4,9/5 · 213 ulasan · Anak 6 tahun sampai dewasa
Les Privat Sepak Bola di Jogja
Les sepak bola Jogja untuk anak enam tahun sampai pemain dewasa. Satu pelatih satu pemain di lapangan pilihan Anda, fokus sentuhan pertama, umpan, dan penyelesaian akhir.
- 4,9/5213 ulasan
- 11.000+tutor terverifikasi
- 1-on-1fokus tak terbagi
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansibebas ganti tutor
- Assessmentkebutuhan diukur dulu
Kisah para wali
Dulu bola sering memantul jauh saat saya terima. Setelah delapan sesi, sentuhan pertama saya bisa diarahkan ke ruang kosong.
Belajar Sepak Bola di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online
Belajar sepak bola fokus satu tutor satu siswa, di rumah, di tempat pilihan Anda, atau online, jadwal fleksibel.
Tutor Kami
Profil Tutor Edufio
Sebagian tutor Edufio yang aktif di Jogja. Sebutkan kebutuhannya, tim kami mencarikan yang paling sebidang.

Putri R.

Raden D.

Rafika S.

Rahma R.
Amanah para wali
4,9/5
rating dari 213 ulasan wali & siswa
- 30.000+
- siswa didampingi
- 11.000+
- tutor terverifikasi
- 1-on-1
- fokus ke satu siswa
Kisah yang kerap sampai ke kami
Anak saya berlatih di lapangan kalurahan dekat rumah, jadi tidak perlu diantar jauh. Pelatihnya datang tepat waktu dan selalu meninggalkan catatan singkat tentang apa yang perlu dilatih di rumah.
Porsi latihan kaki kiri tidak pernah dilewati meski anak saya sempat mengeluh. Tahun ini dia lolos seleksi tim sekolah dan sudah berani memakai kedua kaki saat menggiring.
Les sepak bola Jogja ini cocok untukmu jika
Paling terasa manfaatnya untuk
- Pemain yang sudah ikut tim atau sekolah sepak bola dan butuh perbaikan pada satu kelemahan tertentu
- Pemain yang kaki lemahnya nyaris tak pernah terpakai di dalam pertandingan
- Anak yang segan berlatih di kerumunan dan lebih berani ketika didampingi satu pelatih
- Calon peserta seleksi tim sekolah atau kompetisi kelompok umur di Jogja
- Penjaga gawang yang tidak mendapat latihan khusus di timnya
- Peserta dewasa yang kembali bermain setelah lama berhenti dan ingin terhindar dari cedera
- Keluarga yang jam kosongnya sulit dipertemukan dengan jadwal latihan rutin sekolah sepak bola
Tahap demi tahap
Perjalanan les sepak bola Jogja dari sesi pertama sampai bulan keenam
Rentang waktu di bawah adalah pengalaman rata-rata peserta yang berlatih sekali sepekan dan mengerjakan latihan mandiri di rumah. Peserta yang berlatih dua kali sepekan biasanya bergerak lebih cepat.
Sesi pertama: pengukuran
Pelatih mencatat berapa umpan akurat dari dua puluh percobaan, waktu tempuh sepuluh meter, kaki mana yang dominan, dan seberapa jauh sentuhan pertama memantul.
Sesi kedua sampai keenam: kontrol dan giring
Pengulangan sentuhan pertama dan menggiring di ruang sempit, dengan porsi kaki lemah yang sudah masuk sejak awal dan tidak pernah dilewati.
Sesi ketujuh sampai kedua belas: umpan dan tendangan
Bobot umpan, arah umpan, dan penyelesaian akhir dari beberapa sudut berbeda. Hasil tendangan mulai dicatat per putaran supaya kemajuannya terlihat.
Bulan ketiga: diuji di permainan kecil
Materi dipakai dalam permainan tiga lawan tiga atau melawan pelatih, tempat keputusan harus diambil cepat dan teknik diuji dalam keadaan terdesak.
Bulan keempat sampai keenam: posisi dan pembacaan
Latihan diarahkan ke tugas posisi, pergerakan tanpa bola, dan bola mati yang benar-benar relevan dengan tim tempat peserta bermain.
Setelahnya: menjaga atau menaikkan
Frekuensi bisa diturunkan menjadi sesi perawatan kemampuan, atau justru dinaikkan menjelang seleksi tim sekolah dan kompetisi kelompok umur.
Bedah materi
Bedah materi sepak bola dari sentuhan pertama sampai bola mati
Urutan di bawah adalah kerangka. Pelatih memilih titik masuknya dari hasil sesi pemetaan, dan seorang gelandang bertahan tidak menerima porsi yang sama dengan penyerang.
| Bahasan | Yang dicakup | Titik rawan | Cara kami mendampingi |
|---|---|---|---|
| Sentuhan pertama dan kontrol bola (Fondasi semua posisi) | Menerima bola menyusur tanah dan bola melambung memakai sisi dalam kaki, punggung kaki, paha, dan dada, lalu mengarahkan pantulan pertama ke ruang yang bebas lawan. | Kaki dikeraskan tepat saat bola menyentuhnya, bola memantul dua sampai tiga meter, dan pemain kehilangan setengah detik yang justru paling menentukan. | Pelatih melempar bola dari jarak dekat, pemain meredam lalu mendorongnya ke penanda yang selalu berpindah, sampai pelonggaran pergelangan terjadi tanpa perlu dipikir lagi. |
| Menggiring di ruang sempit (Paling subur di usia 9 sampai 12) | Sentuhan rapat memakai sisi dalam dan sisi luar sepatu, perubahan arah mendadak, serta gerak tipu badan seperti tarikan telapak dan potongan menyilang. | Bola didorong terlalu jauh ke depan lalu dikejar. Gaya ini berhasil melawan teman sebaya dan langsung gagal begitu bek lawan lebih cepat. | Lebar lintasan penanda dipersempit bertahap dari dua meter menjadi satu meter, ditambah aturan menyentuh bola setiap dua langkah supaya jarak bola dan kaki terjaga. |
| Umpan pendek dan bobot bola (Diukur tiap bulan) | Umpan sisi dalam kaki untuk akurasi, mengatur kuat dorongan sesuai jarak, dan mengarahkan bola ke kaki penerima yang terjauh dari lawan. | Bola sampai ke rekan tetapi terlalu keras atau terlalu lemah, sehingga sentuhan pertama rekan berantakan dan serangan berhenti di titik itu. | Latihan berpasangan melewati gawang kecil selebar satu meter. Pelatih menghitung berapa umpan dari dua puluh percobaan yang tiba pada kecepatan yang bisa dikendalikan. |
| Umpan lambung dan bola terobosan (Gelandang dan bek sayap) | Mengangkat bola dengan sisi dalam punggung kaki, memperkirakan jarak lari penerima, dan memilih waktu melepas bola sebelum bek menutup jalur. | Bola dilepas setelah rekan telanjur berlari, sehingga umpan mendarat di belakang punggungnya atau posisinya sudah lebih dulu terjebak offside. | Dua penanda dipasang sebagai jalur lari. Pemain berlatih melepas bola saat rekan baru memulai langkah, dengan aba-aba lisan yang disepakati sebelum latihan dimulai. |
| Penyelesaian akhir ke gawang (Penyerang dan gelandang serang) | Tendangan punggung kaki penuh untuk kecepatan, tendangan sisi dalam untuk penempatan ke sudut bawah tiang jauh, dan tendangan langsung tanpa kontrol saat bola datang menyusur. | Mata terpaku pada penjaga gawang, badan condong ke belakang, kaki tumpu tertinggal, dan bola melayang jauh di atas mistar. | Sasaran dipersempit memakai dua penanda di sudut gawang, percobaan dibatasi sepuluh kali per putaran supaya setiap tendangan dipikirkan, dan hasilnya dicatat sebagai angka. |
| Sundulan (Bertahap dan hati-hati) | Waktu melompat, titik kontak di dahi bagian tengah, leher yang dikunci, serta perbedaan arah sundulan untuk mencetak gol dan untuk menghalau bola. | Mata terpejam sebelum bola tiba dan kontak jatuh di ubun-ubun. Arah bola jadi tak terkendali dan kepala terasa nyeri setelah beberapa percobaan. | Dimulai dari bola yang dipegang pelatih setinggi dahi tanpa lompatan, naik ke lemparan pelan, lalu ke umpan silang. Peserta di bawah dua belas tahun mendapat porsi paling sedikit. |
| Kaki lemah (Hadir di setiap sesi) | Mengulang kontrol, umpan, dan tendangan memakai kaki yang jarang dipakai sampai gerakannya berhenti terasa asing di tengah pertandingan. | Pemain memutar setengah badan hanya untuk memindahkan bola ke kaki kuat. Gerakan itu memakan waktu dan sangat mudah dibaca bek berpengalaman. | Sepertiga waktu tiap sesi dikunci untuk kaki lemah, ditambah permainan kecil yang hanya menghitung gol dari kaki tersebut. |
| Bertahan satu lawan satu (Bek dan gelandang bertahan) | Sikap badan menyamping, menjaga jarak aman satu setengah langkah, mengarahkan penyerang ke sisi lemahnya, dan memilih waktu yang tepat untuk merebut bola. | Bek menerjang bola terlalu cepat sehingga tubuhnya terlewati, atau justru mundur terus-menerus sampai penyerang bebas melepas tendangan. | Latihan di lorong selebar lima meter dengan aturan bek baru boleh merebut setelah penyerang menyentuh bola tiga kali, sehingga kesabaran ikut terlatih. |
| Bergerak tanpa bola dan membaca lapangan (Bagian paling lambat matang) | Melirik ke belakang bahu sebelum bola datang, mencari ruang di antara garis pertahanan lawan, dan mengatur waktu berlari melewati rekan yang sedang membawa bola. | Pemain berdiri menunggu bola sampai ke kakinya. Kebiasaan ini membuat lapangan terasa sempit padahal ruangnya ada dua langkah di sebelah kiri. | Pelatih mengangkat penanda berwarna di belakang pemain dan memintanya menyebutkan warna itu sebelum menerima umpan, sehingga kepala terangkat karena kebutuhan sendiri. |
| Bola mati (Kelas menengah ke atas) | Tendangan sudut jauh dan dekat, tendangan bebas melengkung dan mendatar, lemparan ke dalam yang jauh, serta rutinitas tetap sebelum menendang penalti. | Tendangan bebas dilatih tanpa pagar betis dan tanpa penjaga gawang, lalu pemain bingung ketika di pertandingan sudut tembaknya ternyata tertutup badan lawan. | Penanda tinggi dipasang sebagai pagar betis, jaraknya diukur sembilan koma satu lima meter sesuai aturan, dan setiap percobaan diberi target sudut yang jelas. |
| Penjaga gawang (Posisi khusus) | Sikap siap, langkah menyamping, teknik menangkap bola atas dan bawah, menjatuhkan badan ke sisi, serta memulai serangan lewat lemparan dan tendangan. | Telapak tangan dibuka menghadap ke atas sehingga bola lolos di sela jari, dan kiper berdiri terpaku di garis gawang saat bola datang melambung. | Bentuk tangan diperbaiki lebih dulu tanpa bola bergerak, lalu ditambah bola pantul rendah, dan sesi ditutup dengan tendangan dari jarak enam sampai sepuluh meter. |
| Kebugaran dan pencegahan cedera (Hadir di setiap sesi) | Kelincahan mengubah arah, akselerasi sepuluh meter pertama, daya tahan berulang, serta penguatan pergelangan kaki dan otot belakang paha. | Sesi dibuka dengan menendang keras tanpa pemanasan dinamis. Ini penyebab paling umum otot belakang paha tertarik dan pergelangan kaki terkilir di lapangan. | Setiap pertemuan dibuka rangkaian pemanasan pencegah cedera selama dua belas menit dan ditutup pendinginan. Beban ditambah hanya setelah bentuk gerakannya rapi. |
Cakupan
Yang kamu dapat di les sepak bola Jogja bersama Edufio
Sesi pemetaan kemampuan
Pengukuran awal kontrol bola, umpan, tendangan, dan kecepatan, ditulis sebagai angka supaya perkembangannya bisa dibandingkan.
Rencana materi per posisi
Urutan latihan disusun untuk posisi yang benar-benar dimainkan, dari penjaga gawang sampai penyerang.
Pelatih yang sama tiap pekan
Orang yang sama datang tiap sesi, sehingga koreksi pekan lalu tidak perlu dijelaskan ulang dari awal.
Catatan perkembangan tertulis
Ringkasan singkat dikirim setelah sesi: apa yang membaik dan apa yang jadi pekerjaan rumah sampai pertemuan berikutnya.
Program latihan mandiri
Daftar latihan pendek untuk dikerjakan di halaman rumah, lengkap dengan target angka yang naik bertahap.
Bedah rekaman latihan
Rekaman singkat dibahas bersama pelatih untuk melihat keputusan yang diambil pemain di dalam lapangan.
Pemanasan dan pendinginan terstruktur
Rangkaian pencegah cedera yang sama dipakai tiap sesi sampai pemain hafal urutannya sendiri tanpa diingatkan.
Penyesuaian saat musim berubah
Materi dan tempat digeser mengikuti kondisi lapangan pada musim hujan dan kemarau di Jogja.
Bandingkan
Tiga cara menjalani les sepak bola, pilih yang pas
| Aspek yang dibandingkan | Les Sepak Bola Privat EdufioKe rumah di Jogja | Kursus Sepak Bola Kelompok | Belajar Sepak Bola Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar sepak bola | Tercurah ke satu siswa | Terpecah ke satu kelas | Sendirian saja |
| Materi sepak bola disesuaikan level siswa | Disusun dari hasil tes awal | Satu materi untuk satu kelas | Ditebak sendiri |
| Jadwal menyesuaikan keluarga di Jogja | Anda yang memilih hari dan jam | Jadwal ditentukan kelas | Bebas, tetapi mudah tertunda |
| Belajar sepak bola di rumah Anda, Jogja | Pengajar datang ke alamat Anda | Anda yang datang ke lokasi | Di rumah, tanpa pendamping |
| Latihan praktik sepak bola terarah | Dipilih dari kelemahan Anda | Seragam | Berburu sendiri |
| Pemetaan kebutuhan sepak bola di awal | Sesi pertama dipakai memetakan | Langsung masuk materi | Tidak ada |
Sepak bola dimainkan sebelas orang dan tekniknya tetap milik satu kaki
Dalam satu latihan tim berisi dua puluh anak, seorang pemain rata-rata menyentuh bola beberapa puluh kali. Sisa waktunya habis untuk antre, mendengarkan arahan, dan menonton giliran teman. Bagi pemain yang sentuhan pertamanya masih memantul jauh, pengulangan sebanyak itu belum cukup mengubah apa pun.
Sesi privat mengurus bagian yang memang sulit ditangani pelatih tim: satu kebiasaan gerak, diulang ratusan kali, dengan koreksi yang datang di detik yang sama saat kesalahannya terjadi. Pelatih berdiri satu meter dari pemain dan melihat posisi kaki tumpu, arah pinggul, serta ke mana mata memandang sebelum bola tiba.
Karena itu les sepak bola Jogja bersama Edufio disusun sebagai pelengkap tim atau sekolah sepak bola tempat anak sudah bermain. Kemampuan yang dibentuk di sesi berdua dipulangkan ke pertandingan sungguhan, tempat ia diuji melawan tekanan, lawan, dan waktu.
Lebih lengkap
Enam kebiasaan yang menahan pemain sepak bola pemula
Menunduk saat menggiring
Mata terpaku pada bola membuat pemain kehilangan gambaran ruang di sekitarnya. Latihannya menggiring sambil menyebutkan jumlah jari yang pelatih angkat di ujung lintasan.
Sentuhan pertama memantul jauh
Kaki dikeraskan saat bola datang. Perbaikannya menerima umpan dengan pergelangan yang dilonggarkan, lalu mendorong bola satu langkah ke ruang yang bebas lawan.
Menendang dengan ujung sepatu
Arah bola sulit ditebak dan pergelangan kaki berisiko terkilir. Kami kembalikan ke sisi dalam kaki untuk akurasi dan punggung kaki penuh untuk tendangan keras.
Kaki tumpu salah tempat
Kaki penopang berdiri terlalu jauh dari bola atau tidak menghadap sasaran. Satu penanda kecil di rumput dipakai berulang sampai posisi kaki itu berjalan otomatis.
Kaki lemah dibiarkan menganggur
Pemain memutar badan hanya untuk memindahkan bola ke kaki kuatnya, dan bek yang berpengalaman sudah hafal gerakan itu sejak langkah pertama.
Berhenti bergerak setelah mengumpan
Bola sudah pergi, pemain berdiri menonton. Aturan sesinya sederhana: setiap umpan wajib diikuti satu gerakan mencari ruang baru.
Memilih lapangan sepak bola di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta
Latihan berjalan di tempat yang keluarga tentukan sendiri. Yang paling sering dipakai adalah lapangan kalurahan yang tersebar hampir merata di Jogja, lapangan sekolah di luar jam pelajaran, dan lapangan futsal beratap di sekitar Depok, Ngaglik, serta Kasihan.
Stadion besar seperti Maguwoharjo di Depok, Mandala Krida di Umbulharjo, dan Sultan Agung di Bantul dipakai klub profesional dan jarang terbuka untuk sesi perorangan. Tempat itu tetap berguna sebagai tontonan. Pemain muda yang pernah menonton PSS atau PSIM dari tribun biasanya pulang membawa pertanyaan taktik yang bagus.
Tiga hal diperiksa sebelum sesi pertama. Permukaan rumput atau sintetis menentukan jenis pul sepatu, ukuran area menentukan latihan mana yang muat, dan ketersediaan air menentukan panjang jeda. Lapangan Denggung di Sleman dan Lapangan Karang di Kotagede termasuk yang lapang, sementara halaman rumah selebar satu petak sudah cukup untuk melatih kontrol dan sentuhan.
Catatan tambahan
Perlengkapan sepak bola apa yang benar-benar terpakai tiap sesi?
Sepatu sesuai permukaan
Pul panjang untuk rumput basah musim hujan, pul pendek untuk rumput kering kemarau, sol bergerigi rapat untuk lapangan sintetis, dan sol datar untuk lantai dalam ruang.
Pelindung tulang kering
Diwajibkan aturan permainan dan dipakai sejak sesi latihan supaya kaki terbiasa, termasuk saat berlatih duel satu lawan satu.
Bola sesuai kelompok usia
Nomor tiga untuk usia dini, nomor empat untuk sembilan sampai dua belas tahun, nomor lima untuk tiga belas tahun ke atas. Bola kebesaran merusak teknik tendangan.
Air minum satu liter
Kemarau Jogja terasa kering dan panasnya menipu karena angin tetap bertiup. Jeda minum dijadwalkan tiap lima belas menit, tanpa menunggu pemain mengeluh haus.
Kaos kaki panjang dan rompi penanda
Kaos kaki menahan pelindung tetap di tempatnya. Dua rompi warna berbeda membuat permainan kecil bersama pelatih lebih mudah dibaca.
Sarung tangan untuk penjaga gawang
Peserta yang berlatih di bawah mistar membawa sarung tangannya sendiri karena ukuran dan cengkeraman telapaknya sangat pribadi.
Musim hujan dan kemarau ikut menentukan jadwal les sepak bola Jogja
Antara Oktober dan April, hujan Jogja paling sering turun pada sore hari. Sesi digeser ke pagi, atau dipindah ke lapangan futsal beratap. Perpindahan itu ikut mengubah isi latihan. Ruang yang lebih sempit menggeser materi ke sentuhan rapat, umpan satu dua sentuhan, dan perubahan arah yang harus cepat.
Kemarau membawa persoalan yang berbeda. Rumput mengeras, permukaan berdebu, dan matahari antara pukul sepuluh sampai tiga terasa menyengat. Sesi paling nyaman berjalan pukul enam sampai delapan pagi atau setelah pukul setengah empat sore, dengan pul sepatu yang lebih pendek supaya lutut tidak menerima beban puntir berlebihan.
Satu hal lagi khas DIY. Ketika status Merapi naik dan abu turun sampai wilayah Sleman utara, latihan lapangan dihentikan dan diganti sesi taktik di dalam ruang. Kalender sekolah ikut dipakai: tahun ajaran yang dimulai pertengahan Juli selalu menuntut jadwal latihan disusun ulang.
Latihan sepak bola mandiri di antara dua sesi
Lompatan paling terasa justru muncul di hari-hari tanpa pelatih. Latihan yang diberikan sengaja dibuat pendek dan bisa dikerjakan di halaman rumah: seratus sentuhan kaki lemah, sepuluh menit umpan ke tembok dengan sentuhan pertama yang harus terkendali, dan lintasan penanda dari botol bekas untuk menggiring.
Menimang bola diberi target yang naik bertahap, dari sepuluh sentuhan tanpa jatuh ke tiga puluh, lalu ke lima puluh. Angka itu berguna sebagai ukuran rasa bola, dan pemain bisa melihat sendiri grafiknya naik tanpa perlu dinilai orang lain.
Peserta yang ingin lebih terarah merekam tiga puluh detik latihannya dan mengirimkan rekaman itu kepada pelatih. Pelatih membalas dengan satu koreksi saja, karena memperbaiki satu hal sampai tuntas jauh lebih berguna daripada memperbaiki lima hal setengah-setengah.
Selengkapnya
Jalur kompetisi sepak bola untuk pelajar Jogja
Kompetisi kelompok umur Askab dan Askot PSSI
Asosiasi kabupaten dan kota di Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, serta Gunungkidul menggelar kompetisi berjenjang yang jadi pintu masuk paling umum bagi pemain muda.
Piala Soeratin
Turnamen kelompok umur nasional yang diikuti klub lewat asosiasi daerah. Seleksinya menuntut teknik yang tetap stabil di bawah tekanan pertandingan.
Pekan Olahraga Pelajar Daerah
Jalur pelajar yang berjenjang dari tingkat kabupaten dan kota sampai provinsi. Sertifikatnya resmi dan sering diminta saat mendaftar sekolah lewat jalur prestasi.
Seleksi tim sekolah dan ekstrakurikuler
Panggung paling dekat dan paling sering jadi tujuan pertama peserta les kami. Seleksinya biasanya menilai kontrol bola, umpan, dan sikap saat kalah duel.
Turnamen antarkampung
Menjelang Agustus, lapangan kalurahan di Sleman dan Bantul ramai oleh turnamen warga. Tempat pemain muda pertama kali merasakan tekanan penonton di pinggir lapangan.
Sepak bola untuk peserta dewasa di Jogja
Peminat dewasa di Jogja tidak sedikit. Sebagian menyiapkan diri untuk turnamen antarkampung menjelang Agustus, sebagian bermain rutin bersama rekan kantor pada Jumat malam di lapangan sintetis, dan sebagian lagi kembali bermain setelah berhenti belasan tahun.
Materinya bergeser. Porsi pemanasan diperpanjang, penguatan otot belakang paha dan pergelangan kaki masuk tiap sesi, dan teknik yang diajarkan dipilih yang hemat tenaga: mengumpan satu sentuhan, membaca posisi lawan lebih awal, serta memilih posisi yang tidak menuntut berlari sepanjang pertandingan.
Peserta dewasa juga sering datang membawa satu tujuan yang sangat khusus, misalnya memperbaiki tendangan bebas atau berhenti kehabisan napas di babak kedua. Tujuan sesempit itu justru mudah dikerjakan dalam format privat, karena seluruh sesi bisa diarahkan ke sana.
Kelas online sepak bola untuk Kulon Progo dan Gunungkidul
Bola tetap harus ditendang di lapangan. Yang berpindah ke layar adalah bagian yang memang bisa dikerjakan tanpa pelatih berdiri di sebelah pemain: pembacaan gerak dan penyusunan program.
Peserta merekam tiga sampai lima menit latihannya sendiri, lalu pelatih membedahnya bagian demi bagian. Posisi kaki tumpu, arah pinggul, dan waktu sentuhan terlihat jelas di rekaman lambat, sering kali lebih jelas daripada saat diamati langsung. Sesi taktik memakai papan dan potongan pertandingan, dan tiap pekan peserta menerima daftar latihan mandiri yang bisa dikerjakan di lapangan desa terdekat.
Sebaran pelatih sepak bola kami paling tipis di Kulon Progo dan Gunungkidul, jadi jalur online adalah jalur utama untuk dua kabupaten ini. Kunjungan pelatih ke lapangan tetap bisa dijadwalkan secara berkala, biasanya sekali atau dua kali sebulan.
Langkah berikutnya
Layanan lain yang sering dipakai bersama les sepak bola Jogja
Urutannya
Cara mulai les sepak bola Jogja
Kirim data pemain
Usia, posisi yang biasa dimainkan, klub atau sekolah sepak bola yang sedang diikuti, dan keluhan teknik yang paling mengganggu.
Sesi pemetaan
Pelatih mengukur kontrol, umpan, tendangan, dan kecepatan di lapangan pilihanmu, lalu menyusun urutan materinya.
Kunci jadwal dan paket
Pilih jumlah sesi per bulan dan jam latihan. Rinciannya sudah terangkum di tabel bagian atas halaman ini.
Latihan berjalan dan ditinjau
Catatan perkembangan dikirim tiap akhir sesi, dan pelatih dapat diganti kapan pun kecocokannya terasa kurang.
Cek dulu jawabannya sebelum mulai les sepak bola di Jogja
Bagaimana cara mendaftar les sepak bola Jogja?
Berapa biaya les sepak bola Jogja per jam?
Anak saya belum pernah bermain sepak bola sama sekali. Bisa ikut les sepak bola Jogja?
Anak sudah ikut sekolah sepak bola. Apa masih perlu les sepak bola Jogja?
Usia berapa anak sebaiknya mulai les sepak bola Jogja?
Lapangannya dicarikan Edufio atau kami sendiri?
Bisakah jadwal les sepak bola Jogja diatur sendiri?
Kalau pelatihnya kurang cocok, apakah bisa diganti?
Perlengkapan apa yang harus disiapkan sebelum sesi pertama?
Bagaimana kalau hujan saat jadwal latihan?
Ada pelatih khusus untuk penjaga gawang?
Bisakah berlatih berdua dengan saudara atau rekan satu tim?
Apakah orang dewasa bisa ikut les sepak bola Jogja di Edufio?
Kami tinggal di Kulon Progo. Apakah wilayah kami dilayani?
Berapa lama sampai perubahannya terlihat?
Apakah prestasi sepak bola berguna untuk masuk sekolah di Jogja?
Sekali cerita, kelas sepak bola-mu langsung dirancang
Ceritakan targetmu, kami susun les sepak bola Jogja sesuai kebutuhanmu. Tanpa komitmen di awal.