4,9/5 · 178 ulasan · PAUD sampai SMP, usia 3 sampai 14 tahun
Les Privat STEM di Jogja
Les STEM Jogja untuk anak usia 3 sampai 14 tahun: sains, teknologi, rekayasa, dan matematika lewat proyek yang dirancang dan diuji anak sendiri di rumah, satu tutor satu anak.
Bedah materi
Sembilan tema les STEM Jogja, titik rawannya, dan cara tutor menanganinya
Tema di bawah dipilih menurut usia anak, dan hampir semuanya bisa diulang keluarga sendiri di rumah. Kolom titik rawan berisi salah paham yang benar-benar muncul di sesi, bukan daftar teori.
Siklus rekayasa: tanya, rancang, buat, uji, perbaiki
Semua usiaSatu masalah diperlakukan sebagai lima langkah yang berulang. Tantangan pembukanya sederhana, misalnya membuat pembungkus yang menjaga telur tetap utuh saat dijatuhkan setinggi meja makan.
Titik rawan
Anak yang terbiasa dinilai dari jawaban akhir membaca prototipe pertama yang roboh sebagai nilai merah. Sebagian menyerahkan bahannya dan meminta tutor yang menyelesaikan.
Cara kami mendampingi
Setiap versi yang gagal disimpan di meja dan diberi nomor. Anak diminta menyebut satu hal yang akan ia ubah di versi berikutnya. Setelah enam versi berjajar, versi ketujuh berhenti terasa menakutkan.
Mengapung, tenggelam, dan massa jenis
Usia 5 sampai 10 tahunPercobaan bak air: telur di air tawar dibanding air garam, perahu kertas timah yang dimuati koin sampai karam, kayu dan batu berukuran sama ditimbang bergantian.
Titik rawan
Hampir semua anak menjawab benda berat pasti tenggelam. Jawaban itu bertahan sampai kelas lima karena tak pernah diadu dengan kapal baja yang mengapung di laut.
Cara kami mendampingi
Tutor menyiapkan dua benda seberat sama dengan ukuran berbeda, lalu meminta anak menuliskan tebakannya lebih dulu. Perbandingan berat terhadap ruang yang ditempati muncul dari kejutannya sendiri.
Gaya dan gerak: roket balon dan mobil karet gelang
Usia 6 sampai 11 tahunBalon yang meluncur di seutas benang kasur, mobil dari tutup botol bertenaga karet gelang, ketapel kertas. Anak mengukur jarak tempuh dan mengubah satu hal per percobaan.
Titik rawan
Anak menyimpulkan roket balon maju karena udara mendorong benang atau mendorong lantai. Sekali salah, penjelasan aksi reaksi di jenjang SMP terasa mengada-ada baginya.
Cara kami mendampingi
Mulut balon diarahkan ke berbagai sisi dan hasilnya dicatat tiap kali. Arah semburan udara dan arah gerak dibaca berpasangan dari tabel buatan anak, sebelum satu istilah pun disebut.
Struktur dan beban: jembatan stik es krim, menara sedotan
Usia 7 sampai 12 tahunRangka segitiga diadu dengan rangka kotak. Uji beban memakai koin lima ratusan sampai jembatan patah, disertai catatan berapa gram yang tertahan tiap rancangan.
Titik rawan
Anak menambah lem dan menambah batang di mana-mana, mengira kuat berarti banyak bahan. Jembatannya jadi berat sendiri lalu patah lebih cepat daripada versi yang ringan.
Cara kami mendampingi
Jumlah stik dibatasi sejak awal, misalnya dua puluh batang. Lombanya digeser dari siapa yang memakai bahan paling banyak menjadi siapa yang menahan beban paling besar per batang.
Rangkaian listrik sederhana dan sumber energi
Usia 9 sampai 14 tahunLampu LED, baterai koin, kabel jepit buaya, dan saklar dari klip kertas. Rangkaian seri dibandingkan langsung dengan paralel, ditambah kuis benda mana yang menghantarkan arus.
Titik rawan
Dua salah paham paling sering: arus dianggap habis di lampu pertama sehingga lampu kedua redup, dan baterai dianggap menyimpan listrik, padahal yang tersimpan energi kimia.
Cara kami mendampingi
Dua LED dipasang seri, lalu salah satunya dipindahkan ke jalur paralel di depan anak. Anak menandai sendiri lampu mana yang berubah terang dan menulis kesimpulannya dengan kalimatnya sendiri.
Reaksi aman: cuka, soda kue, dan indikator kubis ungu
Usia 6 sampai 12 tahunGunung mini yang berbusa, balon yang mengembang sendiri di mulut botol, dan air rebusan kubis ungu yang berganti warna kena perasan jeruk nipis lalu kena air sabun.
Titik rawan
Gunung mini nyaris selalu ditutup kalimat ini seperti Merapi. Yang keluar dari botol adalah gas karbon dioksida hasil reaksi asam basa, sementara erupsi Merapi soal magma dan tekanan.
Cara kami mendampingi
Dua percakapan itu dipisahkan sejak awal. Anak menimbang soda kue dan mencatat tinggi busa hari itu. Kalau keluarganya tinggal di lereng, seismograf dan jalur evakuasi dibahas sebagai tema tersendiri.
Berpikir komputasional dan Scratch
Usia 8 sampai 13 tahunMemecah pekerjaan jadi langkah kecil, mengenali pola berulang, menyusun perulangan dan percabangan. Proyek pertamanya biasanya animasi nama sendiri, lalu gim tangkap benda berskor.
Titik rawan
Anak berharap komputer menebak maksudnya. Saat kucing Scratch berjalan lurus keluar layar, yang disalahkan aplikasinya, dan perbaikan berhenti pada menekan tombol ulang.
Cara kami mendampingi
Anak diminta memberi perintah kepada tutor untuk membuat segelas teh, lalu tutor menjalankannya persis seperti tertulis sampai kacau. Setelah tertawa, anak paham urutan itu diikuti apa adanya.
Mikrokontroler, sensor, dan robot penjejak garis
Usia 11 sampai 14 tahunPapan mikrokontroler kecil, sensor cahaya dan suhu, dua motor DC. Anak merakit robot yang mengikuti garis lakban hitam di lantai keramik, lalu menyetel kepekaan sensornya.
Titik rawan
Robot yang keluar jalur langsung dinyatakan rusak. Anak jarang menduga penyebabnya cahaya lampu ruangan, lebar lakban yang tak seragam, atau jarak sensor ke lantai.
Cara kami mendampingi
Satu variabel diganti per percobaan: lebar lakban, tinggi sensor, kecepatan motor. Catatan tiga kolom membuat anak melihat sendiri mana yang paling menentukan hasilnya.
Angka yang berasal dari percobaan sendiri
Usia 9 sampai 14 tahunMengukur dengan penggaris, timbangan dapur, dan stopwatch ponsel; memindahkannya ke tabel; mengubahnya jadi grafik batang; membaca rata-rata dari lima kali ulangan.
Titik rawan
Anak mengukur sekali lalu menganggap angkanya pasti. Ketika pengukuran kedua berbeda, yang dipilih angka yang paling cocok dengan harapannya, dan sisanya dihapus.
Cara kami mendampingi
Setiap percobaan diulang tiga sampai lima kali dan seluruh angkanya masuk tabel, termasuk yang menyimpang jauh. Anak belajar bahwa sebaran angka adalah bagian dari hasil.
Siapa yang Mengajar
Tutor les STEM Jogja
Telaten menghadapi anak, tertib menyiapkan materi, dan setia hadir di tiap sesi.

Tari A.
Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian · UGM
Aal D.
Pendidikan Biologi · UNY
Tantri D.
Ilmu Lingkungan · Universitas Sebelas Maret
Vyra S.
Teknik Lingkungan · Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Les STEM Jogja ini paling terasa manfaatnya jika
Anak Anda ada di salah satu keadaan ini
- Anak sering membongkar mainan dan ingin tahu bagian dalamnya bekerja bagaimana
- Nilai sains di rapor bagus, tetapi anak belum pernah memegang alat percobaan sendiri
- Anak cepat lelah menghadapi lembar kerja dan hidup kembali begitu memegang benda
- Keluarga homeschooling yang butuh muatan proyek terjadwal setiap pekan
- Anak kelas 5 atau kelas 6 mulai tertarik robotika dan ingin merakitnya sendiri
- Anak akan masuk kelas tujuh dan ingin siap menghadapi mata pelajaran Informatika
- Anak PAUD dengan rasa ingin tahu besar yang butuh saluran aman di rumah
Tiga cara belajar
Seberapa jauh les STEM Jogja unggul dibanding kelas kelompok?
| Aspek yang dibandingkan | Les STEM Privat EdufioKe rumah di Jogja | Kursus STEM Kelompok | Belajar STEM Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar STEM | Tercurah ke satu siswa | Terpecah ke satu kelas | Sendirian saja |
| Materi STEM disesuaikan level siswa | Disusun dari hasil tes awal | Satu materi untuk satu kelas | Ditebak sendiri |
| Belajar STEM di rumah Anda, Jogja | Pengajar datang ke alamat Anda | Anda yang datang ke lokasi | Di rumah, tanpa pendamping |
| Fokus ke bagian STEM yang paling sulit | Waktu sesi penuh untuk bagian itu | Mengekor tempo kelas | Sekuat disiplin sendiri |
| Kemajuan dicek di tiap sesi | Dicatat tiap akhir sesi | Sesekali | Tidak tercatat |
| Materi STEM disusun dari nol | Dirancang dari titik mulai Anda | Seragam | Cari sendiri |
Kesan wali selepas beberapa sesi
Dulu kalau ditanya pelajaran sains jawabannya hafalan saja. Setelah beberapa bulan les STEM, dia mulai bertanya balik ke saya soal cara kerja pompa air di rumah, dan saya yang kehabisan jawaban.
Yang saya suka, tutornya tidak pernah menyelesaikan pekerjaan anak saya. Menara sedotannya roboh empat kali dan dibiarkan roboh, sampai anak saya sendiri menemukan bahwa kaki segitiga lebih kuat.
Bukti dipercaya
4,9/5
kepercayaan 178 keluarga di Jogja
- 30.000+
- siswa didampingi
- 11.000+
- tutor terverifikasi
- 1-on-1
- fokus ke satu siswa
Tahap demi tahap
Perjalanan anak di les STEM Jogja, sesi demi sesi
Urutan di bawah adalah pola yang paling sering terjadi. Anak yang sudah punya bekal robotika atau anak PAUD yang baru mulai akan bergeser, dan tutor menyesuaikannya setelah sesi pemetaan.
- Sesi 1
Sesi kenal dan pemetaan
Anak diberi satu tantangan terbuka, misalnya menyusun menara setinggi mungkin dari dua puluh sedotan. Yang diamati tutor cara anak memulai, bertahan, dan menghadapi kegagalan pertamanya.
- Sesi 2 sampai 5
Satu proyek utuh dari awal sampai selesai
Empat sesi berikutnya dipakai menuntaskan satu proyek penuh, supaya anak mengalami kelima langkah siklus rekayasa tanpa terburu-buru dan tanpa satu langkah pun dilompati.
- Sesi 6 sampai 12
Menambah satu variabel
Proyek yang sama diulang dengan satu hal diubah: panjang lengan, jumlah karet, kemiringan lintasan. Tabel hasil pertama dan grafik batang pertama lahir di tahap ini.
- Sesi 13 sampai 24
Anak memilih temanya sendiri
Tutor menyodorkan tiga arah, anak memilih satu dan menyusun daftar bahannya. Peran tutor bergeser jadi penanya, dan porsi bicara anak dalam sesi naik jelas terlihat.
- Sesi 25
Pameran kecil di ruang tamu
Anak menerangkan satu karyanya kepada keluarga selama lima menit tanpa dibantu. Kemampuan menjelaskan diuji di sini, dan di titik ini pula orang tua paling sering terkejut.
- Sesi 26 dan seterusnya
Melanjutkan ke jalur pilihan
Sebagian anak berbelok ke robotika dan kode, sebagian masuk klub sains sekolah, sebagian lagi memakai bekalnya untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila bertema rekayasa.
Cakupan
Yang disiapkan tutor di setiap sesi les STEM Jogja
Kotak bahan per tema
Tutor datang membawa bahan proyek hari itu, dari stik es krim dan sedotan sampai LED, baterai koin, serta kabel jepit buaya.
Lembar rancangan kosong
Anak menggambar rencananya sebelum menyentuh bahan, lengkap dengan ukuran taksiran dan daftar bahan yang menurutnya diperlukan.
Alat ukur sederhana
Penggaris, gelas ukur, timbangan dapur, termometer, dan stopwatch. Angka hasil percobaan selalu keluar dari alat, tak pernah dari perkiraan tutor.
Jurnal proyek anak
Buku catatan yang tinggal di rumah, berisi tanggal, sketsa, tabel hasil, dan satu kalimat kesimpulan yang ditulis anak sendiri.
Perlengkapan keamanan
Kacamata pelindung ukuran anak, alas meja, dan sarung tangan tipis untuk kegiatan yang memakai cairan pewarna atau air kapur sirih.
Tugas pengamatan antar sesi
Satu percobaan ulang yang selesai dalam lima belas menit dengan bahan yang sama, dengan satu hal sengaja diubah supaya hasilnya bisa dibanding.
Rekap empat sesi
Ringkasan satu halaman untuk wali: proyek yang tuntas, keterampilan yang menguat, satu hal yang masih tersendat, dan rencana empat sesi berikutnya.
Pemetaan ke materi sekolah
Atas permintaan wali, tutor menandai proyek mana yang menyentuh bab IPAS, matematika, atau Informatika di jenjang yang sedang ditempuh anak.
Kisah para wali
Anak saya sekarang minta bahan sendiri untuk percobaan di rumah, dan dia bisa menjelaskan kenapa alatnya bekerja.
Yang kami tawarkan
Alasan keluarga memilih les STEM kami
Satu meja kerja, satu anak
Praktik sains menuntut tangan yang bergerak, dan tangan itu harus tangan anak sendiri. Dalam sesi privat tak ada antrean memegang alat, tak ada anak yang cuma menonton temannya menuang.
Rancang, uji, perbaiki
Setiap tema dijalankan lewat siklus yang sama: bertanya, membayangkan, merancang, membuat, lalu menguji dan memperbaiki. Anak keluar dari sesi membawa cara kerja, sekaligus benda yang berfungsi.
Bahan dari isi rumah
Stik es krim, sedotan, karet gelang, kardus, cuka, dan soda kue jadi tulang punggung proyek. Bahan murah membuat anak berani mematahkan hasil kerjanya sendiri lalu membuat versi kedua.
Jurnal proyek yang bisa dibaca wali
Tanggal, sketsa rancangan, tabel angka hasil pengukuran, dan satu kalimat kesimpulan bertulisan anak. Orang tua melihat kemajuan tanpa menunggu rapor sekolah keluar.
Tutor berlatar sains dan teknik
Pengampu program ini datang dari jurusan pendidikan IPA, teknik, matematika, dan informatika kampus Jogja, dan sudah terbiasa menjelaskan gaya, arus, serta rangkaian kepada anak usia sekolah dasar.
Keamanan diperiksa sebelum alat menyala
Batas tegangan, daftar bahan kimia yang diizinkan, dan aturan alat tajam per usia sudah tetap sejak sesi pertama. Tutor menata mejanya lebih dulu, anak baru masuk setelah itu.
Apa itu les STEM Jogja, dan kenapa keluarga mulai mencarinya?
STEM adalah singkatan dari science, technology, engineering, dan mathematics: sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Yang membedakannya dari empat mata pelajaran terpisah adalah cara kerjanya. Anak diberi satu masalah nyata, lalu keempatnya dipakai sekaligus untuk menyelesaikannya.
Contoh yang sering kami pakai di sesi awal: memindahkan air dari ember di teras ke pot di halaman tanpa mengangkat embernya. Anak akan menebak, mencoba selang, gagal, mencoba corong, mengukur berapa lama, lalu menemukan sendiri bahwa ujung selang harus berada lebih rendah. Dalam satu sore itu ia menyentuh tekanan air, pemilihan alat, rancangan, dan pengukuran waktu.
Di sekolah keempatnya datang terpisah dan sering sudah berbentuk kesimpulan. Anak menghafal bahwa air mengalir ke tempat rendah sebelum pernah melihat air menolak naik. Les STEM membalik urutannya: benda dulu, istilah menyusul.
Orang tua di Sleman dan Kota Yogyakarta biasanya datang kepada kami membawa keluhan yang mirip. Anaknya hafal banyak istilah sains, lalu berhenti ketika diminta menjelaskan cara kerja kipas angin di ruang tamunya sendiri.
Siklus rekayasa, bagian les STEM Jogja yang paling sering hilang
Inti pelajaran STEM ada pada lima langkah yang berulang: bertanya, membayangkan, merancang, membuat, lalu menguji dan memperbaiki. Urutan itu yang dipakai insinyur sungguhan, dan urutan itu pula yang paling jarang lengkap di kelas berisi tiga puluh anak, karena menguji ulang menuntut waktu dan ruang meja.
Dalam sesi privat, waktu itu tersedia. Seratus dua puluh menit cukup untuk membuat tiga versi jembatan stik es krim dan mematahkan ketiganya. Anak yang jembatannya patah di menit ketiga puluh masih punya satu jam untuk memperbaikinya, dan perbaikan itulah pelajaran yang sesungguhnya.
Bagian tersulit di Indonesia justru ada di sisi perasaan, jauh dari urusan teknik merakit. Anak kita tumbuh dengan penilaian yang membaca jawaban akhir, sehingga versi pertama yang roboh terasa seperti nilai merah. Sebagian berhenti di situ dan menyerahkan bahannya kepada tutor.
Karena itu tutor kami menyimpan setiap versi yang gagal di atas meja, memberinya nomor, dan meminta anak menyebut satu hal yang akan diubah pada versi berikutnya. Setelah enam versi berjajar, versi ketujuh berhenti terasa berat.
Pokok bahasannya
Empat huruf STEM dan wujudnya di meja belajar anak
Sains: menebak lalu membuktikan
Anak menuliskan dugaannya sebelum percobaan dimulai, lalu membandingkannya dengan hasil. Kebiasaan menebak lebih dulu inilah yang membuat hasil percobaan berkesan, sekalipun tebakannya meleset jauh.
Teknologi: memberi perintah, tidak hanya memakai
Dari perintah lisan tanpa layar, ke balok Scratch, sampai papan mikrokontroler yang menyalakan lampu. Anak berpindah dari pengguna aplikasi menjadi orang yang menyusun jalannya.
Rekayasa: membuat benda yang bekerja
Ada bahan terbatas, ada syarat yang harus dipenuhi, dan ada uji beban di akhir. Anak belajar bahwa rancangan bagus itu rancangan yang lolos uji, sekaligus hemat bahan.
Matematika: angka dari alat ukur
Setiap proyek menghasilkan angka: gram beban, sentimeter jarak, detik waktu tempuh. Angka itu masuk tabel dan berubah jadi grafik, sehingga hitungan punya benda sebagai rujukan.
Empat tahap usia dalam les STEM Jogja, dari 3 tahun sampai 14 tahun
Rentang 3 sampai 14 tahun terlalu lebar untuk satu cara mengajar, jadi kami membaginya empat.
Usia 3 sampai 5 tahun bekerja lewat indra. Menuang, menyaring, menimbang dengan tangan, melihat magnet menarik sendok logam dan melewatkan sendok plastik. Belum ada pencatatan dan belum ada variabel. Yang dilatih dua kebiasaan: menebak dan mencoba lagi. Rentang fokusnya sekitar lima belas menit, jadi satu sesi berisi tiga kegiatan pendek.
Usia 6 sampai 8 tahun mulai mencatat. Anak menggambar hasil pengamatannya, menaruh dua percobaan berdampingan, dan menghitung jumlah sederhana dari apa yang ia lihat.
Usia 9 sampai 11 tahun masuk ke variabel terkendali. Satu hal diubah, sisanya dijaga tetap, hasilnya dimasukkan ke tabel. Di sinilah grafik batang pertama lahir, dan biasanya di sini pula anak mulai menagih percobaan tambahan.
Usia 12 sampai 14 tahun sudah sanggup memegang mikrokontroler, menulis kode, dan membaca rata-rata dari lima kali ulangan. Proyeknya berjalan lintas sesi, dan target akhirnya ditentukan anak sendiri.
Bahan praktik les STEM Jogja: isi dapur, gudang, dan toko dekat rumah
Sembilan dari sepuluh proyek di program ini memakai barang yang sudah ada di rumah: stik es krim, sedotan, karet gelang, tutup botol, kardus bekas, benang kasur, klip kertas, cuka, soda kue, dan pewarna makanan. Timbangan dapur dan stopwatch di ponsel wali sudah cukup sebagai alat ukur.
Pilihan itu disengaja. Bahan murah membuat anak berani mematahkan hasil kerjanya sendiri, dan keberanian itu syarat siklus rancang dan uji. Anak yang memegang perangkat mahal cenderung takut salah pasang, lalu menunggu diberi tahu langkah berikutnya.
Dua kelompok bahan dibawa tutor karena jarang tersedia di rumah. Pertama, perangkat listrik kecil: LED, baterai koin, kabel jepit buaya, motor DC. Kedua, alat ukur: gelas ukur, termometer, dan multimeter sederhana. Untuk tema robotika, papan mikrokontroler dan sensor dipakai selama sesi lalu dibawa pulang tutor.
Efeknya paling terasa setelah les selesai. Anak yang bahannya berasal dari dapur bisa mengulang percobaannya di hari lain tanpa menunggu siapa pun datang.
Garis besarnya
Enam salah paham sains yang muncul di sesi STEM pertama
Benda berat pasti tenggelam
Yang menentukan perbandingan berat terhadap ruang yang ditempati. Tutor menimbang batu kecil dan balok kayu besar berbarengan, lalu memasukkan keduanya ke bak yang sama.
Baterai menyimpan listrik
Yang tersimpan energi kimia, dan arus baru muncul ketika rangkaian tersambung. Perbedaannya terasa saat anak membiarkan saklarnya terbuka semalaman lalu lampunya tetap menyala esok hari.
Bulan bersinar dengan cahayanya sendiri
Percobaan bola pingpong dan senter di ruang gelap menunjukkan sisi terang berpindah mengikuti arah cahaya. Anak lalu mencocokkannya dengan bentuk bulan di langit Jogja selama dua pekan.
Magnet menarik semua logam
Kaleng aluminium, uang logam, paku besi, dan sendok stainless diuji satu per satu. Anak menyusun sendiri daftar logam yang tertarik dan yang diam saja.
Gunung berbusa di meja sama dengan Merapi
Busa cuka dan soda kue berasal dari reaksi asam basa. Erupsi Merapi berurusan dengan magma, gas, dan tekanan di bawah kubah. Keduanya dibahas terpisah supaya tak tertukar.
Komputer paham maksud saya
Komputer menjalankan urutan persis seperti tertulis. Sesi pertama Scratch dibuka dengan permainan memberi perintah kepada tutor, yang dijalankan apa adanya sampai hasilnya kacau.
Jalur teknologi les STEM: dari balok Scratch ke mikrokontroler
Huruf T dalam STEM sering disempitkan jadi kemahiran memakai aplikasi. Yang kami latih adalah kemampuan membuat sesuatu yang berjalan sendiri.
Untuk usia 8 sampai 12 tahun, jalurnya dibuka tanpa layar: memecah pekerjaan jadi langkah kecil, mengenali pola yang berulang, menyusun urutan yang bisa dijalankan orang lain. Latihannya bisa sesederhana menulis resep telur dadar dalam sepuluh perintah, lalu meminta orang tua menjalankannya persis seperti tertulis.
Setelah itu barulah Scratch. Proyek pertamanya biasanya animasi nama sendiri, lalu gim tangkap benda dengan skor. Perulangan, percabangan, dan variabel muncul karena gimnya membutuhkan, tanpa perlu didefinisikan lebih dulu.
Usia 11 tahun ke atas bisa melanjut ke papan mikrokontroler kecil: sensor cahaya menyalakan lampu, sensor suhu mengirimkan angka, dua motor menjalankan robot penjejak garis. Di titik ini kode berhenti jadi latihan di layar dan mulai menggerakkan benda di lantai ruang tamu.
Informatika sudah berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri di jenjang SMP, sehingga anak yang terbiasa menyusun logika sejak sekolah dasar masuk kelas tujuh dengan pijakan yang jelas.
Uraian
Lima aturan keamanan yang dipegang di tiap sesi STEM
Listrik berhenti di baterai
Tegangan tertinggi yang pernah dipakai bersama anak adalah sembilan volt. Tak ada satu pun kegiatan yang menyentuh stopkontak rumah, dan rancangan berdaya besar ditangani tutor sementara anak mengamati.
Bahan kimia berhenti di dapur
Cuka, soda kue, garam, gula, air kapur sirih, sari kubis ungu, dan pewarna makanan. Boraks, asam kuat, dan bahan yang tak boleh mengenai kulit anak tidak pernah masuk daftar.
Alat tajam mengikuti usia
Di bawah enam tahun tak ada gunting tajam maupun lem tembak, dan potongan bahan sudah disiapkan sebelum sesi. Mulai tujuh tahun anak memegang gunting kertas dengan pengawasan penuh.
Kacamata pelindung dan alas meja
Kegiatan yang memercikkan cairan selalu dibuka dengan memasang kacamata ukuran anak dan mengalasi meja dengan koran, sebelum botol pertama dibuka.
Wali di ruangan yang sama
Untuk anak di bawah enam tahun, satu orang dewasa diminta berada di ruangan yang sama sepanjang sesi, termasuk pada sesi daring.
Peran orang tua saat anak mengerjakan proyek STEM
Satu pertanyaan hampir selalu muncul di sesi pertama: apakah orang tua boleh ikut duduk di meja. Jawabannya boleh, dengan satu kesepakatan. Tangan orang tua menahan diri.
Godaan terbesar datang saat menara sedotan anak miring dan tinggal satu batang lagi selesai. Sekali tangan dewasa merapikannya, anak menyimpulkan bahwa hasil akhir lebih berharga daripada percobaannya, dan sesi berikutnya ia akan menunggu dibantu.
Yang lebih berguna adalah bertanya balik. Kalimat menurutmu kenapa miringnya selalu ke kiri bekerja jauh lebih baik daripada coba tambah batang di sini. Tutor kami menitipkan tiga pertanyaan pancingan kepada wali di akhir tiap sesi, disesuaikan dengan proyek yang sedang berjalan.
Di antara dua sesi, tugasnya ringan: satu percobaan diulang di rumah memakai bahan yang sama, dengan satu hal sengaja diubah. Lima belas menit sudah cukup. Yang dicari cukup satu catatan tentang apa yang berubah setelah perubahan itu.
Menilai kemajuan STEM tanpa mengandalkan angka rapor
Kemajuan di STEM sulit diringkas jadi satu angka, dan memaksakannya justru menghapus yang paling berharga.
Kami mencatat empat hal, dan keempatnya bisa dilihat wali di jurnal proyek anak. Pertama, mutu pertanyaan: dari ini apa menuju apa yang terjadi kalau bagian ini saya ganti. Kedua, kemandirian merancang: berapa banyak langkah yang disusun anak sebelum ia bertanya. Ketiga, ketekunan menguji: berapa versi yang ia buat sebelum merasa cukup. Keempat, kejelasan menjelaskan: apakah ia sanggup menceritakan cara kerja alatnya kepada adiknya.
Jurnal itu berisi tanggal, sketsa rancangan, angka hasil pengukuran, dan satu kalimat kesimpulan bertulisan anak. Untuk anak yang belum lancar menulis, tutor mencatatkan kalimatnya memakai kata-kata anak apa adanya.
Setiap empat sesi tutor mengirim rekap satu halaman: proyek yang selesai, keterampilan yang menguat, satu hal yang masih tersendat, dan rencana empat sesi berikutnya. Wali yang ingin melihat kaitannya dengan pelajaran sekolah bisa meminta pemetaan ke materi IPAS atau matematika di jenjang anak.
Rincian
Enam tempat di Jogja yang jadi bahan tugas pengamatan STEM
Taman Pintar, Kota Yogyakarta
Zona peraga dan planetarium di Jalan Panembahan Senopati. Tutor menitipkan tiga pertanyaan sebelum keluarga berangkat, dan jawabannya dibahas di sesi berikutnya.
Museum Gunungapi Merapi, Pakem, Sleman
Maket erupsi, rekaman seismograf, dan benda sisa awan panas. Tempat paling tepat memisahkan gunung berbusa di meja dari gunung api yang sebenarnya.
Gumuk pasir Parangkusumo, Kretek, Bantul
Bukit pasir yang berpindah mengikuti angin, salah satu dari sedikit bentang serupa di daerah tropis. Anak mengukur arah angin dan memotret bentuk gumuk dari titik yang sama tiap kunjungan.
Kawasan karst Gunungkidul
Sungai yang menghilang ke bawah tanah, luweng, dan gua berair. Pertanyaan pembukanya sederhana: ke mana perginya air hujan di permukaan yang tampak kering.
Sentra gerabah Kasongan, Kasihan, Bantul
Tanah liat, roda putar, dan tungku pembakaran. Anak mengukur benda buatannya sebelum dan sesudah dibakar, lalu menghitung berapa persen ukurannya menyusut.
Candi Prambanan, Sleman
Batu andesit yang saling mengunci tanpa perekat. Bahan pembanding paling meyakinkan untuk anak yang baru saja menyusun menara sedotan di ruang tamunya.
Les STEM daring untuk keluarga Kulon Progo dan Gunungkidul
Sebaran tutor di Jogja tidak merata. Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul punya pilihan paling banyak, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul jauh lebih tipis. Untuk dua kabupaten itu, sesi daring kami jadikan jalur utama.
Sesi daring untuk STEM menuntut persiapan yang berbeda dari les mata pelajaran. Daftar bahan dikirim ke wali tiga hari sebelum sesi, seluruhnya barang yang bisa dibeli di toko dekat rumah atau sudah tersimpan di dapur. Kalau ada bahan yang sulit ditemukan di Wates atau Wonosari, tutor mengganti rancangan proyeknya dan sesinya tetap berjalan.
Kamera diarahkan ke meja kerja supaya tutor melihat tangan anak dan bisa menghentikan langkah yang keliru saat itu juga. Untuk anak di bawah delapan tahun, wali diminta duduk di ruangan yang sama sepanjang sesi.
Anak Gunungkidul punya bahan pelajaran yang sulit ditiru daerah lain: sungai yang menghilang ke bawah tanah, sumur dalam, dan tangki air di musim kering adalah topik hidrologi yang bisa diamati dari halaman rumahnya sendiri.
Jalur lain di Edufio
Menyambung les STEM Jogja dengan program lain
Urutannya
Dari pesan pertama sampai proyek STEM pertama
Ceritakan usia anak dan apa yang biasa ia bongkar
Kirim pesan berisi usia, kelas, wilayah tempat tinggal, dan satu hal yang sedang membuat anak penasaran. Tiga keterangan itu sudah cukup untuk menentukan tema pembuka.
Konsultasi kebutuhan bersama tim
Tim kami menanyakan jam yang memungkinkan, tempat belajar, dan target keluarga. Di sini pula ditentukan apakah anak masuk jalur sains, rekayasa, atau teknologi lebih dulu.
Tutor dipilihkan menurut usia dan tema
Pengampu usia PAUD berbeda dari pengampu robotika kelas enam. Kami mengirim profil tutor beserta latar kampus dan jurusannya dalam satu sampai dua hari kerja.
Sesi pemetaan di rumah atau daring
Sesi pertama berisi satu tantangan terbuka. Dari cara anak menghadapinya, tutor menyusun rencana empat sesi berikutnya beserta daftar bahan yang perlu dikumpulkan keluarga.
Proyek pertama berjalan
Meja dialasi, bahan digelar, jurnal dibuka. Sepuluh menit terakhir dipakai anak membereskan alatnya sendiri, dan wali menerima tiga pertanyaan pancingan untuk sepekan ke depan.
Cek dulu jawabannya sebelum mulai les STEM di Jogja
Apa itu les STEM Jogja untuk anak?
Apa saja yang dipelajari anak dalam les STEM Jogja?
Mulai usia berapa anak bisa ikut les STEM Jogja?
Apa bedanya les STEM Jogja dengan les IPA atau les matematika biasa?
Anak saya belum lancar membaca, apakah sudah bisa ikut les STEM Jogja?
Metode belajar seperti apa yang dipakai tutor STEM Edufio?
Apakah praktik STEM aman untuk anak kecil?
Siapa yang menyiapkan bahan praktik, dan apakah rumah jadi berantakan?
Apakah les STEM Jogja membantu nilai sains dan matematika di sekolah?
Apakah STEM diujikan dalam TKA?
Anak perlu punya laptop atau perangkat robotika sendiri?
Bagaimana kalau proyek anak gagal atau ia cepat bosan?
Bisakah dua anak dalam satu keluarga ikut les STEM bersama?
Apakah les STEM tersedia di Kulon Progo dan Gunungkidul?
Bagaimana cara mendaftar les STEM Jogja untuk anak?
Chat sekarang, kami siapkan kelas STEM-mu
Satu langkah kecil: konsultasi kebutuhan STEM. Sisanya biar kami yang siapkan.