4,9/5 · 90 ulasan · Pemula sampai kompetisi
Les Privat Tenis di Jogja
Les tenis Jogja dengan pelatih bersertifikat ITF, satu pelatih untuk satu peserta, mulai Rp149.000 per jam di lapangan pilihan Anda.
Apa itu Les Privat Tenis di Jogja?
Les tenis Jogja dengan pelatih bersertifikat ITF, satu pelatih untuk satu peserta, mulai Rp149.000 per jam di lapangan pilihan Anda.
Tanya Dulu, Baru Daftar- Durasi sesi
- 90 sampai 120 menit per pertemuan
- Format
- Satu pelatih untuk satu peserta
- Biaya latihan
- Mulai Rp149.000 per jam, bola latihan termasuk
- Sewa lapangan
- Rp35.000 sampai Rp60.000 per sesi di lapangan umum DIY
- Usia peserta
- 5 tahun sampai veteran 55 tahun ke atas
- Cakupan latihan
- Pegangan, footwork, groundstroke, servis, voli, taktik tunggal dan ganda
- Lokasi latihan
- Lapangan pilihan peserta di seluruh Jogja: Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul
- Jadwal
- Tujuh hari sepekan, 07.00 sampai 21.00 WIB
- Perlengkapan
- Raket pinjaman untuk pemula, bola merah dan oranye untuk peserta cilik
- Penilaian peserta
- 4,9 dari 90 ulasan peserta les tenis Jogja
- 4,9/590 ulasan
- 11.000+tutor lolos kurasi
- 1-on-1privat seutuhnya
- Ke rumahmuJogja, tempat mana pun pilihan Anda, atau online
- Garansitutor boleh ditukar
- Assessmentkebutuhan diukur dulu
Tutur mereka
Tiga bulan lalu saya belum bisa memantulkan bola. Sekarang reli tiga puluh kali tanpa mati dan servis pertama masuk tujuh dari sepuluh.
Pengajar Kami
Profil Tutor Edufio
Sebagian tutor Edufio yang aktif di Jogja. Sebutkan kebutuhannya, tim kami mencarikan yang paling sebidang.

Muhimmatun N.
Tenis
Riki N.
Tenis
Imdad M.
Tenis
Nimas F.
Tenis
Maharani R.
Tenis
Muhamad E.
Tenis
Kesan wali selepas beberapa sesi
Anak saya sembilan tahun dan mulai dari bola merah di lapangan kecil. Pelatihnya sabar menunggu dan tidak pernah membentak. Sekarang dia yang mengajak berangkat latihan, dan tahun ini ikut turnamen junior pertamanya.
Saya ibu rumah tangga yang ingin olahraga rutin. Yang paling saya syukuri, teknik diajarkan pelan sehingga bahu dan lutut saya tetap aman. Sekarang saya main tiga kali sepekan bersama komunitas tenis di Sleman.
Bintang P. · Peserta dewasa, GunungkidulLima tahun bermain dan skor saya begitu-begitu saja. Pelatih menemukan dua hal: langkah pulih saya terlambat dan servis kedua terlalu pelan. Dua bulan memperbaiki keduanya, saya menang turnamen antar klub se-DIY.
Hawa S. · Peserta veteran, Kulon ProgoUsia saya lima puluh lima dan dokter menyarankan olahraga teratur. Pelatih menyusun pemanasan yang panjang dan umpan yang tidak memaksa saya berlari jauh. Tekanan darah saya turun dan badan terasa lebih ringan.
Sabila P. · Peserta mahasiswa, SlemanSaya ikut unit kegiatan tenis di kampus. Servis dan pengembalian saya jauh lebih konsisten setelah dua bulan latihan privat dua kali sepekan, dan bedanya terasa waktu Piala Rektor.
Peta latihan
Dari memegang raket sampai bermain satu set penuh
Angka di bawah datang dari catatan peserta les tenis Jogja yang berlatih dua sampai tiga kali sepekan.
Sesi 1 sampai 2: penilaian dan pegangan
Pelatih menguji koordinasi, jangkauan langkah, dan sisi dominan, lalu menetapkan pegangan yang dipakai seterusnya.
Sesi 3 sampai 8: reli dasar
Forehand dan backhand cukup stabil untuk reli dua puluh bola tanpa mati, dengan umpan berpantul dari pelatih.
Sesi 9 sampai 16: servis dan voli
Servis pertama masuk enam dari sepuluh percobaan, dan voli depan net mulai dipakai untuk menutup poin.
Sesi 17 sampai 24: bermain set
Peserta memainkan set penuh sambil menghitung skornya sendiri, termasuk menyelesaikan tiebreak.
Bulan 4 sampai 6: jalur kompetisi
Latihan bergeser ke simulasi pertandingan, pembacaan pola lawan, dan kondisi fisik untuk tiga set.
Bedah materi
Apa yang dilatih di lapangan dan titik rawannya
Tujuh bagian di bawah adalah urutan yang dipakai pelatih les tenis Jogja di Edufio. Setiap bagian menyebut apa yang dilatih, kesalahan yang paling sering muncul, dan cara pelatih menanganinya.
Pegangan raket dan sudut daun raket
Sesi 1-3Pegangan continental untuk servis dan voli, eastern untuk forehand datar, semi western untuk forehand bertopspin, serta perpindahan pegangan tanpa melihat tangan.
Titik rawan
Peserta memegang raket seperti memegang wajan sehingga daun raket terbuka ke atas. Bola melambung tinggi melewati garis belakang, dan yang disalahkan adalah tenaganya.
Cara kami mendampingi
Pelatih mengunci satu pegangan sampai sepuluh bola masuk berturut-turut, baru menambah pegangan kedua. Perpindahan pegangan dilatih sambil memantulkan bola supaya berubah menjadi refleks.
Footwork dan split step
FondasiSplit step tepat saat lawan menyentuh bola, langkah samping, langkah silang, dan langkah pulih ke tengah lapangan setelah memukul.
Titik rawan
Pemain berdiri diam menunggu bola lalu meraihnya dengan tangan. Kaki berhenti, badan terlambat berputar, dan pukulan lahir dari lengan saja.
Cara kami mendampingi
Latihan dimulai tanpa raket: pelatih melempar bola ke enam titik lapangan dan peserta mengejar sambil menyebut arah datangnya. Split step dihitung dengan aba-aba sampai jatuhnya pas dengan bunyi pukulan lawan.
Forehand
Pukulan utamaPutaran bahu sejak bola meninggalkan raket lawan, ayunan dari rendah ke tinggi untuk topspin, kontak di depan pinggul, lanjutan ayunan menyilang bahu, serta penempatan silang lapangan dan lurus garis.
Titik rawan
Kontak terjadi di samping badan atau bahkan di belakangnya. Bola melenceng ke pagar samping, dan siku menanggung beban yang seharusnya dipikul kaki.
Cara kami mendampingi
Pelatih menandai titik kontak dengan kerucut kecil lalu memberi umpan berpantul agar peserta memukul di titik itu berulang kali. Rekaman pendek diambil dari samping supaya peserta melihat sendiri jarak kontaknya.
Backhand satu tangan dan dua tangan
Sesi 4-10Backhand dua tangan untuk peserta muda dan yang tenaganya masih terbatas, backhand satu tangan untuk yang jangkauannya panjang, ditambah slice sebagai pukulan bertahan dan pukulan pendekat.
Titik rawan
Peserta memaksakan backhand satu tangan karena bentuknya bagus dilihat, padahal kekuatan pergelangan belum memadai. Bola jatuh di net sepanjang latihan.
Cara kami mendampingi
Pelatih menguji keduanya pada sesi penilaian dan memilih berdasarkan hasil pukulan, bukan berdasarkan selera. Slice diajarkan lebih dulu sebagai jalan keluar saat bola datang tinggi ke sisi backhand.
Servis dan pengembalian
Penentu poinServis datar untuk merebut poin cepat, servis slice yang melengkung keluar lapangan, servis kick berpantul tinggi sebagai servis kedua, pengembalian blok, dan pengembalian menyerang.
Titik rawan
Lambungan bola berpindah tempat tiap percobaan. Servis kedua lalu dipukul pelan supaya masuk, dan bola pelan itu langsung diserang lawan.
Cara kami mendampingi
Lambungan dilatih terpisah dari pukulan: peserta melambungkan bola dan membiarkannya jatuh di titik yang sama sepuluh kali. Servis kedua dilatih dengan target pantulan setinggi bahu penerima.
Voli dan permainan depan net
Penutup poinVoli tusuk pendek, voli blok, voli sudut, half volley di sekitar garis servis, drop voli, dan smes atas kepala termasuk saat harus mundur.
Titik rawan
Peserta mengayun panjang seperti memukul dari garis belakang. Bola melewati lapangan lawan, dan pemain terlambat kembali ke posisi jaga.
Cara kami mendampingi
Ayunan dipangkas lewat latihan menahan raket di depan badan sambil melangkah maju. Bola diumpan cepat dari jarak dekat sehingga tak tersisa waktu untuk mengayun panjang.
Taktik tunggal dan ganda
Sesi 15 ke atasPola reli silang lapangan, pukulan pendekat sebelum maju, konstruksi poin dari servis, formasi satu depan satu belakang, poaching, formasi I, dan pembagian bola tengah bersama pasangan.
Titik rawan
Di nomor ganda, kedua pemain berdiri sejajar di garis belakang dan membiarkan tengah lapangan menganga. Lawan cukup mengarahkan bola ke sela di antara mereka.
Cara kami mendampingi
Setiap sesi taktik memakai permainan bersyarat. Poin hanya sah bila diakhiri dari depan net, atau bila reli sudah menyilang lebih dari empat kali. Syarat itu memaksa pola yang sedang dilatih.
Aturan main
Membaca skor tenis sebelum masuk lapangan
Hitungan skor tenis membingungkan pemain baru pada pertemuan pertama, dan kebingungan itu memakan waktu latihan. Bagian ini menjelaskan urutannya sekali, supaya sesi berikutnya habis untuk memukul bola.
Poin
15, 30, 40Poin pertama dihitung 15, poin kedua 30, poin ketiga 40, lalu poin keempat menutup game.
Strategi tutor
Penerima berdiri satu langkah di belakang garis pada servis pertama dan melangkah maju pada servis kedua.
Deuce dan keunggulan
Selisih 2 poinSaat kedudukan sama-sama 40, game berlanjut sampai satu pemain unggul dua poin berturut-turut.
Strategi tutor
Pada deuce, arahkan servis ke sisi backhand penerima. Itu sisi yang paling cepat rapuh ketika tekanan naik.
Game dan pergantian servis
Tiap gameHak servis berpindah pemain setiap game, dan kedua pemain bertukar sisi lapangan setelah jumlah game ganjil.
Strategi tutor
Pakai jeda pergantian sisi untuk minum dan menyusun rencana satu game ke depan, jangan untuk mengulang kesalahan tadi.
Set
6 gameSet dimenangi pemain yang lebih dulu mengumpulkan enam game dengan selisih dua game atas lawannya.
Strategi tutor
Game pembuka dan game kelima paling menentukan arah set, jadi keduanya dilatih terpisah sebagai simulasi.
Tiebreak
7 poinKedudukan 6 sama diselesaikan lewat tiebreak sampai tujuh poin dengan selisih dua poin.
Strategi tutor
Servis pertama di tiebreak dipilih yang paling aman masuk, dan kecepatan diletakkan di urutan kedua.
Nomor ganda
Lapangan melebarGanda memakai jalur samping sehingga lapangan menjadi lebih lebar, dan hak servis bergilir di antara empat pemain.
Strategi tutor
Pemain depan memegang tanggung jawab atas bola tengah, dan kesepakatan itu dibuat sebelum poin dimulai.
Bukti Terukur
Les tenis Jogja bersama Edufio dalam angka
Kenapa privat
Tiga cara menjalani les tenis, pilih yang pas
| Aspek yang dibandingkan | Les Tenis Privat EdufioKe rumah di Jogja | Kursus Tenis Kelompok | Belajar Tenis Sendiri |
|---|---|---|---|
| Perhatian tutor saat belajar tenis | Tercurah ke satu siswa | Terpecah ke satu kelas | Sendirian saja |
| Materi tenis disesuaikan level siswa | Disusun dari hasil tes awal | Satu materi untuk satu kelas | Ditebak sendiri |
| Tutor tenis bisa diganti | Diganti lewat admin, tanpa biaya | Mengikuti pengajar kelas | Tidak berlaku |
| Jadwal menyesuaikan keluarga di Jogja | Anda yang memilih hari dan jam | Jadwal ditentukan kelas | Bebas, tetapi mudah tertunda |
| Latihan praktik tenis terarah | Dipilih dari kelemahan Anda | Seragam | Berburu sendiri |
| Fokus ke bagian tenis yang paling sulit | Waktu sesi penuh untuk bagian itu | Mengekor tempo kelas | Sekuat disiplin sendiri |
Keunggulan
Kenapa memilih les Tenis Edufio
Pelatih bersertifikat ITF Level 1
Pelatih tenis Jogja di Edufio memegang sertifikat ITF Level 1. Sebagian mantan atlet tenis Jateng dan DIY, sebagian lulusan Ilmu Keolahragaan UNY dan UGM. Urutan memperbaiki kesalahan mereka mengikuti kurikulum pelatih internasional.
Satu pelatih untuk satu peserta
Bola datang terus tanpa antre giliran. Dalam satu jam, peserta privat memukul jauh lebih banyak bola daripada peserta kelas berisi delapan orang, dan setiap pukulan yang meleset dikoreksi saat itu juga.
Latihan di lapangan pilihan Anda
Sembilan lapangan tenis Jogja sudah biasa kami pakai, dari Lembah UGM sampai GOR Kotabaru. Peserta memilih yang paling dekat rumah, pelatih yang datang ke sana.
Bola latihan sudah termasuk
Satu keranjang bola disiapkan pelatih tiap sesi, termasuk bola merah dan oranye untuk peserta usia lima sampai sepuluh tahun. Raket pinjaman tersedia bagi pemula yang belum membeli raket sendiri.
Pelatih bisa diganti tanpa biaya
Kecocokan gaya melatih baru terasa setelah dua sampai tiga sesi. Bila ternyata kurang klop, penggantian pelatih diurus tim kami tanpa biaya tambahan dan tanpa mengulang proses pendaftaran.
Jadwal mengikuti agenda Anda
Latihan tersedia tujuh hari sepekan, pukul 07.00 sampai 21.00 WIB, dengan frekuensi empat sampai dua puluh delapan sesi per bulan. Penjadwalan ulang cukup dikabarkan satu hari sebelumnya.
Les tenis Jogja ini cocok untuk Anda yang
Program ini pas kalau Anda
- Belum pernah memegang raket dan ingin memulai dari nol
- Punya anak usia lima sampai dua belas tahun yang baru mengenal tenis
- Menyiapkan junior untuk POPDA DIY dan turnamen antar klub PELTI
- Aktif di unit kegiatan tenis kampus dan mengincar Piala Rektor
- Bekerja dengan jam padat dan butuh olahraga yang bisa dikunci pada sore hari
- Berusia lima puluh tahun ke atas dan mencari olahraga yang aman untuk sendi
- Sudah bermain bertahun-tahun tetapi skor Anda berhenti di angka yang sama
Satu tutor Tenis khusus untuk Anda di Jogja
Mulai dari assessment, lalu belajar tenis rutin bersama tutor yang sama tiap sesi.
Tenis di Jogja: lapangan dekat dan tradisi yang panjang
Jogja termasuk kota yang mudah untuk memulai tenis. Lapangan tersebar di lima kabupaten dan kota, sewanya masih di kisaran Rp35.000 sampai Rp60.000 per sesi, dan hampir semuanya menerima peserta umum di luar jam klub.
Kota ini juga tempat lahir Yayuk Basuki, petenis Indonesia yang pernah menempati peringkat 19 dunia pada 1997, mengoleksi enam gelar tunggal WTA, dan menembus perempat final Wimbledon. Turnamen internasional pernah singgah di sini: ITF J30 Yogyakarta pada 2023 dan seri junior WTA pada 2024. Bagi peserta muda, jarak antara lapangan latihan dan lapangan turnamen di Jogja memang dekat.
Les tenis Jogja bersama Edufio berjalan dengan 18 pelatih aktif di DIY. Peserta memilih lapangan, pelatih yang datang membawa bola.
Sorotan utama
Lapangan tenis Jogja yang biasa dipakai peserta kami
Lapangan Tenis Lembah UGM
Enam lapangan dalam satu kompleks, paling ramai dipakai peserta dari Depok dan Ngaglik.
Lapangan Tenis UNY
Berdekatan dengan permukiman Gondokusuman, sering dipilih untuk latihan sore mahasiswa.
GOR Kotabaru
Pilihan peserta Kota Yogyakarta yang membutuhkan lapangan dengan penerangan malam.
Lapangan Gandok
Berada di sisi utara Sleman, jarak tempuhnya pendek dari Condongcatur dan Ngaglik.
Bausasran Tennis Club
Lapangan di dalam kota, praktis bagi peserta Danurejan, Gondomanan, dan sekitarnya.
Kompleks olahraga UIN Sunan Kalijaga
Alternatif untuk peserta dari arah timur kota dan Banguntapan.
Sesi pertama dipakai untuk mengukur, belum untuk melatih
Pelatih memakai pertemuan pertama untuk memeriksa hal-hal yang menentukan seluruh program: sisi dominan, jangkauan langkah, koordinasi mata dan tangan, riwayat cedera, serta target yang benar-benar ingin dicapai peserta.
Hasilnya dicatat dan melahirkan tiga keputusan. Pertama, pegangan raket yang dipakai seterusnya. Kedua, backhand satu tangan atau dua tangan. Ketiga, urutan perbaikan, karena satu kesalahan dikerjakan sampai tuntas sebelum pindah ke kesalahan berikutnya.
Urutan itu penting karena kesalahan dalam tenis saling menumpuk. Pegangan yang keliru melahirkan sudut daun raket yang keliru, pemain lalu menambalnya dengan gerakan pergelangan, dan tambalan itulah yang paling sulit dihapus setahun kemudian.
Titik tekannya
Enam kesalahan yang paling sering kami perbaiki
Memukul dengan lengan sementara kaki diam
Tenaga pukulan lahir dari dorongan kaki dan putaran badan, lengan hanya meneruskan. Peserta yang mengandalkan lengan cepat lelah dan cepat merasakan nyeri siku.
Bola disentuh terlambat
Kontak terjadi sejajar badan atau di belakangnya. Arah bola jadi sulit dikendalikan dan pukulan sering melenceng ke pagar samping.
Berhenti di tempat setelah memukul
Setelah bola dipukul, pemain wajib melangkah kembali ke tengah. Yang berdiri diam akan selalu terlambat mengejar bola berikutnya.
Lambungan servis berpindah-pindah
Servis yang tak menentu hampir selalu berakar pada lambungan bola, dan orang biasanya sibuk memperbaiki ayunan raketnya.
Mengayun panjang saat voli
Di depan net waktu yang tersedia sangat pendek. Ayunan panjang membuat bola terbang melewati garis belakang lawan.
Memakai sepatu lari di lapangan tenis
Sepatu lari dirancang untuk gerak maju. Tenis menuntut gerak menyamping, dan sol tanpa penyangga samping membuat pergelangan kaki mudah terpelintir.
Pegangan raket menentukan pukulan apa yang mungkin
Sebelum berbicara tentang tenaga, pelatih memeriksa cara peserta memegang raket. Pegangan continental memudahkan servis dan voli, sementara topspin berat nyaris mustahil dihasilkan darinya. Pegangan eastern melahirkan forehand datar yang cepat. Pegangan semi western memutar bola lebih banyak sehingga bola turun tajam ke dalam lapangan.
Peserta baru biasanya memegang raket seperti memegang wajan. Daun raket menghadap ke langit, bola melambung jauh melewati garis belakang, dan yang disalahkan justru tenaganya. Perbaikannya sederhana dan memakan waktu: satu pegangan dikunci sampai sepuluh bola masuk berturut-turut.
Ukuran gagang ikut menentukan. Gagang yang terlalu besar memaksa lengan menggenggam lebih keras, dan genggaman berlebih adalah jalan tercepat menuju nyeri siku.
Servis adalah satu-satunya pukulan yang sepenuhnya Anda kendalikan
Semua pukulan lain merupakan tanggapan atas bola yang dikirim lawan. Servis berdiri sendiri: waktunya Anda yang pilih, bolanya Anda yang lambungkan. Karena itu servis menjadi bagian latihan yang paling cepat memberi hasil bagi peserta dewasa dengan waktu terbatas.
Masalah servis hampir selalu berpangkal pada lambungan. Bola yang dilambungkan ke tempat berbeda setiap kali menuntut ayunan yang berbeda pula, sehingga tak ada gerakan yang sempat menjadi kebiasaan. Latihan lambungan karena itu dipisahkan: peserta melambungkan bola tanpa memukul, membiarkannya jatuh, lalu menandai titik jatuhnya.
Servis kedua mendapat perhatian tersendiri. Banyak pemain memukulnya pelan supaya masuk, dan bola pelan itu justru mengundang serangan. Servis kick dengan pantulan tinggi memberi keamanan sekaligus menjaga tekanan.
Biar kamu tahu
Perlengkapan yang perlu disiapkan peserta
Raket sesuai ukuran badan
Anak usia lima sampai sepuluh tahun memakai raket 19 sampai 25 inci. Raket dewasa di tangan anak memaksa teknik yang salah sejak pertemuan pertama.
Sepatu tenis dengan penyangga samping
Sol datar dan dinding samping yang kokoh menjaga pergelangan kaki saat peserta bergerak menyamping mengejar bola.
Bola sesuai tahap belajar
Bola merah dan oranye berkecepatan lebih lambat dipakai peserta cilik. Bola kuning standar menyusul setelah reli mulai stabil.
Lapisan gagang pengganti
Grip diganti tiap beberapa pekan. Lapisan yang licin membuat pegangan bergeser, dan pukulan ikut bergeser bersamanya.
Pakaian yang cepat kering
Latihan siang di Jogja terasa berat. Bahan yang menyerap keringat mengurangi lecet dan membantu tubuh menjaga suhunya.
Air minum satu liter
Sesi 90 menit di lapangan terbuka menguras cairan lebih cepat daripada perkiraan kebanyakan peserta baru.
Menyesuaikan latihan dengan cuaca Jogja
Hampir seluruh lapangan tenis Jogja berada di ruang terbuka, jadi cuaca ikut menyusun jadwal. Antara November dan Maret hujan paling sering turun pada sore hari, sehingga sesi digeser ke pukul 06.00 sampai 08.00 atau ke jam malam di lapangan berlampu.
Pada musim kemarau perkaranya berbalik. Panas siang membuat permukaan lapangan keras memantulkan hawa, dan sesi tengah hari berisiko bagi peserta usia lanjut. Jam favorit peserta dewasa jatuh pada pukul 15.30 sampai 17.30.
Bila hujan turun saat sesi sudah berjalan, latihan diganti tanpa biaya tambahan. Pilihannya dipindah ke lapangan berlampu pada malam yang sama, atau ke slot lain di pekan yang sama.
Peserta di Kulon Progo dan Gunungkidul
Jumlah pelatih tenis di sekitar Wates dan Wonosari lebih sedikit dibanding Sleman dan Kota Yogyakarta. Layanan tetap berjalan dengan pengaturan yang berbeda: sesi disusun lebih panjang, dua jam sekali datang, dengan frekuensi satu sampai dua kali sepekan.
Di antara sesi, peserta menerima program latihan mandiri berupa latihan dinding, latihan bayangan, dan latihan lambungan servis yang bisa dikerjakan di halaman rumah. Rekaman pukulan dikirim ke pelatih untuk dibedah, lalu koreksinya dibahas pada sesi lapangan berikutnya.
Peserta yang berlatih dengan pola ini umumnya membutuhkan kalender lebih panjang untuk mencapai tahap yang sama. Kemajuannya tetap terukur karena angkanya dicatat persis seperti peserta di wilayah lain.
Ringkasnya
Siapa saja yang mengambil les tenis Jogja di Edufio
Anak usia 5 sampai 12 tahun
Memakai metode bola merah ITF Play and Stay: lapangan diperkecil, bola dibuat lebih lambat, dan permainan dijaga tetap menyenangkan.
Junior 12 sampai 18 tahun
Menyiapkan POPDA DIY dan turnamen PELTI lewat simulasi pertandingan, pembacaan lawan, serta latihan fisik berkala.
Mahasiswa kampus DIY
Unit kegiatan tenis di UGM, UNY, dan kampus lain aktif berkompetisi, termasuk Piala Rektor antar fakultas.
Pekerja dan profesional
Tenis dipilih karena bisa dijadwalkan sore hari dan sekaligus menjadi tempat bertemu jaringan kerja.
Peserta perempuan dewasa
Pelatih perempuan tersedia, dan komunitas tenis ibu-ibu cukup aktif di Sleman serta Kota Yogyakarta.
Veteran 50 tahun ke atas
Turnamen alumni di Jogja menyediakan kategori 55 tahun dan 65 tahun ke atas, jadi lawan sepadan selalu ada.
Manfaat kesehatan tenis yang benar-benar terukur
Copenhagen City Heart Study yang menelusuri pesertanya selama dua puluh lima tahun mencatat tenis sebagai olahraga dengan tambahan harapan hidup terbesar, yaitu 9,7 tahun. Angka itu berada di atas bulu tangkis, sepak bola, dan lari dalam studi yang sama.
Catatan lain menyertainya. Risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah tercatat 56 persen lebih rendah pada pemain tenis. Satu jam bermain membakar 400 sampai 600 kalori. Kepadatan tulang meningkat sekitar 15 persen, dan risiko demensia tercatat 20 persen lebih rendah.
Ada sebab yang masuk akal di balik angka itu. Tenis menggabungkan gerak berselang, koordinasi mata dan tangan, keputusan cepat, serta interaksi sosial dengan lawan main dalam satu kegiatan yang sama.
Jalur kompetisi tenis di Jogja
Peserta yang ingin bertanding punya tangga yang jelas. POPDA DIY menyertakan tenis lapangan untuk pelajar, dan pemenangnya berlanjut ke PORPROV lalu POPNAS. Pada POPDA DIY 2024, nomor tunggal putri dimenangi Nasywaa Rihadatul Aisy.
Di luar jalur pelajar, PELTI DIY yang bernaung di bawah KONI Kota Yogyakarta rutin menggelar turnamen antar klub. Untuk peserta dewasa, Kagama Cup sudah berjalan sampai edisi kedelapan belas pada 2025 dengan 120 peserta dan membuka kategori veteran.
Persiapan kompetisi berjalan berbeda dari latihan teknik. Porsi latihan bergeser ke permainan bersyarat, pembacaan pola servis lawan, rutinitas saat pergantian sisi lapangan, dan daya tahan untuk pertandingan tiga set.
Berapa biaya les tenis Jogja dan apa yang termasuk di dalamnya?
Tarifnya dimulai dari Rp149.000 per jam. Sesi berjalan 90 sampai 120 menit, dan bola latihan sudah termasuk. Sebagai pembanding, tarif rata-rata pelatih tenis pada platform pencari guru berskala nasional tercatat Rp169.205 per jam.
Yang belum termasuk adalah sewa lapangan. Di Jogja angkanya bergerak antara Rp35.000 dan Rp60.000 per sesi untuk lapangan umum, sementara lapangan berfasilitas premium bisa mencapai Rp250.000 per sesi. Peserta bebas memilih, dan pelatih memberi tahu tarif tiap lapangan sebelum jadwal dikunci.
Paket bulanan empat sampai dua puluh delapan sesi tersedia dengan tarif per sesi yang lebih ringan. Raket pinjaman disediakan bagi pemula sampai mereka siap membeli raket sendiri.
Halaman terkait
Lanjutkan menelusuri layanan Edufio di Jogja
Urutannya
Cara mendaftar les tenis Jogja di Edufio
Ceritakan kebutuhan Anda
Hubungi tim kami lewat WhatsApp atau isi formulir pendaftaran. Sebutkan usia peserta, pengalaman bermain, wilayah tempat tinggal, dan jam yang paling mungkin. Konsultasi awal tanpa biaya.
Terima usulan pelatih dan lapangan
Tim mencocokkan pelatih dengan target latihan serta jarak tempuh. Anda menerima nama pelatih, kredensialnya, dan daftar lapangan terdekat di Jogja beserta perkiraan sewanya.
Kunci jadwal lalu lakukan pembayaran
Pilih frekuensi empat sampai dua puluh delapan sesi per bulan. Pembayaran lewat transfer bank atau dompet digital, dengan konfirmasi masuk dalam hitungan menit.
Jalani sesi penilaian
Pertemuan pertama dipakai untuk mengukur dan menetapkan pegangan. Hasilnya dikirim sebagai catatan tertulis sebelum sesi kedua berjalan.
Hal-hal yang biasa ditanyakan sebelum ikut les tenis
Berapa biaya les tenis Jogja di Edufio?
Berapa usia paling muda untuk mulai belajar tenis?
Apakah raket dan bola tenis disediakan pelatih?
Di mana latihan les tenis Jogja berlangsung?
Apakah Edufio menyiapkan peserta untuk PELTI dan POPDA?
Apa manfaat kesehatan bermain tenis yang sudah terukur?
Berapa lama sampai saya bisa bermain satu set penuh?
Apakah tenis ganda ikut diajarkan?
Bisakah pelatih diganti kalau saya merasa kurang cocok?
Apakah tenis aman untuk usia lima puluh tahun ke atas?
Siapa Yayuk Basuki dan apa kaitannya dengan Jogja?
Bagaimana latihan berjalan saat musim hujan di DIY?
Sepatu seperti apa yang dipakai untuk tenis?
Apakah peserta di Kulon Progo dan Gunungkidul bisa dilayani?
Bagaimana cara mendaftar les tenis Jogja di Edufio?
Mau lancar tenis? Mulainya dari sini
Tim kami membalas cepat di WhatsApp. Tanyakan apa saja soal les tenis dulu, keputusan belakangan.