya air tidak lolos begitu saja, dan mulsa menahan permukaan agar benih tidak tersapu.

Sebaran tutor kunjungan Edufio memang tidak merata: Kulon Progo dan Gunungkidul paling tipis. Untuk dua kabupaten itu, les permakultur Jogja secara daring menjadi jalur utama, dengan sesi lapangan dijadwalkan berkala saat tutor menjangkau wilayah tersebut.

Garis besarnya

Alat sederhana yang dipakai di sesi les permakultur Jogja

  • A-frame bambu

    Tiga bilah bambu dan seuntai tali untuk menandai garis datar di lahan yang miring.

  • Selang air berisi cairan

    Pengukur ketinggian yang lebih teliti untuk jarak panjang, cukup dua orang memegang kedua ujungnya.

  • Meteran dan patok

    Dasar pembuatan peta berskala. Tanpa keduanya, rancangan berhenti pada perkiraan di kepala.

  • Toples bening

    Uji tekstur tanah di rumah: pasir, debu, dan liat memisah sendiri setelah didiamkan semalam.

  • Kompas dan jam

    Mencatat arah bayangan pada tiga waktu berbeda, bahan utama pemetaan sektor matahari.

  • Gunting pangkas dan arit

    Alat harian pangkas rebah yang menjaga pagar hidup tetap terkendali sepanjang musim hujan.

Merawat kebun permakultur setelah rancangannya jadi

Di iklim tropis, tanaman tumbuh jauh lebih cepat daripada di negeri asal buku-buku permakultur. Pagar hidup gamal yang dipangkas hari ini akan menutup lagi dalam beberapa bulan. Karena itu perawatan disusun sebagai jadwal, sehingga kebun tidak berubah jadi semak dalam satu musim hujan.

Pekerjaannya berulang dan ringan bila rutin: memangkas gamal, lamtoro, dan kaliandra lalu merebahkan daunnya di bedeng; menambah mulsa saat lapisan lama menipis; memeriksa bambu dan kayu bangunan dari serangan rayap; menyisihkan benih dari tanaman yang paling sehat; serta berkeliling pagi hari untuk melihat daun yang berubah warna sebelum kerusakan meluas.

Satu kebiasaan yang paling menentukan adalah mencatat. Tanggal tanam, tanggal panen, jenis yang gagal, dan sudut yang selalu becek dicatat di lembar yang sama dengan peta. Setahun berjalan, catatan itulah yang membuat rancangan disetel ulang berdasarkan bukti dari lahan sendiri.

Urutannya

Cara mendaftar les permakultur Jogja bersama Edufio

  1. Kirim gambaran lahan Anda

    Sebutkan luas, kapanewon atau kemantren tempatnya berada, serta keadaannya sekarang. Foto dari dua sudut sudah sangat membantu.

  2. Pencocokan tutor

    Tim memilihkan pengampu yang terbiasa dengan jenis lahan Anda, lalu jadwal disepakati bersama.

  3. Sesi pertama di lokasi

    Berjalan mengelilingi lahan, mencatat pengamatan, dan menyiapkan peta dasar berskala.

  4. Sesi berlanjut sampai rancangan jadi

    Materi maju mengikuti urutan kurikulum, dengan catatan perkembangan di tiap pertemuan.

Jawaban buat yang masih menimbang les permakultur

Siapa saja yang cocok ikut les permakultur Jogja?

Petani dan pekebun yang ingin menata ulang lahannya, penghobi tanaman, guru yang mengurus kebun sekolah, pelajar dan mahasiswa, pegiat lingkungan, sampai penghuni rumah berhalaman selebar dua langkah. Materinya sama, kedalamannya menyesuaikan lahan dan waktu tiap peserta.

Topik apa saja yang dibahas di les permakultur Jogja?

Etika dan prinsip permakultur, pembacaan sektor dan zona, desain lanskap dan peta kontur, pengelolaan air, perbaikan tanah, kompos dan pengolahan sisa dapur, kebun pangan bertingkat, pagar hidup pengikat nitrogen, ternak kecil, serta bahan bangunan alami.

Apakah saya akan membuat rancangan permakultur sendiri?

Ya. Sejak sesi kedua Anda mulai menggambar peta lahan sendiri, dan sesi berikutnya menambahkan lapisan rancangan di atas peta itu. Cara kerjanya sama untuk pekarangan rumah maupun lahan yang lebih luas, yang berbeda hanya jumlah sesi yang diperlukan.

Apakah ada syarat khusus untuk ikut les permakultur Jogja?

Tidak ada. Peserta pemula yang belum pernah memegang cangkul diterima sama seperti peserta yang sudah bertahun-tahun bertani. Yang dibutuhkan hanya lahan atau ruang yang bisa dipakai berlatih, sekalipun itu berupa teras dan beberapa pot.

Bagaimana cara mendaftar les permakultur Jogja di Edufio?

Kirim gambaran lahan Anda lewat formulir pendaftaran di situs ini atau lewat pesan WhatsApp. Tim menanyakan luas, lokasi kapanewon, dan target Anda, lalu memilihkan tutor yang terbiasa dengan jenis lahan itu. Jadwal disepakati sebelum sesi pertama.

Berapa lama sampai kebun permakultur mulai bisa dipanen?

Sayur daun dan bumbu sudah bisa dipetik dalam hitungan pekan sejak penanaman pertama. Semak seperti kelor dan katuk menyusul beberapa bulan kemudian. Pohon buah butuh tahunan, karena itu rancangan selalu menyisipkan tanaman cepat panen di sela pohon yang masih kecil.

Saya tinggal di kos, apakah permakultur masih masuk akal?

Masuk akal, dengan rancangan yang bisa ikut pindah. Wadah tanam, rak bertingkat pada dinding, satu tanaman pemanjat, dan satu keranjang kompos yang tidak berbau sudah membentuk daur kecil yang utuh. Peserta di kos biasanya memulai dari empat sampai enam wadah.

Lahan saya di Gunungkidul dan kering, apakah bisa dirancang?

Bisa, dengan urutan yang berbeda. Naungan dan bahan organik dikerjakan lebih dulu, jenis tanaman dipilih dari yang tahan kering, dan tanah yang paling dalam disediakan untuk sayur berumur pendek. Ternak yang dilepas juga ikut diperhitungkan sejak awal rancangan.

Apakah Edufio menerbitkan sertifikat PDC dari les permakultur Jogja ini?

Tidak. Edufio menyusun urutan materi mengikuti kurikulum Permaculture Design Certificate 72 jam, tanpa menerbitkan sertifikatnya. Yang Anda terima berupa berkas rancangan lahan sendiri beserta catatan tiap sesi, yang justru lebih berguna saat pekerjaan dimulai.

Tutor permakultur datang ke lahan atau mengajar online?

Keduanya tersedia. Sesi survei, pengukuran, dan praktik lapangan paling berguna dilakukan di lokasi. Sesi menggambar rancangan, membahas daftar tanaman, dan meninjau hasil pekerjaan berjalan baik lewat kelas online, dengan tautan pertemuan dikirim sebelum sesi.

Apakah kebun permakultur harus organik sepenuhnya?

Sasarannya memang menutup daur hara di dalam lahan sendiri, sehingga kebutuhan masukan dari luar terus menyusut. Peserta yang masih dalam masa peralihan tetap didampingi; tutor membantu menyusun langkah bertahap yang tidak menjatuhkan hasil panen di tahun pertama.

Bagaimana kalau tetangga terganggu oleh bau kompos?

Bau muncul ketika tumpukan kekurangan bahan cokelat kering atau kemasukan sisa berminyak dan tulang. Di kampung padat, tutor mengarahkan peserta ke metode tertutup seperti keranjang berlapis sekam atau ember tumpuk, lalu memeriksanya bersama pada sesi berikutnya.

Bisakah les permakultur Jogja diambil untuk kebun sekolah atau kelompok kampung?

Bisa. Formatnya menyesuaikan: satu penanggung jawab mengikuti sesi rutin, sementara sesi lapangan dibuka untuk anggota lain saat pekerjaan besar dikerjakan. Cara ini menjaga rancangan tetap hidup meski pengurusnya berganti tahun depan.

Berapa sesi yang wajar sampai satu rancangan les permakultur Jogja selesai?

Pekarangan kota berukuran kecil umumnya selesai dalam paket sesi bulanan yang paling ringan. Lahan yang lebih luas atau berkontur membutuhkan lebih banyak pertemuan karena survei dan pekerjaan airnya bertambah. Perkiraannya disampaikan setelah tutor melihat lahan Anda.

Apa bedanya dengan berkunjung ke kebun percontohan permakultur di Jogja?

Kunjungan ke kebun seperti Bumi Langit di Imogiri atau Joglo Tani di Seyegan memperlihatkan hasil rancangan yang sudah matang, dan itu berharga. Kelas ini melengkapinya dengan pendampingan di lahan Anda sendiri, yang tanah, cahaya, dan luasnya berbeda dari kebun mana pun.

Apakah lahan pasir pantai Kulon Progo dan Bantul selatan bisa digarap?

Bisa, dan sudah lama dibuktikan petani di pesisir selatan. Kuncinya penahan angin berlapis, bahan organik yang ditimbun di parit tanam supaya air tertahan, serta mulsa yang menjaga permukaan pasir tetap diam. Rancangannya disusun langsung di lokasi bersama tutor.

Les Permakultur Jogja paling optimal bersama Tutor Edufio

Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les permakultur dulu, keputusan belakangan.