| Teks informasi: menemukan dan menafsirkan (Bahasa Indonesia) | Menemukan informasi tersurat pada paragraf panjang, menentukan gagasan utama, menyimpulkan hubungan sebab akibat, dan membaca infografik yang menyertai bacaan. | Anak menjawab dari pengetahuan umum yang sudah ia punya, sementara jawaban yang diminta harus bersandar pada kalimat di dalam teks. | Tutor melatih kebiasaan menunjuk kalimat sumber untuk setiap jawaban, sampai anak terbiasa membuktikan pilihannya sebelum melanjutkan ke butir berikutnya. |
|---|
| Teks informasi: merefleksi dan menilai (Bahasa Indonesia) | Memilah fakta dari opini, menimbang kekuatan alasan penulis, memeriksa kecocokan judul dengan isi, dan membandingkan dua sumber yang membahas topik sama. | Kalimat opini yang ditulis dengan nada meyakinkan dibaca sebagai fakta, terutama saat kalimat itu memuat angka atau nama lembaga. | Latihan memilah kalimat: mana yang bisa dicek kebenarannya, mana yang berisi penilaian penulis. Bahannya diambil dari berita harian yang memang dibaca keluarga di Jogja. |
|---|
| Teks fiksi: tokoh, latar, dan alur (Bahasa Indonesia) | Mengenali watak tokoh lewat tindakan dan dialog, menentukan latar waktu serta tempat yang tersirat, dan mengurutkan peristiwa pada cerita beralur maju mundur. | Watak disimpulkan dari satu kata sifat yang disebut narator, sedangkan perbuatan tokoh di paragraf lain justru menunjukkan hal berbeda. | Anak diminta mengumpulkan tiga bukti tindakan sebelum menyebut watak. Kebiasaan itu langsung terpakai pada soal tabel pernyataan berkategori. |
|---|
| Makna kata dan ungkapan dalam konteks (Bahasa Indonesia) | Menentukan arti kata, istilah ilmiah populer, dan ungkapan sesuai kalimat di sekitarnya, termasuk pada bacaan bertema lingkungan, kesehatan, dan teknologi. | Anak memakai arti kamus yang paling ia kenal, padahal kalimat di teks memberi makna yang lebih sempit atau kiasan. | Pilihan jawaban ditutup dulu, makna ditebak dari kalimatnya, baru pilihan dibuka untuk dicocokkan. Urutan ini menutup pintu tebakan berdasarkan kata yang paling familiar. |
|---|
| Bilangan dan operasinya (Matematika) | Bilangan bulat dan pecahan, perbandingan senilai serta berbalik nilai, persen untuk diskon dan bunga tunggal, bilangan berpangkat, dan bentuk akar. | Diskon berlapis dijumlahkan begitu saja, dan perbandingan berbalik nilai dikerjakan memakai cara perbandingan senilai. | Tutor membedah soal dengan tabel dua baris supaya arah hubungan antar besaran terlihat lebih dulu, sebelum satu angka pun dikalikan. |
|---|
| Aljabar: persamaan, fungsi, dan pola (Matematika) | Persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, sistem persamaan dua variabel, gradien dan persamaan garis, serta pola bilangan pada barisan aritmetika. | Tanda negatif hilang saat suku dipindahkan ruas, dan pola barisan ditebak dari dua suku pertama tanpa diuji ke suku ketiga. | Setiap langkah pemindahan ruas ditulis lengkap, lalu jawaban dimasukkan kembali ke persamaan awal sebagai pemeriksaan cepat yang memakan sepuluh detik. |
|---|
| Geometri: Pythagoras dan kesebangunan (Matematika) | Teorema Pythagoras pada bangun datar dan ruang, kesebangunan serta kekongruenan segitiga, sudut pusat dan sudut keliling, dan garis singgung lingkaran. | Sisi miring ditempatkan sembarang, dan pada dua segitiga sebangun yang dipasangkan justru sisi yang tidak bersesuaian. | Anak menandai sudut siku dan memberi nama titik sudut sebelum menulis perbandingan, sehingga pasangan sisi yang benar terbaca dari gambarnya sendiri. |
|---|
| Bangun ruang dan pengukuran (Matematika) | Luas permukaan dan volume prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola, termasuk gabungan dua bangun serta perubahan satuan panjang dan volume. | Satuan tercampur dalam satu perhitungan, misalnya jari-jari ditulis dalam sentimeter sementara jawabannya diminta dalam liter. | Satuan disamakan di baris pertama pengerjaan, sebelum rumus ditulis, supaya kekeliruan konversi tidak menumpuk sampai baris terakhir. |
|---|
| Data dan peluang (Matematika) | Membaca tabel, diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran, menghitung rata-rata median modus dari tabel frekuensi, serta peluang teoretik dan empirik. | Median dihitung padahal datanya belum diurutkan, dan ruang sampel pelemparan dua dadu dihitung dua belas. | Tutor membiasakan anak menuliskan ruang sampel secara mendatar dan menandai posisi data tengah sebelum satu angka dihitung. |
|---|
| Soal berkelompok dengan satu stimulus (Lintas mata uji) | Tiga sampai empat butir yang bertumpu pada satu bacaan, satu tabel, atau satu gambar, dengan pertanyaan yang bergerak dari sekadar mencari data menuju penalaran. | Stimulus dibaca ulang dari awal untuk setiap butir, sehingga waktu habis sebelum kelompok soal berikutnya tersentuh. | Latihan membaca stimulus satu kali dengan tiga catatan ringkas, lalu menjawab seluruh butir kelompoknya berurutan tanpa kembali ke awal bacaan. |
|---|
| Pilihan ganda kompleks dan tabel kategori (Bentuk soal) | Butir berjawaban lebih dari satu, serta tabel pernyataan yang tiap barisnya dinilai benar atau salah, sesuai atau tidak sesuai dengan isi bacaan. | Anak berhenti setelah menemukan satu pilihan yang terasa benar, kebiasaan yang terbentuk dari bertahun-tahun mengerjakan pilihan ganda berjawaban tunggal. | Setiap pilihan diperiksa terpisah dan diberi tanda sendiri, sehingga penilaian satu baris tidak terseret oleh baris di atasnya. |
|---|