4,9/5 · 213 ulasan · Anak 6 tahun sampai dewasa

Les Privat Sepak Bola di Jogja

Les sepak bola Jogja untuk anak enam tahun sampai pemain dewasa. Satu pelatih satu pemain di lapangan pilihan Anda, fokus sentuhan pertama, umpan, dan penyelesaian akhir.

Les Privat Sepak Bola di Jogja

Apa saja isi Les Privat Sepak Bola di Jogja?

Les sepak bola Jogja untuk anak enam tahun sampai pemain dewasa. Satu pelatih satu pemain di lapangan pilihan Anda, fokus sentuhan pertama, umpan, dan penyelesaian akhir.

Format latihan
Satu pelatih satu pemain
Usia peserta
6 tahun sampai dewasa
Durasi sesi
60 sampai 120 menit
Paket bulanan
4 sampai 28 sesi
Biaya
Mulai Rp86.375 per jam
Tempat latihan
Lapangan pilihan Anda
Wilayah layanan
Seluruh Jogja: Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Gunungkidul
Jam layanan
07.00 sampai 21.00 WIB, tujuh hari
Kelas online
Bedah rekaman latihan dan sesi taktik
Penilaian peserta
4,9 dari 213 ulasan peserta les sepak bola Jogja
Perlengkapan wajib
Sepatu, pelindung tulang kering, air minum
Latihan berdua
Bisa, dengan saudara atau rekan satu tim
Ganti pelatih
Bisa diminta kapan saja, tanpa biaya tambahan
Pembayaran
Transfer bank atau dompet digital
  • 4,9/5213 ulasan
  • 11.000+tutor terverifikasi
  • 1-on-1fokus tak terbagi
  • Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
  • Garansibebas ganti tutor
  • Assessmentkebutuhan diukur dulu

Keunggulan

Kelebihan belajar Sepak Bola bersama Edufio

  • Ratusan sentuhan bola tiap sesi

    Satu pelatih satu pemain berarti bola nyaris tak pernah menganggur. Jumlah pengulangan seperti itu yang mengubah gerakan jadi kebiasaan, dan sulit didapat di latihan tim berisi puluhan anak.

  • Pelatih berlatar keolahragaan

    Sebagian pelatih sepak bola kami datang dari program studi kepelatihan olahraga di Jogja dan memegang lisensi kepelatihan berjenjang. Kredensialnya diperiksa sebelum mereka bertemu peserta pertama.

  • Materi mengikuti posisi

    Bek tengah, gelandang, penyerang, dan penjaga gawang mendapat urutan materi yang berbeda. Peserta yang belum punya posisi tetap dibantu menemukan yang paling cocok dengan postur dan kecepatannya.

  • Kaki lemah punya jatah tetap

    Sepertiga waktu sesi dikunci untuk kaki yang jarang dipakai. Porsi itu tidak pernah dipotong meski materi lain terasa lebih menarik, karena pemain berkaki tunggal mudah dibaca bek lawan.

  • Perkembangan dicatat sebagai angka

    Umpan akurat dari dua puluh percobaan, waktu tempuh sepuluh meter pertama, dan sundulan tepat sasaran dicatat tiap bulan. Kemajuan sepak bola jadi bisa dibandingkan bulan ini dengan bulan lalu.

  • Pencegahan cedera sejak sesi pertama

    Pemanasan dinamis, penguatan pergelangan kaki, dan pendinginan dikerjakan tiap pertemuan. Otot belakang paha yang tertarik dan pergelangan kaki terkilir adalah dua alasan paling sering pemain muda berhenti berlatih.

Kisah para wali

Dulu bola sering memantul jauh saat saya terima. Setelah delapan sesi, sentuhan pertama saya bisa diarahkan ke ruang kosong.

A.Siswa kelas 8 di Kota Yogyakarta

Belajar Sepak Bola di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online

Belajar sepak bola fokus satu tutor satu siswa, di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online, jadwal fleksibel.

Tutor Kami

Profil Tutor Edufio

Sebagian tutor Edufio yang aktif di Jogja. Sebutkan kebutuhannya, tim kami mencarikan yang paling sebidang.

  • Putri R. — tutor les sepak bola Jogja Edufio

    Putri R.

  • Raden D. — tutor les sepak bola Jogja Edufio

    Raden D.

  • Rafika S. — tutor les sepak bola Jogja Edufio

    Rafika S.

  • Rahma R. — tutor les sepak bola Jogja Edufio

    Rahma R.

Amanah para wali

4,9/5

rating dari 213 ulasan wali & siswa

30.000+
siswa didampingi
11.000+
tutor terverifikasi
1-on-1
fokus ke satu siswa

Mulai Pendaftaran

Ulasan Para Wali

Kisah yang kerap sampai ke kami

Anak saya berlatih di lapangan kalurahan dekat rumah, jadi tidak perlu diantar jauh. Pelatihnya datang tepat waktu dan selalu meninggalkan catatan singkat tentang apa yang perlu dilatih di rumah.

R.Wali siswa di Sleman

Porsi latihan kaki kiri tidak pernah dilewati meski anak saya sempat mengeluh. Tahun ini dia lolos seleksi tim sekolah dan sudah berani memakai kedua kaki saat menggiring.

D.Wali siswa di Bantul
Cocok untuk siapa

Les sepak bola Jogja ini cocok untukmu jika

Paling terasa manfaatnya untuk

  • Pemain yang sudah ikut tim atau sekolah sepak bola dan butuh perbaikan pada satu kelemahan tertentu
  • Pemain yang kaki lemahnya nyaris tak pernah terpakai di dalam pertandingan
  • Anak yang segan berlatih di kerumunan dan lebih berani ketika didampingi satu pelatih
  • Calon peserta seleksi tim sekolah atau kompetisi kelompok umur di Jogja
  • Penjaga gawang yang tidak mendapat latihan khusus di timnya
  • Peserta dewasa yang kembali bermain setelah lama berhenti dan ingin terhindar dari cedera
  • Keluarga yang jam kosongnya sulit dipertemukan dengan jadwal latihan rutin sekolah sepak bola

Tahap demi tahap

Perjalanan les sepak bola Jogja dari sesi pertama sampai bulan keenam

Rentang waktu di bawah adalah pengalaman rata-rata peserta yang berlatih sekali sepekan dan mengerjakan latihan mandiri di rumah. Peserta yang berlatih dua kali sepekan biasanya bergerak lebih cepat.

  1. Sesi pertama: pengukuran

    Pelatih mencatat berapa umpan akurat dari dua puluh percobaan, waktu tempuh sepuluh meter, kaki mana yang dominan, dan seberapa jauh sentuhan pertama memantul.

  2. Sesi kedua sampai keenam: kontrol dan giring

    Pengulangan sentuhan pertama dan menggiring di ruang sempit, dengan porsi kaki lemah yang sudah masuk sejak awal dan tidak pernah dilewati.

  3. Sesi ketujuh sampai kedua belas: umpan dan tendangan

    Bobot umpan, arah umpan, dan penyelesaian akhir dari beberapa sudut berbeda. Hasil tendangan mulai dicatat per putaran supaya kemajuannya terlihat.

  4. Bulan ketiga: diuji di permainan kecil

    Materi dipakai dalam permainan tiga lawan tiga atau melawan pelatih, tempat keputusan harus diambil cepat dan teknik diuji dalam keadaan terdesak.

  5. Bulan keempat sampai keenam: posisi dan pembacaan

    Latihan diarahkan ke tugas posisi, pergerakan tanpa bola, dan bola mati yang benar-benar relevan dengan tim tempat peserta bermain.

  6. Setelahnya: menjaga atau menaikkan

    Frekuensi bisa diturunkan menjadi sesi perawatan kemampuan, atau justru dinaikkan menjelang seleksi tim sekolah dan kompetisi kelompok umur.

Bedah materi

Bedah materi sepak bola dari sentuhan pertama sampai bola mati

Urutan di bawah adalah kerangka. Pelatih memilih titik masuknya dari hasil sesi pemetaan, dan seorang gelandang bertahan tidak menerima porsi yang sama dengan penyerang.

BahasanYang dicakupTitik rawanCara kami mendampingi
Sentuhan pertama dan kontrol bola (Fondasi semua posisi)Menerima bola menyusur tanah dan bola melambung memakai sisi dalam kaki, punggung kaki, paha, dan dada, lalu mengarahkan pantulan pertama ke ruang yang bebas lawan.Kaki dikeraskan tepat saat bola menyentuhnya, bola memantul dua sampai tiga meter, dan pemain kehilangan setengah detik yang justru paling menentukan.Pelatih melempar bola dari jarak dekat, pemain meredam lalu mendorongnya ke penanda yang selalu berpindah, sampai pelonggaran pergelangan terjadi tanpa perlu dipikir lagi.
Menggiring di ruang sempit (Paling subur di usia 9 sampai 12)Sentuhan rapat memakai sisi dalam dan sisi luar sepatu, perubahan arah mendadak, serta gerak tipu badan seperti tarikan telapak dan potongan menyilang.Bola didorong terlalu jauh ke depan lalu dikejar. Gaya ini berhasil melawan teman sebaya dan langsung gagal begitu bek lawan lebih cepat.Lebar lintasan penanda dipersempit bertahap dari dua meter menjadi satu meter, ditambah aturan menyentuh bola setiap dua langkah supaya jarak bola dan kaki terjaga.
Umpan pendek dan bobot bola (Diukur tiap bulan)Umpan sisi dalam kaki untuk akurasi, mengatur kuat dorongan sesuai jarak, dan mengarahkan bola ke kaki penerima yang terjauh dari lawan.Bola sampai ke rekan tetapi terlalu keras atau terlalu lemah, sehingga sentuhan pertama rekan berantakan dan serangan berhenti di titik itu.Latihan berpasangan melewati gawang kecil selebar satu meter. Pelatih menghitung berapa umpan dari dua puluh percobaan yang tiba pada kecepatan yang bisa dikendalikan.
Umpan lambung dan bola terobosan (Gelandang dan bek sayap)Mengangkat bola dengan sisi dalam punggung kaki, memperkirakan jarak lari penerima, dan memilih waktu melepas bola sebelum bek menutup jalur.Bola dilepas setelah rekan telanjur berlari, sehingga umpan mendarat di belakang punggungnya atau posisinya sudah lebih dulu terjebak offside.Dua penanda dipasang sebagai jalur lari. Pemain berlatih melepas bola saat rekan baru memulai langkah, dengan aba-aba lisan yang disepakati sebelum latihan dimulai.
Penyelesaian akhir ke gawang (Penyerang dan gelandang serang)Tendangan punggung kaki penuh untuk kecepatan, tendangan sisi dalam untuk penempatan ke sudut bawah tiang jauh, dan tendangan langsung tanpa kontrol saat bola datang menyusur.Mata terpaku pada penjaga gawang, badan condong ke belakang, kaki tumpu tertinggal, dan bola melayang jauh di atas mistar.Sasaran dipersempit memakai dua penanda di sudut gawang, percobaan dibatasi sepuluh kali per putaran supaya setiap tendangan dipikirkan, dan hasilnya dicatat sebagai angka.
Sundulan (Bertahap dan hati-hati)Waktu melompat, titik kontak di dahi bagian tengah, leher yang dikunci, serta perbedaan arah sundulan untuk mencetak gol dan untuk menghalau bola.Mata terpejam sebelum bola tiba dan kontak jatuh di ubun-ubun. Arah bola jadi tak terkendali dan kepala terasa nyeri setelah beberapa percobaan.Dimulai dari bola yang dipegang pelatih setinggi dahi tanpa lompatan, naik ke lemparan pelan, lalu ke umpan silang. Peserta di bawah dua belas tahun mendapat porsi paling sedikit.
Kaki lemah (Hadir di setiap sesi)Mengulang kontrol, umpan, dan tendangan memakai kaki yang jarang dipakai sampai gerakannya berhenti terasa asing di tengah pertandingan.Pemain memutar setengah badan hanya untuk memindahkan bola ke kaki kuat. Gerakan itu memakan waktu dan sangat mudah dibaca bek berpengalaman.Sepertiga waktu tiap sesi dikunci untuk kaki lemah, ditambah permainan kecil yang hanya menghitung gol dari kaki tersebut.
Bertahan satu lawan satu (Bek dan gelandang bertahan)Sikap badan menyamping, menjaga jarak aman satu setengah langkah, mengarahkan penyerang ke sisi lemahnya, dan memilih waktu yang tepat untuk merebut bola.Bek menerjang bola terlalu cepat sehingga tubuhnya terlewati, atau justru mundur terus-menerus sampai penyerang bebas melepas tendangan.Latihan di lorong selebar lima meter dengan aturan bek baru boleh merebut setelah penyerang menyentuh bola tiga kali, sehingga kesabaran ikut terlatih.
Bergerak tanpa bola dan membaca lapangan (Bagian paling lambat matang)Melirik ke belakang bahu sebelum bola datang, mencari ruang di antara garis pertahanan lawan, dan mengatur waktu berlari melewati rekan yang sedang membawa bola.Pemain berdiri menunggu bola sampai ke kakinya. Kebiasaan ini membuat lapangan terasa sempit padahal ruangnya ada dua langkah di sebelah kiri.Pelatih mengangkat penanda berwarna di belakang pemain dan memintanya menyebutkan warna itu sebelum menerima umpan, sehingga kepala terangkat karena kebutuhan sendiri.
Bola mati (Kelas menengah ke atas)Tendangan sudut jauh dan dekat, tendangan bebas melengkung dan mendatar, lemparan ke dalam yang jauh, serta rutinitas tetap sebelum menendang penalti.Tendangan bebas dilatih tanpa pagar betis dan tanpa penjaga gawang, lalu pemain bingung ketika di pertandingan sudut tembaknya ternyata tertutup badan lawan.Penanda tinggi dipasang sebagai pagar betis, jaraknya diukur sembilan koma satu lima meter sesuai aturan, dan setiap percobaan diberi target sudut yang jelas.
Penjaga gawang (Posisi khusus)Sikap siap, langkah menyamping, teknik menangkap bola atas dan bawah, menjatuhkan badan ke sisi, serta memulai serangan lewat lemparan dan tendangan.Telapak tangan dibuka menghadap ke atas sehingga bola lolos di sela jari, dan kiper berdiri terpaku di garis gawang saat bola datang melambung.Bentuk tangan diperbaiki lebih dulu tanpa bola bergerak, lalu ditambah bola pantul rendah, dan sesi ditutup dengan tendangan dari jarak enam sampai sepuluh meter.
Kebugaran dan pencegahan cedera (Hadir di setiap sesi)Kelincahan mengubah arah, akselerasi sepuluh meter pertama, daya tahan berulang, serta penguatan pergelangan kaki dan otot belakang paha.Sesi dibuka dengan menendang keras tanpa pemanasan dinamis. Ini penyebab paling umum otot belakang paha tertarik dan pergelangan kaki terkilir di lapangan.Setiap pertemuan dibuka rangkaian pemanasan pencegah cedera selama dua belas menit dan ditutup pendinginan. Beban ditambah hanya setelah bentuk gerakannya rapi.

Cakupan

Yang kamu dapat di les sepak bola Jogja bersama Edufio

  • Sesi pemetaan kemampuan

    Pengukuran awal kontrol bola, umpan, tendangan, dan kecepatan, ditulis sebagai angka supaya perkembangannya bisa dibandingkan.

  • Rencana materi per posisi

    Urutan latihan disusun untuk posisi yang benar-benar dimainkan, dari penjaga gawang sampai penyerang.

  • Pelatih yang sama tiap pekan

    Orang yang sama datang tiap sesi, sehingga koreksi pekan lalu tidak perlu dijelaskan ulang dari awal.

  • Catatan perkembangan tertulis

    Ringkasan singkat dikirim setelah sesi: apa yang membaik dan apa yang jadi pekerjaan rumah sampai pertemuan berikutnya.

  • Program latihan mandiri

    Daftar latihan pendek untuk dikerjakan di halaman rumah, lengkap dengan target angka yang naik bertahap.

  • Bedah rekaman latihan

    Rekaman singkat dibahas bersama pelatih untuk melihat keputusan yang diambil pemain di dalam lapangan.

  • Pemanasan dan pendinginan terstruktur

    Rangkaian pencegah cedera yang sama dipakai tiap sesi sampai pemain hafal urutannya sendiri tanpa diingatkan.

  • Penyesuaian saat musim berubah

    Materi dan tempat digeser mengikuti kondisi lapangan pada musim hujan dan kemarau di Jogja.

Bandingkan

Tiga cara menjalani les sepak bola, pilih yang pas

Aspek yang dibandingkanLes Sepak Bola Privat EdufioKe rumah di JogjaKursus Sepak Bola KelompokBelajar Sepak Bola Sendiri
Perhatian tutor saat belajar sepak bolaTercurah ke satu siswaTerpecah ke satu kelasSendirian saja
Materi sepak bola disesuaikan level siswaDisusun dari hasil tes awalSatu materi untuk satu kelasDitebak sendiri
Jadwal menyesuaikan keluarga di JogjaAnda yang memilih hari dan jamJadwal ditentukan kelasBebas, tetapi mudah tertunda
Belajar sepak bola di rumah Anda, JogjaPengajar datang ke alamat AndaAnda yang datang ke lokasiDi rumah, tanpa pendamping
Latihan praktik sepak bola terarahDipilih dari kelemahan AndaSeragamBerburu sendiri
Pemetaan kebutuhan sepak bola di awalSesi pertama dipakai memetakanLangsung masuk materiTidak ada

Sepak bola dimainkan sebelas orang dan tekniknya tetap milik satu kaki

Dalam satu latihan tim berisi dua puluh anak, seorang pemain rata-rata menyentuh bola beberapa puluh kali. Sisa waktunya habis untuk antre, mendengarkan arahan, dan menonton giliran teman. Bagi pemain yang sentuhan pertamanya masih memantul jauh, pengulangan sebanyak itu belum cukup mengubah apa pun.

Sesi privat mengurus bagian yang memang sulit ditangani pelatih tim: satu kebiasaan gerak, diulang ratusan kali, dengan koreksi yang datang di detik yang sama saat kesalahannya terjadi. Pelatih berdiri satu meter dari pemain dan melihat posisi kaki tumpu, arah pinggul, serta ke mana mata memandang sebelum bola tiba.

Karena itu les sepak bola Jogja bersama Edufio disusun sebagai pelengkap tim atau sekolah sepak bola tempat anak sudah bermain. Kemampuan yang dibentuk di sesi berdua dipulangkan ke pertandingan sungguhan, tempat ia diuji melawan tekanan, lawan, dan waktu.

Lebih lengkap

Enam kebiasaan yang menahan pemain sepak bola pemula

  • Menunduk saat menggiring

    Mata terpaku pada bola membuat pemain kehilangan gambaran ruang di sekitarnya. Latihannya menggiring sambil menyebutkan jumlah jari yang pelatih angkat di ujung lintasan.

  • Sentuhan pertama memantul jauh

    Kaki dikeraskan saat bola datang. Perbaikannya menerima umpan dengan pergelangan yang dilonggarkan, lalu mendorong bola satu langkah ke ruang yang bebas lawan.

  • Menendang dengan ujung sepatu

    Arah bola sulit ditebak dan pergelangan kaki berisiko terkilir. Kami kembalikan ke sisi dalam kaki untuk akurasi dan punggung kaki penuh untuk tendangan keras.

  • Kaki tumpu salah tempat

    Kaki penopang berdiri terlalu jauh dari bola atau tidak menghadap sasaran. Satu penanda kecil di rumput dipakai berulang sampai posisi kaki itu berjalan otomatis.

  • Kaki lemah dibiarkan menganggur

    Pemain memutar badan hanya untuk memindahkan bola ke kaki kuatnya, dan bek yang berpengalaman sudah hafal gerakan itu sejak langkah pertama.

  • Berhenti bergerak setelah mengumpan

    Bola sudah pergi, pemain berdiri menonton. Aturan sesinya sederhana: setiap umpan wajib diikuti satu gerakan mencari ruang baru.

Memilih lapangan sepak bola di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta

Latihan berjalan di tempat yang keluarga tentukan sendiri. Yang paling sering dipakai adalah lapangan kalurahan yang tersebar hampir merata di Jogja, lapangan sekolah di luar jam pelajaran, dan lapangan futsal beratap di sekitar Depok, Ngaglik, serta Kasihan.

Stadion besar seperti Maguwoharjo di Depok, Mandala Krida di Umbulharjo, dan Sultan Agung di Bantul dipakai klub profesional dan jarang terbuka untuk sesi perorangan. Tempat itu tetap berguna sebagai tontonan. Pemain muda yang pernah menonton PSS atau PSIM dari tribun biasanya pulang membawa pertanyaan taktik yang bagus.

Tiga hal diperiksa sebelum sesi pertama. Permukaan rumput atau sintetis menentukan jenis pul sepatu, ukuran area menentukan latihan mana yang muat, dan ketersediaan air menentukan panjang jeda. Lapangan Denggung di Sleman dan Lapangan Karang di Kotagede termasuk yang lapang, sementara halaman rumah selebar satu petak sudah cukup untuk melatih kontrol dan sentuhan.

Catatan tambahan

Perlengkapan sepak bola apa yang benar-benar terpakai tiap sesi?

  • Sepatu sesuai permukaan

    Pul panjang untuk rumput basah musim hujan, pul pendek untuk rumput kering kemarau, sol bergerigi rapat untuk lapangan sintetis, dan sol datar untuk lantai dalam ruang.

  • Pelindung tulang kering

    Diwajibkan aturan permainan dan dipakai sejak sesi latihan supaya kaki terbiasa, termasuk saat berlatih duel satu lawan satu.

  • Bola sesuai kelompok usia

    Nomor tiga untuk usia dini, nomor empat untuk sembilan sampai dua belas tahun, nomor lima untuk tiga belas tahun ke atas. Bola kebesaran merusak teknik tendangan.

  • Air minum satu liter

    Kemarau Jogja terasa kering dan panasnya menipu karena angin tetap bertiup. Jeda minum dijadwalkan tiap lima belas menit, tanpa menunggu pemain mengeluh haus.

  • Kaos kaki panjang dan rompi penanda

    Kaos kaki menahan pelindung tetap di tempatnya. Dua rompi warna berbeda membuat permainan kecil bersama pelatih lebih mudah dibaca.

  • Sarung tangan untuk penjaga gawang

    Peserta yang berlatih di bawah mistar membawa sarung tangannya sendiri karena ukuran dan cengkeraman telapaknya sangat pribadi.

Musim hujan dan kemarau ikut menentukan jadwal les sepak bola Jogja

Antara Oktober dan April, hujan Jogja paling sering turun pada sore hari. Sesi digeser ke pagi, atau dipindah ke lapangan futsal beratap. Perpindahan itu ikut mengubah isi latihan. Ruang yang lebih sempit menggeser materi ke sentuhan rapat, umpan satu dua sentuhan, dan perubahan arah yang harus cepat.

Kemarau membawa persoalan yang berbeda. Rumput mengeras, permukaan berdebu, dan matahari antara pukul sepuluh sampai tiga terasa menyengat. Sesi paling nyaman berjalan pukul enam sampai delapan pagi atau setelah pukul setengah empat sore, dengan pul sepatu yang lebih pendek supaya lutut tidak menerima beban puntir berlebihan.

Satu hal lagi khas DIY. Ketika status Merapi naik dan abu turun sampai wilayah Sleman utara, latihan lapangan dihentikan dan diganti sesi taktik di dalam ruang. Kalender sekolah ikut dipakai: tahun ajaran yang dimulai pertengahan Juli selalu menuntut jadwal latihan disusun ulang.

Latihan sepak bola mandiri di antara dua sesi

Lompatan paling terasa justru muncul di hari-hari tanpa pelatih. Latihan yang diberikan sengaja dibuat pendek dan bisa dikerjakan di halaman rumah: seratus sentuhan kaki lemah, sepuluh menit umpan ke tembok dengan sentuhan pertama yang harus terkendali, dan lintasan penanda dari botol bekas untuk menggiring.

Menimang bola diberi target yang naik bertahap, dari sepuluh sentuhan tanpa jatuh ke tiga puluh, lalu ke lima puluh. Angka itu berguna sebagai ukuran rasa bola, dan pemain bisa melihat sendiri grafiknya naik tanpa perlu dinilai orang lain.

Peserta yang ingin lebih terarah merekam tiga puluh detik latihannya dan mengirimkan rekaman itu kepada pelatih. Pelatih membalas dengan satu koreksi saja, karena memperbaiki satu hal sampai tuntas jauh lebih berguna daripada memperbaiki lima hal setengah-setengah.

Selengkapnya

Jalur kompetisi sepak bola untuk pelajar Jogja

  • Kompetisi kelompok umur Askab dan Askot PSSI

    Asosiasi kabupaten dan kota di Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, serta Gunungkidul menggelar kompetisi berjenjang yang jadi pintu masuk paling umum bagi pemain muda.

  • Piala Soeratin

    Turnamen kelompok umur nasional yang diikuti klub lewat asosiasi daerah. Seleksinya menuntut teknik yang tetap stabil di bawah tekanan pertandingan.

  • Pekan Olahraga Pelajar Daerah

    Jalur pelajar yang berjenjang dari tingkat kabupaten dan kota sampai provinsi. Sertifikatnya resmi dan sering diminta saat mendaftar sekolah lewat jalur prestasi.

  • Seleksi tim sekolah dan ekstrakurikuler

    Panggung paling dekat dan paling sering jadi tujuan pertama peserta les kami. Seleksinya biasanya menilai kontrol bola, umpan, dan sikap saat kalah duel.

  • Turnamen antarkampung

    Menjelang Agustus, lapangan kalurahan di Sleman dan Bantul ramai oleh turnamen warga. Tempat pemain muda pertama kali merasakan tekanan penonton di pinggir lapangan.

Sepak bola untuk peserta dewasa di Jogja

Peminat dewasa di Jogja tidak sedikit. Sebagian menyiapkan diri untuk turnamen antarkampung menjelang Agustus, sebagian bermain rutin bersama rekan kantor pada Jumat malam di lapangan sintetis, dan sebagian lagi kembali bermain setelah berhenti belasan tahun.

Materinya bergeser. Porsi pemanasan diperpanjang, penguatan otot belakang paha dan pergelangan kaki masuk tiap sesi, dan teknik yang diajarkan dipilih yang hemat tenaga: mengumpan satu sentuhan, membaca posisi lawan lebih awal, serta memilih posisi yang tidak menuntut berlari sepanjang pertandingan.

Peserta dewasa juga sering datang membawa satu tujuan yang sangat khusus, misalnya memperbaiki tendangan bebas atau berhenti kehabisan napas di babak kedua. Tujuan sesempit itu justru mudah dikerjakan dalam format privat, karena seluruh sesi bisa diarahkan ke sana.

Kelas online sepak bola untuk Kulon Progo dan Gunungkidul

Bola tetap harus ditendang di lapangan. Yang berpindah ke layar adalah bagian yang memang bisa dikerjakan tanpa pelatih berdiri di sebelah pemain: pembacaan gerak dan penyusunan program.

Peserta merekam tiga sampai lima menit latihannya sendiri, lalu pelatih membedahnya bagian demi bagian. Posisi kaki tumpu, arah pinggul, dan waktu sentuhan terlihat jelas di rekaman lambat, sering kali lebih jelas daripada saat diamati langsung. Sesi taktik memakai papan dan potongan pertandingan, dan tiap pekan peserta menerima daftar latihan mandiri yang bisa dikerjakan di lapangan desa terdekat.

Sebaran pelatih sepak bola kami paling tipis di Kulon Progo dan Gunungkidul, jadi jalur online adalah jalur utama untuk dua kabupaten ini. Kunjungan pelatih ke lapangan tetap bisa dijadwalkan secara berkala, biasanya sekali atau dua kali sebulan.

Urutannya

Cara mulai les sepak bola Jogja

  1. Kirim data pemain

    Usia, posisi yang biasa dimainkan, klub atau sekolah sepak bola yang sedang diikuti, dan keluhan teknik yang paling mengganggu.

  2. Sesi pemetaan

    Pelatih mengukur kontrol, umpan, tendangan, dan kecepatan di lapangan pilihanmu, lalu menyusun urutan materinya.

  3. Kunci jadwal dan paket

    Pilih jumlah sesi per bulan dan jam latihan. Rinciannya sudah terangkum di tabel bagian atas halaman ini.

  4. Latihan berjalan dan ditinjau

    Catatan perkembangan dikirim tiap akhir sesi, dan pelatih dapat diganti kapan pun kecocokannya terasa kurang.

Cek dulu jawabannya sebelum mulai les sepak bola di Jogja

Bagaimana cara mendaftar les sepak bola Jogja?

Kirimkan usia pemain, posisi yang biasa dimainkan, dan lokasi lapangan lewat formulir pendaftaran atau pesan WhatsApp. Tim kami membalas dengan beberapa nama pelatih yang cocok beserta jam kosongnya, lalu sesi pemetaan dijadwalkan.

Berapa biaya les sepak bola Jogja per jam?

Tarifnya mulai Rp86.375 per jam untuk satu pelatih satu pemain. Angka pastinya bergantung pada jumlah sesi yang diambil per bulan dan jarak lapangan dari domisili pelatih. Rincian paketnya ada di tabel bagian atas halaman ini.

Anak saya belum pernah bermain sepak bola sama sekali. Bisa ikut les sepak bola Jogja?

Bisa. Sesi pemula dimulai dari cara berdiri, cara menyentuh bola dengan sisi kaki, dan permainan sederhana yang menaikkan jumlah sentuhan. Materi taktik ditunda sampai kontrol bolanya cukup, karena taktik yang diajarkan terlalu dini hanya berhenti sebagai hafalan.

Anak sudah ikut sekolah sepak bola. Apa masih perlu les sepak bola Jogja?

Sesi privat dipakai untuk hal yang tak sempat digarap di latihan tim: kaki lemah, sentuhan pertama, atau satu kelemahan khas posisinya. Banyak peserta kami tetap berlatih bersama timnya dan menambah satu sesi privat sepekan.

Usia berapa anak sebaiknya mulai les sepak bola Jogja?

Enam sampai delapan tahun adalah waktu yang baik untuk mengenalkan bola lewat permainan. Rentang sembilan sampai dua belas tahun paling subur untuk teknik karena koordinasi berkembang cepat dan kebiasaan gerak masih mudah dibentuk. Di atas itu perbaikan tetap mungkin dengan pengulangan lebih banyak.

Lapangannya dicarikan Edufio atau kami sendiri?

Keluarga menentukan tempatnya dan pelatih datang ke sana. Bila belum ada pilihan, pelatih membantu menimbang lapangan kalurahan, lapangan sekolah, atau lapangan futsal beratap terdekat, termasuk memperkirakan biaya sewa yang berlaku di area itu.

Bisakah jadwal les sepak bola Jogja diatur sendiri?

Bisa. Sesi berjalan pukul 07.00 sampai 21.00 WIB setiap hari. Sebagian besar keluarga memilih pagi sebelum sekolah atau sore setelah pukul setengah empat supaya terhindar dari terik kemarau Jogja. Jadwal ditinjau ulang tiap awal semester.

Kalau pelatihnya kurang cocok, apakah bisa diganti?

Bisa, kapan saja, tanpa biaya tambahan. Ketidakcocokan di olahraga anak biasanya soal gaya bicara dan tempo, dan itu wajar. Sebutkan bagian yang mengganjal, kami carikan pelatih dengan pendekatan berbeda untuk sesi berikutnya.

Perlengkapan apa yang harus disiapkan sebelum sesi pertama?

Sepatu yang sesuai permukaan lapangan, pelindung tulang kering, kaos kaki panjang, air minum satu liter, dan bola sesuai kelompok usia. Bola nomor empat untuk sembilan sampai dua belas tahun, nomor lima untuk tiga belas tahun ke atas.

Bagaimana kalau hujan saat jadwal latihan?

Antara Oktober dan April, sesi digeser ke pagi atau dipindah ke lapangan futsal beratap. Kalau keduanya tidak memungkinkan, sesi diganti hari tanpa hangus. Saat status Merapi naik dan abu turun, latihan lapangan dihentikan dan diganti sesi taktik di dalam ruang.

Ada pelatih khusus untuk penjaga gawang?

Ada. Latihan kiper berbeda cukup jauh dari pemain lapangan: bentuk tangan, langkah menyamping, menjatuhkan badan ke sisi, dan cara memulai serangan. Sebutkan posisi ini saat mendaftar supaya pelatih yang dicarikan memang biasa menangani kiper.

Bisakah berlatih berdua dengan saudara atau rekan satu tim?

Bisa, dan untuk beberapa materi justru lebih baik. Umpan, duel satu lawan satu, dan permainan sempit menuntut lawan hidup. Biaya per pemain turun, dan pelatih mengatur porsi supaya keduanya tetap mendapat jumlah sentuhan yang cukup.

Apakah orang dewasa bisa ikut les sepak bola Jogja di Edufio?

Bisa, dan peminatnya cukup banyak di Jogja. Sebagian menyiapkan diri untuk turnamen antarkampung menjelang Agustus, sebagian bermain rutin bersama rekan kantor tiap pekan. Porsi pemanasan dan penguatan otot belakang paha diperbesar karena risiko cederanya berbeda.

Kami tinggal di Kulon Progo. Apakah wilayah kami dilayani?

Dilayani, dengan catatan jujur. Sebaran pelatih sepak bola kami paling tipis di Kulon Progo dan Gunungkidul. Jalur utamanya adalah kelas online berisi bedah rekaman latihan dan program mandiri mingguan, sementara kunjungan pelatih dijadwalkan berkala.

Berapa lama sampai perubahannya terlihat?

Kontrol bola dan sentuhan pertama biasanya membaik setelah enam sampai delapan sesi bila latihan mandiri berjalan. Kaki lemah menuntut tiga sampai empat bulan. Kemampuan membaca permainan bergerak paling lambat karena hanya terasah di pertandingan sungguhan.

Apakah prestasi sepak bola berguna untuk masuk sekolah di Jogja?

Prestasi olahraga diperhitungkan pada jalur prestasi penerimaan murid baru DIY, dan sertifikat yang biasanya diminta berasal dari kompetisi berjenjang seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau turnamen di bawah Askab dan Askot PSSI. Ketentuannya berubah tiap tahun, jadi periksa pengumuman resmi tahun berjalan.

Sekali cerita, kelas sepak bola-mu langsung dirancang

Ceritakan targetmu, kami susun les sepak bola Jogja sesuai kebutuhanmu. Tanpa komitmen di awal.