Mulai Pendaftaran
Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.
Mulai Pendaftaran4,9/5 · 145 ulasan · Lulusan SMP dan SMA sederajat
Les tes masuk TNI Jogja: latihan samapta terukur, simulasi psikotes dan akademik, pendampingan berkas serta rik kesehatan. Pendamping datang ke tempatmu atau mengajar online.
Peta latihan
Sepuluh bidang berikut menjadi isi sesi, dibagi bergilir sepanjang pekan supaya tidak ada bidang yang tertinggal sampai bulan terakhir.
| Bahasan | Yang dicakup | Titik rawan | Cara kami mendampingi |
|---|---|---|---|
| Lari dua belas menit (Samapta A) | Membangun kecepatan dasar, ritme lari, dan daya tahan lewat kombinasi interval pendek, lari tempo, dan lari panjang bertempo santai. | Berangkat terlalu cepat di menit pertama lalu kehilangan jarak besar di paruh kedua, dan hanya berlatih dengan satu jenis lari yang sama setiap hari. | Pendamping menetapkan tempo per putaran, membacakan waktu tiap lap, dan mengulang tes penuh tiap dua pekan di lintasan yang sama. |
| Pull-up dan chinning (Samapta B) | Kekuatan tarik lengan dan punggung, cara memegang palang, serta pola napas supaya repetisi tidak berhenti di tengah. | Dagu yang belum melewati palang dan siku yang belum lurus saat turun membuat banyak repetisi tidak dihitung penguji. | Latihan bertahap memakai tarikan berbantuan dan tahanan statis, dengan rekaman gerakan yang ditinjau bersama pendamping. |
| Sit-up, push-up, dan shuttle run (Samapta B) | Kekuatan perut dan dada dalam hitungan satu menit, ditambah kelincahan berbalik arah pada lintasan enam kali sepuluh meter. | Tempo awal yang terlalu cepat menguras tenaga sebelum detik keempat puluh, dan langkah berbalik yang terlalu lebar di shuttle run. | Pendamping menghitung repetisi per dua puluh detik supaya tempomu rata, lalu melatih pijakan berbalik agar putarannya lebih pendek. |
| Renang gaya bebas (Uji terpisah) | Mengapung dengan tenang, koordinasi tangan dan kaki, serta pengambilan napas untuk jarak lima puluh meter. | Menunda latihan renang sampai bulan terakhir, dan panik saat kaki tidak menyentuh dasar kolam. | Latihan dimulai dari pengenalan air dan jarak pendek berulang, ditambah jadwal kolam tetap sejak bulan pertama program. |
| Lembar hitung berjeda aba-aba (Psikotes) | Penjumlahan cepat dua angka berdampingan, cara berpindah kolom, dan menjaga kecepatan kerja tetap rata sampai lembar terakhir. | Memulai dengan kecepatan tinggi lalu melambat drastis, sehingga grafik hasilnya bergelombang tajam dan terbaca tidak stabil. | Simulasi memakai lembar penuh dan pengatur waktu, disusul pembacaan grafik hasil untuk mencari kolom tempat kecepatanmu jatuh. |
| Delapan kotak rangsang garis (Psikotes) | Menyelesaikan gambar dari titik, garis lengkung, dan sudut yang sudah disediakan, dengan pengelolaan waktu antar kotak. | Menghabiskan waktu di satu kotak favorit, lalu menyisakan kotak lain dalam keadaan kosong atau asal jadi. | Latihan pembagian waktu per kotak dan pembahasan gagasan gambar, tanpa memberi contoh jadi yang tinggal ditiru. |
| Tes intelegensi (Psikotes) | Deret angka, analogi kata, penalaran logis, dan kemampuan membayangkan bentuk ruang yang diputar. | Terjebak lama di satu soal sulit sampai kehilangan soal mudah yang berada di halaman berikutnya. | Latihan mengenali tipe soal dalam hitungan detik, ditambah aturan meninggalkan soal yang belum ketemu polanya. |
| Hitungan dasar seleksi (Akademik) | Aritmetika sosial, perbandingan, deret, aljabar dasar, bangun datar dan ruang, serta peluang sederhana tanpa alat bantu hitung. | Mengerjakan dengan langkah panjang gaya ulangan sekolah sehingga waktu habis sebelum sepertiga terakhir lembar jawaban. | Melatih jalan pintas hitungan dan pembulatan yang aman, lalu mengukur waktu rata-rata per soal di tiap simulasi. |
| Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (Akademik) | Menemukan ide pokok bacaan, menilai kalimat baku, ejaan, serta tata bahasa Inggris dasar dan bacaan pendek. | Membaca seluruh teks kata demi kata padahal pertanyaannya hanya menyentuh satu paragraf. | Latihan membaca sasaran: menandai kata kunci pertanyaan lebih dulu, baru menyisir teks pada bagian yang relevan. |
| Wawasan kebangsaan dan wawancara (Mental ideologi) | Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, sejarah perjuangan bangsa, sikap kebangsaan, serta cara menyusun jawaban wawancara dari riwayat sendiri. | Menghafal kalimat contoh dari internet yang langsung goyah begitu penguji mengajukan pertanyaan lanjutan. | Tanya jawab berulang dengan pertanyaan susulan, sampai jawabanmu bertumpu pada pengalaman yang benar-benar kamu jalani. |
Yang kamu terima
Jarak, repetisi, tempo, dan waktu istirahat ditulis rinci untuk enam hari latihan, disesuaikan dengan hasil pengukuran awalmu.
Satu lembar yang sama dipakai dari awal sampai akhir, sehingga kemajuanmu terbaca sebagai deretan angka.
Hitungan dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum dalam bentuk dan tekanan waktu yang menyerupai ujian aslinya.
Lembar hitung, delapan kotak rangsang garis, gambar orang dan pohon, serta kuesioner kepribadian dikerjakan di atas kertas.
Daftar hal yang perlu diperiksakan lebih awal ke dokter atau puskesmas, beserta perkiraan waktu penanganannya.
Dokumen yang diminta panitia, urutan pengurusannya, dan tenggat yang aman sebelum jadwal validasi.
Tanya jawab berulang dengan pertanyaan susulan, sampai jawabanmu runtut dan bertumpu pada riwayat sendiri.
Tiap akhir bulan hasil seluruh bidang dibaca ulang, lalu porsi sesi digeser ke bidang yang paling tertinggal.
Kelebihan kelas kami
Tiap sesi fisik ditutup dengan catatan: jarak lari dua belas menit, jumlah pull-up dan sit-up, waktu shuttle run. Angka pekan lalu jadi patokan pekan ini, sehingga kamu tahu berapa meter lagi yang tersisa menuju target.
Lembar hitung, delapan kotak Wartegg, dan soal intelegensi dikerjakan menyerupai ruang seleksi: kertas, pensil, aba-aba pindah kolom. Terbiasa dengan tekanan waktunya sama menentukan dengan menguasai polanya.
Hitungan dasar, ide pokok bacaan, tata bahasa Inggris sederhana, dan wawasan kebangsaan diajarkan lewat model soal seleksi. Bab pelajaran sekolah yang tak pernah diujikan ditinggalkan supaya jam belajarmu tidak habis di tempat yang salah.
Nama di ijazah, akta, kartu keluarga, dan KTP harus sama persis. Gigi berlubang, varises, dan kelainan penglihatan warna memulangkan pendaftar sebelum ia sempat berlari sekali pun. Daftar periksanya kami susun sejak sesi awal.
Pertanyaan tentang alasan mendaftar, riwayat keluarga, dan wawasan kebangsaan dilatih sampai jawabanmu runtut dan jujur. Jawaban hafalan mudah terbaca penguji yang sudah mewawancarai ratusan pendaftar setiap gelombang.
Sesi dipadatkan menjelang panggilan seleksi dan dilonggarkan sesudahnya. Peserta Kulon Progo dan Gunungkidul memakai kelas daring untuk akademik dan psikotes, sementara program fisiknya berjalan terukur di lapangan terdekat.
Testimoni
Lari dua belas menit saya mentok di angka yang sama selama dua bulan. Setelah program dibagi per pekan, jaraknya naik dan saya lolos jasmani.
Tutor Terverifikasi
Ratusan tutor aktif di Jogja, siap mendampingi di tempat yang Anda pilih.




Struktur seleksi
Urutan dan penamaan tahap berbeda tipis antar angkatan dan jalur. Gambaran berikut memakai pola yang paling lazim ditemui pendaftar dari Jogja.
Pemeriksaan keaslian dan kesesuaian dokumen: ijazah, akta kelahiran, kartu keluarga, KTP, SKCK, dan surat keterangan sehat.
Strategi tutor
Samakan ejaan nama di seluruh dokumen sejak dua bulan sebelumnya, dan simpan salinan digital untuk berjaga bila ada berkas yang perlu dicetak ulang.
Postur, penglihatan termasuk kemampuan membedakan warna, telinga hidung tenggorokan, gigi, kulit, dan anggota gerak.
Strategi tutor
Bereskan perkara gigi lebih awal, sebab perawatannya menuntut beberapa kali kunjungan yang tak bisa dipadatkan.
Pemeriksaan darah, urine, rekam jantung, dan rontgen dada untuk melihat kondisi dalam tubuh.
Strategi tutor
Jaga tidur dan asupan cairan pada pekan pemeriksaan, dan hentikan latihan berat sehari sebelumnya agar hasilnya menggambarkan kondisi sebenarnya.
Samapta A berupa lari dua belas menit, Samapta B berupa pull-up atau chinning, sit-up, push-up, dan shuttle run, ditambah renang serta pengukuran postur.
Strategi tutor
Kejar bentuk gerakan yang sah lebih dulu, baru jumlah. Ulang tes penuh tiap dua pekan supaya kemajuannya terbaca angka.
Penelusuran riwayat diri dan keluarga beserta kelengkapan dokumen pendukungnya.
Strategi tutor
Siapkan keterangan yang konsisten dan dokumen yang lengkap. Keterangan yang berubah antar sesi menimbulkan pertanyaan baru.
Tes intelegensi, lembar hitung berjeda aba-aba, tes gambar, dan kuesioner kepribadian.
Strategi tutor
Latih ritme kerja yang rata dan jawab bagian kepribadian dengan jujur serta konsisten dari awal sampai akhir.
Hitungan dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum, dengan tambahan materi sains pada jalur taruna.
Strategi tutor
Kerjakan soal yang polanya langsung kamu kenali lebih dulu, dan tetapkan batas waktu per soal sejak latihan.
Wawasan kebangsaan, sikap terhadap dasar negara, serta wawancara tentang alasan mendaftar dan kesiapan diri.
Strategi tutor
Bangun jawaban dari pengalamanmu sendiri sehingga tetap kokoh saat penguji mengajukan pertanyaan lanjutan.
Seluruh nilai dan hasil pemeriksaan dibaca bersama untuk menentukan siapa yang melanjutkan.
Strategi tutor
Tak ada lagi yang bisa dikejar di titik ini. Yang berbicara adalah catatan sejak tahap pertama.
Lembar hitung yang membuat saya berhenti tahun lalu. Setelah berlatih dengan pengatur waktu tiap sesi, grafik simulasi terakhir saya jauh lebih rata.
Gigi berlubang saya ketahuan di bulan pertama karena pendamping menyuruh periksa lebih awal. Kalau ketahuan pas rik kesehatan, sudah tidak ada waktu memperbaikinya.
Tahap demi tahap
Empat sampai enam bulan adalah rentang yang lazim. Urutan berikut disesuaikan lagi setelah hasil pengukuran awal terbaca.
Tes dua belas menit, repetisi Samapta B, satu lembar hitung, dan satu paket soal akademik dikerjakan apa adanya. Berkas dan rencana pemeriksaan kesehatan ikut didata di pekan yang sama.
Volume latihan dinaikkan pelan sementara bentuk gerakan diperbaiki. Pemeriksaan gigi dan mata dijadwalkan lebih dulu karena penanganannya paling memakan waktu.
Lari tempo masuk, latihan lembar hitung dinaikkan durasinya, dan soal akademik mulai dikerjakan dengan batas waktu ketat.
Tiap pekan menirukan satu tahap seleksi secara utuh, dari lembar psikotes penuh sampai wawancara dengan pertanyaan susulan.
Porsi latihan berat dikurangi supaya tubuh segar, tidur dirapikan, dan seluruh dokumen dicek ulang satu per satu.
Jeda antar tahap dipakai untuk membahas apa yang barusan diujikan dan menyiapkan tahap berikutnya, termasuk menjaga ritme tidur dan makan.
Tutor tes masuk TNI datang dengan rencana belajar yang disusun dari kebutuhan Anda.
Seleksi prajurit TNI memakai sistem gugur. Pendaftar dengan nilai jasmani tertinggi di lapangan tetap berhenti kalau hasil laboratoriumnya bermasalah, dan pendaftar yang sehat sempurna tetap berhenti kalau lembar psikotesnya berhenti di tengah. Tujuh bidang yang diuji berdiri sendiri: administrasi, kesehatan, jasmani, penelitian personel, psikologi, akademik, serta mental ideologi.
Bentuk ujian itu mengubah cara menyiapkan diri. Menumpuk latihan lari selama tiga bulan penuh lalu baru membuka buku hitungan sepekan sebelum panggilan adalah pola yang paling sering berakhir di sidang penentuan akhir tingkat daerah. Tujuh bidang tadi menuntut jam latihan yang dibagi dan dijaga bergilir sepanjang periode persiapan.
Pendaftar dari Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, dan Gunungkidul masuk lewat panitia daerah yang sama. Kuota tiap gelombang terbatas, sehingga selisih tipis pada satu tahap sudah cukup menggeser urutan seseorang.
Jalur Tamtama menerima lulusan pendidikan menengah pertama ke atas pada sebagian angkatan, dengan masa pendidikan paling pendek dan penempatan sebagai prajurit pelaksana. Jalur Bintara menerima lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat, ditambah pintu keahlian bagi pemegang diploma di bidang tertentu.
Jalur taruna berjalan lewat Akademi Militer di Magelang, Akademi Angkatan Laut di Surabaya, dan Akademi Angkatan Udara yang berdiri di kompleks Lanud Adisutjipto, Maguwoharjo, Sleman. Pendidikannya empat tahun dan lulusannya dilantik sebagai perwira pertama. Jalur Perwira Prajurit Karier menerima lulusan diploma dan sarjana sesuai kebutuhan kecabangan, mulai dari kedokteran, teknik, hukum, sampai psikologi.
Batas usia, tinggi badan minimal, dan syarat jurusan berubah menurut angkatan dan gelombang. Angka yang berlaku selalu yang tercantum di pengumuman resmi gelombang bersangkutan. Sesi pertama kami pakai untuk mencocokkan syarat itu dengan kondisimu hari ini.
Keunggulan
Ejaan nama di ijazah, akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP harus sama persis. Perbaikannya lewat dinas kependudukan atau pengadilan, dan itu memakan pekan.
Sekolah asal butuh waktu memberi cap dan tanda tangan basah, apalagi menjelang libur panjang. Urus sebelum jadwal validasi berkas diumumkan.
Surat keterangan catatan kepolisian punya masa berlaku terbatas dan sering kedaluwarsa persis ketika panggilan datang. Hitung mundur dari perkiraan jadwal seleksi.
Formulirnya menuntut tanda tangan dan materai, kadang juga tanda tangan pejabat kelurahan. Siapkan sejak awal supaya tidak berkejaran dengan hari validasi.
Ukuran di kartu identitas sering angka lama. Timbang dan ukur di puskesmas sebelum pengukuran resmi.
Ketentuan tiap angkatan tegas soal ini dan pemeriksaannya menyeluruh. Tanyakan sejak awal kepada panitia daerah agar tak ada kejutan di ruang periksa.
Keduanya diminta di tahap awal dan diterbitkan fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Datang pagi, karena antrean di puskesmas Jogja memanjang menjelang gelombang pendaftaran.
Perubahan status atau alamat yang belum tercatat membuat data tidak sinkron dengan dokumen lain. Perbarui di kalurahan sebelum berkas dikumpulkan.
Pemeriksaan kesehatan berjalan dua tahap. Tahap pertama menilai postur, penglihatan termasuk kemampuan membedakan warna, telinga hidung tenggorokan, gigi, kulit, serta anggota gerak. Tahap kedua masuk ke laboratorium: darah, urine, rekam jantung, dan rontgen dada.
Yang paling sering menghentikan pendaftar justru perkara yang bisa diurus sejak jauh hari. Gigi berlubang dan karang gigi menuntut beberapa kali kunjungan. Varises dan wasir butuh penanganan dokter. Kelainan penglihatan warna tidak bisa dilatih, sehingga mengetahuinya lebih awal menyelamatkanmu dari kehilangan satu tahun persiapan yang sia-sia. Postur kaki, tulang belakang, dan riwayat sesak napas juga diperiksa saksama.
Edufio bukan layanan medis dan tidak pernah menilai kelayakan kesehatanmu. Yang kami kerjakan sederhana: menaruh pemeriksaan gigi, mata, dan kondisi umum di bulan pertama jadwal persiapan. Pendaftar Jogja biasanya memulainya di puskesmas kapanewon masing-masing.
Samapta A mengukur jarak yang kamu tempuh dalam dua belas menit berlari mengelilingi lintasan. Angkanya jujur dan tidak bisa dinegosiasi: berapa meter yang tercatat, itulah nilaimu. Pendaftar yang serius umumnya berlatih sampai jarak dua ribu delapan ratus sampai tiga ribu dua ratus meter, sementara batas minimal resminya diumumkan panitia tiap gelombang.
Kesalahan paling umum ada di menit pertama. Peserta berangkat terlalu cepat karena merasa segar, kehabisan tenaga di menit kelima, lalu menghabiskan tujuh menit sisanya berjalan cepat. Jarak yang hilang di paruh kedua jauh lebih besar daripada yang didapat di paruh pertama.
Program latihan kami membagi pekan menjadi tiga jenis lari: interval pendek untuk kecepatan, lari tempo untuk menahan ritme, dan lari panjang bertempo santai untuk daya tahan. Tiap dua pekan sekali kamu mengulang tes dua belas menit dengan stopwatch dan lintasan yang sama, sehingga kemajuannya terbaca angka.
Samapta B menghitung repetisi dalam waktu terbatas. Pull-up untuk pendaftar pria dan chinning untuk pendaftar wanita, dilanjutkan sit-up, push-up, lalu shuttle run enam kali sepuluh meter. Penguji menghitung gerakan yang sah saja, sehingga bentuk yang setengah jadi tidak masuk hitungan sama sekali.
Dari pengalaman mendampingi peserta, kehilangan angka paling banyak terjadi karena bentuk gerakan. Dagu yang belum melewati palang, punggung yang tidak turun penuh, dan siku yang belum lurus membuat puluhan repetisi terbuang. Memperbaiki bentuk selama dua pekan sering menaikkan nilai lebih banyak daripada menambah jam latihan.
Renang lima puluh meter gaya bebas dinilai terpisah dan sering diremehkan sampai pekan terakhir. Peserta yang baru belajar mengapung sebulan sebelum panggilan berangkat dengan beban tambahan yang tidak perlu. Kolam renang kampus di Sleman dan kolam umum di Bantul cukup untuk melatihnya, asal jadwalnya dimulai bersamaan dengan latihan lari.
Keunggulan
Tubuh menyesuaikan diri pada beban yang datang teratur. Enam sesi ringan yang konsisten memberi kemajuan lebih banyak daripada dua sesi berat lalu jeda panjang karena badan terlalu nyeri.
Push-up setengah turun tidak dihitung penguji. Menurunkan jumlah demi bentuk yang sah terasa mundur di awal, lalu menaikkan nilai sebenarnya di lapangan.
Detak jantung melonjak karena panas, dan catatan waktumu jadi bacaan palsu. Pagi sebelum pukul enam atau sore setelah pukul empat memberi angka yang lebih jujur.
Pemulihan terjadi saat tidur, dan tekanan darah saat pemeriksaan kesehatan ikut terpengaruh. Kurang tidur menyerang dua tahap seleksi sekaligus.
Gaya bebas menuntut waktu untuk mengatur napas dan koordinasi. Memulainya berbarengan dengan program lari membuat bebannya tersebar.
Perasaan sudah lebih cepat mudah keliru. Tes ulang tiap dua pekan di lintasan yang sama mengubah dugaan menjadi angka yang bisa dipakai menyusun rencana.
Lembar hitung berisi deret angka panjang yang harus dijumlahkan berpasangan dari bawah ke atas, kolom demi kolom, dengan aba-aba pindah setiap beberapa detik. Penguji membaca empat hal dari grafik hasilnya: kecepatan kerja, ketelitian, keajekan dari kolom ke kolom, dan ketahanan sampai lembar terakhir. Grafik yang naik turun tajam bercerita banyak tentang cara seseorang menghadapi tekanan panjang.
Delapan kotak berisi rangsang garis menguji cara berpikir dan cara menyelesaikan sesuatu yang belum jadi. Gambar orang dan gambar pohon dibaca sebagai gambaran diri. Kuesioner kepribadian mengulang pertanyaan serupa dalam kalimat berbeda untuk menguji konsistensi jawaban.
Yang dilatih di sesi psikotes adalah ritme kerja yang stabil: cara menjaga kecepatan tetap rata, cara memulihkan konsentrasi setelah salah hitung, cara menyelesaikan gambar dalam waktu terbatas. Bagian kepribadian dijawab jujur dan konsisten, karena penguji berpengalaman mengenali jawaban yang disusun demi terlihat sempurna.
Soal akademik seleksi prajurit umumnya berkisar pada hitungan dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan pengetahuan umum. Susunan tepatnya berbeda menurut jalur dan angkatan, dan jalur taruna biasanya menambahkan materi sains. Susunan yang berlaku selalu tercantum di pengumuman gelombang yang kamu ikuti.
Kesulitannya jarang terletak pada tingkat kesukaran soal. Yang menekan adalah jumlah soal dibanding waktu yang tersedia. Peserta yang terbiasa mengerjakan matematika sekolah dengan tenang sering kehabisan waktu di sepertiga terakhir lembar jawaban.
Sesi akademik kami karena itu berputar pada tiga hal: menguasai hitungan cepat tanpa alat bantu, mengenali bentuk soal supaya tidak perlu membaca dua kali, dan berlatih memilih soal yang dikerjakan lebih dulu. Untuk Bahasa Indonesia, latihannya menemukan ide pokok dan menilai kalimat baku. Untuk Bahasa Inggris, cukup tata bahasa dasar dan bacaan pendek. Pengetahuan umum dilatih lewat kebiasaan membaca berita dan sejarah kebangsaan.
Uji mental ideologi menyentuh Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, bentuk negara kesatuan, sejarah perjuangan bangsa, serta sikap terhadap paham yang mengancam persatuan. Bentuknya soal tertulis dan wawancara. Jawaban yang dihafal kata demi kata mudah goyah begitu penguji bertanya lanjutan.
Penelitian personel menelusuri riwayat diri dan keluarga: pekerjaan, tempat tinggal, dan rekam jejak. Yang diminta di sini kejujuran dan kesiapan dokumen, karena keterangan yang berubah-ubah menimbulkan pertanyaan baru.
Wawancara menutup rangkaian itu. Pertanyaannya kerap sederhana: kenapa memilih TNI, apa yang sudah kamu siapkan, bagaimana keluargamu memandang pilihan ini. Latihan kami mendorongmu menyusun jawaban dari riwayat sendiri, lengkap dengan contoh yang bisa diceritakan. Peserta dari Jogja sering punya bahan yang kuat: pengalaman organisasi sekolah, kegiatan kampung, sampai kebiasaan berlatih di lapangan kalurahan sejak SMP.
Lintasan atletik memberi ukuran yang paling jujur untuk tes dua belas menit. Di Kota Yogyakarta ada Stadion Mandala Krida di Umbulharjo. Di Sleman, lintasan kampus di kawasan Depok dan halaman luas di sekitar Lembah UGM biasa dipakai peserta yang berlatih pagi. Di Bantul, Stadion Sultan Agung jadi titik kumpul yang lazim.
Pendaftar Kulon Progo memakai alun-alun Wates dan jalan kampung yang sepi selepas subuh, sementara pendaftar Gunungkidul memanfaatkan alun-alun Wonosari dan jalur berbukit yang justru menguntungkan untuk daya tahan. Jalur menanjak ke arah Kaliurang berguna sesekali, dengan catatan tes resmi tetap diulang di lintasan datar supaya angkanya bisa dibandingkan.
Bagi peserta Sleman, Akademi Angkatan Udara di kompleks Lanud Adisutjipto adalah pemandangan sehari-hari. Kedekatan itu berguna saat wawancara: jawabanmu berpijak pada pengamatan sendiri.
Pendaftaran jalur taruna umumnya dibuka pada awal tahun dan seleksi daerahnya berjalan beberapa bulan sesudahnya. Jalur Bintara dan Tamtama dibuka dalam beberapa gelombang sepanjang tahun. Tanggal pastinya selalu diumumkan panitia, jadi rencana persiapan disusun mundur dari perkiraan itu.
Empat sampai enam bulan adalah rentang yang masuk akal untuk menaikkan jarak lari dan memperbaiki bentuk gerakan sampai stabil. Perkara kesehatan diletakkan paling depan karena perawatan gigi dan pemeriksaan mata menuntut jadwal kunjungan berulang. Berkas menyusul dua bulan sebelum validasi.
Bagi siswa kelas dua belas di Jogja, jendela paling lapang datang setelah ujian sekolah selesai dan sebelum tahun ajaran baru dimulai pertengahan Juli. Peserta yang sudah bekerja umumnya menaruh sesi fisik pada pagi hari dan sesi akademik pada malam hari.
Sebaran pendamping di Jogja memang tidak merata. Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta punya pilihan terbanyak, sementara Kulon Progo dan Gunungkidul lebih tipis. Untuk dua kabupaten itu, kelas daring kami perlakukan sebagai jalur utama, bukan penambal kekosongan.
Akademik, psikotes, dan latihan wawancara berjalan penuh lewat layar. Lembar hitung dan lembar gambar dikirim sebelum sesi, dikerjakan di atas kertas dengan pengatur waktu menyala, lalu dibahas bersama pendamping. Bagian fisik dipandu dengan program tertulis per pekan: jarak, repetisi, dan waktu istirahat ditulis rinci, hasilnya kamu catat sendiri lalu dibaca bersama di sesi berikutnya.
Kunjungan tatap muka tetap mungkin untuk peserta yang alamatnya terjangkau, biasanya dipakai untuk memeriksa bentuk gerakan secara langsung. Selebihnya, peserta Wates dan Wonosari yang disiplin mencatat hasil latihan berjalan sama baiknya dengan peserta yang berlatih di dalam kota.
Jelajahi juga
Urutannya
Sebutkan Tamtama, Bintara, taruna, atau Perwira Prajurit Karier, lalu kapan gelombang terdekat yang kamu incar. Sebut juga wilayahmu di Jogja dan jam yang paling longgar.
Formulir di halaman daftar menanyakan data dasar. Bila lebih nyaman bertanya dulu, kirim pesan WhatsApp dan tim akan membalas dengan pilihan jadwal.
Pertemuan pertama dipakai mengukur jarak lari dua belas menit, repetisi Samapta B, satu lembar hitung, dan satu paket soal akademik. Berkas ikut didata.
Kamu menerima jadwal pekanan yang membagi sesi fisik, akademik, psikotes, dan wawancara, lengkap dengan target angka tiap dua pekan.
Hasil latihan dicatat di lembar yang sama sepanjang program. Tiap akhir bulan hasilnya ditinjau dan porsi latihan digeser ke bidang yang paling tertinggal.
Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor tes masuk TNI di Jogja menyesuaikan dengan jadwalmu.
Sudah mantap? Amankan jadwal belajarnya lebih dulu; prosesnya singkat.
Mulai PendaftaranMasih menimbang? Ceritakan kebutuhan belajarnya, kami bantu carikan arah.
Tanya lewat WhatsApp