Mulai Pendaftaran
Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.
Mulai Pendaftaran4,8/5 · 211 ulasan · Anak 4 tahun sampai dewasa
Les privat renang Jogja: instruktur bersertifikat datang ke kolam pilihan Anda. Empat gaya sampai persiapan lomba, untuk anak 4 tahun hingga dewasa. Mulai Rp124.325 per jam.
Tahap demi tahap
Jumlah sesi di bawah ini adalah rata-rata peserta Edufio. Titik berangkat setiap orang berbeda, dan program disusun ulang setelah sesi pertama.
Instruktur menakar keberanian, kontrol napas, dan daya apung peserta, lalu menetapkan kedalaman kolam dan urutan materi yang dipakai sepanjang program.
Peserta meniup gelembung, membuka mata di dalam air, dan mencelupkan kepala berulang secara berirama. Bagi peserta yang takut air, tahap ini yang paling menentukan.
Mengapung telungkup dan telentang selama beberapa detik, lalu berdiri kembali dengan tenang. Di titik ini peserta merasakan sendiri bahwa air menopang tubuhnya.
Dorongan dari dinding kolam dengan tangan rapat di atas kepala, disusul tendangan dari pangkal paha memakai papan luncur. Jarak luncuran diukur tiap percobaan.
Tarikan tangan, tendangan, dan napas menyamping menyatu jadi satu gerakan. Peserta menempuh 25 meter tanpa berhenti dan tanpa berpegangan pada lintasan.
Gaya dada atau gaya punggung ditambahkan, lalu jarak dinaikkan bertahap. Peserta mulai berlatih menempuh beberapa lintasan berturut-turut dengan istirahat terukur.
Gaya kupu-kupu masuk paling akhir, disusul start, pembalikan, dan finis. Peserta yang menuju kejuaraan pelajar melanjutkan ke latihan kecepatan dan strategi lomba.
Pengajar Kami
Tutor Edufio tersebar di lima kabupaten dan kota DIY, siap mendampingi di tempat yang Anda pilih atau online.






Cocok untuk siapa
Anak Anda takut air dan menolak ikut kelas renang beramai-ramai di sekolah
Anda sudah dewasa, belum pernah berenang, dan enggan belajar di kelas berisi anak-anak
Kemampuan berenang Anda mentok di gaya dada dan ingin menambah gaya bebas atau gaya punggung
Anak Anda mulai ikut kejuaraan pelajar dan butuh perbaikan teknik start serta pembalikan
Dokter menyarankan olahraga berdampak ringan untuk lutut, pinggang, atau pemulihan pascacedera
Keluarga sering ke pantai selatan atau kolam umum dan ingin semua anggota keluarga aman di air
Jadwal Anda tidak tetap sehingga kelas dengan jam kaku selalu gagal diikuti sampai selesai
Anda ingin berlatih di kolam yang sudah dikenal dan dekat rumah, tanpa berpindah tempat
Raihan Kami
Cakupan
Disusun setelah sesi pemetaan, berisi urutan materi, target per rentang sesi, dan latihan mandiri yang bisa diulang tanpa instruktur.
Peserta didampingi orang yang sudah mengenal kebiasaan dan titik lemahnya, sehingga sesi tidak pernah dimulai dari perkenalan ulang.
Gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu diajarkan sampai bentuk gerakannya benar, tidak berhenti di gaya yang paling mudah.
Mengapung bertahan, menginjak air, melepaskan diri dari arus, dan prinsip menolong tanpa ikut celaka, disesuaikan dengan perairan di DIY.
Papan luncur, pull buoy, dan pelampung tangan dibawa instruktur, jadi peserta tidak perlu membeli perlengkapan tambahan sejak awal.
Ringkasan singkat tentang capaian hari itu dan hal yang akan digarap pada sesi berikutnya, dikirim ke wali atau langsung ke peserta dewasa.
Perubahan jadwal gratis dengan kabar minimal satu hari sebelumnya. Sesi yang batal karena petir tidak dihitung sebagai sesi terpakai.
Peserta yang menargetkan O2SN, POPDA DIY, atau kejuaraan klub diarahkan ke latihan kecepatan, daya tahan, teknik start, dan aturan pertandingan.
Saya baru belajar berenang di usia 35 tahun. Instrukturnya menjelaskan kenapa tubuh saya tenggelam, dan ternyata masalahnya cuma cara membuang napas. Dalam 12 sesi saya sudah lancar gaya bebas dan gaya dada.
Saya bekerja dengan sistem giliran, jadi jadwal saya berantakan. Instruktur Edufio menyesuaikan tiap pekan dan tetap datang tepat waktu di kolam yang saya pilih.
Wisnu P. · Wali di GunungkidulAnak saya meraih medali di kejuaraan renang antar-SD setelah latihan intensif. Yang paling berubah adalah teknik pembalikan dan sentuhan finisnya.
Deano P. · Peserta di Kulon ProgoDelapan sesi lalu saya belum bisa mengapung sama sekali. Sekarang gaya dada saya sudah bisa menempuh satu lintasan penuh tanpa berhenti.
Abigail S. · Wali di SlemanYang membuat saya tenang, materi keselamatan air diajarkan serius. Anak-anak jadi paham cara mengapung menunggu pertolongan sebelum kami ajak ke pantai.
Yang kami tawarkan
Setiap instruktur renang Edufio memegang sertifikasi kepelatihan dan sudah mengajar minimal tiga tahun. Semuanya dibekali penanganan keselamatan air dan pertolongan pertama, karena mengajar di kolam menuntut kesiapan yang berbeda dari mengajar di ruang belajar.
Anda yang memilih kolam, instruktur yang menyesuaikan. Kolam perumahan, kolam umum, kolam kampus, kolam hotel, sampai kolam mitra kami di Jogja semuanya bisa dipakai. Biaya transport instruktur sudah masuk tarif sesi.
Di kelas renang massal, satu pelatih mengawasi belasan anak sekaligus dan koreksi teknik hampir mustahil diberikan per orang. Sesi privat membalik keadaan itu: mata instruktur menempel pada satu peserta selama sesi berjalan.
Renang menuntut rasa percaya, apalagi bagi peserta yang pernah punya pengalaman buruk di air. Kalau kecocokan tidak terbentuk, sampaikan kepada tim kami dan penggantinya kami carikan tanpa biaya tambahan.
Sesi bisa dipasang pagi sebelum sekolah, siang selepas jam pulang, atau akhir pekan. Perubahan jadwal gratis selama dikabarkan minimal satu hari sebelumnya, dan itu penting di Jogja yang cuacanya berubah cepat pada musim hujan.
Instruktur membawa papan luncur, pelampung tangan, dan pull buoy untuk memisahkan latihan kaki dari latihan tangan. Peserta cukup menyiapkan perlengkapan pribadi seperti kacamata renang, baju renang, dan topi renang.
Bedah materi
Delapan wilayah materi di bawah ini disusun berjenjang. Peserta tidak selalu melewati semuanya, karena program disesuaikan dengan titik berangkat masing-masing. Instruktur les privat renang Jogja menandai titik itu di pertemuan pembuka.
| Topik | Cakupan | Titik rawan | Pendampingan |
|---|---|---|---|
| Adaptasi air dan kontrol napas | Membasuh wajah, meniup gelembung di bawah permukaan, membuka mata di dalam air, mencelupkan kepala berulang secara berirama, serta membiasakan diri berdiri di air setinggi dada tanpa berpegangan. | Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menahan napas selama kepala berada di dalam air. Karbon dioksida menumpuk, dada terasa sesak, dan peserta buru-buru mengangkat kepala dengan panik. Banyak orang dewasa membawa kebiasaan ini bertahun-tahun tanpa menyadarinya. | Instruktur memisahkan latihan napas dari gerakan renang. Peserta berpegangan di tepi kolam, mengembuskan napas panjang lewat hidung dan mulut sampai gelembungnya habis, baru mengangkat kepala. Latihan diulang sampai embusan terasa otomatis, biasanya butuh dua sampai tiga sesi. |
| Mengapung dan meluncur | Mengapung telentang, mengapung telungkup, posisi meluncur dengan tangan rapat di atas kepala, dorongan dari dinding kolam, serta cara berdiri kembali dari posisi mengapung tanpa menelan air. | Peserta menekuk pinggang dan mengangkat kepala karena ingin melihat ke depan. Begitu kepala naik, pinggul otomatis turun, tubuh membentuk sudut, dan luncuran berhenti hanya satu meter dari dinding. Sebagian peserta menyimpulkan dirinya tidak bisa mengapung, padahal masalahnya ada di posisi kepala. | Instruktur menyuruh peserta menatap dasar kolam dan menekan dada sedikit ke bawah supaya pinggul naik. Jarak luncuran diukur dengan patokan ubin kolam, sehingga peserta melihat sendiri kemajuannya bertambah beberapa ubin tiap percobaan. |
| Gaya bebas | Tarikan tangan bergantian dengan urutan tangkapan, tarikan, dorongan, dan pemulihan; siku tinggi saat menangkap air; tendangan mengalir dari pangkal paha; rotasi badan; serta napas menyamping dengan satu sisi kepala tetap di air. | Dua cacat khas muncul bersamaan. Pertama, kepala terangkat penuh ke depan saat mengambil napas sehingga badan mengerem sendiri. Kedua, tangan menyeberang garis tengah tubuh saat masuk air, membuat badan berkelok kiri kanan dan lintasan jadi jauh lebih panjang daripada seharusnya. | Napas dilatih dengan gerakan menyamping sambil satu tangan memegang papan luncur, sehingga peserta merasakan bahwa satu telinga tetap menempel di air. Untuk tangan menyeberang, instruktur meminta peserta membayangkan dua rel sejajar selebar bahu dan memasukkan tangan tepat di atas rel itu. |
| Gaya dada | Tendangan cambuk dengan tumit ditarik ke arah pinggul lalu didorong melingkar, tarikan tangan pendek di depan bahu, waktu pengambilan napas, dan fase meluncur yang menutup setiap kayuhan. | Tendangan asimetris, yaitu satu kaki mencambuk sementara kaki lain menendang lurus, adalah cacat yang paling sering muncul dan paling sulit terlihat oleh pesertanya sendiri. Cacat kedua adalah menarik tangan terlalu jauh ke belakang sampai melewati dada, yang menghabiskan tenaga tanpa menambah dorongan. | Instruktur mengamati tendangan dari sisi kolam, bukan dari depan, karena asimetri hanya terlihat dari samping. Peserta berlatih tendangan sambil memegang papan dengan hitungan tarik, napas, tendang, luncur. Tarikan tangan dibatasi memakai isyarat: siku berhenti sebelum melewati garis bahu. |
| Gaya punggung | Rotasi lengan bergantian dengan jari kelingking masuk lebih dulu, tarikan berbentuk huruf S di bawah air, tendangan mengalir dalam posisi telentang, pinggul tetap tinggi, dan kepala diam menghadap langit. | Pinggul turun sehingga peserta seolah duduk di air dan tendangan berubah jadi kayuhan sepeda. Masalah kedua khas bagi peserta baru: kepala terlalu ditengadahkan sehingga air masuk hidung. Ketiga, peserta gugup karena tidak melihat ke arah tujuan dan berhenti di tengah lintasan. | Instruktur meminta peserta menempelkan dagu pada posisi netral, seakan menjepit bola tenis kecil di bawah dagu, lalu mengembuskan napas pelan lewat hidung supaya air tertahan. Untuk arah, peserta dilatih menghitung jumlah kayuhan dari titik tetap di langit-langit atau dari bendera pembatas sampai dinding. |
| Gaya kupu-kupu | Gerak gelombang yang dimulai dari dada dan diteruskan sampai ujung kaki, dua tendangan lumba-lumba untuk satu kayuhan, tarikan tangan serentak berbentuk lubang kunci, pemulihan tangan rendah di atas air, dan napas dengan mendorong dagu maju. | Peserta mengangkat kepala dan dada terlalu tinggi saat mengambil napas, membuat pinggul terjun ke bawah dan tubuh berhenti maju. Kesalahan lain adalah memakai satu tendangan saja, sehingga tangan kehabisan dorongan tepat di titik terberat, atau memaksa tenaga bahu untuk menutupi pinggang yang kaku. | Gaya ini diajarkan hanya setelah gaya bebas dan gaya dada mapan. Latihan dimulai dari gerak gelombang tanpa tangan sambil memegang papan, lalu tangan ditambahkan satu per satu. Napas dilatih menempel di permukaan air, dagu maju ke depan hampir menyentuh air, dengan mata tetap menghadap agak ke bawah. |
| Keselamatan air dan penyelamatan diri | Mengapung bertahan dan mengapung telentang, menginjak air, cara masuk air dengan kaki lebih dulu di perairan yang belum dikenal, melepaskan diri dari tarikan arus, mengatasi kram, serta prinsip menolong dengan meraih dan melempar. | Anggapan bahwa perenang yang lancar otomatis aman di perairan terbuka. Kolam punya dinding, dasar rata, dan air tenang; pantai selatan Jogja, sungai, dan embung tidak punya satu pun dari ketiganya. Bahaya kedua adalah refleks masuk air untuk menolong orang, yang mengubah satu korban menjadi dua. | Materi dilatih di kolam dalam dengan skenario yang dijelaskan lebih dulu, tanpa kejutan. Peserta berlatih mengapung diam selama beberapa menit untuk merasakan bahwa tenaga bisa dihemat, lalu berlatih meraih pasangan latihan dengan alat panjang dari tepi kolam sambil tetap berpijak. |
| Start, pembalikan, dan finis | Start dari balok dengan kaki depan belakang maupun kedua kaki sejajar, sudut masuk air, luncuran bawah air, pembalikan salto untuk gaya bebas dan gaya punggung, pembalikan sentuh dua tangan untuk gaya dada dan kupu-kupu, serta sentuhan finis. | Perenang mengambil napas pada kayuhan terakhir sebelum dinding, sehingga tempo hilang dan salto jadi terlalu jauh atau terlalu dekat. Di gaya dada dan kupu-kupu, sentuhan satu tangan atau sentuhan tidak serentak adalah penyebab diskualifikasi yang paling banyak terjadi di kejuaraan pelajar. | Instruktur melatih jumlah kayuhan tetap dari bendera pembatas menuju dinding sehingga perenang tahu kapan berhenti mengambil napas. Salto dilatih terpisah di tengah kolam sebelum digabungkan ke dinding. Aturan pertandingan dibahas satu per satu supaya peserta memahami sebab diskualifikasi sebelum lomba, bukan sesudahnya. |
Ulasan apa adanya
Anak saya dulu menangis tiap disuruh masuk kolam. Setelah sepuluh sesi, dia berenang sendiri dan malah minta tambah jadwal.
Tutor renang datang dengan rencana belajar yang disusun dari kebutuhanmu.
Potret kelas






Foto asli dari sesi belajar, wajah kami buramkan.
Daerah Istimewa Yogyakarta penuh air yang mudah dijangkau anak. Pantai selatan dari Parangtritis sampai Baron dan Krakal ramai tiap libur sekolah, dan arus balik di sana terkenal kuat. Selokan Mataram membelah Sleman melewati permukiman padat. Embung serta sungai di Gunungkidul jadi tempat main begitu musim hujan tiba. Kemampuan berenang mengubah semua tempat itu dari sumber cemas menjadi tempat yang bisa dinikmati dengan kepala dingin.
Di sekolah, renang masuk materi PJOK dan berdiri sebagai cabang tetap di O2SN maupun POPDA DIY yang diikuti empat kabupaten dan satu kota setiap tahun. Anak yang sudah menguasai teknik dasar punya pintu masuk ke jalur prestasi itu tanpa harus mengejar dari nol.
Untuk orang dewasa, renang termasuk olahraga yang bisa dijalani seumur hidup karena beban pada lutut dan pinggang jauh lebih ringan daripada lari. Banyak peserta dewasa kami memulai justru di usia 25 sampai 50 tahun, sebagian karena anjuran dokter, sebagian karena ingin menemani anaknya di kolam tanpa rasa waswas.
Pokok bahasannya
Rentang perhatian anak seusia ini pendek, jadi sesi disusun berselang antara permainan air dan latihan teknik. Urutannya tetap: berani membasahi wajah, meniup gelembung, membuka mata di dalam air, mengapung dengan bantuan, lalu meluncur sendiri. Instruktur tidak pernah mencelupkan anak secara paksa.
Peserta dewasa menangkap penjelasan teknis lebih cepat, namun tubuhnya menyimpan ketegangan yang membuat kaki tenggelam. Sesi dimulai dari fisika sederhana: paru-paru berisi udara membuat tubuh mengambang, dan menahan napas justru membuat gerakan kaku. Latihan buang napas di dalam air jadi kunci pertama.
Untuk peserta yang sudah menguasai empat gaya, latihan bergeser ke efisiensi: jumlah kayuhan per lintasan, waktu split, teknik start, pembalikan, dan finis. Instruktur kami berpengalaman mendampingi atlet junior yang mengumpulkan lebih dari 50 medali di kejuaraan daerah.
Air menopang sebagian besar berat badan, sehingga sendi bekerja jauh lebih ringan daripada di darat. Program ini memakai jalan di air, aqua aerobic, dan renang jarak pendek berulang untuk peserta lanjut usia, pemulihan pascacedera, atau siapa pun yang lututnya tidak lagi ramah terhadap lari.
Edufio memakai model yang sama dengan seluruh program privatnya: pengajar yang mendatangi peserta. Untuk renang, artinya instruktur menemui Anda di kolam yang Anda tentukan sendiri, dan Anda memilihnya berdasarkan jarak dari rumah, kedalaman yang aman, serta jam yang paling sepi.
Peserta kami di Sleman banyak memakai kolam kampus di kawasan Depok, salah satunya kolam Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY di Jalan Colombo yang punya kolam pemula sedalam 1,2 meter di samping kolam utama 1 sampai 3 meter. Di Kota Yogyakarta, Umbang Tirta jadi pilihan yang sering disebut karena panjang lintasannya memadai untuk latihan jarak. Selain itu ada kolam hotel, kolam perumahan, dan kolam rumah pribadi.
Kolam dangkal di rumah tetap berguna untuk adaptasi air, latihan napas, dan teknik kaki. Begitu peserta siap menempuh jarak, kami sarankan pindah ke kolam 25 meter supaya kayuhan bisa diukur per lintasan.
Garis besarnya
Dibawa instruktur. Dipakai untuk mengisolasi latihan kaki supaya peserta merasakan dorongan dari pangkal paha, bukan dari lutut.
Dibawa instruktur. Dijepit di antara paha untuk mematikan tendangan sementara, sehingga peserta fokus pada tarikan tangan dan posisi siku.
Dibawa instruktur. Dipakai terbatas pada fase adaptasi, lalu dilepas bertahap supaya peserta tidak bergantung pada alat.
Disiapkan peserta. Pilih yang pas di rongga mata anak, karena kacamata bocor adalah penyebab paling sering anak menolak membuka mata di dalam air.
Disiapkan peserta. Baju renang muslimah dan model tertutup sepenuhnya diterima; yang penting bahannya tidak menyerap air berlebihan sehingga berat saat basah.
Disiapkan peserta. Berenang membuat haus tanpa terasa karena keringat larut di air, jadi minum tetap perlu dibawa meski sesi berlangsung di dalam kolam.
Sesi pembuka selalu dimulai di luar air. Instruktur menanyakan riwayat peserta di kolam: pernah tenggelam atau tidak, sudah berani menaruh wajah di air atau belum, ada keluhan telinga, sinus, asma, atau kondisi lain yang perlu diketahui. Percakapan singkat ini menentukan kedalaman kolam yang dipakai hari itu.
Masuk air, instruktur mengukur tiga hal: keberanian, kontrol napas, dan daya apung. Peserta diminta berjalan di air setinggi dada, membasuh wajah, lalu meniup gelembung sambil menunduk. Tiga hal itu terdengar sederhana dan justru paling menentukan kecepatan belajar sesudahnya.
Sisa sesi diisi latihan pertama yang bisa langsung berhasil, biasanya meluncur dari dinding kolam. Peserta pulang membawa satu keberhasilan konkret, bukan daftar hal yang belum bisa. Pola ini kami pegang untuk anak maupun dewasa, karena rasa percaya di kolam tumbuh dari pengalaman berhasil yang berulang.
Uraian
Sepanjang pesisir Bantul dan Gunungkidul, arus balik menarik orang menjauh dari bibir pantai. Yang diajarkan: mengenali alur air yang tampak lebih tenang dan berbusa, berenang menyamping sejajar garis pantai, dan berhenti melawan arus secara langsung.
Selokan Mataram, Kali Code, Kali Opak, dan saluran irigasi di Sleman serta Bantul punya dasar licin dan arus yang menipu. Materinya: masuk air dengan kaki lebih dulu, mengapung terlentang saat terbawa arus, dan mencari tepi landai untuk keluar.
Embung di Gunungkidul berdinding curam dengan kedalaman yang berubah tajam. Yang dilatih adalah menginjak air (treading water) dan mengapung bertahan supaya peserta bisa menunggu pertolongan tanpa kehabisan tenaga.
Urutan yang diajarkan: raih dengan benda panjang, lempar benda mengapung, baru pikirkan cara lain. Masuk ke air untuk menolong adalah pilihan terakhir dan hanya untuk yang terlatih, karena korban panik akan menarik penolongnya ke bawah.
Aturan sederhana yang sering terlewat: cek kedalaman sebelum melompat, jangan menyelam di kolam dangkal, jangan berenang sendirian, dan berhenti begitu tubuh mulai menggigil karena kendali gerak menurun lebih cepat daripada yang disadari.
Angka yang kami pakai berasal dari catatan peserta sendiri. Dewasa yang belum pernah berenang umumnya butuh 8 sampai 12 sesi untuk bisa menempuh satu lintasan mandiri dengan gaya bebas atau gaya dada dasar. Anak-anak biasanya 10 sampai 15 sesi, karena porsi bermain di awal memang lebih besar. Menguasai keempat gaya sampai rapi menuntut sekitar 20 sampai 30 sesi, bergantung pada frekuensi latihan.
Peserta yang takut air punya hitungan sendiri: rata-rata 3 sampai 5 sesi habis untuk adaptasi sebelum teknik apa pun diajarkan. Sesi itu terlihat lambat dari luar dan sebenarnya adalah investasi. Anak yang dipaksa masuk fase teknik sebelum nyaman akan menahan napas terus-menerus, dan kebiasaan itu jauh lebih mahal diperbaiki di kemudian hari.
Frekuensi dua sesi sepekan memberi kemajuan paling stabil. Satu sesi sepekan tetap jalan, hanya saja sebagian sesi berikutnya terpakai untuk mengembalikan rasa air yang memudar.
Rincian
Supply instruktur paling tebal ada di sini. Peserta terbanyak datang dari Depok, Mlati, Ngaglik, Gamping, Kalasan, dan Ngemplak, dengan pilihan kolam kampus dan kolam perumahan yang paling beragam di DIY.
Umbulharjo, Gondokusuman, Mergangsan, dan Kotagede jadi kantong peserta yang padat. Jarak antarkolam pendek, sehingga sesi sore selepas jam sekolah masih realistis walau lalu lintas sedang ramai.
Kasihan, Sewon, Banguntapan, dan Pandak terlayani rutin. Keluarga di sisi selatan Bantul sering menambahkan materi keselamatan pantai karena akhir pekan mereka memang dihabiskan di pesisir.
Jumlah instruktur di sini paling terbatas, jadi sesi dijadwalkan berkelompok dalam blok hari tertentu supaya perjalanan instruktur efisien. Pendampingan teori, koreksi lewat rekaman latihan, dan penyusunan program bisa berjalan daring di antara sesi kolam.
Sama seperti Kulon Progo, pola blok jadwal dipakai di Wonosari dan sekitarnya. Materi keselamatan air mendapat porsi lebih besar mengingat embung, telaga, dan pantai selatan berada dekat dari rumah peserta.
Kalender latihan di Jogja mengikuti cuaca. Antara Oktober dan April, hujan sore hari sering membubarkan sesi yang dipasang pukul 15.00. Kami menyarankan memindahkan jadwal ke pagi, terutama pukul 06.00 sampai 08.00 saat kolam paling sepi dan air paling jernih. Petir adalah satu-satunya alasan sesi dibatalkan sepihak oleh instruktur, dan penggantinya tidak dihitung sebagai sesi terpakai.
Pada musim kemarau antara Mei dan September, sesi sore justru nyaman karena suhu air lebih hangat. Kolam di kawasan lereng Merapi seperti Kaliurang tetap terasa dingin sepanjang tahun, jadi durasi sesi untuk anak kecil di sana kami pendekkan.
Libur sekolah dan pekan setelah tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan Juli adalah periode paling padat. Peserta yang ingin sesi pagi di akhir pekan sebaiknya mengunci jadwal sejak awal bulan.
Tarif les privat renang Edufio mulai dari Rp124.325 per jam. Angka itu sudah mencakup perjalanan instruktur menuju kolam yang Anda pilih di wilayah DIY, penyusunan program latihan, alat bantu latihan, serta laporan perkembangan tiap sesi.
Yang berada di luar tarif hanya satu: tiket masuk kolam, yang dibayar peserta langsung di lokasi. Besarnya berbeda-beda antarkolam, dan kolam kampus atau kolam umum di Jogja umumnya jauh lebih murah daripada kolam hotel.
Paket bulanan tersedia dari 4 sampai 28 sesi. Biaya tiap pertemuan turun seiring panjangnya paket yang diambil. Kelompok kecil berisi 2 sampai 3 peserta, misalnya kakak beradik atau dua teman sekelas, membagi biaya sehingga per orang menjadi lebih hemat, dengan catatan tempo belajar mengikuti peserta yang paling perlu waktu.
Sorotan utama
Pola napas renang melatih pengendalian embusan panjang. Peserta dengan riwayat asma ringan sering melaporkan napas terasa lebih teratur, selama izin dokter sudah dikantongi lebih dulu.
Gaya punggung memaksa bahu berputar dan dada terbuka, kebalikan dari posisi tubuh yang membungkuk di depan layar sepanjang hari. Manfaatnya terasa pada pelajar maupun pekerja kantor.
Sesi renang menguras tenaga secara merata tanpa benturan pada sendi. Banyak orang tua di Jogja memilih renang justru karena anaknya tidur lebih awal pada malam setelah latihan.
Nilai terbesarnya sulit diukur dengan stopwatch: peserta berhenti menganggap air sebagai ancaman. Rasa tenang itu yang membuat liburan keluarga ke pantai selatan atau kolam umum terasa berbeda.
Jelajahi lebih jauh
Urutannya
Hubungi kami lewat WhatsApp atau isi formulir pendaftaran. Sebutkan usia peserta, kemampuan sekarang, target yang ingin dicapai, dan kolam yang biasa dipakai.
Tim mencocokkan instruktur berdasarkan lokasi kolam, jadwal yang Anda inginkan, karakter peserta, serta preferensi instruktur perempuan atau laki-laki bila ada.
Tentukan hari, jam, durasi, dan kolam untuk sesi pertama. Jadwal berikutnya disusun setelah instruktur melihat langsung kemampuan awal peserta.
Instruktur datang ke kolam sesuai kesepakatan. Setiap sesi ditutup catatan singkat berisi capaian hari itu dan latihan mandiri yang bisa diulang di rumah.
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les renang dulu, keputusan belakangan.
Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.
Mulai PendaftaranMasih menimbang? Ceritakan kebutuhan belajarnya, kami bantu carikan arah.
Tanya lewat WhatsApp