4,9/5 · 352 ulasan · Anak SD sampai dewasa
Les Privat Rubik di Jogja
Les rubik Jogja untuk anak sampai dewasa: notasi, layer-by-layer, sampai CFOP untuk speedcubing. Tutor datang ke rumah atau online, mulai Rp80.000 per jam.
- 4,9/5352 ulasan
- 11.000+tutor terverifikasi
- 1-on-1fokus tak terbagi
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansitutor boleh ditukar
- Assessmentdiukur di sesi awal
Kenapa Edufio
Keunggulan les Rubik Edufio
Satu tutor mengawasi satu pasang tangan
Kesalahan rubik hampir selalu lahir di jari: pegangan berpindah tanpa sadar, satu putaran terlewat, arah terbalik setengah detik. Tutor yang duduk di sebelah melihatnya di detik yang sama dan menghentikan kebiasaan itu sebelum mengendap.
Rencana belajar disusun dari kubus yang sudah kamu punya
Peserta yang sudah bisa dua lapisan tidak diulang dari nol. Peserta yang baru memegang kubus tidak dilempar ke deretan algoritma panjang di pertemuan pertama.
Catatan waktu tiap sesi jadi ukurannya
Rata-rata lima penyelesaian dicatat setiap sesi lalu dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kemajuan di rubik sering terasa jalan di tempat sampai deretan angkanya dibaca berurutan.
Kanal tanya di luar jam sesi
Peserta boleh mengirim rekaman penyelesaian yang tersendat, dan tutor menandai bagian mana yang perlu diperbaiki sebelum pertemuan berikutnya.
Tutor yang masih rutin memutar kubus sendiri
Pengajar rubik kami masih berlatih untuk dirinya sendiri. Mereka mengenal metode yang sedang dipakai komunitas dan tahu rasanya terjebak di angka yang sama berminggu-minggu.
Penggantian tutor tanpa proses berbelit
Kalau cara mengajar terasa kurang klop, peserta boleh meminta pengganti. Catatan kemajuan ikut berpindah supaya tutor baru melanjutkan dari titik terakhir.
Kesan keluarga
Saya sudah bisa menyelesaikan 3x3, target saya lebih cepat. Setelah F2L dan OLL dibedah, catatan waktu saya turun jauh.
Tahap demi tahap
Perjalanan peserta les rubik Jogja dari sesi pertama sampai meja lomba
Gambaran berikut memakai peserta yang berlatih sekitar dua puluh menit sehari. Peserta yang berlatih lebih jarang tetap sampai di titik yang sama dengan tempo yang lebih panjang.
Kubus mulai terbaca
Peserta mengenali center, potongan tepi, dan sudut, serta membaca notasi enam huruf. Catatan waktu pertama diambil sebagai titik nol.
Dua lapisan berdiri sendiri
Cross dan sudut bawah selesai tanpa dituntun, dan potongan tepi lapisan tengah mulai turun atas kemauan peserta sendiri.
Kubus 3x3 selesai utuh
Peserta menuntaskan kubus dari susunan acak dengan layer-by-layer, umumnya di kisaran dua sampai tiga menit.
Menembus satu menit
Cross dikerjakan tanpa jeda, gerakan jari mulai rapi, dan bentuk di lapisan atas dikenali sebelum tangan bergerak.
Masuk ke F2L intuitif
Pasangan sudut dan tepi dipasang langsung ke tempatnya, waktu turun ke kisaran empat puluh detik, dan latihan melihat ke depan dimulai.
Bersiap ke kompetisi
Peserta berlatih dengan inspeksi lima belas detik, pengacak resmi, dan rata-rata lima penyelesaian, persis seperti aturan di meja lomba.
Les rubik Jogja ini cocok untukmu jika
Kamu berada di salah satu titik ini
- Sudah menonton banyak panduan rubik dan tetap berhenti di lapisan ketiga
- Anak di rumah tertarik pada kubus dan butuh urutan yang dipecah kecil-kecil
- Bisa menyelesaikan 3x3 dan mentok di kisaran satu menit selama berbulan-bulan
- Sedang menyiapkan kompetisi berlisensi pertama dan ingin terbiasa dengan aturannya
- Diminta membina klub rubik di sekolah dan perlu bahan yang tersusun rapi
- Mencari hobi yang bisa dibawa ke mana saja tanpa melibatkan layar
- Tinggal di Kulon Progo atau Gunungkidul dan kelas lewat layar lebih masuk akal
Cakupan
Yang kamu dapat di les rubik Jogja bersama Edufio
Peta metode dari layer-by-layer sampai CFOP
Urutan materi yang jelas beserta titik masuk yang disesuaikan dengan kemampuan awal peserta.
Lembar algoritma bergambar posisi
Cetakan siap tempel di meja belajar, lengkap dengan patokan pegangan tangan untuk tiap urutan.
Catatan waktu di setiap sesi
Rata-rata lima penyelesaian dicatat lalu dibandingkan antar pekan supaya kemajuan terlihat sebagai angka.
Pemeriksaan dan penyetelan kubus
Ketegangan, pelumasan, dan pemilihan kubus dibahas langsung di sesi, memakai kubus milik peserta.
Satu tugas latihan tiap pekan
Sasaran yang sempit, misalnya cross delapan gerakan atau satu algoritma sampai berjalan otomatis.
Simulasi meja kompetisi
Latihan memakai pengacak resmi, inspeksi lima belas detik, dan aturan penilaian yang berlaku di lomba.
Jalur lanjut ke kubus besar dan puzzle lain
Materi 2x2, 4x4, Pyraminx, dan Skewb tersedia bagi peserta yang ingin melebarkan koleksi keterampilannya.
Kanal tanya lewat rekaman penyelesaian
Kirim video penyelesaian yang tersendat, tutor menandai perbaikannya sebelum pertemuan berikutnya.
Tutor Kami
Tutor Edufio yang Mendampingi di Jogja
Setiap tutor Edufio lolos seleksi, wawancara, dan uji materi sebelum mengajar di Jogja.

Obyy-alfi A.

Oliv A.

Ordi Z.

Papaww
Meja kompetisi
Struktur kompetisi speedcubing dan strategi tiap nomornya
Kompetisi resmi bernaung di bawah World Cube Association dan memakai aturan yang seragam di semua negara. Waktu mengamati kubus dibatasi lima belas detik sebelum timer berjalan, kubus yang tersisa sedikit meleset menerima tambahan dua detik, dan penyelesaian yang belum tuntas dicatat sebagai gagal.
Rubik 3x3
Rata-rata 5 penyelesaianNomor utama di hampir semua kompetisi. Hasil tercepat dan terlambat dibuang, tiga sisanya dirata-ratakan jadi nilai resmi.
Strategi tutor
Latihan diarahkan ke konsistensi. Satu penyelesaian yang sangat cepat kalah berguna dibanding lima penyelesaian yang jaraknya rapat.
Rubik 2x2
Rata-rata 5 penyelesaianSatu penyelesaian berlangsung beberapa detik saja, sehingga waktu mengamati kubus menentukan hampir seluruh hasilnya.
Strategi tutor
Peserta dilatih merencanakan lapisan pertama, bahkan seluruh penyelesaian, di dalam lima belas detik pengamatan.
Rubik 4x4
Rata-rata 5 penyelesaianTiga tahap berurutan: menyusun center, memasangkan potongan tepi, lalu menyelesaikan seperti 3x3, ditambah kemungkinan dua paritas.
Strategi tutor
Kecepatan justru datang dari tahap center yang tenang, karena kesalahan di sana baru terasa dua menit kemudian.
Rubik 3x3 satu tangan
Rata-rata 5 penyelesaianKubus diselesaikan memakai satu tangan, dan tangan satunya tidak boleh menyentuh kubus setelah timer berjalan.
Strategi tutor
Daftar algoritma dipilih ulang, sebab urutan yang nyaman untuk dua tangan sering berat dikerjakan sebelah tangan.
Rubik 6x6 dan 7x7
Rerata 3 penyelesaianKetiga penyelesaian ikut dihitung, sehingga satu kesalahan besar langsung mengangkat nilai resminya.
Strategi tutor
Peserta berlatih sedikit lebih pelan demi ketelitian, karena tidak ada satu pun penyelesaian yang boleh dibuang.
Rubik 3x3 dengan mata tertutup
Terbaik dari 3 penyelesaianPeserta menghafal seluruh kubus lalu menyelesaikannya tanpa melihat, dan waktu menghafal ikut masuk hitungan.
Strategi tutor
Materi dimulai dari metode Old Pochmann yang memakai sedikit algoritma, dengan huruf sebagai penanda posisi potongan.
Pyraminx dan Skewb
Rata-rata 5 penyelesaianPuzzle berbentuk piramida dan kubus yang berputar pada sudutnya, keduanya rampung dalam hitungan detik.
Strategi tutor
Dua nomor ini sering dipakai peserta baru untuk mengenal suasana lomba tanpa beban nomor utama.
Rubik jadi lebih dekat, di tempat pilihan keluarga
Anak belajar di tempat yang paling membuatnya nyaman, dan Anda bisa mengikuti kemajuannya di tiap pertemuan.
Kata keluarga tentang les rubik
Teman-teman satu lingkaran sering tersendat di 4x4 ke atas. Setelah beberapa dari kami ikut les, paritas dan pasangan tepi jadi masuk akal.
Dulu saya cuma bisa satu sisi. Tutornya mengajari pelan-pelan sampai 2x2 tuntas, sekarang saya sedang menyelesaikan 3x3 sendiri.
Peta materi rubik
Bedah materi rubik: cakupan dan titik rawannya
Urutan di bawah mengikuti jalur yang dipakai tutor les rubik Jogja di Edufio. Peserta boleh masuk di tengah jalur, sesuai hasil pemetaan pada sesi pembuka.
| Bahasan | Yang dicakup | Titik rawan | Cara kami mendampingi |
|---|---|---|---|
| Anatomi kubus dan patokan warna (Sesi 1) | Enam center yang tetap, dua belas potongan tepi berwarna dua, delapan sudut berwarna tiga, serta cara menyebut posisi tanpa memutar kubus. | Pemula mengira center bisa bertukar tempat, lalu menyimpulkan kubusnya rusak padahal susunannya masih sah. | Tutor membongkar satu kubus latihan di depan peserta supaya poros dan bentuk potongannya terlihat, lalu meminta peserta menebak posisi potongan yang sedang tertutup. |
| Notasi gerakan (Sesi 1-2) | Enam huruf sisi, tanda aksen untuk arah berlawanan, angka dua untuk setengah putaran, ditambah rotasi seluruh kubus. | Tanda aksen terlewat ketika notasi dibaca cepat, dan seluruh algoritma berakhir di susunan yang keliru. | Peran dibalik: peserta mendiktekan gerakan dan tutor yang mengerjakan. Cara ini memaksa notasi dibaca teliti sejak pertemuan pertama. |
| Cross di sisi bawah (Fondasi) | Membentuk tanda plus berwarna sama di sisi bawah dengan potongan tepi yang sudah cocok dengan center di sampingnya. | Cross dibuat di sisi atas karena lebih mudah dilihat, lalu peserta harus membalik kubus dan kehilangan orientasi. | Cross dilatih langsung di sisi bawah sejak menit pertama, dengan satu tangan menahan orientasi supaya kebiasaannya terbentuk. |
| Sudut lapisan pertama (Fondasi) | Memasukkan empat sudut bawah memakai satu urutan pendek yang diulang sampai sudutnya jatuh ke tempatnya. | Peserta memaksa sudut masuk dengan putaran serampangan dan merusak cross yang sudah jadi. | Tutor menandai sudut sasaran dengan jari lalu menghitung bersama peserta berapa kali urutan itu perlu diulang, sebelum tangan mulai bergerak. |
| Potongan tepi lapisan kedua (Fondasi) | Menurunkan empat potongan tepi ke lapisan tengah memakai dua urutan yang saling bercermin kiri dan kanan. | Kedua urutan tertukar karena bentuknya nyaris sama, dan peserta mengulang tanpa tahu mana yang salah arah. | Keduanya diajarkan sebagai satu gerakan dengan dua arah, dibaca dari posisi potongan tepi yang hendak diturunkan. |
| Membentuk kuning di lapisan atas (Lapisan atas) | Mengubah titik, garis, dan siku menjadi tanda plus kuning, lalu meratakan keempat sudutnya. | Peserta menghentikan pengulangan satu langkah terlalu awal karena bentuk sementara di layar kubus terlihat kacau. | Tutor menyebutkan bentuk yang akan muncul sebelum tangan bergerak, sehingga peserta menunggu bentuk yang sudah disebutkan dan berhenti menebak. |
| Menyusun ulang lapisan atas (Lapisan atas) | Menukar sudut ke posisi yang benar, lalu memutar potongan tepi sampai keempat sisi tersambung rapi. | Kubus dipegang pada orientasi yang salah saat algoritma dimulai, dan hasilnya bergeser satu sisi penuh. | Setiap urutan diberi patokan pegangan tetap, ditulis di lembar latihan bersama gambar posisi awalnya. |
| F2L intuitif (Menengah) | Memasang pasangan sudut dan tepi sekaligus dengan mengenali empat situasi dasar, tanpa menghafal daftar panjang. | Peserta menghafal 41 kasus dari internet lalu berhenti berpikir, dan tersesat begitu kasusnya tampil terbalik. | Tutor membongkar satu pasangan yang sudah jadi di depan peserta, lalu memintanya mengembalikan sendiri. Logikanya dibangun dari gerakan mundur. |
| Kumpulan algoritma lengkap (Speedcubing) | Lima puluh tujuh algoritma orientasi dan dua puluh satu algoritma permutasi, ditambah cara mengenali kasusnya dalam sekejap. | Algoritma baru ditambahkan terlalu rapat sehingga yang lama ikut kabur, dan catatan waktu justru naik selama beberapa pekan. | Penambahan dibatasi dua sampai tiga per pekan, dan setiap algoritma baru wajib muncul di lima puluh penyelesaian sebelum yang berikutnya masuk. |
| Melihat ke depan dan gerakan jari (Speedcubing) | Membaca potongan berikutnya sementara tangan masih bekerja, memakai dorongan telunjuk dan ibu jari agar putaran tidak terputus. | Peserta memutar sekencang mungkin lalu berhenti lama mencari potongan, sehingga waktu totalnya tidak bergerak. | Latihan sengaja diperlambat: peserta memutar setengah kecepatan dengan satu syarat, tangan tidak boleh berhenti sama sekali. |
| Kubus 4x4 dan dua paritasnya (Kubus besar) | Menyusun center, memasangkan potongan tepi, menyelesaikan seperti 3x3, ditambah dua algoritma paritas di tahap akhir. | Peserta mengira kubusnya cacat saat satu potongan tepi terbalik, padahal itu paritas yang memang tidak pernah muncul di 3x3. | Kedua paritas diperkenalkan sebagai bagian wajar dari metode, lengkap dengan ciri yang bisa dikenali sebelum tahap akhir tiba. |
Rubik terlihat mustahil sampai polanya ditunjukkan
Kubus rubik 3x3 punya sekitar 43 kuintiliun kemungkinan susunan, dan hanya satu di antaranya yang benar. Angka itu membuat banyak orang menyerah di hari pertama. Padahal jumlah kemungkinan tidak menentukan tingkat kesulitan; yang menentukan adalah apakah seseorang tahu urutan mengerjakannya.
Penyelesaian rubik bekerja lapis demi lapis. Lapisan bawah lebih dulu, lapisan tengah menyusul, lapisan atas terakhir. Setiap lapis punya sedikit gerakan tetap yang dipakai berulang, dan jumlahnya jauh lebih kecil daripada dugaan pemula. Sepuluh gerakan sudah cukup untuk menuntaskan kubus dari susunan seacak apa pun.
Peserta les rubik Jogja yang belajar dengan pendampingan biasanya menyelesaikan kubus secara utuh dalam beberapa sesi awal, bergantung pada rutinnya latihan di rumah. Waktu justru habis di tahap sesudahnya, ketika gerakan yang masih dipikirkan harus berubah jadi gerakan yang mengalir.
Catatan tambahan
Empat hambatan yang menghentikan belajar rubik di tengah jalan
Menghafal tanpa tahu tujuan gerakannya
Rumus yang disalin dari layar ponsel bertahan beberapa hari. Begitu satu putaran keliru, peserta kehilangan patokan dan mengulang seluruh kubus dari awal.
Salah membaca posisi potongan
Center 3x3 tidak pernah berpindah tempat, jadi warnanya adalah patokan. Pemula yang belum paham ini memutar seluruh kubus, lalu menyimpulkan susunannya sudah rusak.
Berhenti tepat di lapisan ketiga
Dua lapis pertama masih bisa diraba sendiri dengan mencoba-coba. Lapisan ketiga menuntut algoritma berurutan, dan di titik itulah kebanyakan orang berhenti belajar sendirian.
Berlatih tanpa mencatat apa pun
Tanpa catatan, peserta merasa mandek padahal waktunya sedang turun perlahan. Rasa itu yang membuat kubus akhirnya berpindah ke laci meja.
Cara les rubik Jogja bersama Edufio berjalan
Sesi pembuka dipakai memetakan titik berangkat. Tutor meminta peserta mengerjakan apa yang sudah bisa dikerjakan, mengamati cara jari menggenggam kubus, lalu memutuskan materi dimulai dari mana. Peserta yang sudah menguasai satu lapisan tidak dikembalikan ke pelajaran pertama.
Setiap pertemuan les rubik Jogja berjalan satu tutor untuk satu peserta, di rumah atau di tempat lain yang Anda pilih. Tutor membawa kubus sendiri supaya bisa memperagakan langkah sambil peserta menirukan di kubus miliknya. Dua kubus di atas meja membuat koreksi terjadi seketika, tanpa perlu memutar ulang rekaman.
Bagian akhir sesi selalu diisi latihan berwaktu. Tutor mencatat lima kali penyelesaian, mengambil rata-ratanya, lalu menuliskan satu tugas latihan yang sangat spesifik untuk pekan itu. Catatan tersebut dibuka lagi di menit pertama pertemuan berikutnya.
Selengkapnya
Notasi rubik yang dipakai sejak sesi pertama
Huruf U, D, L, R, F, B
Enam huruf untuk enam sisi: atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. Satu huruf berarti sisi itu diputar seperempat putaran searah jarum jam.
Tanda aksen
Tanda petik kecil membalik arah putaran. Satu tanda yang terlewat saat membaca cepat adalah penyebab terbanyak algoritma gagal di tangan pemula.
Angka dua di belakang huruf
Angka dua berarti setengah putaran. Arahnya bebas, yang penting sisi itu berhenti tepat di posisi seberang.
Huruf kecil dan akhiran w
Penanda dua lapis diputar sekaligus. Notasi ini baru terpakai ketika peserta pindah ke kubus 4x4 ke atas.
Lapisan tengah M, E, S
Irisan tengah yang berputar tanpa menggeser dua sisi luarnya. Dipakai di metode Roux dan di beberapa algoritma penyusunan lapisan atas.
Rotasi x, y, z
Seluruh kubus diputar tanpa mengubah susunan potongannya. Rotasi memindahkan sudut kerja ke depan mata, dan pemakaian berlebihan justru memperlambat.
Metode rubik: layer-by-layer dulu, CFOP kemudian
Metode pertama yang diajarkan adalah layer-by-layer. Peserta menyusun tanda plus di sisi bawah, memasang empat sudut bawah, menurunkan empat potongan tepi lapisan tengah, lalu menuntaskan lapisan atas lewat dua kelompok gerakan pendek. Yang perlu dihafal di seluruh tahap ini kurang dari sepuluh urutan.
Setelah penyelesaian utuh terasa ringan, jalannya bercabang. CFOP memecah pekerjaan jadi empat bagian: cross, F2L, OLL, dan PLL. Bagian F2L menukar hafalan dengan pemahaman, karena peserta memasangkan sudut dan tepi langsung ke tempatnya memakai logika yang sama untuk situasi berbeda.
Peserta yang mengejar catatan waktu pendek belakangan menambah 57 algoritma OLL dan 21 algoritma PLL. Penambahannya bertahap, dua sampai tiga per pekan, supaya urutan lama tidak tergeser oleh yang baru datang.
Pokok bahasannya
Jenis rubik dan tingkat kesulitannya
Rubik 2x2
Delapan sudut, tanpa center sama sekali. Pas untuk mengenalkan rotasi dan logika dasar, dan tetap menantang saat peserta mengejar penyelesaian di bawah sepuluh detik lewat metode Ortega.
Rubik 3x3
Kubus paling ikonik dan paling banyak dilombakan. Enam center tetap, dua belas potongan tepi, delapan sudut. Semua metode besar lahir dari kubus ini.
Rubik 4x4
Center tidak lagi jadi patokan tetap dan potongan tepi harus dipasangkan lebih dulu. Dua bentuk paritas muncul di tahap akhir, keduanya menuntut algoritma yang tidak ada di 3x3.
Rubik 5x5
Setiap sisi punya center 3x3 dan setiap tepi terdiri dari tiga potong. Ketelitian menyusun center jadi penentu, karena satu potong yang salah baru ketahuan lima menit kemudian.
Rubik 6x6 dan 7x7
Penyelesaian berlangsung beberapa menit dan menuntut mata yang tahan membaca potongan kecil. Peserta yang menikmatinya biasanya menyukai proses panjang yang rapi.
Puzzle di luar bentuk kubus
Pyraminx, Skewb, Megaminx, dan Square-1 memakai bentuk serta logika berbeda. Semuanya dilombakan resmi dan kerap jadi pintu masuk peserta yang jenuh dengan kubus biasa.
Kapan anak siap belajar rubik dan bagaimana memulainya?
Kesiapan anak ditentukan dua hal, dan usia bukan salah satunya: kemampuan mengikuti instruksi berurutan, serta jari yang sudah cukup kuat memutar lapisan tanpa kubus lepas dari tangan. Anak kelas satu sampai kelas tiga SD umumnya sudah memenuhi keduanya, sebagian bahkan lebih awal.
Untuk usia itu tutor memecah materi jadi potongan yang jauh lebih kecil. Satu sesi penuh bisa habis hanya untuk membuat tanda plus di sisi bawah, dan itu wajar. Setiap urutan gerakan diberi nama sesuai bentuknya, misalnya angkat, geser, lalu turun, supaya anak mengingat bentuk gerakan sebelum mengingat hurufnya.
Orang tua Jogja di Depok, Ngaglik, dan Kasihan sering meminta les rubik sebagai pengganti waktu layar sore hari. Kubus menuntut duduk tenang, dan hasil kerjanya terlihat langsung di tangan. Perpaduan itu yang membuat anak bertahan jauh lebih lama daripada perkiraan orang tuanya sendiri.
Garis besarnya
Perlengkapan rubik: kubus, penyetelan, dan pencatat waktu
Satu kubus 3x3 yang enak diputar
Kubus mainan berstiker tebal kerap tersendat saat diputar cepat, dan peserta akhirnya menyalahkan tangannya sendiri. Kubus kelas pemula dengan putaran ringan sudah cukup untuk seluruh materi dasar.
Obeng penyetel dan pelumas
Ketegangan terlalu kencang membuat jari cepat lelah; terlalu longgar membuat potongan terlepas di tengah putaran. Penyetelan dikerjakan bersama tutor, biasanya di pertemuan kedua.
Aplikasi pencatat waktu
Aplikasi pencatat tanpa biaya sudah menyediakan pengacak resmi dan menghitung rata-rata lima serta dua belas penyelesaian. Peserta yang menuju lomba berlatih memakai timer berpapan.
Lembar algoritma cetak
Layar ponsel memecah perhatian ketika tangan sedang bekerja. Lembar cetak yang ditempel di meja belajar cukup dilirik sekilas, lalu peserta kembali memutar.
Kubus kedua milik tutor
Peragaan dan tiruan berjalan bersamaan kalau masing-masing memegang kubus. Peserta cukup menyiapkan satu kubus, sisanya dibawa pengajar.
Latihan rubik di rumah: pendek, sering, terukur
Kemajuan di rubik lahir dari latihan pendek yang sering diulang. Dua puluh menit tiap hari memberi hasil jauh lebih baik daripada dua jam sekali sepekan, karena gerakan jari perlu diulang selagi ingatannya masih hangat.
Tugas latihan dari tutor selalu sempit dan terukur. Contohnya menuntaskan cross dalam delapan gerakan tanpa melihat tangan, atau mengulang satu algoritma penyusunan lapisan atas lima puluh kali sambil menghitung. Tugas seperti ini bisa dikerjakan di sela menunggu jemputan, di teras rumah, atau di dalam Trans Jogja saat berangkat sekolah.
Peserta yang mencatat sendiri hasilnya berkembang lebih cepat. Tiga angka per hari sudah memadai: waktu tercepat, rata-rata lima penyelesaian, dan satu kalimat tentang bagian yang terasa paling lambat. Kalimat terakhir itu yang membuat sesi berikutnya langsung menyasar sasaran yang tepat.
Uraian
Enam salah kaprah tentang rubik yang perlu diluruskan
Hafalan dianggap lebih penting daripada paham
Hafalan menyelesaikan satu susunan yang pernah dilihat. Pemahaman menyelesaikan susunan yang belum pernah muncul, dan susunan semacam itulah yang keluar dari pengacak.
Stiker boleh dicabut kalau sudah mentok
Mencabut stiker memutus kesempatan belajar dan sering merusak kubus. Tutor lebih memilih membongkar kubus bersama peserta supaya susunan potongannya terlihat jelas.
Kubus mahal otomatis membuat cepat
Kubus kelas atas mengurangi hambatan mekanis, sisanya tetap pekerjaan tangan dan mata. Peserta dengan kubus sederhana tetap sanggup menembus catatan satu menit.
Anak kecil dianggap belum sanggup 3x3
Kesulitannya terletak pada panjang urutan. Begitu urutan dipecah jadi potongan pendek, anak kelas dua SD pun menuntaskan kubusnya sendiri.
Speedcubing dikira soal memutar sekencang mungkin
Penurunan waktu terbesar datang dari melihat ke depan, yaitu membaca potongan berikutnya sementara tangan masih mengerjakan yang sekarang. Tangan cepat tanpa mata yang membaca akan berhenti tiap dua detik.
Sekali bisa dikira selamanya bisa
Urutan yang jarang dipakai memudar dalam hitungan pekan. Sepuluh menit pemanasan sebelum latihan menahan ingatan jari supaya tetap hidup.
Rubik lewat layar untuk keluarga Kulon Progo dan Gunungkidul
Jumlah tutor rubik yang siap berkunjung paling tebal di tengah Jogja: Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Untuk keluarga di Wates, Sentolo, Wonosari, atau Semanu, jalur utama yang kami sarankan adalah kelas lewat layar.
Rubik termasuk keterampilan yang mudah dipindahkan ke layar. Kamera diarahkan ke meja dari atas, tutor melihat kubus peserta sepanjang sesi, dan peserta melihat kubus tutor dari sudut yang sama. Susunan seperti ini justru memperjelas posisi potongan dibanding duduk berhadapan.
Durasi dan tugas latihan sesi lewat layar sama persis dengan sesi kunjungan. Yang berbeda hanya cara tutor menunjuk potongan: di layar ia menyebut posisinya memakai notasi, dan kebiasaan itu mempercepat peserta terbiasa membaca huruf gerakan.
Rincian
Rubik di sekolah dan komunitas Jogja
Klub rubik di jam ekstrakurikuler
Klub kubus kerap dibuka di sekolah dasar dan menengah sebagai kegiatan pilihan. Peserta les privat biasanya jadi anak yang kemudian dimintai bantuan mengajari temannya.
Pekan class meeting
Jeda setelah penilaian akhir semester lazim diisi lomba antar-kelas, dan adu cepat rubik termasuk mata lomba yang murah diselenggarakan. Peserta yang rutin berlatih berangkat dengan bekal.
Lingkaran cuber Jogja
Kumpul rutin sesama penggemar kubus di Jogja berjalan dari mulut ke mulut dan lewat grup pesan. Tutor kami membantu peserta menemukan lingkaran yang sepadan dengan usianya.
Kompetisi berlisensi
Lomba resmi digelar berpindah kota di Indonesia dengan pengacak, juri, dan aturan yang seragam. Peserta yang berlatih memakai format itu lebih dulu tidak terkejut oleh prosedurnya.
Rubik untuk mahasiswa dan pekerja di Jogja
Peserta dewasa di Jogja datang dengan alasan yang berbeda dari anak. Sebagian ingin memutus kebiasaan membuka ponsel di setiap jeda, sebagian menyiapkan bahan untuk klub yang dia bina, sebagian lagi mengejar catatan waktu yang sempat ditinggalkan sejak masa sekolah.
Jadwal merekalah yang paling menentukan bentuk sesinya. Mahasiswa yang tinggal di kos sekitar kampus biasanya memilih pertemuan malam setelah jam kuliah terakhir, sementara karyawan memilih akhir pekan. Sesi bisa berlangsung di kos, di ruang publik yang disepakati, atau lewat layar.
Materi untuk peserta dewasa dipangkas ke bagian yang paling cepat berbuah. Yang sudah bisa menuntaskan kubus umumnya langsung masuk ke F2L intuitif dan latihan melihat ke depan, dua hal yang memberi penurunan waktu terbesar dalam rentang paling singkat.
Sebelum mulai
Halaman lain yang berguna sebelum les rubik Jogja dimulai
Urutannya
Cara mendaftar les rubik Jogja di Edufio
Ceritakan titik berangkat peserta
Sebutkan usianya, kubus yang sudah ada di rumah, dan sejauh mana dia bisa memutar. Keterangan itu yang dipakai tim kami untuk memilih pengajar.
Terima usulan tutor
Kami kirim profil pengajar beserta jam kosongnya. Peserta boleh meminta nama lain sebelum pertemuan pembuka berjalan.
Kunci hari, jam, dan tempatnya
Sesi kunjungan memakai alamat peserta. Sesi lewat layar memakai tautan yang dikirim menjelang jam mulai.
Ambil catatan waktu pertama
Pertemuan pembuka dipakai memetakan kemampuan dan menetapkan titik nol yang akan dibandingkan tiap pekan.
Soal biaya, jadwal, dan tutor les rubik, kami jawab semua
Materi apa saja yang dipelajari di les rubik Jogja?
Apa manfaat les rubik Jogja untuk anak?
Berapa lama peserta les rubik Jogja bisa menyelesaikan kubus 3x3?
Apakah les rubik Jogja menyiapkan peserta untuk kompetisi speedcubing?
Berapa biaya les rubik Jogja di Edufio?
Bagaimana cara mendaftar les rubik Jogja?
Umur berapa anak bisa mulai belajar rubik?
Kubusnya disediakan Edufio atau bawa sendiri?
Kubus rubik seperti apa yang cocok untuk pemula?
Apakah saya harus menghafal semua algoritma rubik?
Apa beda metode layer-by-layer dan CFOP?
Bisakah les rubik Jogja dilakukan secara online?
Wilayah Jogja mana saja yang dijangkau tutor rubik Edufio?
Anak saya cepat bosan, apakah les rubik Jogja cocok?
Berapa kali latihan rubik per pekan supaya kemajuannya terasa?
Bagaimana kalau tutor les rubik Jogja terasa kurang cocok?
Chat sekarang, kami siapkan kelas rubik-mu
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les rubik dulu, keputusan belakangan.